YUMNA

YUMNA
Kisah 36


__ADS_3

Maapinn Auto yaaa karena cukup lama off, mohon maapp karena ada tugas dan tuntutan pekerjaan di tambah badan yang sedang tidak fit sehingga harus satu satu menyelesaikan tugas dulu.


Mohon koreksinya jika Auto ada salah nulis ya sobattt semua πŸ™.


πŸ’š πŸ’š πŸ’š πŸ’š πŸ’š


Selesai makan malam , Yumna menemui Putra di ruang baca yang sekaligus buat kamar Putra selama Putra kembali ke rumahnya karena kamar Putra di pake Yumna dan Yumna gak mau sekamar dengan Putra ( padahal mereka suami istri ) tapi Yumna masih trauma.


" Assalamualaikum " sapa Yumna mengetok ruang baca


" Waalaikumsallam wr wb , Na ... masuklah " kata Putra melihat Yumna di ujung pintu.


Yumna lalu meletakkan minuman teh hangat dan cemilan singkong rebus di meja.


" Mas ... cemilan dan minum angetnya " kata Yumna


" ya terima kasih Na " jawab Putra.


Yumna lalu pamit dari hadapan Putra dengan terlihat gelisah dan bingung mau bicara sama Putra dari mana


" Na.... " panggil Putra saat Yumna diujung pintu


" hhmm iya Mas " jawab Yumna menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" apakah ada yang mau Na katakan ke Mas ? mas merasa kamu gelisah " kata Putra mendekati Yumna


" sebenarnya iya , tapi Na takut dan khawatir Mas marah " kata Yumna pelan.


" katakan , ada apa ? kamu sakit ? " jawab Putra.


" Mas ... pembicaraan tadi meja makan , apa Mas gak marah ? seharusnys Na ikut suami tapi Na belum siap πŸ˜” , maksud Na kalo Mas ingin ada istri yang nemani mas mungkin mas bisa cari istri lain dan ceraikan Na gpp, Na ikhlas Mas ... dan Rizki biar ikut mas kalo Mas menginginkan Rizki , Na tidak akan mempersulit " jawab Yumna pelan.


Putra lalu memegang tangan Yumna dan mengajak Yumna duduk


" mari duduk kita bicarakan ya ... " kata Putra sambil mengajak Yumna duduk.


Yumna mengikuti Putra yang menarik tangannya dan duduk di ruang baca.


" tapi Na tidak bisa sebagai istri yang baik , Na belum siap kita hidup satu rumah hanya ber 3 dengan Rizki , Na masih trauma Mas .... πŸ₯ΊπŸ₯Ί " kata Yumna pelan sambil menahan laju jatuhnya air mata


" tidak apa apa , Mas minta maaf ya karena sudah melukai kamu , maafin mas yaaa ...dan Mas akan tunggu sampe Na benar benar siap biar untuk saat ini Mas yang wara wiri Sumatra - Jakarta " jawab Putra


Yumna hanya diam dan menahsn jatuh air matanys.


Putra lalu memegang tangan Yumna berusaha menenangkan perasaan Yumna.


" Mas sama Cindi sudah lama tidak berkomunikasi dan mas sudah memutus semua kontak dengan nenek sihir itu " kata Putra.

__ADS_1


Yumna lagi lagi hanya diam ketika Putra membicaraksn tentang Cindi.


" jadilah ibu yang baik buat anak anak kita kelak , biar aku yang bertanggung jawab atas dirimu istriku dan anak anakku " kata Putra pelan.


Yumna lagi lagi hanya diam , diam dan diam.


Setelah ngobrol dengan Putra, Yumna segers kembali ke ksmarnya dan di lihatnya bibik sedang menggendong Riski.


" Non ... aden kecil ( panggilan bibik buat Rixki ) badannya hangat " kata bibik.


Yumna lalu memeriksa suhu tubuh anaknya.


" iya ya Bik ... aduh kenapa ys bik , sebentar ssya ambil obat turun panas dulu di dapur ys bik " kata Yumna segera turun ke lantai bawah untuk mencari obat.


Saat Yumna turun ke lantai bawah dan menuju dapur tiba tiba Yumna tanpa sadar menabrak dada bidang .


" hhmmm maafin Na, Mas ..." kata Yumna psnik.


" gpp Na , emang kamu kenapa buru buru ?" kata Putra.


" Na mau ambil obat mas , Rizki badannya hangat " jawab Yumna.


" Riski panas , looo tadi sore baik baik itu anak gantengku " kata Putra

__ADS_1


" entah mas " jawab Yumna panik lalu ke dapur untuk ambil obat di meja makan


__ADS_2