
Masih tentang ruangan ICU... Yumna dan bayinya...
Dengan seksama Putra memeriksa keadaan istrinya dan bayinya, keadaan Yumna sungguh tidak baik... Yumna tidak sadar π₯ ya kesadaran Yumna menurun sangat cepat dan ini hanya mukjizat Allah yang bisa membantunya.
Sementara keadaan di luar ruangan tunggu...
" bagaimana keadaan nona, bik ?" tanya Diki yang saat baru datang langsung mencari keberadaan bik Inah.
" sedang di tangani dokter di dalam ,Den...hanya beberapa hari belakangan ini nona tidak bisa tidur dan gelisah " jawab bik Inah sedih.
" dek...kuat ya...ayoo semangat...perjalananmu masih panjang, kamu harus kuat demi bayimu...Abang janji akan selalu bersamamu " kata Diki pelan di depan pintu ICU sambil mata terlihat sedih.
Sudah hampir 4 jam Putra berada di ruang ICU sambil memantau langsung kondisi Yumna dan bayi mereka.
" dokter gak pulang ? ini sudah malam..." tanya perawat di ruang ICU.
" hhhmmm belum , saya akan mantau kondisi pasien " jawab Putra pelan sambil memandang bed di ruangan ICU yang sedanb tertidur lemah Yumna istrinya bersama bayi mereka.
" baik dokter, kalo butuh sesuatu kami ada di ruang jaga " kata perawat yang bertugas di ruangan ICU.
Sementara di luar ruangan tunggu ICU Diki bersama bik Inah dan orang tua Putra sedang harap harap cemas dan terus berdoa.
" suster... bagaimana keadaan anak kami ?" tanya Papi Putra saat melihat ada perawat keluar dari ruangan ICU.
" Bapak baiknya ketemu langsung saja dengan dokter yang menangani pasien ya, mau ?" kata perawat tersebut.
" baiklah saya mau " jawab Papi Putra.
Gak lama kemudian ... Perawat menemuin dokter untuk memberitahu kalo keluarga Yumna ingin bertemua dokter untuk menanyakan keadaannya.
" keluarga ??? " tanya Putra kepada perawatnya .
" iya dokter mereka ingin bertemu dokter " jawab perawat tersebut.
__ADS_1
looo ...bukannya Yumna sudah yatim piatu ?? lalu siapa keluarga yang di katakan perawat ini.
" baiklah..." jawab Putra
Tak berapa lama...Papi, Diki masuk ke dalam ruangan dokter untuk meminta penjelasan soal keadaan Yumna.
" selamat malam dokter...sa.." kata Papi Putra memulai pembicaraan.
" Papi...!!!!!" tanya Putra heran saat mendengar suaranya Papi.
" kamuu Putra ?" kata Papi heran.
" Dan eloo Diki...tunggu...ini apa apaan ni..." kata Putra heran
Diki, Papi hanya diam dan bingung harus menjelaskan dari mana ke Putra.
" bagaimana keadaan Yumna ?" tanya Papi setelah cukup lama mereka terdiam.
" apa pedulimu sama dia !!! justru kamu yang telah menyia nyiakan dia" jawab Diki menahan emosi.
" eehh elu... jadi juga elu embat bini gue ? eluu sahabat gue tapi teganya eluuu sama gue Kiiiii " kata Putra menahan emosi.
"stoppp !!! jangan berdebat " kata Papi emosi.
" jangan berdebat , tidak ada gunanya kalian berdebat yang saat ini harus kita pikirkan adalah keadaan Yumna dan bayinya. Dan kamu Putra jangan menuduh Diki...dia tidak seperti yang ada di otakmu itu !!! harusnya kamu berterima kasih sama Diki karena dia Yumna masih bertahan saat ini " jawab Papi menjelaskan.
Putra semakin heran dan bingung dan hanya terdiam cukup lama.
" keadaan Yumna tidak baik, dia sedang kritis... " jawab Putra pelan
" bisa kami melihatnya dari jauh ? terutama Mamimu sangat mencemaskannya " kata Papi.
Putra hanya menjawab dengan anggukan kepala tanpa memandang wajah Papinya dan Diki.
__ADS_1
Papi, Diki, dan Mami segera memakai pakaian yang di sediakan di ruangan ICU untuk melihat keadaan Yumna.
Yumna sedang tertidur dengan peralatan medis terpasang lengkap di badannya.
" Allahuakbar Nakku " tangis Mami π₯Ίππ saat melihat dari kejauhan Yumna sedang tidak berdaya.
" sabar Mi..." kata Papi menahan tangisnya.
Mami lalu meminta ijin kepada perawat dan Putra sebagai dokter untuk mendekati Yumna dan Putra mengijinkannya.
Yumna sayang... ini Mami nakk...ada apa denganmu nak ? nak...ayo bangun nak, bangun jangan tidur nakku... bayimu butuh kamu, kamu jangan tinggalin Mami ya nak... maafin Mami jika ada salah, maafin Mami jika tidak berhasil mendidik Putra suamimu yang bandel itu, bangun nakku...bangun nakku...masih banyak yang sayang kamu nakku... π₯Ίππ ... tangis Mami sambil memegang tangan jemari Yumna.
Secara tidak sengaja Mami melihat Yumna mengeluarkan air mata seakan akan dia mendengar semua kata kata Maminya.
kamu dengar Mami nakku ? mami tau kamu bisa mendengar suara Mami...ayo bangun nakku, semangat lawan semua demi bayimu nakk... kamu kan pernah bilang ingin merawat bayimu dengan tanganmu, kamu pernah bilang tidak akan meninggalkan bayimu nak π₯Ίπ₯Ίπ₯Ί kata Mami mendekati wajah Yumna sambil menghapus air mata Yumna yang jatuh.
Tapi Yumna masih tertidur lelap, matanya belum membuka dan air mata yang jatuh semakin banyak.
Sementara Papi, Diki, Putra tidak kuasa menahan tangisannya melihat Mami dan Yumna.
" bagaimana keadaan bayinya Yumna, Putra ?" tanya Papi
" maksud Papi adalah bayi saya ? bagaimanapun juga saya mengakui itu adalah anak saya Papi dan sejauh ini baik Pi...hanya jika kondisi Yumna selama 2 x 24 jam memburuk mau tidak mau harus di lakukan tindakan pengeluaran janin karena obat yang Yumna dapat tidak bisa bertahan lama buat janinnya dan sangat berbahaya untuk nyawa Yumna sendiri " jawab Putra pelan.
...****************...
ππππ
Kini sudah hampir 2 x 24 jam Papi, Mami dan Diki berada di dekat Yumna dan hasil keputusan keluarga akhirnya merelakan persalinan di dahulukan dengan kondisi Yumna sedang koma karena ingin menyelamatkan salah satu nyawa.
Mami , Papi , Diki , bik Inah tidak kuasa menahan laju air mata yang jatuh ke pipi.
Diki mohon ijin ke bik Inah untuk keluar kamar dan Diki segera berlari ke musholla yang berada di Rumah Sakit... Diki menyiram wajahnya yang penuh air mata dengan air wudlu dan lalu melaksanankan shalat...meminta mukijizat Allah untuk keselamatan adiknya Yumna.
__ADS_1