
Keesokan harinya Denis tengah sarapan , dia tidak pergi ke kantor karena hari minggu , dia sarapan di temani banyu yang sedang di suapi oleh sus rini.
" Sarapan yang banyak ya sayang. " Lontarnya amat lembut.
" Papi, mami mami. " Tutur banyu di barengi gelak tawa di wajah lucunya.
" Sabar. banyu kangen mami ya ?? nanti papi kabarin mami ya buat ke sini. "
" Mami kiss mami kiss . " Lontarnya lagi menggemaskan, sementara sus rini terlihat gemetar dia takut Denis curiga dengan kebahagiaan banyu yang terukir di wajahnya.
" Kenapa banyu seneng banget, gak ada sedih-sedihnya satu bulan gak di tengokkin mami . " Ujar denis memandangi putranya dengan heran.
Sus rini kembali di buat tak karuan dengan setiap kata yang Denis lontarkan.
Saat Denis selesai makan, dia pergi ke ruang tengah untuk mengambil tisu. Saat dia mendapatkan tisunya, Denis melihat sebuah kue coklat di dalam toples di pinggir laci meja.
" Kue ? " Dia mengambil toples dan mencicipi kue tersebut.
Saat mengunyah, Denis menjadi teringat kue coklat buatan nenek.
Kemudian dia kembali mengambil satu kue lagi untuk menghilangkan penasaran.
" Kenapa seperti kue coklat buatan nenek ?? aku tau betul jika rasanya seperti ini. " Ujarnya amat bingung.
Tiba-tiba bibi datang dari arah samping untuk menata barang " Bi . " Panggil Denis menghentikan bibi.
" Iya tuan. "
" Kue ini dari mana ? " Tanyanya sembari memperlihatkan toples membuat bibi gemetar di buatnya.
" Itu.. bibi membelinya dari toko kue kemarin tuan. emang kenapa ?? " Tanyanya berusaha tenang.
" Mirip dengan buatan tangan istriku. rasanya persis seperti ini. "
" Oh begitu ya. apa iya tuan ?? tuan suka ??"
" Kalau begitu belikan lagi untuk ku besok ya. aku ingin membawa nya ke kantor untuk cemilan. "
" Baik tuan, nanti bibi belikan lagi. "
" Kalau begitu toples ini untukku saja. bibi beli lagi. "
" Iya tuan. "
Denis pergi membawa toples ke area ruang makan meninggalkan bibi yang sedang bernafas lumayan lega..
" Hampir saja. padahal aku menyimpan nya di sana. kenapa tuan bisa melihat nya. "
Denis kembali ke ruang makan dan memangku banyu menuju ke ruang TV. Denis ingin bermain menghabiskan waktu bersama banyu seharian.
Kemudian sus rini membereskan peralatan makan banyu dan mencuci nya ke dapur.
__ADS_1
Saat sus rini pergi , ponselnya berdering di atas meja makan.
Seseorang sedang melakukan panggilan padanya. karena ruang tv sangat dekat, Denis mencari keberadaan sus rini. dia ingin memberitahu nya bahwa ponsel nya berdering.
Namun saat celinguk kan tak kunjung ketemu, Denis mencari tahu keberadaan ponsel tersebut.
" Sus ada telepon. " Panggil nya lalu terdiam melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Sus rini memberi nama yumna dengan Nona di kontak nya.
Merasa yakin jika itu adalah yumna, Denis segera mengangkat telepon.
" Halo sus. kok lama sih, banyu lagi ngapain?? aku kangen, mana banyu ?? aku ganti jadi panggilan video ya " Tanyanya tanpa jeda yang kemudian di matikan. lalu menyambung kan ke panggilan video.
Betapa terkejutnya yumna saat melihat wajah Denis " Mas Denis. "
" Kalau kangen kesini dong. " timpal Denis tersenyum.
" Mana sus rini ?? "
" Ada. oh jadi kamu sering melakukan panggilan video pada banyu ?? pantes kamu gak mau ikutin syarat ku. kamu main belakang. "
" Kenapa ? kamu mau melarang ku ?? "
" Engga sih, kenapa gak jujur aja kalau selama ini kamu sering menghubungi sus rini ?? "
" Kalo iya kenapa ?? "
" Sayang kamu bisa video call aku. kenapa harus ke sus rini ?? "
" Sayang. "
Yumna menutup telepon dengan segera, Denis hanya tersenyum mengira yumna hanya menghubungi sus rini kepada banyu.
Tiba-tiba sus rini datang melihat tuannya memegangi ponsel dirinya.
" Tuan. "
" Barusan yumna telepon. kamu kemana ? saya angkat saja. "
" O begitu ya. "
" Maaf bukannya saya lancang. tadi saya panggil sus rini gak dengar. takutnya yumna perlu sesuatu jadi saya angkat telepon nya."
" Gapapa kok tuan. saya ngerti.. tuan pasti ingin berbicara dengan nona. "
" ini, aku balikin " Lontar nya tersenyum sangat manis.
" Itu hanya panggilan telepon, tapi kenapa tuan harus sebahagia ini. " Batin sus rini amat heran.
" Ini ponselmu. " ujarnya lagi membuyarkan lamunan sus rini.
__ADS_1
" Iya tuan. "
" Jadi yumna sering telepon banyu ?? "
" I iya tuan.. "
" Aku kira dia benar-benar melupakan banyu, syukur lah. aku lega. seberapa sering dia melakukan panggilan ?? "
" Sangat sering tuan. nona sangat merindukan den banyu. "
" Aku juga. ya sudah saya mau balik ke banyu. sus rini kerjakan pekerjaan yang lain saja. "
" Baik tuan. "
Denis amat bahagia mendengar pernyataan dari sus rini barusan. itu membuat nya yakin jika yumna tidak sekuat seperti yang dia katakan.
Denis segera mengirim chat pada yumna.
" Mana boleh curang. harusnya kamu meminta izinku. "
Yumna segera membaca pesan darinya, dia semakin uring-uringan karena tidak bisa menemui banyu hari ini.
" Kenapa waktu begitu lama berputar. padahal aku ingin segera besok pagi. banyu, mami bisa gila ini sayang. " Keluhnya sembari menatap poto banyu.
Tiba-tiba Denis mengirimkan poto dirinya bersama banyu " Simpan untuk dirimu sendiri, aku tau kamu pasti merindukan kami. " Tulisnya percaya diri.
" Orang ini !!! "
Yumna melempar ponsel ke kasur dan pergi dari kamar.
" Aku pernah patah hati, tapi kenapa patah hati karena anak lebih menyakitkan. sepertinya aku tidak bisa diam saja. aku tidak bisa menunggu sampai besok. "
Yumna kembali ke kamar meraih ponselnya , dia menghubungi ibu denis untuk meminta bantuan " Bu boleh kah aku meminta bantuan, hari ini mas denis tidak ke kantor. aku tidak bisa tidak bertemu banyu. bisakah ibu tolong aku. bawa banyu dari rumah mas Denis? kali ini saja. " tulisnya yang segera dia kirim.
Dengan segera ibu membalas " Iya sayang, ibu akan ke rumah Denis. kamu siap-siap. " balas ibu.
Senang dengan balasan mantan ibu mertua, yumna tampak kegirangan, dia segera mandi dan bersiap.
20 menit kemudian ibu sudah menjemput banyu di rumah denis. " Ibu kan bisa main disini. kenapa harus dibawa ke rumah ibu ?? " Kata Denis heran.
" Kenapa kamu gak bolehin ? ibu kan neneknya. kamu gak percaya sama ibu ? ibu pengen main-main sama cucu ibu. " omel ibu pada putranya.
" Aku juga ingin bersama banyu. ini weekend, setiap hari aku kerja pulang malam. kenapa sekarang ibu bawa anakku. "
" Dasar keterlaluan. ibu ini lebih berhak dari kamu . Udah nanti sore juga ibu pulangin banyu ke kamu. tenang gak akan lecet kok, takut amat. " Cecar ibu lagi sembari menggendong banyu.
" Ayo sus. " Ajak ibu.
" Iya nyonya. "
Mereka naik mobil dan ibu segera mengemudikan mobil menuju ke rumah.
__ADS_1
Denis hanya mematung menyaksikan ibunya merampas banyu dari tangan nya.
" Apa harus sesedih ini. aku di rumah sendirian. kenapa ibu tega sekali. " Keluh Denis.