YUMNA

YUMNA
Episode 218


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 8 malam ,Yumna menerima pesan dari sinta .


Dia memberi tau yumna tentang natan " Kamu stay disana untuknya ? “ Isi pesan Yumna .


"Apa lagi yang bisa aku lakukan selain menemaninya . "


“ Kamu bilang tidak bisa kembali , tapi kenapa sikapmu seolah memberinya harapan ? Sudahlah sin , kamu dan hatimu sangat bertentangan . Apa sekarang kamu masih mau mengelak lagi ? “


Sinta tak membalas pesan dari yumna lagi , Dia memerangi dirinya sendiri hanya karena ego .


" Apa yang sedang istriku lakukan ? Apa dia memberi pesan kepada seseorang ?? “ Sela dennis curiga.


" Sinta . Aku ga ngerti dia mas . Kapan kamu kirim pengacara untuk bantu natan ? "


" Udah kok .. Pak edy bilang .. Natan harus di beri hukuman 1 bulan penjara untuk memberinya efek jera . Selebihnya dia akan bebas . “


" Syukurlah aku lega dengernya . "


" Ya udah kamu tidur gih , biar aku gendong banyu .. "


" Ah kamu aja yang tidur , kamu kan capek seharian dari kantor . "


" Lebih capek kamu .. Kamu begadang siang malam . "


" Resiko jadi ibu . "


" Sayang .. . Liat kantung matamu .. "


" Udah situ tidur lah . "


>> Di rumah aditya <<


Diana tak keluar kamar seharian membuat adit bingung .


" Kamu kenapa sih ? "


" Ogah ngapa-ngapain . Mandi aja capek . "


" Si lebay . " pekiknya .


" Ngilu mas kalo jalan . "


" Ya terus mau sampai kapan kamu tiduran ? "


" Sampe agak enakan aja . makanya mas kasih aku waktu .. “


" Sayangku . Jangan nego terus .. kamu tuh amunisiku . "


" Haha .. Dasar . Udah situ tidur . "


Aditya memeluk diana erat , Dia tidak percaya jika sekarang dia sudah menikah .


" Harusnya kita menikah dari dulu , “ Lontar adit .


" Dulu apa . Dulu kan kamu tergila-gila dengan bestie ku . Mana bisa menikah . “ Ledek diana lagi membuat adit segera melepaskan pelukannya dan membelakangi sang istri .


Diana tersenyum dengan tingkah adit yang tak mau di singgung mengenai yumna .


" Marah . “


" Bete kalo kamu udah bahas yumna . Bisa gak sih jangan singgung kesitu mulu . "


" Hehe . Bisa buat senjata aku kalo kamu mau macem-macem . “ Pekiknya membuat adit kembali berbalik tidak terima .


" Apa ? Kamu pikir mood ku akan berubah hanya karena kamu bahas yumna . sini kamu .. Abis kamu sama aku ya .. !! " Lontarnya berupaya menciumi sang istri .


" Jangan !!! Masih ngilu ... "


" Biarin .. !!! "


Keesokan harinya Yumna sedang memompa asi sementara dennis sibuk menata berkas untuk di bawanya ke kantor .


" Sayang . Nanti mau di bikinin apa ? " Tanya yumna .


" Apa aja sih .. Masih nanya aja .. "


" Setiap hari aku bingung bikin menu apa . Kamu gak bosen dengan menuku setiap hari ?? Lain kali kamu pesan makan di luar biar gak bosen . "


" Enggak bosen . Aku malah kecintaan banget sama masakan kamu . "


" Perez . Kamu makin kesini mujinya makin berlebihan . "

__ADS_1


" Siapa yang muji . Sayang . "


" Gimana soal natan ada info lagi ?? "


" Gak usah ngurusin dia . "


" Dih .. . "


" Bahas kita aja sih , kamu aku banyu . Gak usah mikirin orang lain .. "


" Kamu kok gitu sih Nis . " Ledek yumna .


" Apa .. Apa sekali lagi ?? "


" Dennis !!! " pekiknya lagi .


" Kamu mau berhenti di transfer ya ? Sekali lagi .. "


" Iya Dennis .. "


Dennis membanting berkas tidak terima sang istri memanggil namanya .


Sementara yumna malah semakin senang melihat reaksi sang suami .


" Sayang .. Kamu kalo minta apa-apa gak bakal aku kasih . Liat aja .. "


" Uangku udah banyak . Gak papa ga di Tf juga . "


" Oya ? Terus gimana kalo aku tarik lagi saham dari paman yang lain . Pamanmu bangkrut mau ?? "


" Bukannya kemaren udah di tarik ? "


" Yee gak tau dia , tanya sana pamanmu .. Emang kamu pikir dia bisa membangun perusahaan tanpa campur tanganku ??.. Kalo aku gak kasih modal , Udah bangkrut dari dulu . Kemaren dia di tagih si rendy . "


" Kok kamu tau mas ? Aku aja gak tau ? "


" Tau lah . Aku punya Mata dan telinga dimana-mana . Jangan anggap remeh ya . "


" Kamu punya mata-mata di sekitar pamanku ? "


" Kepo kamu , Asal kamu tau kemaren aku udah pinjami paman uang lagi .. Aku dengar dia mau gadaikan rumah dan apartemen untuk melunasi utang ke si rendy . Jadi aku temui dia beri bantuan .. Coba kurang baik apa aku ?? "


" Makanya sama aku tuh sayang-sayang , bukan Nis-nis aja . Mau aku obrak-abrik lagi ketentraman paman ?? "


" Ngancem ?! "


" Ngasih tau doang . "


" Aku malah gak risfek sama kamu .. Soalnya kamu selalu ada maunya . "


" Iyalah , "


" Dasar .. Sini aku gatel pengen cubit kamu . "


" Jangan sayang tunggu sampai kamu sembuh dulu . " Ledeknya .


" Kesel .. Sini .. "


Dennis mengecup bibir yumna kilat , " Mas !! "


" Berapa hari lagi sih kamu lah aku udah kelimpungan . "


" Anjir males . Sono .. Dasar Kegatelan . "


" Aku serius tanya sayang . Kapan sih 40 hari nya ?? "


" Taun depan . " Pekinya lalu segera beranjak merapikan pakaian dan menyimpan asi ke preezer .


Sementara Itu dennis menghampiri box bayi " Sayang .. Banyu .. Nanti kalo mau punya adik mau cewek apa cowok ?? " Lontarnya membuat yumna kebakaran jenggot agak ngilu .


" Apa sih mas .. Sadar kamu .. Baru 3 Minggu lho .. Kamu mau bikin adik buat banyu ?? Dasar gila . " Cecarnya .


" Ya kan sekalian sayang .. Biar gak beda jauh . Nanti sekolahnya bareng . "


" Sayang . " Yumna mencubit dennis beberapa kali .


" Ini aja belum kering . Udah berani minta adik .. Nangis aku . "


" Hehe .. Jadi 1 minggu lagi ya . "


" Apa nya ? " .

__ADS_1


" Kamu selesai nifas ?? "


Yumna malah semakin tertawa terpingkal dengan ulah sang suami .


" Baru 3 minggu, hitung aja nyampe 40 hari . satu mingu lagi apaan. " Ledek yumna.


" Huh . "


" Eling dong mas . Masa sih gak kasian .. kemaren kan kamu liat aku lahiran .. "


" Kasian tapi gimana sayang , Aku kan normal . ".


" Mas !! "


" Iya-iya . Kamu takut ya ?? "


" Iya lah .. "


Dennis memeluk dan mencium rambut nya ." belum sampoan . "


" Gak papa , Sebau apapun rambutmu .. Tidak akan merubah apapun . "


" Gombal. "


> Di Malang <


Sinta menemui natan di kantor polisi. " Nona masih disini ? kenapa tidak pulang ?? "


" Aku merasa perlu menemanimu. " Jawabnya datar.


" Kenapa ? kita bahkan tidak bersama. pulanglah ke jakarta.. saya tak perlu ini semua. kehadiran nona hanya akan membuatku berharap yang tidak-tidak. jadi jangan biarkan saya kembali merasa punya harapan. Terlalu menyakitkan untuk saya kalo nona sok perduli. "


" Apa aku terlihat pura-pura perduli padamu ? Aku masih menunggu jawaban , Apa kamu membeli barang itu karena aku ? "


Natan hanya menatapnya dingin " Perlukah saya jelaskan lagi ? saya tak sanggup menghirup udara dengan lega setelah penolakanmu. tidak ada yang tersisa dariku sekarang. "


" Jawabanmu sangat mengecewakan , di dunia ini tidak semua yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan. dewasalah sedikit. "


" Tidak banyak yang saya inginkan. sudahlah.. percuma membahas ini . non sinta pulang saja ke Jakarta. jangan membuat semuanya menjadi tidak mudah untuk saya non. Kalo ingin pergi, pergilah.. jangan kembali menengok meskipun saya dalam keadaan tidak baik-baik saja. " Pintanya berusaha menahan air mata di pelupuk mata.


Sinta hanya menunduk mendengar ucapan natan, dia begitu tidak mampu .


" Baiklah jika kamu ingin aku pulang. aku akan pulang. aku juga akan melakukan apa yang kamu mau.. tidak datang dan sok perduli lagi padamu . " Imbuhnya lalu segera mengambil tas segera beranjak.


" Ya. Walaupun saya meninggal dunia kamu tak perlu datang atau menangis. " Sela nya membuat sinta mengurungkan niat untuk pamit. Matanya bereaksi lain memandang pria itu.


" Jaga bicaramu. " Tekan sinta agak marah.


" Kenapa ? pulang dan lanjutkan apa yang sudah menjadi pilihanmu. jangan terus menghukum saya dengan perasaan itu. "


" Aku datang dan stay bukan untuk kembali memberi mu luka. "


" Lalu ?? "


" Aku pamit !!! "


Sinta segera beranjak dan menarik tasnya.


" Apa artinya non disini kalo hanya membuat luka itu semakin terasa sakit non . Saya bahkan tidak mampu menopang tubuh untuk tetap berdiri menghadapi hidup ini. Harus bagaimana saya mengatakannya.. saya tidak sanggup hidup. Apa yang harus saya lakukan coba beri saya jalan keluar !!!! " Lontar natan putus asa membuat sinta menghentikan langkahnya.


Sinta berbalik dan menyentuh pundak natan yang sudah penuh dengan air mata.


" Katakan apa mau mu ? kenapa kamu tidak mengerti semua yang aku katakan ?? "


Natan sudah tidak sanggup menjawab pertanyaan dari sinta dia terisak sembari menundukkan kepalanya.


Melihat natan yang begitu sedih, sinta reflek memeluknya agak menangis.


" Tolong pikirkan lagi non . " pintanya.


" Aku akan memikirkannya lagi.. berjanjilah kamu tidak akan serapuh ini. aku merasa hancur melihat nya. "


" Saya janji akan memperbaiki semua ini.. "


Mereka berpelukan dan di pisahkan dengan kedatangan polisi.


" Waktunya sudah habis. " Ujar pak polisi


" Pergilah jalani hukuman mu. Aku akan datang lagi . " Pinta sinta mengusap air mata di pipi natan.


Natan hanya mengangguk, Dia tidak percaya jika sinta akan merubah pikiran nya untuk berpisah .

__ADS_1


__ADS_2