
Seperti biasanya Yumna sebelum subuh sudah bangun untuk melaksanakan shalat subuh dan menyiapkan sarapan buat suaminya, juga beres beres rumah.
Yumna bersama bik Inah sudah bangun sejak subuh.
Tanpa di sadari Diki pun sudah bangun sangat pagi, saat Diki ingin keluar kamar tiba tiba Diki melihat Yumna sedang sibuk beres beres rumah bersama bik Inah.
Saat sedang menyapu rumah tiba tiba Yumna pingsan dan untung Diki melihat sehingga Diki turun ke lantai bawah dengan sigap dan langsung menolong Yumna.
" non... nonaa " kata bik Inah kaget
Diki langsung menggendong Yumna ke kamarnya di lantai bawah dengan di temani bik Inah.
Bik Inah selalu menangis sambil menatap wajah Yumna
" non... ya Allah kuat ya non...Istigfar non..." tangis bik inah
" bik... apa Yumna punya riwayat sakit ? " tanya Diki pelan
" iya den...ada sejak hamil ini Den... bu bidan sudah merujuk ke RS tapi nona gak mau " jawab bik Inah sambil menangis
" bu bidan ??? maksudnya gimana bik ? Yumna periksa kehamilannya di bidan ? lalu suaminya yang dokter terkenal ini kemana ???" tanya Diki heran.
" iya Den... selama ini nona periksa kehamilan di bidan dan sendiri, kasihan sekali nona Yumna... baru kemaren bibik nemani dan bibik kaget karena nona di suruh ke RS " jawab bibik sambil menangis
" ada surat dari bidan, bik ?" tanya Diki
" ada Den sebentar ... " jawab bik Inah mencari sesuatu di dalam lemari Yumna
Saat bibik sibuk mencari buku pemeriksaan kehamilan Yumna tiba tiba ada terjatuh 2 lembar foto yaitu foto kedua orang tua Yumna dan foto Yumna saat kecil yang masih imut dan lucu.
Seketika Diki kaget melihat foto kecil Yumna
" ini siapa bik ?" tanya Diki
" itu Non Yumna saat kecil, Den..." jawab bik Inah
Diki terkaget dan seketika menahan air matanya
Ya Allah... apakah ini gadis kecil itu ??? gadis kecil yang ku lihat 18 th lalu ??? gadis kecil ceria yang bermain bersama kupu kupu .... tiba tiba Diki mengingat sesuatu.
" den... ini buku periksa ke bidan dan ini surat dari bidan untuk ke RS " kata bik Inah mengangetkan lamunan Diki.
Diki lalu mengambil buku pemeriksaan kehamilan Yumna dan membuka lembar per lembar hasil pemeriksaan bidan dan terakhir Diki membuka surat dari bidan dan tangisan kesedihan Diki tahan
Pre - Eklampsia bunyi surat dari bidan untuk ke RS atau bunyi rujukannya.
" baiklah bibik tolong jaga nona muda ya, suaminya keterlaluan padahal dokter tapi kenapa dia bisa menyia nyiakan istrinya ini " kata Diki setengah emosi.
" den... nona kasihan sering nangis terus bahkan beliau selalu ingat orang tuanya yang sudah meninggal dan sudah menitipkan bayinya ke nyonya besar ( ibunda Putra ) " kata bik Inah sedih.
" Bismillah bik semoga nona muda baik baik dsn sehat, doain ya bik... " kata Diki
" Aamiin Ya Allah...pasti bibik selalu berdoa ini den" jawab bik Inah
Pagi itu Putra sarapan berdua dengan Diki sebelum mereka beraktivitas , Diki lebih banyak diam sambil memakan makanan yang di suguhin bik Inah.
" bik... Na kemana kok gak keliatan ?" tanya Putra
" ada den, nona lagi sakit di kamar istirahat " jawab bik Inah
" oo ya ya " jawab Putra sekilas
" elooo gak coba liat keadaan istri lo Tra ? " tanya Diki menyelidiki
__ADS_1
" gak usahlah gue udah terlambat juga...lagian ada bik Inah kok yang menjaganya " jawab Putra santai.
Diki makin tidak respek dengan cara Putra kepada istrinya.
" Tra... jangan eloo sia siakan berlian yang tidak terlihat demi sebuah permata polesan...ada kalanya kesabaran manusia itu habis dan jangan sampai rasa sabar istri loe habis " kata Diki pelan.
" Dik... aku bingung, aku dilema.. di saat aku mulai menyayangi dia tiba tiba dia hadir lagi tiba tiba..Cindi dan... aku masih mencintai dia Dik " kata Putra tegas.
Tanpa mereka sadari ternyata ada telinga yang mendengar pembicaraan mereka dan betapa kagetnya Yumna mendengar suaminya berkata mencintai wanita lain.
Praaankkk.... suara kaca yang jatuh ke lantai.
Reflek sepasang mata Putra dan Diki menatap arah suara dan betapa kagetnya Diki melihat Yumna yang ada di sana
" sudah biar ku bersihin, kamu ada yang luka ?" tanya Diki yang reflek berlari ke arah Yumna dan mengambil puing puing pecahan kaca
" gak apa Mas... saya baik baik kok, biar saya beresin dan Mas lanjutin makan ya " kata Yumna pelan.
Putra melihat perhatian Diki yang begitu besar terhadap istrinya.
Pagi itu Diki dan Putra berangkat aktivitas sendiri sendiri... Putra dengan kuliah spesialisnya, Diki dengan acara seminarnya seputar kesehatan.
Sementara di rumah Yumna lebih banyak di dalam kamar
nak... kamu harus kuat ya, kita harus kuat berdua ya nak... kata Yumna berbicara ke bayinya yang masih di dalam perut dan ketika Yumna berbicara bayi yang di dalam perutnya itu ada tendangan kecil yang menandakan bahwa bayi mengerti.
" non.... ayo makan dulu " kata bik Inah membawakan makanan dalam piring buat Yumna
" bibik biar Na ambil aja nanti kasihan bibik merepotkan " kata Yumna
" sama sekali tidak merepotkan non... ini tugas bibik " jawab bik Inah.
Yumna akhirnya mengambil makanan yang di bawa bik Inah dan mulai melahapnya.
Saat makan tanpa terasa air mata Yumna jatuh ke pipinya dan bik Inah reflek memeluk Yumna
" hickks...hickss... inshaAllah Na sabar Bik...kenapa hidup Na begini ya bik...saat Na butuh kasih sayang orang tua di saat itu Allah mengambil mereka, dan saat ini Na pikir suami bisa menggantikan kasih sayang orang tua Na tapi ternyata tidak sama sskali... " kata Na dalam tangisannya.
" gak boleh bicara begitu non..." kata bik Inah
" ampuni saya Allah " kata Na dalam tangisannya.
Tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang diam diam menddngar pembicaraan mereka ya dia Diki sahabat suaminya itu.
Diki tiba tiba ada ketinggalan barang sehingga membuat dia harus kembali ke rumah dan saat itu dia mendengar suara tangisan sehingga Diki diam diam mendengar arah suara yang ternyata bik Inah dan Yumna.
Diki sudah sering ke rumah keluarga Adi Wijaya di Yogyakarta sehingga bukan hal sulit untuk Diki keluar masuk akses ke dalam rumah ini.
Tra... kalo elu gak bisa mencintai Yumna, biarkan aku menggantikanmu ... batin Diki sedih.
π Flashback beberapa tahun ke belakang...
Ayoo Diki temanin Opa keliling desa, kita liat kebun kita siapa tau sudah berpindah ( kelakar Opa Diki ) yang suka bercanda... Diki sudah beberapa hari ini berlibur di rumah Opa Oma nya di pedesaan di wilayah Sumatra Utara.
Ya keluarga Diki asli dari Sumatra *Utara .
tua DiOrangki tinggal di wilayah Ibu kota ( Jakarta ) dan Diki 2 bersaudara memiliki adik perempuan yang lucu bernama MANDA.
Sudah beberapa hari ini Diki dan keluarga berlibur ke Sumatra Utara ke rumah Opa Omanya.
Hari itu Diki sedang berjalan bersama Opanya dan mereka bertemu teman Opanya dan teman Opanya itu membawa seorang anak perempuan imut yang berumur sekitar 5 tahun , *gadis yang lucu dengan rambut di kepang 2.
Ternyata gadis kecil itu adalah cucu teman Opa dan dia tinggal bersama kakek neneknya di Sumatra Utara ini.
__ADS_1
" anak yang lucu ya kasihan di usia kanak kanak sudah menjadi yatim piatu, sehat dan bahagia buat kam nakku " kata Opa Diki melihat kelucuan cucu teman Opa.
" siapa Opa , adek itu kah ? " tunjuk Diki ke gadis kecil yang sedang berjalan bersama kakeknya
" iya nakku... dia teman Opa dan hanya memiliki anak tunggal yang sukses di negeri kincir angin, tapi beberapa bulan silam Opa dengar anak menantunya meninggal entah karena apa tak berani Opa bertanya saat itu sampe kini karena beliau masih terpukul dengan kepergian anak menantunya π₯π₯ beliau kaya nak banyak tanah dan ladangnya di sini luas, tapi... buat apa kita kaya kalo buah hati yang kami cintai telah pergi meninggalkan kami dulu... tak ada artinya semua, untunglah ada cucu yang sebagai pengganti putranya yang hilang " kata Opa Diki menjelaskan dengan menahan sedihnya.
" kasihan teman Opa ya " kata Diki
Hari itu setelah Opa banyak cerita tentang temannya Diki jadi terharu.
Selama liburan 3 minggu di Sumatra saat Diki jalan keliling desa dengan sepeda, Diki selalu melihat gadis kecil imut cucu teman Opa berlari mengejar kupu kupu kecil... gadis yang lucu imut, tidak terlihat raut wajah sedihnya karena kehilangan orang tua yang dia cintai karena Kakek Neneknya selalu menjaganya dengan kasih sayang .
Siang itu saat Diki melintas di jalan , Diki melihat gadis kecil itu sedang berlari mengejar kupu kupu lagi dan Diki melihat ada bahaya di depan gadis kecil itu yaitu sebuah sepeda berjalan kencang
" adekkkk awasssss " teriak Diki yang segera berlari mengejar gadis itu agar tidak terkena sepeda ngebut.
Dannn...bruuuggg ...Diki terjatuh ke jalan untuk melindungi gadis kecil itu.
" addduuuhhh..." kata Diki menahan tangisnya karena luka di tangannya yang banyak keluar darah.
" Abbanngg.... abanngg..." kata gadis kecil itu menangis kecil
" sudah jangan nangis dek ...abang tak apa apa " kata Diki sambil menahan sakitnya
" aapii ituu uaarr daraahh anyakkk " kata gadis itu dengan suara cadelnya sambil menangis
( tapi itu keluar darah banyak )
" gak apa apa... abang sehat ni " jawab Diki.
Seketika itu datanglah Kakek gadis kecil itu berlari
" ya Allah nakku...kam bikin Kakek cemas dan ya ampunn nakk ini ..." kata Kakek si gadis melihat tangan Diki keluar darah banyak.
Akhirnya Kakek membawa Diki ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan dan Diki mendapat 4 jahitan
Si kakek pun mengantar Diki pulang ke rumah dan meminta maaf atas kejadian ini terhadap Opa Diki.
" maafin aku lalai menjaga kempu ku ni ya...dan terima kasih kempu kam sudah menyelamatkan kempu ku enda " kata kakek si gadis ke Opa Diki
" sama sama tak apa , ini musibah dan sudah sepantasnya Diki menolong adiknya ni " jawab Opa
Diki selalu memandamg gadis kecil imut yang lucu yang wajahnya selalu sendu merasa bersalah dan tiba tiba si gadis itu mendekati Diki
" abangg , maapin dek Una yaaa " kata gadis kecil ni lucu mendekati Diki
( abang, maafin adek Yumna )
" adek gak salah, hanya mulai besok hati hati ya...jangan lagi lari ngejar kupu kupu di luar pagar ya " kata Diki menasehati
" iya abang " kata gadis kecil itu.
Tak terasa tibalah masa liburan selesai, Diki harus kembali ke Jakarta dan keluarga gadis kecil itupun menemui Diki dan keluarganya dengan membawa buah tangan sebagai bentuk oleh oleh dan ucapan terima kasih.
" adek kecil Abang yang imut... Abang pulang dulu ya ke Jakarta, kalo liburan lagi ntar abang main sini lagi ya sama gadis kecil abang yang imut ini " pamit Diki mendekati Yumna kecil
" iyaa Abanggg... " jawab Yumna memeluk Diki
" ingat pesan abang apa ?" tanya Diki
" tak boleh kejar kupu kupu di luar pagar rumah Kakek ntar ada sepeda, gak ada yang nolongin adek lagi deh...." kata Yumna kecil
Perpisahan antara Diki dan Yumna kecil meninggalkan kenangan indah buat Diki dan Yumna kecil π’π’π’π₯Ίπ₯Ίπ₯Ί.
__ADS_1
Hari berganti bulan, tahun ke tahun dan 4 tahun berlalu...
Diki yang baru lulus SMA dan ada libur berlibur ke rumah Opa di Sumatra Utara, selain kangen Opa Omanya Diki kangen Yumna kecil*.