YUMNA

YUMNA
Kisah 2


__ADS_3

Sore ini Cindi datang menemui Putra di rumah sakit, Cindi cantik dan dari anak orang kaya sehingga arogan terhadap semua orang rendah.


" Putraaa sayangggg.... " kata Cindi langsung masuk ke ruangan Putra yang sedang ada pasien.


" kamu bisa tolong jaga privasi dikit Cin... ini aku masih ada pasien " kata Putra pelan ke Cindi.


Setelah Putra menyelesaikan beberap pasien , segera menemui Cindi di sofa ruangannya.


" sayang kita jalan ya... aku pingin beli tas produk *ERME* keluaran terbaru " kata Cindi sambil memeluk Putra


" baiklah apa pun untukmu " kata Putra yang selalu tidak bisa menolak permintaan Cindi walau itu menghabiska pundi pundi rupiah dia.


Sementara di tempat lain ...di Pondok pesantren plus panti asuhan... seorang gadis belia Yumna sedang membaca Al Qur' an di sela sela shalat maghrib - menuju shalat Isya.


Sehabis shalat Isya Yumna segera membantu Umi untuk menyiapkan makan malam buat keluarga panti.


Yumna sangat gesit dan telaten, tidak pernah mengeluh sedikitpun...


Abah, Adek adeknya di panti bahkan Kak Hasan selalu melihat Yumna tersenyum sedikitpun tidak pernah mengeluarkan air mata.


Hanya Umi yang tau kapan Yumna akan mengeluarkan air mata, ya Umi pernah diam diam mengikuti Yumna yang sedang berkunjung ke makam orang tuanya dan di sanalah Yumna menangis sejadi jadinya.


" nak... sudahlah biar nanti yang beresin adekmu yang lain, kamu terlihat lelah nak..." kata Umi ke Yumna


" tidak apa Umi, Yumna baik baik kok... " jawab Yumna sambil tetap membereskan meja makan dan piring kotor.

__ADS_1


💙💙💙


Di tempat rumah keluarga Adi Wijaya sedang menyusun rencana agar Putra bisa menikah dengan Yumna.


" Putra duduk dulu, Papi Mami mau bicara " kata Papi Putra saat baru pulang dari jalan jalan sama Cindi


" ada apa Papi ? sepertinya serius benar ni " kata Putra yang lalu duduk di sofa keluarga.


" Mami mau menjodohkanmu dengan perempuan pilihan Mami...kamu harus menurut kata Mami atau angkat kaki dari rumah ini, Mami tidak terima penolakan " kata Mami Putra.


" loooo gimana ceritanya pemaksaan gini Mami, gak adil... Putra punya pilihan sendiri sejak dulu " jawab Putra mulai meninggi suaranya.


" oke kalo pilihan kamu tetap Cindi, mulai sekarang jangan temui Mami, jangan anggap aku ibumu lagi " kata Mami yang segera pergi ke kamarnya dengan perasaan sedih.


" Papi... bagaimana ini bantu Putra , Pi " kata Putra menatap Papinya.


" Papi kepala keluarga dan Papi bukan tipe laki laki yang selalu menurut kata istri, tapi untuk hal ini Papi mendukung Mamimu nak, dia pasti punya alasan kuat gak setuju kamu dengan Cindi sehingga berniat menjodohkanmu nak... pikirkan baik baik nak " kata Papi yang segera menyusul istrinya ke kamar.


Putra semakin bingung...


Kini sudah 3 hari Putra tidak ketemu Maminya walau 1 rumah tapi Maminya menolak bertemu Putra.


Di tempat kerja Putra semakin hari makin kusut


Putra memiliki sahabat bernama Diki yang seorang dokter juga, mereka bersahabat sejak di SMP.

__ADS_1


Putra menceritakan semua sama Diki yang terjadi di rumahnya.


" sudahlah mengalah Putra... orang tua pasti punya alasan kuat niat menjodohkanmu dan yang pasti orang tua tidak ingin menjerumuskan anaknya ke jurang " kata Diki siang itu sambil menikmati makan siang di kantin


Putra masih memikirkan perkataan Diki sahabatnya.


Sore itu Putra pulang kerja dan setelah shalat maghrib berniat menemui Maminya.


" Mami... boleh Putra masuk ?" kata Putra di depan pintu kamar Maminya


" masuklah " kata Mami pelan.


Putra duduk di kasur Maminya sambil memeluk Maminya, ya Putra adalah anak yang manja sama Maminya


" kenapa meluk Mami ? masih ingat punya Mami kah ? " goda Maminya


" Mam...jangan bilang gitu... Putra sedih beberapa hari ni gak ketemu Mami...Putra mengalah dan setuju perjodohan Mami " kata Putra


" kamu serius nak ??? gak hoax kan ini ?" tanya Mami 😁


" ya ampun gaul banget sih Mamiku... serius ni Mam..." jawab Putra


" Alhamdulillah Allah akhirnya engkau kembalikan anakku si malin kundang " kata Mami dan membuat Papi yang mendengar tertawa.


" ihhh Mami kok aku di bilang malin kundang, anak ganteng gini " jawab Putra sambil memeluk Maminya

__ADS_1


__ADS_2