
Keesokan harinya , Nadia datang ke kantor Rendy .. Dia memaksa Rendy untuk fitting baju lewat desainer pilihan nya .
” Pergilah sendiri ..Aku banyak kerjaan .” Tolak nya .
” Harus nya Kamu tidak kerja , Kan 2hari lagi kita menikah .. ”
” Rinjani sudah menyiapkan semuanya , Tinggal kamu saja sana urus sendiri . Rinjani tidak datang dan meminta ku untuk fitting .. Sementara kamu , Calon istri yang kedua malah lebih ribet. ” Omelnya .
” Sayang aku ingin kita kompak masa aku fitting baju sendiri sih .. Aku juga calon istrimu ..” Keluhnya manja .
Lalu tiba-tiba Rinjani datang dengan wajah yang kesal , Dia diberi tau sekertaris Rendy jika Nadia sedang berada di ruangannya .
Tanpa izin dia menerobos masuk ke ruangan Rendy .
” Apa yang sedang kamu lakukan disini ? Apa kamu berusaha mengganggu calon suamiku ? ” Tanya Rinjani penuh amarah .
” Jangan lupa jika aku juga calon istrinya , Jangan berlaga sok paling menguasai dirinya . Aku hanya meminta nya untuk fitting baju pengantin bersama ku , Waktu nya sudah mepet .” Jelas Nadia .
” Itu tidak perlu , Aku sudah menyiapkan pakaian kami , Sementara silahkan kamu urus bajumu sendiri sana .”
” Aku tidak mau , Aku juga berhak meminta keadilan kepada calon suami ku .”
” Nad , Rinjani tidak mempersulit hal itu .. Aku hanya tau beres dan datang ke gedung untuk menikah . Lalu kenapa kamu mesti seribet ini ?”
” Semua pasangan melakukan fitting baju untuk pernikahan mereka , Jika tidak bagaimana kalo bajunya kebesaran atau kurang sempurna nanti pas dikenakan .. Apa salahnya dengan hal itu ?”
” Belum menikah saja mau mu banyak . Dengar , Aku tak suka seseorang yang ribet .”
” Sayang .”
” Pergilah , Kamu mengganggu pekerjaan ku . Jika tidak , Aku akan suruh ayahku untuk membatalkan pernikahan dengan mu .” Ancam nya membuat Nadia mati kutu .
Sementara Rinjani tersenyum melihat Rendy mengomeli calon madunya .
Dia merasa menang dibandingkan Nadia yang sangat Rendy benci .
” Ayo kita selesaikan diluar . Biarkan Mas Rendy fokus bekerja .” Ajak Rinjani membawa Nadia keluar ruangan .
” Belum menikah saja banyak ngatur .” Omel Rendy sambil kembali duduk .
Rinjani membawa Nadia ke lobby , Para staf dan karyawan memperhatikan mereka berdua .
Mereka mengira bahwa Rinjani dan Nadia begitu akur untuk menjadi Istri Rendy .
” Aku kesal sama kamu , Ngapain kamu ikut-ikutan mau nikah dengan mas Rendy .. Di dunia ini apa tidak ada pria lain .. batalkan semuanya , kalo enggak , Kamu berhadapan dengan ku .” Ancam Rinjani .
” Sampai matipun aku takkan mundur , Aku tidak takut dengan mu . Jika kita harus saling membunuh , Baiklah aku siap .” Tantang Nadia .
__ADS_1
” Jadi kamu tidak mau di ajak baik-baik ya .. ”
” Yah .. Kamu mau apa ? ” Tantang nya lagi .
Rinjani meradang , Dia menjambak rambut Nadia penuh emosi ..
Tak mau kalah , Nadia juga membalas Rinjani .
Mereka berkelahi untuk yang ke-dua kali nya ..
Saling serang menyerang pun tak dapat di hindari , Hingga keadaan pun menjadi rusuh , Para karyawan yang lain berlarian menghampiri mereka untuk menyaksikan secara langsung adegan tersebut .
Sementara itu Rinjani dan Nadia malah semakin membabi buta saling melukai , Meski berusaha dipisahkan oleh salah satu karyawan . namun keduanya malah mendorong karyawan tersebut , Bukannya berhenti keduanya malah kembali adu jotos .
Hingga sekertaris Rendy membawa Rendy ke sana untuk memisahkan mereka .
Rendy meradang melihat tingkah laku kedua calon istri nya .
” Hentikan .” Teriak nya .
Rinjani dan Nadia berhenti seketika , Posisi mereka masih sedang saling menjambak sembari menengok ke arah Rendy .
5 Menit kemudian , Rinjani dan Nadia masuk kedalam ruangan Rendy . Mereka terdiam melihat wajah Rendy yang akan marah .
” Kalian sadar apa yang kalian lakukan barusan ? Ini kedua kalinya kalian mempermalukan ku , Karyawan ku semua tau kalian calon istri ku ..Tapi kalian malah membuat masalah disini .. Jika kita sudah menikah , Apa kalian masih mau melakukan ini ? ” Bentak Rendy .
” Tidak ada perempuan yang ingin punya madu .. semua sikapku normal jika aku meminta mu melepaskan mas Rendy .” Lontar Rinjani .
” Jangan lupa bagaimana kamu menikahi mas Rendy , Kamu menggunakan Ayahmu untuk itu juga kan..Jadi terima saja . Jangan gunakan hatimu untuk ini . Pernikahan kita tidak lain untuk kerjasama perusahaan ..” Jelas Nadia lagi .
” Terlepas dari itu semua , Aku benar-benar menyukai mas Rendy , Aku tulus kepadanya .”
” Sebelum kamu menyukainya , Akulah yang lebih dulu menyukai nya .”
” Kalian bernegosiasi dengan kepala dingin sana , bukan berantem kayak anak kecil seperti tadi . Aku tidak ingin dengar kalian melakukan hal ini lagi , Jika kalian masih melakukan nya .. Aku takkan segan membatalkan pernikahan ini , walaupun nanti kita sudah menikah jika kalian masih berantem. Aku janji akan menceraikan kalian berdua .” Ancamnya membuat bulu kuduk mereka merinding .
” Jangan begitu sayang , Aku hanya shock tiba-tiba kamu harus menikahi dia juga . Jangan marah , Kami janji tidak akan bertengkar lagi .” Lontar Rinjani sembari memegang bahu Nadia .
” Iya sayang aku juga minta maaf ya .” Kata Nadia .
” Aku pegang janji kalian , Kalo ingkar janji aku gak akan segan .”
" Iya .”
Rinjani dan Nadia memutuskan untuk pura-pura akur didepan Rendy.
” Ya sudah , Kalian pergi sana . pekerjaan ku banyak .”
__ADS_1
” Kamu tidak akan ikut denganku untuk fitting baju ? ” Tanya Nadia lagi .
” Apa ucapan ku kurang jelas tadi ? Kenapa kamu masih pertanyakan lagi .”
” Aku sungguh-sungguh ingin .” Ucapan Nadia terhenti seketika melihat wajah Rendy yang kesal dengan nya .
” Kalian mau pergi gak ? ” Usir nya lagi .
” Oke kita pergi .” Rinjani membawa Nadia keluar ruangan .
Nadia tampak sedih karena keinginannya tak tercapai , Dia gagal membawa Rendy bersamanya .
” Pernikahan seperti apa ? Prewedding enggak , fitting baju enggak .. Kenapa dia bersikap seperti itu ...Sulit sekali melunakkan hatinya .” Keluh Nadia sembari berjalan .
” Terima saja , Aku juga tidak mendapatkan apa yang tidak kamu dapatkan .” Lontar Rinjani sembari pergi meninggalkan Nadia seorang diri.
Nadia dan Rinjani bersedih karena sikap Rendy yang mengeras padanya . Menurut mereka , Rendy tak perduli dengan pernikahannya .
Nadia duduk ,Dia terdiam . Entah apa yang sedang ia lamun kan . Yang jelas dia masih bersedih .
Malam pun tiba , Rendy keluar kamar dan duduk di meja makan .
” Sayang , Ini dia calon pengantin kita .” Sapa ibunya .
” Hentikan Bu , Aku mau makan .”
” Harus nya kamu berhenti dong sayang jangan melulu ke kantor , Biarkan ayahmu yang bekerja ..Kamu harus fit .”
” Pekerjaan ku banyak Bu .”
” Jaga kesehatan mu , Istrimu dua . Jadi jangan stres-stres .” Lontar ayah .
” Ayah sungguh akan membuat ku beristri 2 ? Apa ayah tidak berpikir dua kali ?”
” Kenapa ? Harusnya kamu bersyukur , Kamu menang banyak .. Perusahaan diuntungkan . Ayah bahagia sekali .”
” Putramu hanya satu , Tapi ayah jual kepada mereka demi perusahaan . Aku tidak bisa membayangkan kalo mereka benar-benar menjadi istri ku .”
” Kenapa ? Mereka cantik dan sempurna ..Kamu ingin yang kayak gimana sih ?”
” Mereka itu ribet , Setidaknya pilih salah satu dari mereka dong Yah , Masa dua-duanya .” Keluhnya .
” Jika bisa dua kenapa kamu ingin satu ? Kamu nih gak tau di untung .”
” Mereka tuh ribut terus Yah , Ayah kan gak tau kalo mereka ngeselin . Tadi aja di kantor mereka Adu jotos bikin malu .”
” Apa ? ” Ayah dan ibu Rendy tertawa mendengar ucapan putranya .
__ADS_1