
Yumna dan jihan mencoba saling memahami atas apa yang terjadi barusan. Mereka berempat duduk dan memikirkan ide untuk mengatasi dennis.
" Ini udah sore, Kalian pulang gih. " Timpal yumna.
" Sorry ya, kita belum bisa melakukan apapun buat kamu. "
" Gapapa. kalian jangan ikut pusing sama masalahku. "
" Kita kan kawan. mana boleh kamu ngomong kayak gitu. "
" Thanks ya, dukungan kalian itu berarti banget lho. " Mereka saling berpelukan satu sama lain .
Keharuan semakin terasa oleh yumna, dia begitu bersyukur karena memiliki teman seperti mereka.
1 Jam berlalu, Diana dan Jihan pulang ke rumah masing-masing .
Tiba-tiba aditya segera memeluknya dari belakang " Sayang !! " Lontar nya mengagetkan .
" Kamu udah pulang mas !! "
" Iya, kerjaan di kantor udah beres. jadi aku langsung balik. kamu dari mana ? kok mukamu gitu ? ada masalah ? " Tanyanya sembari mengelus pipi sang istri.
" Yumna. " Lontarnya membuat adit memalingkan pandangan darinya.
" Mas ?? aku mau cerita. "
" Kenapa lagi sama dia ? "
" Dennis terus menerornya, Dia datang ke rumah yumna dengan leluasa. kasian yumna, dia takut kalo dennis akan nekat. "
" Nekat gimana ? emang dia ngapain ?? "
" Dia masuk ke kamar yumna dan mencoba. "
" Apa ??? " Belum sempat diana melanjutkan ucapannya, adit tampak melotot kepadanya.
" Maksud kamu, dia mau macam-macam padanya ???? " Tanyanya lagi makin emosi.
" Kata yumna sih dia cuman memeluk dan menciumi nya saja . tapi tetap aja bikin dia takut. "
" Kemana penjaga rumah , sampe kecolongan. "
" Itu dia. dennis sangat licin.. dia bisa masuk tanpa ketahuan sama sekali. "
" Kalau aku melakukan sesuatu sama dia ?? apa kamu mengira aku masih suka sama yumna ?? " Tanyanya serius.
" Emang kamu mau lakuin apa ? engga lah mas aku percaya kok kalo kamu udah move on. "
" Oke. "
Adit berjalan tanpa mengatakan apapun lagi, Entah apa yang akan dia lakukan hingga membuat diana bingung .
" Kamu mau kemana mas. "
" Menemui bajingan itu supaya istriku tidak sedih karena masalah yumna. kamu duduk dan buatkan makan malam. aku gak akan lama kok. " Ujarnya sembari berjalan semakin menjauh.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, Adit sudah tiba di rumah dennis di antar bibi ke ruang tamu. ketika sampai di ruang tamu, Adit di kejutkan dengan keberadaan raka yang sudah duduk di sofa seorang diri.
Rupanya raka pun mendengar keluh kesah sang istri di rumah mengenai yumna. Dia berniat menemui dennis dan memperingatkan nya. mereka berdua saling berpandang dan sadar jika tujuan mereka sama.
" Silahkan duduk tuan, pak dennis akan segera turun. pak adit mau di buatkan minuman apa ? " Tanya bibi sopan.
" Engga usah bi. bibi boleh pergi . "
" Baik tuan. " Bibi pun segera meninggalkan mereka berdua.
Kemudian Adit duduk di sofa yang berlawanan dengan raka.
" Kalau dia tidak mau dengar, haruskah kita menghabisinya ?? " Lontar Adit.
" Apa boleh buat. "
Beberapa menit berlalu, Dennis mulai menuruni anak tangga. langkah nya terdengar begitu jelas. nafas ke dua tamu tak di undang di rumahnya mulai tersulut.
Mereka begitu tak sabar untuk meninju tuan rumah tersebut.
" Apa yang membawa kalian berdua ? " Tanyanya dengan pandangan yang menyepelekan.
" Jangan ganggu yumna !!! " Ujar Adit halus berikut sinis.
" Kalian sudah menikah, kenapa masih memperdulikan yumna. kalian pikir dengan kami sekarang bercerai, kalian punya kesempatan untuk merebut wanita itu dariku ?? "
" Istri ku gelisah mendengar yumna bermasalah dengan mu. "
" Omong kosong. " Lontar Dennis tersenyum.
" Kami tidak punya waktu untuk mengobrol atau nego, jadi.. ini peringatan terakhir. jauhi yumna atau."
Aditya mengeluarkan sebuah pistol dari balik kemejanya dan mengarahkannya pada Dennis . Sementara Dennis tak mau terpancing dengan ancaman Adit.
" Pistol atau belati tidak akan mengurangi niatku untuk kembali pada nya. Jadi tembak saja." Tantang Dennis lalu berjalan ke arahnya.
Tak sabar dan muak, Raka segera melayang kan sebuah pukulan ke arah Dennis. Namun Dennis segera menangkisnya dan mereka bertiga terlibat adu jotos satu sama lain.
" Bruggghhhhh.. "
" 2 lawan satu dasar pecundang. " Cecarnya sembari memberi peringatan kepada para satpam yang hendak menolongnya. Dennis tak ingin di bantu oleh siapapun, dia merasa bisa mengatasi 2 pria yang sok jagoan menurutnya.
" Maju. "
Adit dan raka sudah begitu terpancing mereka tidak perduli dengan apa yang terjadi , Emosi keduanya malah semakin memuncak.
Meski begitu, Dennis tak payah dalam menghadapi keduanya, meski sama-sama babak belur mereka kembali maju satu sama lain.
Sementara semua pekerja di rumah hanya menyaksikan saja dengan pilu.
20 menit berlalu, Kedua pria pulang ke rumah masing-masing.
" Siapa yang menang ?? " Tanya jihan dan diana berbarengan tanpa memperdulikan memar di wajah suami mereka.
" Apa Dennis menyerah ? Dia tidak akan ganggu yumna lagi ??? " Ujar diana kepada Adit yang sedang meringis kesakitan.
__ADS_1
" Apa di otakmu hanya ada yumna ? suamimu babak belur begini dimana peduli mu. " Cecar Adit sebal .
Selain itu di rumah raka, jihan segera mengompres lebam di wajah sang suami dengan cekatan.
" Kalian berdua melawan Dennis ? tapi kenapa kamu kena pukulan juga ? "
" Gak usah nyinyir. ini semua gara-gara kamu yang terus mengurusi yumna. "
" Lah, jadi salahku. apa aku memintamu untuk memukuli Dennis. kamu yang pergi tanpa memberitahu ku. " Omel jihan sembari menekan handuk ke wajahnya dengan kesal.
" Aduh, sakit sayang !!! " Teriak raka tak karuan.
" Sukurin. kompres situ sendiri. "..
Jihan segera beranjak dan meninggalkan raka sendirian.
" Dia yang melabrak dia yang babak belur. " Cecar jihan seraya menaiki anak tangga.
Malam pun tiba, Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Yumna selesai menidurkan banyu.. Dia menyelimuti dan segera meraih handphone di meja rias.
Tiba-tiba Yumna terkejut karena Dessy meneleponnya berkali-kali.
Kemudian dia segera menelepon balik " Halo... Apa ??? "
Yumna keluar dari kamar dan memanggil suster untuk menjaga banyu " Sus, Aku ada urusan sebentar. suster tidur di kamar ku aja dulu ya. "
" Iya non. "
Yumna mengambil mantel dan kunci mobil, dia pergi terburu-buru.
" Non, saya antar ya . " ujar pak danang.
" Gak usah pak. sendiri aja. "
Pak satpam segera membuka pintu gerbang dan yumna keluar dengan mobilnya.
" Apa lagi ini ya Alloh.. semoga bukan apa-apa. "
Setibanya di kantor polisi, Yumna bergegas masuk menghampiri Dessy yang sedang terisak menunggunya di dalam.
" Des !!! " Dessy segera memeluk nya begitu yumna sampai.
" Kenapa juna ? mana dia ?? " Tanya nya pelan.
" Juna di sel. dia di tuduh membawa narkoba di airport. saat pengecekan barang, petugas menemukan barang itu di dalam koper. "
" Pelan-pelan.. duduk dulu. "
" Juna bilang barang itu milik roni temannya, dia menitipkan barang itu . dia tidak curiga kalo itu barang haram. makanya dia mau membawanya. tapi polisi tidak percaya begitu saja pada penjelasan juna. "
" Kenapa kita gak hubungi orang itu saja. "
" Nomornya gak aktif. jelas kalo dia mau menjebak juna. supaya dia bermasalah. "
" Ya ampun !!! kok bisa sih juna gak ngecek dulu sebelum naro ke kopernya. "
__ADS_1
" Roni itu teman baik nya, Mereka selalu terlibat dalam satu project. Juna sangat percaya padanya, Jadi tidak mungkin juna curiga. Polisi sudah menghubungi kepolisian di Amerika untuk membantu pencarian roni, Cuman dia satu-satunya orang yang bisa membebaskan juna. "
" Kenapa jadi serumit ini . " Yumna tak henti cemas memikirkan nasib bocah malang di dalam sel.