YUMNA

YUMNA
Episode 278


__ADS_3

Pukul 12 malam mereka resmi menikah di hadapan ayah.


Mereka berharap semua pengorbanan yumna bisa menghasilkan .


Yumna kembali menangis setelah wali mengesahkan pernikahan mereka. Sementara denis, denis merasa yumna tertekan dengan pernikahan yang baru saja terjadi .


Hatinya yang keras menjadi sangat melow, dia berpikir bagaimana bisa yumna sesedih ini . " Dia begitu sedih ayah. jadi kumohon sadarlah.. " Batin denis lain dari biasanya.


Paman segera pamit setelah semua telah selesai, natan mengantarnya pulang bersama pak penghulu.


" Ayah sudah dengar bukan, anak kita sudah kembali menikah. cepat sadar dan berikan selamat. denis sudah memenuhi tanggungjawab nya setelah apa yang dia lakukan. ibu mohon.. segera lah sadar yah. " Kata ibu lagi berusaha kuat.


Sementara itu yumna tersenyum , dia bangga sudah melakukan pengorbanan. " Terimakasih yumna,kamu sangat hebat. maafkan aku yang selalu menyakiti diri sendiri . " Batin yumna kepada dirinya sendiri.


Denis menata bantal dan selimut untuk yumna dan ibunya beristirahat , Sementara dia memilih untuk tidur di sofa .


" Istirahat lah bu. ini sudah sangat larut. " pinta Denis tulus.


" Ibu belum mau tidur, kamu sama yumna saja istirahat. ibu masih mau ngobrol sama ayah. " tolak ibu sembari memegangi tangan ayah.


" Na, kamu juga. aku akan tidur di sofa saja. " katanya beranjak mengambil selimut.


Yumna berbaring di tempat yang denis siapkan, Dengan tulus denis menyelimutinya. " Terimakasih. " kata denis menatapnya begitu dalam .


Yumna tak mengatakan apapun, dia hanya memejamkan matanya. di dalam pikirannya dia tidak tau apa keputusan nya kali ini benar atau salah.


Terlebih lagi dia bingung harus memberi alasan apa pada juna dan Dessy besok pagi.


Reaksi mereka mungkin akan sedikit marah dengan keputusan nya.


Denis segera beranjak dan duduk di sofa.


2 jam berlalu, ibu tidak beranjak dari kursinya, dia tertidur sembari memegangi tangan ayah.


Ayah membuka matanya perlahan, beliau melihat area sekitar. kemudian tersenyum, seperti sudah tau apa yang terjadi .


Ayah tak membangun kan siapapun, dia mengelus rambut istrinya yang sedang terlelap di sampingnya.


" Aku dengar semuanya bu. " Katanya pelan.


Kemudian yumna terbangun, dia merasa sangat haus. dia beranjak dan mencari air mineral,, saat berjalan ke arah laci, Karena mengantuk yumna tak sadar jika ayah sedang memandanginya .


Dia meminum air tersebut dan menaruh kembali botol di meja.


" Ayah. " Panggilnya tersenyum namun masih tak sadar.


Yumna kembali ke tempat tidur dan berbaring, Tiba-tiba dia terkaget membuka matanya lebar-lebar melihat ayah.


" Ayah !!! " Panggil nya sembari melompat kepada ayah.


" Ayah sudah sadar ?? ibu bangun. " Katanya menggoyahkan badan ibu mertua .


" Ada apa yumna ? "


" Ayah bu. "


Ibu segera melihat padanya dan menangis " Suamiku. " Katanya mencium tangan ayah.


" Kamu sudah sadar. syukurlah. "


Yumna berkaca-kaca dan segera membangunkan Denis yang masih terlelap.


" Mas.. bangun, mas.. ayah sudah siuman. " Katanya menggoyangkan dada Denis.


" Apa ? Ayah.. " Katanya segera menghampiri.


" Ini adalah anugerah dari Alloh. " Kata ibu lagi.

__ADS_1


" Maaf, membuat mu seperti ini. " Ujar Denis berkaca-kaca.


" Bilang sama ayah, apa ayah mimpi mendengar kalian menikah ? "


" Tidak, ayah sungguh mendengar nya ? " Tanya yumna gak percaya.


" Iya. sini kalian berdua.. " Denis dan yumna duduk mendekati ayah.


" Peluk ayah. " pintanya yang segera di sambut tangisan oleh denis.


" Maaf ayah, untuk semua yang aku lakukan. aku janji tidak akan mengulangi nya lagi. " Kata denis memeluk nya.


" Iya nak. tentu ayah maafkan. kamu adalah harta ayah, mana bisa ayah menghukum mu. "


" Yumna juga, terimakasih karena ayah sudah sadar. "


" Iya sayang. ayah akan lebih lama bersama kalian. ayah ingin melihat banyu menikah. "


Yumna segera memeluk nya mendengar ucapan ayah.


Keesokan harinya, Yumna ijin untuk pulang sebentar. dia harus pergi pemotretan pagi ini. ayah meminta denis untuk mengantar yumna.


" Baiknya mas denis disini saja yah. takutnya ibu ada perlu. " Kata yumna


" Tidak. denis pasti ingin terus sama kamu. ayah tau seperti apa putra ayah. "


" Baiklah. kalau ada apa-apa ayah segera hubungi mas denis ya. "


" Iya. berangkat sana . "


" Yumna pamit ya yah. nanti sore yumna balik kesini lagi. "


" Iya sayang. "


Yumna segera mencium tangan ayah dan ibu lalu segera meninggalkan ruangan ayah .


" Denis juga yah. "


" Mas, Aku mau pulang ke rumah . Aku mau naik taxi saja. mas cari bubur sendiri dan pulang. " Pinta yumna.


" Aku anter kamu aja gapapa kan ? "


" Mas, pernikahan kita hanya karena ayah. jadi "


" Aku tau kok na. aku gak akan ganggu kamu atau bersikap seperti kemarin. justru aku mau menebus semuanya ke kamu. "


" Apa yang mas lakukan itu sulit untuk di maafkan. jadi lebih baik kita jaga jarak. karena setelah ayah baikan, pernikahan kita akan segera berakhir. "


" Aku sudah tau semuanya. ibu mengatakan semuanya pada ku. kamu jangan khawatir soal itu, aku sudah menyadari semuanya. "


" Syukur lah kalo mas sudah sadar. "


" Sekarang izinin aku buat antar kamu ya ? please kasih aku kesempatan untuk menebus semuanya ! "


" Iya mas. ayo. " Yumna berjalan diikuti Denis dari belakang .


Beberapa menit berlalu, yumna telah tiba di rumah nya. dia mempersilahkan Denis untuk masuk dulu, Yumna menyuruh bibi untuk membuat bubur saat mereka masih di rumah sakit.


Saat keluar dari mobil, para pekerja di rumah yumna sangat heran dengan kedatangan Denis dan dirinya pagi ini .


Termasuk bodyguard yumna, mereka hanya melongo menyaksikan kedatangan mereka.


" Sebenarnya tidak perlu repot na. " Kata Denis tak enak.


" Bubur buatan bibi sangat enak. kamu bilang mau makan bubur tadi. ayo mas sarapan sebentar terus pulang. " Katanya sembari masuk ke rumah.


Saat di dalam, Juna dan Dessy lebih melongo mendapati yumna bersama Denis.

__ADS_1


Juna segera beranjak tak terima, ia ingin menghadang Denis dan memberinya pelajaran.


" Oh jadi semalam mbak gak pulang gara-gara dia ? " Katanya tersulut emosi.


" Sabar jun. kamu mau apa ? "..


" Na gak salah ? ngapain kamu bawa dia kesini ?? " Tanya Dessy meringis.


" Cerita nya panjang. kalian sudah sarapan ? "


" Udah. kamu kemana semalam. bibi bilang kamu gak pulang. kenapa sepagi ini kamu pulang sama dia ?? "


" Mas, kamu sarapan dulu aja. ayo aku antar . "


" Engga usah na. aku mau langsung balik aja ke rumah. kayaknya kamu perlu bicara sama mereka. aku pamit ya . "


" Tadi kan kamu bilang mau sarapan bubur. bibi udah bikinin buat kamu. "


" Lain kali aja. aku pamit ya . " Katanya lalu segera pergi dengan sopan.


Dessy dan juna semakin kaget dengan sikap Denis barusan.


" Itu monster abis makan apa ? tumben amat. " Lontar Dessy tak habis pikir.


Sementara yumna menyiapkan alasan untuk memberi tau mereka kebenarannya .


" Mbak, you okay ?? " tanya juna serius melihat wajah yumna.


" Tau nih orang. kalian kenapa sih.. jelasin ?? " Tanya Dessy lagi.


" Kita.. kita udah nikah. " Lontar yumna membuat mereka terdiam saling memandang lalu tertawa terbahak-bahak.


" Apa sih na. gak lucu tau.. "


" Tau nih si mbak ada-ada aja. "


" Aku serius, . "


Dessy semakin tertawa terpingkal mendengar yumna .


" Sorry bikin kalian kecewa. " katanya lagi.


" Demi apa ? "


" Demi Alloh. " timpal yumna memandangi mereka.


" Mbak salah makan atau apa sih. sakit ?? "


" Jun. mbak serius, semalam aku sama mas Denis udah nikah. "


" Alasan nya ? "


" Ayah mas denis kena serangan jantung. beliau kritis. "


" Terus apa hubungannya ? "


" Ayah sudah menganggap ku sebagai putrinya sendiri. perpisahan di antara aku dan mas denis adalah hal yang membuat nya cukup menjadi tertekan . "


" Mbak cerai sama dia di paksa ibunya, sekarang mbak nikah sama dia karena ayahnya ? hidup kok gitu amat sih mbak. " Cecar juna tak habis pikir.


" Terus apa gunanya selama ini kita bersusah payah menghadapi denis, kalau akhirnya kamu mudah buat balik sama dia. " Timpal Dessy.


" Kalian kira aku balik sama denis karena mas denis ? Aku udah bilang ayah sakit. pernikahan ini semata untuk menyembuhkan ayah . "


" Perduli apa sama dia. dia ayahnya denis, bukan ayah mbak. " Cecar juna lagi membuat yumna marah.


" Dia ayahku, dia mencintai ku melebihi dirinya sendiri. jangan bicara yang tidak-tidak soal ayah. karena kamu gak tau apa-apa. " maki yumna amat meradang pada juna.

__ADS_1


" Maksud aku gak gitu mbak. "


" Cukup. mbak gak mau ya dengar kamu bicara kayak gitu lagi tentang ayah. sekarang mbak mau mandi dan siap-siap. mending sekarang kalian duluan saja ke lokasi . " Katanya tak terima.


__ADS_2