9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 1 : ANAK MONSTER


__ADS_3

Di negara kepulauan yang terletak pada bumi, ada sebuah kota kecil yang tidak memiliki kekhususan apapun dibandingkan kota lainnya.


Pada kota tersebut, terdapat sebuah rumah kecil yang terletak di pinggiran kota.


"Ibu, maaf! Vann tidak akan membuat ibu marah lagi, Vann pasti mengikuti apa yang ibu katakan!", suara teriakan anak kecil terdengar dari rumah tersebut.


Para tetangga rumah tersebut tentunya mendengar suara teriakan itu, tapi mereka hanya bersikap seakan-akan mereka tidak tahu sebab mereka tahu bahwa wanita yang tinggal di rumah ini cukup gila.


Sebelumnya orang yang tinggal di rumah ini adalah sebuah keluarga baik tanpa masalah apapun.


Namun beberapa tahun yang lalu, suami dan istri itu berpisah.


Tidak diketahui kemana suaminya pergi, orang yang tinggal di rumah ini hanya seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dan ibunya yang berusia sekitar 30 tahun.


Anak itu bernama Vann Trone, seorang anak yang memiliki rambut merah pendek serta mata merah yang hampir tidak pernah di temui pada penduduk negara ini.


Suara teriakan anak yang menangis selalu terdengar dari rumah ini, para tetangga tahu bahwa ibunya sering memukul anak tersebut.


Pada awalnya para tetangga mencoba membujuk ibunya agar tidak menyakiti anaknya lagi, namun di tengah bujukan tersebut, para tetangga ketakutan terhadap sikap ibu anak itu.


Ibu anak itu selalu berteriak seperti orang gila bahwa anak itu bukan anaknya melainkan anak monster, para tetangga yakin bahwa sikap gila ibunya ini terjadi kemungkinan besar karena kepergian suaminya.


Para tetangga yang ketakutan tidak berani lagi menemui ibu anak tersebut, meskipun mereka mendengar teriakan dan tangisan ibu serta anak setiap hari, mereka selalu bersikap tidak tahu.


Di rumah tersebut, saat ini seorang anak kecil dengan rambut merah pendek serta berusia sekitar 5 tahun berbaring di lantai sambil menangis ketakutan.


Pada seluruh tubuh anak tersebut terdapat jejak luka dari pukulan hingga goresan.


Di atas anak itu terdapat ibunya yang sekarang sedang menekan leher anak tersebut sangat kuat memakai tangannya sendiri, karena lehernya yang di tekan maka anak bernama Vann ini kesulitan untuk bernafas. Apabila terus seperti ini, hanya masalah waktu sampai Vann mati akibat kehabisan nafas.


Tanpa peduli terhadap anaknya yang mungkin akan mati, wanita berusia sekitar 30 tahun itu berteriak "Diam! Melahirkan mu adalah sebuah kesalahan! Kau bukan anak manusia, kau adalah monster! Bagaimana mungkin aku bisa melahirkan anak monster sepertimu? Bagaimana mungkin? Mati! Anak monster sepertimu lebih baik tidak ada di dunia ini".


Vann bisa merasakan bahwa tekanan pada lehernya menjadi semakin kuat, ia yang sudah hampir kehilangan kesadaran hanya bisa terus menangis "Ibu, maaf! Maafkan Vann--".


Tetapi, tidak peduli seberapa banyak Vann menangis, ibunya tidak melepaskan tangannya dari leher Vann.


Ketika Vann merasakan bahwa dirinya sangat dekat dari kematian, ia mendengar bahwa pintu rumah ini terbuka dengan keras sambil diikuti teriakan keras "Kau pikir apa yang kau lakukan kepada anak kita? Aku tidak keberatan kau membiarkanku pergi dari tempat ini, tapi selama kau berani melukai anak kita, aku tidak akan membiarkan kau pergi dengan mudah--".

__ADS_1


Sebelum Vann bisa mengetahui mengenai apa yang terjadi, ia merasa kesadarannya sudah menghilang.


...----------------...


"Kriiiiing".


Vann membuka matanya perlahan-lahan dan menatap ke arah jam alarm yang berisik di atas tempat tidurnya.


Setelah mematikan suara jam alarm tersebut, Vann berdiri dari tempat tidurnya dan menarik nafas.


Lagi-lagi ia memimpikan kejadian 12 tahun yang lalu, dimana dirinya hampir mati.


Untung ayahnya datang tepat waktu pada hari itu, jika tidak maka Vann pasti tidak bisa berdiri lagi disini hidup-hidup.


Walaupun sampai hari ini Vann masih belum mengetahui alasan kenapa ayahnya pernah meninggalkan ia bersama ibunya, namun sebuah hal yang pasti yaitu Vann mengetahui bahwa ayah sangat peduli padanya.


Vann membuka pintu kamarnya lalu berjalan turun melalui tangga ke ruang makan.


Vann sekarang tinggal di sebuah villa yang cukup mewah pada kota kecil, bahkan lingkungan sekitar tempat tinggalnya adalah kumpulan villa yang menjadi rumah bagi orang-orang paling kaya di kota ini.


Ketika sampai di ruang makan, Vann menemukan sebuah roti yang sudah disediakan di atas meja bersama selai.


Ayah Vann selalu sering berada di kamarnya, tapi ia memiliki peraturan yang aneh bahwa tv di ruang makan harus selalu dihidupkan walaupun tidak ada yang menonton. Saat Vann bertanya alasan melakukan hal tersebut, ayahnya menjawab agar ia selalu bisa mendengarkan berita tepat waktu.


Meskipun Vann merasa bahwa tindakan itu sangat aneh dan hanya menghabiskan uang akibat biaya listrik, namun ayahnya menetapkan peraturan ini dengan keras kepala sehingga Vann tidak menolak sebab ayahnya adalah orang yang menghasilkan uang.


Vann menonton berita di tv sambil memakan roti yang sudah memakai selai, saat ini seorang wanita cantik berusia sekita 30 tahun adalah sosok yang sedang diwawancarai pada tv.


"Nona Irula, apa pendapat para pemegang tahta mengenai penyerangan besar-besaran oleh monster kemarin?", tanya pewawancara tersebut.


Vann mengenal sosok wanita ini, Irula tidak lain adalah bagian dari 15 Kaisar yang membantu para pemegang tahta melindungi dunia ini.


Sekitar 15 tahun yang lalu, tiba-tiba terjadi kemunculan 9 pilar raksasa di berbagai tempat pada bumi.


Setiap hari, ada banyak sekali monster yang muncul dari pilar ini yang menyerang manusia.


Pemerintah berbagai negara saling bekerja sama menggabungkan kekuatan militer mereka untuk mengatasi para monster ini, tapi setiap kali berperang maka pihak manusia yang selalu kalah.

__ADS_1


Pada awalnya hanya ada 9 pilar yang muncul, namun seiring waktu jumlah pilar terus bertambah yang membuat kematian manusia semakin banyak.


Walaupun pilar yang baru muncul tidak lebih besar dari 9 pilar yang muncul paling awal, tapi hal ini mengakibatkan korban di pihak manusia semakin besar.


Ketika kekuatan militer tidak bisa lagi mengatasinya dan manusia berada di tengah keputusasaan, sosok 9 orang yang duduk di atas tahta mereka muncul pada setiap pilar.


9 orang ini duduk pada tahta mereka dan terbang di atas langit tanpa memakai teknologi apapun, mereka memukul mundur para monster kembali menuju pilar dan memberikan harapan kemenangan pada manusia.


9 pemegang tahta tersebut bahkan memberikan luka fatal kepada 9 pilar utama, menurut beberapa orang yang melihat secara langsung, hari itu, 9 sosok monster yang menguasai pilar utama dan bertarung melawan 9 pemegang tahta.


Meskipun berhasil memberi luka fatal, para pemegang tahta masih gagal menghancurkan seluruh pilar serta beberapa dari mereka juga terluka yang membuat mereka memutuskan untuk berdamai sementara.


Selama waktu damai ini, jumlah pilar dan monster milik musuh terus bertambah. Hal ini membuat para pemegang tahta memutuskan untuk membentuk berbagai akademi yang melatih manusia untuk berkultivasi lalu memiliki kekuatan melawan monster hingga menghancurkan pilar sendiri tanpa bantuan pemegang tahta.


Tetapi, sumber daya yang bisa diberikan para pemegang tahta sangat terbatas sebab manusia sama sekali tidak bisa berkultivasi tanpa bantuan sumber daya serta pengetahuan para pemegang tahta.


Oleh karena itu, hanya orang-orang paling berbakat yang bisa memiliki kesempatan berkultivasi dan melawan para monster.


Di antara miliaran manusia di bumi, paling banyak hanya ada 1 juta orang yang memiliki kesempatan berkultivasi, mereka adalah orang-orang yang memiliki bakat terbaik di dunia.


Para pemegang tahta juga tidak tertarik terhadap kekuasaan ataupun mengelola semua akademi yang saat ini sudah berjumlah ratusan di seluruh dunia, oleh karena itu mereka membentuk 15 Kaisar yang merupakan 15 sosok terkuat di bawah pemegang tahta.


Kecuali perang besar yang bisa mengancam dunia, para pemegang tahta hampir tidak pernah muncul di depan orang-orang ataupun tv, mereka membiarkan 15 Kaisar menggantikan posisi mereka melatih orang-orang untuk melawan monster.


Ada beberapa kabar bahwa pemegang tahta melakukan ini sebab aura di tubuh mereka terlalu menakutkan akibat kekuatan yang mereka miliki. Jadi, apabila seseorang terlalu lama bersama pemegang tahta, maka mereka akan menjadi gila karena aura menakutkan tersebut.


Kebenaran berita itu belum diketahui, tapi beberapa orang cukup yakin terhadap hal ini sehingga alasan tersebut yang menyebabkan para pemegang tahta tidak sering terlihat di depan mata semua orang.


Oleh karena itu, hampir semua pemegang tahta tidak memiliki keluarga kecuali pemegang tahta ke 4 dan ke 9.


Namun berdasarkan berita yang ada, keluarga pemegang tahta ke 4 sudah hancur sebab keluarganya takut dan menjadi gila akibat tekanan yang dimiliki pemegang tahta ke 4.


Kehilangan keluarganya, pemegang tahta ke 4 sangat terpukul yang membuat ia tidak pernah pergi ke medan perang lagi.


Sekarang, 15 Kaisar adalah sosok yang berbicara mewakil pemegang tahta di depan orang-orang, terutama masalah mengenai penyerang monster.


Irula ini adalah bagian dari 15 Kaisar yang bekerja untuk pemegang tahta ke 7, ia dijuluki sebagai Kaisar Ilusi.

__ADS_1


Walaupun sosok 9 pemegang tahta hampir tidak pernah terlihat lagi, rasa hormat orang-orang terhadap mereka masih sangat kuat. Bahkan orang-orang masih lebih menghormati 9 pemegang tahta daripada 15 Kaisar.


Di antara semua orang itu, Vann juga sangat menghormati para pemegang tahta sehingga ia sangat tertarik terhadap berita ini.


__ADS_2