9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 87 : TERKEJUT


__ADS_3

Di tubuh Vann sekarang, sebagian darahnya berubah menjadi merah seperti api. Bukan hanya itu, jejak suhu panas yang sangat kuat dapat dirasakan pada darah Vann yang berubah.


Sekalipun darah Vann menjadi panas, darahnya yang berubah tidak melukai dirinya sedikitpun atau menganggu darah yang lain. Darah Vann yang berubah bergerak di tubuhnya seperti darah normal yang lain, tidak ada perbedaan kecuali suhunya yang panas.


Setelah itu, darah Vann yang berubah juga bergerak dengan cepat menuju bagian-bagian tubuh Vann yang terluka akibat pertarungan melawan kadal api perak. Vann memang telah menggunakan obat untuk menyembuhkan lukanya, tapi obat tersebut sama sekali tidak berhasil menyembuhkan seluruh lukanya melainkan hanya sebagian.


Tetapi melalui bantuan darah baru Vann, lukanya sembuh sepenuhnya seakan-akan memang tidak pernah terluka. Ini adalah kemampuan regenerasi Burung Vermilion yang terkenal, selama kekuatan Vann semakin kuat, bukan tidak mungkin bagi Vann untuk tetap hidup walau kehilangan kepalanya.


Kemampuan regenerasi Vann menjadi sangat kuat, tapi ia masih tetap bisa mati. Bagaimanapun Burung Vermilion asli sekalipun dapat dibunuh orang lain, apalagi Vann yang cuma mendapatkan sebagian dari kekuatan darah dan regenerasi Burung Vermilion.


Vann yang kehilangan kesadarannya perlahan-lahan membuka matanya lagi, ia melihat ke arah kiri dan kanan penuh kebingungan "Dimana aku? Tunggu dulu, kalau aku tidak salah, tadi aku sedang mencoba melepaskan Burung Vermilion dari rantai yang menyegel dirinya lalu--".


"Nak, lupakan masalah itu", suara Burung Vermilion bergema di kepala Vann yang membuat ia sangat terkejut.


Melihat Vann yang terkejut, Burung Vermilion menjelaskan secepat mungkin "Tidak perlu memasang wajah begitu, aku berhutang banyak kepadamu. Selain itu, nampaknya mengikuti mu tidak terlalu buruk. Walaupun kau tidak mempunyai bakat hebat seperti yang kau katakan, setidaknya kau mempunyai semangat yang membuatmu tidak mudah menyerah. Oleh karena itu, aku memutuskan menjadi roh milikmu mulai sekarang! Namun aku rasa sekarang bukan waktunya membahas masalah ini, kita harus melarikan diri sekarang!".


"Melarikan diri?", kata Vann bingung, lagipula ia baru bangun dari kehilangan kesadaran yang membuatnya tidak mengerti mengenai apa yang terjadi.


Namun Vann segera mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arah ruangan dimana mereka berada, wajah Vann berubah "Apakah penguasa Pilar Magma datang?".


"Kau benar, dengan kekuatanmu maka kau sama sekali bukan lawannya", suara Burung Vermilion bergema lagi di kepala Vann "Berhenti berbicara dan dengarkan penjelaskan ku, aku adalah roh senjata dengan bentuk Darah Burung Vermilion. Sejak aku menjadi roh milikmu, aku bergabung bersama darahmu. Jadi sekarang kau bisa disebut sebagai setengah manusia dan setengah Burung Vermilion, lalu kau juga memiliki kemampuan regenerasi yang menakutkan. Walaupun regenerasi milikmu tidak sekuat Burung Vermilion asli, namun seiring kekuatanmu berkembang, kemampuan regenerasi milikmu ikut meningkat".

__ADS_1


"Kita akan menuju permasalah inti mengenai cara melarikan diri dari sini! Dengar baik-baik, sejak sebagian darah yang ada di tubuhmu adalah Darah Burung Vermilion, kau mampu merubah sebagian atau seluruh tubuhmu menjadi api. Tetapi dengan kekuatanmu sekarang, seharusnya tidak mungkin kau dapat berubah menjadi api sepenuhnya. Tetapi setidaknya kau bisa mencoba membuat sayap, dengan sayap api Burung Vermilion, kau bisa terbang lebih jauh daripada mengandalkan kemampuan naga air milikmu sebab penggunaan energi sayap Burung Vermilion jauh lebih sedikit".


Vann menggelengkan kepalanya "Vermilion, apakah kau lupa? Kita sekarang berada di dasar gua! Jika kita terbang, aku akan menabrak langit-langit gua, bukan melarikan diri!".


"Aku tahu, kau pikir aku tidak mengerti hal yang begitu dasar", kata Burung Vermilion percaya diri "Aku akan mengatasi masalah tembok gua yang mengganggu, apa yang perlu kau lakukan cuma membuat sayap lalu terbang ke atas, apakah kau mengerti? Apabila kita berusaha melarikan diri dari sini hidup-hidup, kita harus bekerja sama!".


"Aku mengerti, aku akan mencobanya", kata Vann berusaha membuat sayap melalui energi baru pada darahnya.


Burung Vermilion menemukan Vann belajar sangat cepat, sayap api mulai muncul di belakangnya dan perlahan-lahan menjadi besar.


Menemukan kemampuan pemahaman Vann yang sangat menakutkan, Burung Vermilion berkata "Aku memang tidak salah memilih kau sebagai tuanku! Di masa depan, kau pasti menjadi kultivator hebat".


Ketika ia melihat Vann di tengah ruangan serta sayap api di tubuhnya, lalu ia menemukan Darah Burung Vermilion yang ada di ruangan menghilang, Gordaf segera mengetahui apa yang terjadi. Anak laki-laki di depannya berani mengambil harta Darah Burung Vermilion miliknya, kekuatan Qi Fondation berani melawan kultivator tingkat menengah seperti dirinya yang membuat Gordaf sangat marah.


"Nak, kau mencari kematian!", teriak Gordaf yang menggetarkan seluruh gua.


Tanpa ragu, Gordaf memukul ke arah Vann. Sebuah tinju raksasa bergegas menuju Vann, meskipun serangan Gordaf hanya pukulan dasar, tapi kekuatan menakutkan sebagai kultivator tingkat menengah bisa Vann rasakan dari tinju yang mendekat.


Vann berkeringat dingin, selama tinju ini mengenai dirinya, Vann pasti mati.


Saat Vann khawatir, teriakan Burung Vermilion terdengar "Nak, sekarang waktunya! Terbang!".

__ADS_1


Tiba-tiba api berkumpul di sekitar Vann, setelah itu sosok Burung Vermilion setinggi 7 meter terbentuk melalui api di sekitar tubuhnya dan menabrak langit-langit gua dengan keras.


Tidak berhenti sampai di situ, sosok Burung Vermilion lain terbentuk melalui api di sekitar tubuh Vann dan menabrak Gordaf.


Walaupun Burung Vermilion yang terbentuk dari api pasti tidak mampu mengalahkan Gordaf, setidaknya tidak ada masalah untuk mengulur waktu.


Tanpa membuang waktu lagi, Vann terbang ke arah tempat dimana Burung Vermilion menabrak tembok.


Masih belum diketahui apakah Burung Vermilion barusan berhasil menghancurkan tembok gua sampai ke permukaan lagi, tapi Vann tidak mempunyai pilihan lain kecuali percaya sebab cuma jalan ini yang boleh ia gunakan.


Sedangkan jalan yang lain, ia harus melewati Gordaf dulu yang hampir tidak mungkin.


Vann terbang menggunakan kecepatan penuh melalui lubang pada gua, ada banyak sekali asap putih yang menutup jalan di sekitarnya, semua asap putih terbentuk akibat Burung Vermilion yang meledakkan batu-batu di tembok gua agar membuka jalan bagi Vann.


Ketika Vann membuka matanya lagi, ia terkejut menemukan dirinya tidak berada di gua lagi melainkan telah terbang tinggi di langit.


Vann menatap gunung berapi di bawahnya yang menjadi tempat dimana ia barusan pergi.


"Apa yang kau lakukan, cepat pergi dari Pilar Magma! Jangan memberi kesempatan musuh untuk mengejar mu", teriakan Burung Vermilion bergema dipikiran Vann.


Vann yang kembali sadar dari rasa terkejutnya akibat berhasil terbang mengangguk, ia menggerakkan sayap Burung Vermilion di belakangnya untuk pergi ke gerbang menuju lantai bawah.

__ADS_1


__ADS_2