
Semua orang di sekitar arena terkejut, bukan hanya para murid melainkan guru tidak mengerti apa yang sedang terjadi disini.
Beberapa murid yang menemukan mata dan mulut pada pedang Horge segera menjadi ketakutan, apalagi mulut di pedang tersebut mempunyai banyak sekali gigi taring yang sedang mengunyah tubuh Horge layaknya makanan.
"Lepaskan! Lepaskan! Tidak, hentikan! Ini sakit! Siapapun, bantu aku! Kak Poris, bantu aku!", teriak Horge panik, ia terus memukul Pedang Monster yang mencoba memakan tubuhnya tapi tidak peduli apa yang dilakukan Horge, Pedang Monster tidak pernah melepaskan gigitannya.
Mendengar teriakan Horge, semua guru yang ada di sekitar kembali sadar.
Mereka mulai bergerak maju, siap membantu Horge. Walaupun mereka tidak tahu mengenai apa yang sebenarnya terjadi disini, tapi tugas mereka adalah membantu murid yang terlihat hampir mati seperti Horge sekarang. Mereka merasa kalau pedang di tangan Horge terus dibiarkan, pedang tersebut pasti akan memakan seluruh tubuh Horge.
Namun sebelum semua orang dapat mendekati Horge, teriakan yang keras terdengar "Semua orang diam di tempat, jangan ada seorangpun yang mendekati Horge!".
Semua guru menghentikan langkah mereka dan menatap menuju langit, dimana Tardi tebang mendekat memakai pedang terbang miliknya "Sejak awal anak bernama Horge telah mencoba menipu kita, ia memakai pedang aneh agar dapat mengalahkan lawannya. Namun Horge tidak pernah berpikir, pedang yang ia gunakan untuk mengalahkan musuhnya memakan dirinya sendiri. Sejak ia membawa pedang aneh itu ke pertandingan, ia harus siap menerima resikonya juga. Sekarang apakah ia mampu bertahan dari kekuatan pedang yang Horge bawa, semuanya tergantung tekad dan kekuatannya sendiri".
Mendengar penjelasan Tardi, guru-guru di sekitar merasa hal tersebut benar. Bagaimanapun Horge membawa pedangnya sendiri ke pertandingan, ia menyembunyikan keberadaan Pedang Monster dari panitia. Oleh karena itu, Horge harus siap menerima resikonya juga.
Tardi yang ada di atas langit diam-diam tersenyum, ia bergumam "Sangat menarik, apakah semua ini adalah rencana monster atau manusia yang meneliti monster? Tidak peduli siapapun itu, selama aku berhasil menangkap pelaku yang sebenarnya, aku pasti naik jabatan lagi. Selain itu, aku penasaran, seberapa jauh Pedang Monster mampu meningkatkan kekuatan seseorang".
Setelah melihat secara langsung perubahan Horge, Tardi segera mengingat masalah Pedang Monster yang telah ia lupakan.
Tetapi Tardi tahu, Gold Core kecil seperti Horge pasti bukan orang yang membuat Pedang Monster. Jadi alasan utama Tardi membiarkan Horge dimakan oleh pedang yaitu menarik pelaku sebenarnya yang memberikan pedang kepada Horge. Selama ia berhasil menangkap pelaku sebenarnya dibalik semua Pedang Monster, ia akan mendapatkan penghargaan lagi dari pusat.
__ADS_1
Sedangkan tujuan lainnya adalah Tardi berusaha mencari tahu seberapa efektif Pedang Monster. Berdasarkan pertemuan beberapa waktu yang lalu, mereka cuma memberitahu Pedang Monster dapat meningkatkan kekuatan penggunanya sebagai ganti hidup.
Pengguna akan berubah menjadi monster dan kehilangan pikiran mereka, tidak jauh berbeda dari mati.
Masalahnya mereka tidak mempunyai informasi pasti mengenai seberapa besar kekuatan yang mampu diberikan Pedang Monster, karena itu Tardi sekarang berusaha menilai Pedang Monster secara langsung.
Melihat tidak ada seorangpun yang datang membantunya, Horge menatap ke arah Vann.
Jejak kesombongan serta permusuhan telah lama menghilang dari wajahnya, apa yang ada di balik mata Horge hanya kesedihan serta rasa sakit yang harus ia tahan "Bantu aku, ini benar-benar sakit! Aku tidak berharap kau membantu melepaskan tubuhku dari monster, lagipula kita saling bermusuhan. Tapi berikan sedikit kebaikanmu dan bunuh aku, aku tidak kuat lagi menahan rasa sakit-- Aaaaa!".
Tubuh Horge berputar-putar di tanah, ia tidak dapat menahan rasa sakitnya lagi.
Vann bingung antara harus membantu atau tidak, namun suara Burung Vermilion terdengar yang menyarankan Vann supaya tidak mendekati Horge. Kalau Vann mendekati Horge, ada kemungkinan Pedang Monster menjadikan Vann sebagai targetnya sebab ada roh artefak suci di tubuh Vann.
Perlahan-lahan aura kegelapan di sekitar Horge menjadi semakin kuat, tubuhnya terbuka dan tangan-tangan serta kaki raksasa berwarna hitam muncul dari tubuh kecil Horge.
5 menit kemudian, teriakan Horge menghilang dan digantikan oleh sosok raksasa setinggi 5 meter.
Di seluruh tubuh raksasa berwarna hitam, terdapat banyak sekali mata dan mulut yang jumlahnya dapat mencapai ratusan hingga ribuan.
Monster raksasa itu berjalan memakai 8 kaki, semua tangannya sekalipun dipakai menjadi kaki yang terlihat sangat aneh.
__ADS_1
Sebagian besar murid sudah melarikan diri, mereka ketakutan akibat perubahan Horge menjadi monster, bahkan beberapa orang yang melihatnya mengalami muntah sebab perubahan Horge terlalu berdarah.
"Graaaaa!", monster berteriak keras dari ratusan mulut yang ada di seluruh tubuhnya, ia menatap semua orang di sekitarnya lalu mata monster jatuh menuju Vann.
Bagaimanapun dari semua orang yang ada di sekitar, Vann merupakan sosok terlemah dibandingkan guru-guru yang mengepungnya.
Ia menatap Vann seperti sedang mengamati mangsanya.
Tardi yang ada di atas langit masih tidak khawatir terhadap kemunculan monster melainkan ia bergumam lagi "Kekuatannya langsung meningkat menjadi Soul Wandering tingkat 1, walaupun usianya hanya beberapa menit sebab energi kehidupan Tardi terus dihisap oleh monster dengan cepat. Walaupun sebentar, tapi peningkatan kekuatan dari Gold Core tingkat 4 ke Soul Wandering tingkat 1 tetap menakutkan! Siapa sebenarnya yang membuat Pedang Monster ini? Apabila pembuatannya adalah manusia, ia benar-benar membawa masalah!".
Ketika Tardi sibuk berbicara, Poris yang ada di kejauhan telah lama pergi dari arena.
Ia menatap dokumen di tangannya yang merupakan catatan buatannya mengenai perubahan Horge menjadi monster, Poris menggelengkan kepalanya penuh rasa kecewa "Percobaan gagal, nampaknya energi monster pada pedang terlalu kuat yang membuat Horge tidak berhasil menahannya sampai-sampai membuat seluruh tubuhnya menjadi monster. Aku harus memberitahu guru masalah hasil kali ini agar guru dapat memperbaiki Pedang Monster menjadi semakin baik".
Api muncul di tangan Poris yang membakar seluruh dokumen tanpa meninggalkan bukti apapun, ia tidak boleh diketahui pihak akademi, terutama ia yang memberikan pedang kepada Horge.
Selama ketahuan, dirinya pasti menjadi target pembunuhan banyak kekuatan besar di dunia.
Sedangkan kematian Horge, Poris sama sekali tidak peduli.
Sejak awal alasan Poris membantu Horge menjadi peringkat 10 terkuat Akademi Pedang Kayu bukan karena ia baik, melainkan ia membesarkan Horge layaknya tikus percobaan yang ia gunakan nanti.
__ADS_1
Horge mati setelah menjadi tikus percobaan yang berakhir gagal, meskipun ia kehilangan 1 tikus percobaan, setidaknya Poris mendapatkan informasi yang berguna mengenai Pedang Monster untuk diberitahukan kepada gurunya.
Bagi Poris, informasi yang ia dapatkan tentang Pedang Monster jauh lebih berharga daripada Horge.