9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 21 : KAYU BAKAR


__ADS_3

Hasel sama sekali tidak peduli terhadap pikiran Vann yang ada di depan kelas, ia hanya terus menjelaskan "Membuat Obat Qi tidak membutuhkan banyak bahan, kalian hanya perlu membawa sehelai Rumput Roh Ringan dan Bunga Salju. Walaupun begitu, semua bahan tersebut bukan sesuatu yang bisa kalian dapatkan dengan mudah. 2 tanaman itu hanya tumbuh di area monster yaitu pilar atau tempat dengan banyak energi lainnya seperti wilayah monster khusus, seperti yang kalian tahu bahwa monster khusus merupakan monster yang tidak berada di bawah kendali pemegang pilar".


"Tidak mungkin mendapatkannya dengan kekuatan kalian sekarang, kecuali kalian siap mati. Cara membuatnya yaitu--".


Vann yang berdiri di depan pintu terus mendengarkan penjelasan Hasel. Menurut penjelasannya, cara membuat Obat Qi tidak terlalu rumit. Tapi apa yang membuat sebagian besar orang gagal adalah pengendalian api ketika membuat Obat Qi.


Membuat obat ini melempar semua bahan yang ada ke tungku obat selama 1 jam, lalu api yang membakar tungku juga harus berubah-ubah setiap 10 menit.


Pada awalnya api harus sangat panas sekitar 150° C, namun 10 menit berikutnya api harus berubah lagi menjadi kurang panah, 10 menit berikutnya lagi maka panas api harus kembali dinaikkan.


Oleh karena itu, hampir tidak mungkin membuat Obat Qi tanpa kekuatan kultivasi sebab sulit mengubah-ubah suhu api hanya dengan waktu 10 menit tersebut.


Belum lagi suhu api harus akurat, jika sedikit lebih panas atau dingin, obat yang dibuat pasti gagal.


Mendengar semua penjelasan tersebuta, Vann menghela nafas. Nampaknya memang benar, hanya kultivator yang bisa membuat obat sebab mereka bisa memakai energi mereka dan membentuk api sendiri untuk membakar tungku. Meskipun semakin panas api, semakin banyak juga energi yang dihabiskan. Namun hal itu masih jauh lebih baik daripada sebab mereka bisa mengendalikan suhu api jauh lebih mudah.


Ketika Vann berpikir ia tidak bisa membuat obat untuk sekarang, Hasel yang ada di kelas kembali menjelaskan "Walaupun banyak orang mengatakan tidak mungkin membuat obat kultivasi tanpa memiliki kekuatan kultivasi yang cukup di tubuh kita, tapi itu hal yang berbeda bagi obat dasar seperti Obat Qi. Kemungkinannya memang kecil bagi seseorang tanpa kultivasi bisa membuat obat ini, namun jika mereka mengendalikan suhu api dengan tepat maka obat bisa berhasil dibuat. Masalahnya, apakah mereka bisa mengendalikan suhu api secepat mungkin memakai kayu bakar? Itu hampir tidak mungkin, setidaknya sudah ada bahkan orang yang menyerah di tengah jalan untuk membuat Obat Qi memakai kayu bakar tanpa energi kultivasi sedikitpun".


"Lalu sebenarnya bahan yang gagal masih bisa dipakai kembali membuat Obat Qi, tapi seseorang harus mengumpulkan 100 bahan obat yang gagal dari tungku sebelum bisa mencoba membuat Obat Qi sebanyak 1 kali".

__ADS_1


Pada awalnya para murid bersemangat ketika mendengar mereka masih bisa membuat obat dari bahan yang gagal, tapi mengetahui bahwa mereka harus mengumpulkan 100 bahan Obat Qi yang sudah gagal juga, mereka menyerah.


Kenapa harus repot-repot membuang waktu dan energi mereka mengumpulkan 100 bahan gagal tersebut? Bukankah lebih baik menunggu sampai besok dimana pihak akademi akan memberi mereka bahan yang baru supaya bisa berlatih? Jadi semua murid menggelengkan kepalanya, 1 kali membuat Obat Qi sama sekali tidak cukup berharga bagi waktu dan tenaga mereka yang dihabiskan.


Berbeda dari para murid, Vann memiliki mata yang bersinar sebab ia tahu bahwa dirinya memiliki kesempatan.


"Baik, penjelasan selesai! Kalian bisa melakukan persiapan membuat obat sekarang", kata Hasel tidak peduli terhadap pendapat para murid di sekitarnya, tujuan ia mengatakan semua itu bukan untuk para murid melainkan tujuannya yaitu Vann yang ada di depan pintu.


Vann tahu penjelasan dari Hasel sudah selesai, oleh karena itu ia pergi dari gedung sekolah dan kembali ke gudang yang menjadi rumahnya selama di akademi.


Karena tempat ini adalah gudang, Vann merasa benda yang ia cari seharusnya ada disini.


Membawa kapak tersebut, Vann berjalan ke hutan di samping gudang, tujuannya mencari kayu bakar sebelum malam.


Vann terus mengumpulkan kayu bakar hingga hari menjadi sedikit gelap. Untungnya ia sudah melatih tubuhnya selama beberapa bulan ini, jadi Vann bisa membawa tumpukan kayu bakar di punggungnya yang sudah dibentuk seperti tas tanpa masalah.


Berjalan kembali ke gudang, Van menemukan keberadaan Foltra yang sudah beristirahat disana "Vann, apa yang kau lakukan? Aku sudah mencari mu kemana-mana ketika kelas sudah selesai. Tunggu, kenapa kau membawa kayu bakar sebanyak itu? Paling banyak kita hanya perlu 2 sampai 4 kayu bakar untuk memasak, tidak perlu sebanyak itu".


Vann meletakkan kembali kapak di sudut gudang sebelum berkata "Aku membutuhkannya untuk hal lain, kalau begitu aku pergi dulu".

__ADS_1


"Vann, sekarang sudah hampir malam--", melihat Vann yang sudah pergi sebelum mendengar peringatannya, Foltra hanya bisa menggelengkan kepalanya "Lupakan, lagipula ia masih baru datang kesini sehingga tidak aneh jika anak itu menjadi bersemangat berkeliling di akademi. Daripada terus memperhatikan anak itu, lebih baik aku mulai membuat makan malam bagi diriku sendiri".


Foltra mulai membuat api di dekat gudang dan memasak makan malamnya.


...----------------...


Vann sudah tiba kembali di lantai 4 gedung pengajaran, tapi sekarang hari sudah gelap dan tidak ada seorangpun lagi di gedung ini.


Ketika Vann sampai di kelas Hasel sebelumnya serta berpikir bahwa kelas mungkin sudah dikunci, Vann menemukan pintu kelas masih terbuka lebar yang membuatnya terkejut.


Vann berjalan menuju kelas itu lalu menemukan sebuah kertas yang ada di atas meja.


"Kau bisa menggunakan kelas serta tungku disini, tapi jangan lupa untuk dibersihkan setelah digunakan. Kau juga bisa pergi ke kelas alkimia yang lain dan mengambil bahan-bahan membuat obat yang gagal dari para murid hari ini, setidaknya selama kau mengumpulkan bahan gagal dari seluruh kelas, kau bisa mencoba membuat Obat Qi sebanyak 5 kali malam ini. Jangan mencoba membawa pergi tungku di kelas untuk menjualnya, selama kau berani melakukan itu, kau tidak akan bisa tinggal di akademi lagi".


Pesan ini pasti ditinggalkan Hasel, namun Vann sedikit tidak bisa berkata-kata terhadap perkataan terakhir di pesan tersebut.


Tentunya tungku di Akademi Pedang Kayu bukan tungku normal, melainkan sebuah senjata artefak yang membuat api bisa dikendalikan lebih mudah walaupun pada akhirnya masih sangat sulit untuk membuat obat.


Bahkan tanpa bantuan tungku ini, Vann tidak mungkin bisa membuat Obat Qi hanya memakai kayu bakar. Bagaimanapun tidak peduli seberapa baik kekuatan Vann, ia tidak mungkin mengendalikan suhu api hanya dengan menambah dan membuang kayu bakar, pada akhirnya ia masih membutuhkan bantuan tungku khusus.

__ADS_1


Meskipun sudah dibantu tungku, masih sulit bagi Vann untuk berhasil sebab ia tidak memiliki kekuatan kultivasi apapun. Mereka yang memiliki kekuatan kultivasi masih berakhir gagal, apalagi Vann yang tidak berkultivasi.


__ADS_2