9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 104 : LANGSUNG MENYERANG


__ADS_3

Tindakan Vann benar-benar sangat gila, bagaimanapun ia datang sendirian dan membuat masalah di tempat orang lain yang terdiri dari puluhan orang.


Tetapi Vann sama sekali tidak takut, lagipula tujuannya sejak awal adalah menyerang secara langsung semua kekuatan yang menjadi pengikut Horge.


Oleh karena itu, Vann membuat gerakan yang sangat besar supaya tindakan gilanya menarik perhatian semua orang dan membuat berita Vann tersebar ke seluruh akademi.


Dengan cara itu, Vann pasti membuat Horge sangat marah sewaktu mendapatkan kabar mengenai tindakan Vann.


Tapi sekalipun Horge marah, ia tidak mampu melakukan apapun sebab ia telah setuju sejak awal untuk memberi Vann waktu berlatih sebulan. Horge adalah orang yang sombong sebagai peringkat 10 di antara murid elit, ia pasti menggertakkan gigi melihat semua pengikutnya dikalahkan oleh Vann tanpa bisa melawan Vann sedikitpun, paling tidak sampai bulan depan.


Memikirkan wajah marah Horge namun tidak bisa melakukan apapun, Vann sedikit tersenyum.


Semua orang yang ada di bangunan tempat Vann menyerang kaget, mereka tidak pernah berpikir seseorang berani menantang mereka secara langsung seperti ini.


Setelah itu mereka semua menjadi marah, tindakan Vann yang menendang pintu bangunan mereka sangat keras menunjukkan Vann meremehkan mereka.


Apabila mereka tidak melawan balik, mereka pasti menjadi ejekan oleh semua murid di Akademi Pedang Kayu. Horge sekalipun pasti meremehkan mereka juga, lalu melepaskan mereka sebagai pengikutnya


Jadi seorang pria yang mempunyai tinggi sekitar 2 meter dan tubuh penuh otot berjalan menuju ke depan Vann, ia berdiri di depan Vann sambil berkata penuh rasa dingin "Nak, apakah kau tidak tahu siapa yang sebenarnya kau lawan sekarang? Kekuatan Qi Fondation tingkat 6 seperti dirimu berani sombong dihadapan kami? Aku sarankan kau berlutut dan mengakui kesalahanmu, lalu perbaiki pintu yang telah kau hancur. Dengan melakukan semua yang aku katakan barusan, aku mungkin membiarkanmu pergi!".


"Kalau aku menolak?", kata Vann tersenyum tidak peduli.


Ia tahu sosok di depannya adalah ketua kelompok disini sebab ia adalah kultivator Qi Fondation tingkat 7 yang setingkat di atas Vann.

__ADS_1


Masalahnya Vann berhasil mengalahkan Qi Fondation tingkat 7 sewaktu ia berada di tingkat 5, saat ini Vann berada di tingkat 6 yang lebih baik daripada sebelumnya, Vann yakin ia pasti berhasil menang tanpa masalah.


Ketika ketua kelompok musuh berencana mengatakan sesuatu, sosok guru bertopeng perak muncul.


Ia menatap Vann dan ketua kelompok musuh penuh rasa dingin "Apakah kalian berencana memulai pertarungan?".


"Bertarung!", kata Vann dan ketua kelompok musuh tanpa ragu.


Ketua kelompok musuh sekarang merasa marah karena Vann meremehkannya, padahal kekuatannya jauh di atas Vann. Karena alasan tersebut, ia berencana menunjukkan perbedaan kekuatan mereka kepada Vann.


Di sisi lain, Vann berencana menantang semua pengikut Horge sehingga ia tidak akan menolak pertarungan ini.


"Pertarungan di mulai!", teriak guru bertopeng perak.


Bersamaan dengan teriakan guru barusan, ketua kelompok musuh bergegas maju menuju Vann dan memukulnya memakai kekuatan penuh "Nak, kau tidak boleh menyalahkan ku karena tidak menahan diri sewaktu menghadapi mu, tapi kau hanya boleh menyalahkan diri sendiri akibat tindakan sombong mu! Tinju Beruang Besi!".


Jika lawannya merupakan Qi Fondation tingkat 6 yang lain, tinju ini pasti mengalahkan mereka.


Tetapi musuh melakukan kesalahan besar, ia sama sekali tidak tahu bahwa lawannya adalah Vann yang baru mengalahkan Qi Fondation tingkat 7 kemarin.


Vann menebas pedangnya menuju tinju ketua kelompok musuh, pedang dan tinju saling bertabrakan.


"Brak!".

__ADS_1


Ledakan yang keras terjadi, semua orang berpikir Vann pasti kalah. Alasannya adalah Vann lebih lemah daripada ketua mereka, selain itu ketua mereka merupakan ahli tinju yang terkenal di Akademi Pedang Kayu. Walaupun ia tidak berada di tingkat tinju terkuat pada akademi, setidaknya ketua mereka berada di tingkat 10 besar dari murid Akademi Pedang Kayu dengan tinju terkuat. Semua alasan barusan yang membuat mereka sangat percaya diri, ketua mereka pasti menang.


Namun sewaktu asap akibat ledakan menghilang. mereka kaget menemukan ketua mereka yang berlutut di lantai. Tangan kanannya yang memukul Vann dipenuhi darah, ada banyak sekali luka tebasan di seluruh tangannya.


Sedangkan Vann tetap berdiri diam di tempat seakan-akan pertarungan barusan tidak terjadi, tapi semua orang menemukan darah yang mengalir di pedang Vann, darah tersebut pasti berasal dari tangan ketua mereka yang ditebas Vann.


Vann melihat ke arah ketua kelompok musuh serta berkata tidak peduli "Apakah kau berencana lanjut atau menyerah?".


Ketua kelompok musuh tersenyum pahit "Barusan kau tidak menggunakan seluruh kekuatanmu, kau hanya memberikan luka tebasan di sekitar tangan kananku tapi tidak menebas seluruh tangan kanan milikku. Selama aku berani melawan mu lagi, kau pasti tidak akan menahan diri melainkan menebas seluruh tangan kananku tanpa ragu, aku tidak sebodoh itu. Meskipun kultivasi ku setingkat di atas mu, pada akhirnya aku lebih lemah. Aku menyerah!".


"Pemenangnya adalah Vann, siapa yang berani menantang Vann berikutnya?", teriak guru bertopeng perak.


Semua murid di sekitar saling menatap sebelum mengangkat tangan mereka dan duduk di lantai "Kami menyerah!".


Mereka semua tidak bodoh, ketua mereka selalu yang terkuat disini. Bahkan ketua mereka sanggup melawan puluhan dari mereka tanpa masalah, tapi Vann mampu mengalahkannya menggunakan 1 serangan. Semua orang tahu, mereka bukan lawan Vann sehingga mereka memilih menyerah.


Guru topeng perak tidak terkejut atas pilihan mereka, ia berteriak "Semua orang menyerah, harta puluhan orang yang ada di ruangan ini, semuanya diberikan kepada Vann. Siapapun yang tidak memberikannya, mereka akan dijatuhi hukuman dari akademi, apakah kalian mengerti?".


"Kami mengerti!", kata puluhan orang tersenyum pahit, mereka kehilangan semua harta yang telah mereka kumpulkan.


Bukan hanya harta, gelar dan rumah sebagai murid elit ikut menghilang. Ketua mereka mempunyai kekuatan yang cukup sehingga walaupun ia kehilangan gelar murid inti oleh Vann, ia tetap mampu mendapatkannya dari mengalahkan murid elit lain tanpa masalah.


Namun mereka yang tidak sekuat ketua mereka kebingungan, mereka tidak yakin apakah mereka memiliki kesempatan menjadi murid elit lagi.

__ADS_1


Vann tidak peduli terhadap apa yang orang-orang ini pikirkan, ia mengambil semua harta yang mereka berikan lalu pergi menuju pengikut Horge yang lain.


Pada awalnya berita penyerangan Vann sama sekali tidak diketahui banyak orang, tapi sejak Vann berhasil mengalahkan kelompok pengikut Horge yang ke 5, nama Vann menyebar ke seluruh Akademi Pedang Kayu yang mengejutkan banyak orang.


__ADS_2