
Meskipun Vann memakai topeng, para penonton masih bisa menilai Vann merupakan seorang anak muda sehingga mereka berteriak penuh semangat "Jangan sampai kalah, nak! Tunjukkan kekuatan milikmu!".
"Nak, apakah kau yakin akan membawa pedang kayu? Apabila kau tidak memiliki cukup uang untuk membeli pedang yang bagus, aku bisa membiarkanmu memakai pedangku dulu".
"Hahahahaha, nak! Kau harus bekerja keras, jangan sampai monster tersebut mengalahkan mu hanya dengan waktu kurang dari semenit! Berikan aku pertunjukan terbaik!".
Vann hanya bersikap dingin terhadap para penonton yang berteriak, orang-orang itu hanya orang gila yang senang melihat darah dan mayat, bahkan dukungan mereka kepada Vann hanya sebuah bentuk ejekan pada dirinya yang masih muda.
Vann menarik pedang kayu di tangannya dan bersiap untuk bertarung. Tidak peduli monster apa yang akan ia lawan, Vann tidak berani meremehkannya sebab ia sudah melihat secara langsung keganasan pada monster tersebut. Oleh karena itu, Vann tidak akan menahan diri walaupun musuhnya memiliki kultivasi yang lebih lemah darinya.
Masalah terbesar disini yaitu Vann tidak bisa menggunakan Teknik Pedang Kayu secara sembarangan, bagaimanapun selama Vann memakai teknik tersebut maka para penonton di sekitar pasti tahu ia berasal dari Akademi Pedang Kayu.
Untungnya Vann sudah mempelajari beberapa teknik pedang yang lain. Meskipun teknik pedang tersebut lebih lemah daripada teknik pedang kayu, setidaknya Vann bisa menutupi identitasnya. Kecuali keadaan buruk antara hidup dan mati, Vann tidak akan menggunakan teknik pedang kayu.
Pembawa acara yang berdiri di samping kembali berteriak "Ayo kita sambut, monster yang menjadi lawan pendatang baru ini! Lawannya tidak lain adalah monster yang sudah bekerja di arena selama 2 minggu, ia sudah melewati 10 pertandingan tanpa pernah kalah, kita sambut Golem Batu!".
Perlahan-lahan beberapa penjaga yang membawa tali di tangan mereka muncul, pada penjaga memegang tali yang sedang mengikat golem dan membawanya menuju arena yang sama dengan Vann.
Seluruh arena baik itu penonton ataupun Vann sendiri terkejut sebab seluruh
tubuh Golem tersebut terbuat dari batu, ia memiliki tinggi 5 meter yang membuat Vann terlihat sangat kecil.
Setelah Golem Batu di bawa ke atas arena keributan kembali terjadi di kursi penonton "Apa arena sudah gila? Bukankah anak itu masih baru disini? Golem Batu memiliki kekuatan yang kuat serta pertahanan menakutkan, bagaimana anak baru bisa menang?".
"Nampaknya arena berencana membunuh anak ini, kalau tidak kenapa anak baru dibiarkan melawan Golem Batu yang sudah pernah bertarung dan selalu menang disini?".
__ADS_1
"Aku merasa sedih untuk nasib anak tersebut, namun di sisi lain aku merasa jauh lebih senang sewaktu memikirkan anak tersebut jatuh menjadi tumpukan daging dan darah oleh tinju raksasa Golem Batu!".
Melihat banyak penonton yang menganggap pertarungan tersebut tidak adil, pembawa acara segera menjelaskan "Sepertinya ada kesalahpahaman disini, kami dari pihak arena sama sekali tidak memiliki dendam apapun terhadap anak ini. Kami memutuskan lawannya sebab anak ini sudah memiliki kekuatan Qi Gathering tingkat 4 sedangkan Golem Batu hanya tingkat 2, jadi kami memutuskan supaya pertarungan lebih adil akibat perbedaan kekuatan yang besar, anak ini harus melawan monster yang memiliki kekuatan unik serta pengalaman bertarung yang kalah. Apabila kami membiarkan lawannya juga monster pemula, anak ini pasti sudah menang tanpa kesulitan apapun".
Mendengar perkataan pembawa acara semua penonton yang tadinya ribut langsung merasa apa yang dikatakan pembawa acara tersebut sama sekali tidak salah.
Di sisi lain, Vann terus mengamati Golem. Walaupun Golem di depan Vann memiliki kultivasi yang lebih lemah dari dirinya, tapi Vann bisa merasakan aura menakutkan dari tubuhnya.
Hal itu membuat Vann bersemangat, Golem Batu ini benar-benar tidak bisa diremehkan atau Vann pasti dibunuh oleh pukulannya.
Ketika semua penonton sudah tidak membuat keributan lagi, pembawa acara berteriak "Kalau begitu pertandingan dimulai! Hidup dan mati akibat pertarungan pada arena akan menjadi masalah kalian masing-masing, tidak ada hubungannya dengan arena. Pertarungan di mulai!".
Para penjaga melepaskan tali yang mengikat Golem Batu secepat mungkin, akhirnya Golem tersebut bisa bergerak bebas.
Golem Batu melihat sekitar dengan wajah kosong, ia mencoba turun dari arena tapi menemukan sebuah perisai yang tidak terlihat menahan dirinya pergi.
Tiba-tiba mata Golem berubah menjadi merah, ia berteriak keras ke langit sebelum berlari menuju Vann "Graaaaa".
Vann mundur beberapa langkah akibat teriakan Golem tersebut. Meskipun Golem hanya berteriak sekali, tapi teriakan itu benar-benar sangat kuat hingga membuat kepala Vann sedikit berputar.
Saat Vann kembali sadar, sosok Golem sudah ada di depannya. Golem tersebut mengangkat tinjunya lalu memukul keras ke arah Vann.
"Booooom!".
Suara ledakan yang keras terdengar akibat pukulan tersebut, bahkan tanah sedikit bergetar yang mirip seperti gempa bumi. Untungnya semua yang ada di arena seperti lantai dan yang lainnya dibuat melalui bahan khusus, oleh karena itu pukulan Golem tersebut tidak memberikan kerusakan apapun.
__ADS_1
Tetapi selama Vann terkena pukulan tadi, ia pasti mati.
Asap akibat ledakan pukulan terdengar, sosok Vann sudah naik ke atas tangan Golem Batu.
Lebih tepatnya Vann melompat untuk menghindari tinju tersebut, setelah itu berdiri di atas tangannya.
Berlari di atas tangan Golem tersebut, Vann segera berada di pundak Golem dan menebas kepalanya.
"Brak!".
Suara tabrakan yang keras terdengar, Vann membuka matanya lebar-lebar sedikit tidak percaya saat menemukan pedang miliknya tidak memberikan luka sedikitpun kepada kepala Golem.
Ketika pedangnya memukul kepala Golem, Vann merasa seperti sedang memukul besi. Padahal Vann menggunakan energi pertarungan Qi Gathering tingkat 4 miliknya, tapi serangan itu masih belum bisa memberikan luka kepada kepala Golem.
Sebelum Vann sadar dari rasa terkejutnya, tangan kiri Golem sudah muncul di samping Vann dan memukulnya agar Vann menjauh dari pundaknya.
Melihat tidak ada lagi kesempatan melarikan diri, Vann hanya bisa menghentikan pukulan Golem tersebut memakai pedangnya.
"Brak!".
Vann terlempar dari pundak Golem dan berputar-putar di udara selama beberapa saat sebelum mendarat kembali ke tanah.
Vann yang berdiri di tanah merasa seluruh tubuhnya sakit seakan-akan ia barusan ditabrak oleh truk.
Tiba-tiba langit di atas kepalanya menjadi gelap, Vann mengangkat kepalanya untuk menemukan tangan kanan Golem sudah ada di atas kepalanya bersiap untuk memukulnya.
__ADS_1
Sekarang Vann tahu Golem Batu ini tidak hanya kuat dan memiliki pertahanan yang hebat, namun kecepatannya juga tidak bisa diremehkan.
Saat tinju Golem semakin dekat, Vann yang seharusnya panik langsung tersenyum "Apa yang Torti katakan benar, arena monster benar-benar tempat yang bagus untuk meningkatkan kemampuan pertarungan seorang kultivator!".