9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 94 : PENOLAKAN TIDAK DITERIMA!


__ADS_3

Tardi menatap semua murid di depannya dengan wajah ramah dan lanjut mengatakan "Sebagai kepala akademi baru, aku telah mempelajari tentang Akademi Pedang Kayu sejak aku dipilih sebagai kepala akademi disini. Aku harus mempelajari akademi sangat jelas agar aku mengetahui kelemahan dari Akademi Pedang Kayu selama ini dan memperbaikinya supaya akademi menjadi semakin kuat lagi".


Semua orang bertepuk tangan, bagaimanapun kepala akademi baru, Tardi bekerja sangat keras untuk mereka sehingga tidak ada salahnya memberikan Tardi penghargaan dengan tepuk tangan.


Vann tiba-tiba merasakan firasat buruk, walaupun Tardi tersenyum ramah di depan semua orang, namun Vann merasa ada sesuatu yang aneh terhadap senyuman Tardi.


Pada awalnya Vann berpikir ia terlalu berlebihan, tapi suara Burung Vermilion terdengar di kepala Vann "Manusia yang menakutkan, lebih baik kau jangan terlalu dekat dengannya, nak! Meskipun ia selalu tersenyum dan terlihat peduli pada orang lain, tapi aku bisa merasakan senyuman tidak peduli di wajahnya seakan-akan ia tidak menganggap kalian sebagai manusia, melainkan cuma sebuah benda yang harus ia latih. Aku sering melihat orang-orang seperti ini, umumnya orang yang mempunyai sifat seperti itu adalah mereka yang berbakat dan selalu dihargai oleh orang lain, hal tersebut membuat mereka menjadi semakin sombong hingga tidak menganggap orang di sekitarnya sebagai manusia lagi".


"Maksudmu Kepala Akademi Tardi menganggap dirinya jauh di atas orang lain?", kata Vann dipikirannya.


"Kau benar, seperti itu", kata Burung Vermilion "Ia mungkin menganggap melatih kalian hanya sebagai syarat agar ia mendapatkan pengakuan dari gurunya atau orang lain, alasannya melatih kalian bukan karena ia peduli pada kalian. Aku rasa, pelatihannya yang ia berikan kepada kalian kemungkinan besar sedikit gila, tanpa peduli apakah kalian mampu menahan tekanan latihan itu atau tidak".


Sebelum Vann bisa bertanya lagi kepada Burung Vermilion, Tardi mengangkat tangannya yang menghentikan tepuk tangan semua orang "Aku senang atas sambutan kalian semua, selama aku mempelajari tentang Akademi Pedang Kayu, aku menemukan kelemahan yang sangat fatal yaitu kurangnya semangat bersaing di antara para murid. Banyak sekali murid yang tidak berlatih memakai kemampuan penuh mereka sebab murid tidak merasakan krisis dari kekuatan mereka yang lemah, kehidupan terlalu damai sehingga mereka tidak panik memperkuat diri mereka. Berbeda dari orang yang selalu berada di keadaan hidup dan mati, mereka pasti selalu terus mencari kekuatan lebih memakai kekuatan penuh mereka sebab tanpa kekuatan, mereka akan mati".


Para murid menatap teman di samping mereka penuh kebingungan, mereka tidak terlalu mengerti maksud perkataan kepala akademi.

__ADS_1


Mereka mengerti tentang krisis itu penting untuk meningkatkan kekuatan seseorang, hal tersebut yang dimaksud kepala akademi.


Masalahnya, bagaimana cara meningkatkan rasa krisis mereka? Walaupun ada monster, perang besar jarang terjadi lagi sehingga kehidupan manusia ataupun monster menjadi damai.


Kultivator manusia tidak boleh saling membunuh tanpa alasan atau mereka akan menjadi musuh semua kekuatan besar kultivator manusia, oleh karena itu krisis hidup dan mati memang jarang terjadi bagi para murid.


Tardi tidak peduli terhadap kebingungan semua orang dan lanjut menjelaskan "Jadi aku membuat peraturan baru bagi semua murid Akademi Pedang Kayu, kekuatan adalah yang menentukan hidup kalian di akademi! Kalian tidak perlu belajar di kelas lagi apabila kalian merasa cukup kuat, selain itu apabila kalian menemukan seorang murid akademi mendapatkan sumber daya, kalian boleh menantangnya bertarung! Apabila penantang yang menang, ia akan mengambil harta tersebut!".


"Sedangkan jika penantang kalah, pemenangnya juga akan mengambil barang-barang milik penantang. Bukan hanya harta kultivasi, melainkan uang, rumah, gelar murid elit, dan yang lainnya! Kalian boleh menantang orang lain untuk mengambilnya!".


Seluruh murid terkejut, apabila hal tersebut benar-benar terjadi, pertarungan pasti terjadi setiap hari di akademi.


Sebelum guru tersebut menyelesaikan perkataannya, Tardi berkata duluan "Kau benar, tidak boleh saling membunuh! Kalau kalian membunuh lawan bertarung kalian, maka aku pasti dihukum seperti Zerten. Namun jika itu luka berat atau apapun, tidak ada masalah! Lagipula tidak ada aturan yang melarang bertarung sampai terluka berat, selain itu roh milikku adalah pohon penyembuhan, aku bisa memberikan penyembuhan supaya kalian tidak mati! Sekarang selama kalian membutuhkan sumber daya atau apapun di akademi, lawan murid lain yang memilikinya dan mengambil benda tersebut dari tangan mereka!".


Ada beberapa guru lagi yang akan menunjukkan keberatan mereka, tapi Tardi menarik pedangnya yang mengejutkan semua orang.

__ADS_1


Tardi mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, energi api yang sangat kuat berkumpul di pedangnya sampai-sampai membuat semua orang berkeringat akibat panas.


Gostaf yang dari tadi tidak bicara akhirnya melangkah maju "Kepala Akademi Tardi, jangan bertindak sembarangan! Setiap masalah harus didiskusikan baik-baik, tidak perlu sampai bertarung--".


Tardi tidak mendengarkan Gostaf, ia menebas pedangnya menuju langit.


"Booooom!".


Ledakan yang sangat kuat terjadi di langit hingga membuat seluruh Gunung Akademi Pedang Bergetar, semua awan yang menutupi langit langsung menjauh akibat ledakan tersebut.


Banyak orang yang berteriak ketakutan karena ledakan barusan, mereka belum pernah melihat serangan menakutkan seperti itu kecuali saat Zerten melawan Kaisar Api Emas.


Tardi menyimpan pedangnya lagi dan berkata "Untuk apa berdiskusi, aku cukup melakukan 1 kali tebasan, maka kalian semua pasti mengerti. Bagaimana para guru yang berencana tidak setuju tadi, apakah kalian masih memiliki pendapat terhdap aturan yang aku buat?".


Para guru yang tidak setuju segera menggelengkan kepalanya, mereka tidak berani tidak setuju lagi sebab takut akan kekuatan Tardi barusan.

__ADS_1


Tardi menatap ke arah Gostaf "Lihat, cara ini jauh lebih cepat daripada diskusi! Aku membutuhkan waktu kurang dari 5 detik untuk membuat mereka setuju, jauh lebih cepat, bukan?".


Wajah Gostaf suram sebab ia tahu, Akademi Pedang Kayu akan menjadi kacau di bawah kepemimpinan Tardi dan tidak ada yang mampu menghentikannya karena kekuatan Tardi yang terlalu kuat.


__ADS_2