
Luna sangat terkejut terhadap perkataan Vann yang barusan, ia tidak pernah berpikir bahwa Vann tertarik menjadi kultivator. Bagaimanapun Vann sudah bersekolah sebagai orang normal hingga berusia 17 tahun seperti sekarang, hal ini berarti Vann sama sekali tidak tertarik menjadi kultivator.
Semua orang memiliki kesempatan menjadi kultivator, tidak peduli apakah mereka kaya ataupun miskin, selama memiliki bakat yang cukup maka mereka pasti diterima oleh akademi.
Semua biaya perjalanan menuju tempat tes akan dibayar oleh panitia, jadi mereka yang tertarik menjadi kultivator hanya perlu datang menuju ke lokasi tes tanpa perlu membayar biaya apapun.
Lagipula apa yang dibutuhkan oleh kultivator bukan seberapa banyak uang yang mereka miliki, melainkan seberapa besar bakat mereka. Karena hal ini, semua orang bisa mendapatkan kesempatan.
Tetapi jika mereka tidak tertarik menjadi kultivator, mereka tidak perlu mengikuti tes bakat apapun.
Pemegang tahta ke 4 adalah orang yang membuat peraturan ini sebelum ia kehilangan semangat berperang miliknya. Menurut pemegang tahta ke 4, tidak peduli seberapa berbakat seseorang, selama mereka tidak tertarik menjadi kultivator maka itu tidak berguna.
Perlahan-lahan rasa terkejut di wajah Luna segera menghilang, ia segera mengerti maksud perkataan Vann melalui tatapan tegas di matanya sekarang.
Sebagai wanita cantik serta anak dari pemegang tahta ke 9, selain itu ia juga memiliki kakak laki-laki yang merupakan seorang Kaisar dari 15 Kaisar, ada ribuan pria yang mencoba mendekatinya baik itu untuk latar belakang yang ia miliki, bakat ataupun kecantikannya. Oleh karena itu, Luna mengetahui maksud dari perkataan Vann barusan, sebab ada banyak pria yang menyatakan perasaan mereka kepada dirinya seperti yang Vann lakukan barusan meskipun apa yang mereka katakan berbeda.
Walaupun sudah mengetahui tujuannya, Luna sama sekali tidak marah karena ia bisa menemukan mata Vann kepadanya tidak memiliki tujuan tersembunyi apapun, Vann murni menyukai dirinya karena ia adalah Luna.
Sebuah senyuman muncul di wajah Luna "Apakah kau yakin? Apabila kau mencoba untuk mencapai ku atau bahkan menjadi pasanganku, kau harus memiliki kekuatan yang cukup. Walaupun ayahku tidak peduli siapa pasanganku selama itu adalah pria baik yang aku pilih sendiri, kakakku memiliki sifat yang lebih keras. Ia tidak akan setuju aku bersama pria yang lebih lemah darinya, kakakku memiliki kekuatan seorang Kaisar, apakah kau yakin masih tertarik mencoba mengejar ku?".
Vann tidak terkejut terhadap perkataan Luna. Bukan hanya itu, Vann sejak awal merasa dirinya yang sekarang tidak cocok dengan Luna sebab Vann tidak memiliki kekuatan untuk melindunginya. Oleh karena itu, Vann bertekad menjadi kultivator yang kuat hingga kekuatannya cocok untuk berdiri di samping Luna.
Menarik nafasnya, Vann menjawab dengan tegas "Aku tetap akan mengejar mu! Aku mungkin tidak memiliki bukti apapun bahwa diriku bisa mengalahkan kakakmu, tapi suatu hari nanti aku pasti memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada kakakmu. Tidak, jika itu untukmu, aku pasti mencoba menjadi pemegang tahta sekalipun! Luna, apakah kau tidak keberatan memberiku kesempatan?".
Luna memegang wajah Vann dengan senyum lembut "Aku suka terhadap tekad yang ada pada dirimu, baik itu sekarang ataupun waktu kau mencoba mengorbankan hidupmu melawan Minotaur untuk teman-teman mu. Vann, dengar ini baik-baik, aku masih berusia 12 tahun sekarang, kau masih memiliki banyak waktu. Aku akan menunggumu! Aku tidak tahu apakah kau bisa menjadi kultivator hebat atau tidak, namun aku yakin suatu hari nanti kau pasti menjadi kultivator yang dihormati banyak orang. Jangan membuat aku menunggu terlalu lama, Vann!".
__ADS_1
Vann terkejut, ia berpikir bahwa Luna memiliki umur yang sama dengannya atau bahkan lebih tua sebab Luna terlihat terlalu dewasa. Tapi siapa yang berpikir bahwa Luna ternyata 5 tahun lebih muda darinya, ia masih memiliki kesempatan mengejar kekuatan Luna.
Ketika Vann akan mengatakan sesuatu lagi, Luna menutup mulut Vann dengan cara meletakkan 1 jari di mulutnya "Tidak perlu mengatakan apapun lagi, saat kau menjadi kultivator, kita ditakdirkan akan bertemu lagi. Ayo berbicara lebih banyak lagi saat waktu itu tiba".
Tanpa menunggu jawaban Vann, sosok Luna melompat ke belakang lalu menghilang. Dengan kekuatan yang dimiliki Luna, ia bisa pergi dari tempat ini tanpa disadari oleh Vann.
Melihat Luna yang sudah pergi, Vann memperkuat tinju di tangannya sambil berkata penuh tekad "Aku pasti menjadi kultivator yang hebat, lalu kita akan bertemu lagi, Luna!".
...----------------...
Di sebuah tempat yang sangat jauh dari area tempat perlindungan dimana Vann berada barusan, sosok Luna muncul di atas langit.
Luna berdiri diam di atas langit sambil mengamati semua keadaan yang terjadi di sekitarnya, setelah memastikan bahwa tidak ada lagi orang yang terancam oleh Minotaur seperti Vann, Luna memutuskan kembali ke Akademi Zodiak. Ia dikirim untuk mengatasi serangan tiba-tiba Minotaur ini bersama beberapa murid lain dari Akademi Zodiak, sekarang tugasnya disini sudah selesai.
Saat Luna akan pergi, sosok seorang wanita berusia sekitar 20 tahun muncul di belakang Luna. Wanita ini memiliki rambut merah panjang yang terlihat berapi-api, matanya juga berwarna merah yang sangat mirip seperti Vann.
Luna menatap wanita di belakangnya ini, ia langsung mengetahui bahwa wanita yang muncul ini merupakan 1 dari 15 Kaisar juga. Lebih tepatnya, wanita ini dikirim ayahnya sejak Luna mulai berkultivasi untuk menjaga dirinya.
Namun seiring waktu, mereka semakin dekat hingga seperti kakak adik daripada nona dan pengawalnya.
"Aku juga tidak tahu, Aku hanya merasa Vann memiliki sesuatu yang berbeda dari semua pria lain yang pernah aku temui. Mungkin suatu hari nanti, ia benar-benar bisa menjadi Kaisar atau bahkan pemegang tahta seperti ayahku. Selain itu, aku merasa Vann sedikit mirip seperti Paman Milenium", setelah mengatakan itu, sosok Luna terbang pergi kembali ke Akademi Zodiak dengan cepat.
Wanita yang menjaga Luna membeku di udara akibat perkataan terakhir Luna, ia menatap ke arah dimana Vann berada lalu menggelengkan kepalanya "Tidak, seharusnya itu tidak mungkin, semua itu pasti hanya kebetulan".
Tidak membuang lebih banyak waktu lagi, wanita itu terbang mengikuti Luna.
__ADS_1
...----------------...
5 jam kemudian, Vann berjalan kembali menuju tempat tinggalnya.
Ia berada di area perlindungan cukup lama sebab mereka tidak diperbolehkan pergi oleh penjaga disana sampai semua monster dibersihkan, oleh karena itu Vann baru bisa kembali ke rumah sekarang.
Di area perlindungan tadi, Vann bertemu Anto dan Sania juga, mereka segera berlari ke arah Vann serta berterima kasih waktu bertemu dirinya.
Saat bertemu mereka lagi, Vann sama sekali tidak memperdulikan mereka yang sudah meninggalkan dirinya sewaktu ia sedang melawan Minotaur di sekolah, apa yang ada dipikiran Vann sekarang hanya sosok Luna yang tidak bisa ia lupakan. Jadi, Vann tidak marah terhadap mereka lagi, tapi Vann tidak tertarik untuk terus banyak berbicara bersama mereka juga.
Sampai di rumah, Vann menemukan seorang pria berusia sekitar 40 tahun dengan rambut merah pendek yang sedang duduk di ruang makan villa
Pria ini memiliki wajah yang hampir sama seperti Vann, kecuali ia yang terlihat lebih tua.
Mengetahui bahwa Vann sudah kembali ke rumah, pria itu menghentikan tangannya yang sedang sibuk mengambil makanan di meja "Vann, kau sudah kembali? Ayah membuat nasi goreng untuk makan siang, ayo makan! Ayah dengar sekolah kalian mengalami serangan monster hari ini, untungnya kau bisa kembali tanpa terluka".
Pria berusia 40 tahun ini memang adalah ayah Vann yang sudah melindungi dan merawat dirinya sejak Vann berusia 5 tahun.
Vann berkata secara langsung kepada ayahnya "Ayah, aku berencana berhenti sekolah dan menjadi kultivator!".
Senyuman di wajah ayah Vann membeku, setelah itu Vann melihat sesuatu yang mengejutkan.
Sejak tinggal bersama ayahnya selama 12 tahun ini, Vann belum pernah melihat ayahnya marah. Bisa dikatakan, ayah Vann selalu tersenyum.
Tetapi wajah ayah Vann sekarang berubah menjadi dingin, ada jejak kemarahan di suaranya "Ayah tidak keberatan kau mencoba menjadi apapun, baik itu pegawai, guru, atlit, aktor dan yang lainnya. Namun 1 hal yang ayah tidak akan pernah setuju, ayah tidak akan mengizinkan kau menjadi kultivator! Kau bisa menjadi apapun selain kultivator!".
__ADS_1
Vann sedikit tidak percaya, ia belum pernah melihat wajah ayahnya yang menjadi marah seperti ini.