
Hasel sedang duduk di ruangannya dan sibuk membaca buku yang ada di tangannya, buku tersebut membahas mengenai suatu teknik pedang tertentu.
Tiba-tiba pintu rumah Hasel terbuka, sosok Gostaf yang selalu berada di ruang tes murid elit muncul di rumah Hasel.
Padahal Gostaf hampir tidak pernah pergi dari rumahnya, bahkan ia sudah tidak pergi selama bertahun-tahun kecuali sewaktu pemakaman kepala akademi Zerten.
Tanpa melihat Gostaf sedikitpun, Hasel berkata "Kenapa kau kesini? Bukankah kau selalu mengatakan bahwa dirimu tidak bisa meninggalkan ruang tes murid elit sebab ada harta penting yang harus kau jaga disana".
"Kau benar, jika itu waktu normal, aku pasti tidak akan repot-repot datang kesini", kata Gostaf yang duduk di samping Hasel "Tetapi saat temanku sedih, tentunya aku harus menemani mereka walaupun cuma sebentar".
"Aku tidak berpikir kita berteman", kata Hasel tersenyum tidak peduli, meskipun ia berkata seperti itu namun Hasel sebenarnya merasa senang.
Gostaf tidak keberatan terhadap perkataan kasar Hasel, sebagai orang yang telah berteman dengannya selama bertahun-tahun, Gostaf sangat mengenal sifat dingin dan kejam Hasel tapi sebenarnya ia adalah orang yang baik.
"Apakah kau tidak pergi ke Pilar Magma? Bagaimanapun anak bernama Vann itu merupakan murid yang kau banggakan bukan? Sudah 4 tahun sejak kau tidak merekrut murid lagi, padahal sebagai generasi ke 1, ratusan orang selalu mencoba mendaftar sebagai murid mu setiap hari namun kau tidak pernah tertarik lagi merekrut murid sampai bertemu Vann", kata Gordaf.
Hasel menatap Gostaf sebelum menggelengkan kepalanya "Setiap kultivator pasti mengalami resiko, apabila aku terus melindunginya, bagaimana mungkin Vann dapat berkembang. Selain itu apabila Vann terbunuh di Pilar Magma, maka itu hanya membuktikan ia tidak memiliki kekuatan untuk menjadi kultivator hebat. Sedangkan aku yang berasal dari generasi ke 1, apakah itu penting? Generasi ke 1 cuma sebuah julukan bagiku, lagipula semua orang tahu bahwa aku yang terlemah di generasi 1".
"Sebagian besar anggota generasi ke 1 berhasil menjadi kultivator tingkat tinggi bahkan Kaisar. Anggota generasi ke 1 yang terlemah sekalipun, mereka berhasil menjadi kultivator tingkat menengah. Sedangkan aku? Aku hanya orang gagal dari generasi ke 1, tidak layak disebut".
__ADS_1
Gordaf berusaha mengatakan sesuatu agar Hasel percaya diri lagi, tapi setelah berpikir sebentar, Gostaf memutuskan untuk diam.
Seperti yang dikatakan Hasel, semua orang yang berasal dari generasi ke 1 sangat terkenal.
Apa itu generasi ke 1? Mereka adalah kelompok orang paling awal yang menjadi kultivator setelah 9 pemegang tahta, yang berarti semua anggota generasi ke 1 mendapatkan kesempatan dilatih secara langsung oleh pemegang tahta.
Jadi seperti Kaisar Tumbuhan, Kaisar Ilusi, dan beberapa Kaisar lainnya, mereka semua berasal dari generasi ke 1.
Namun tidak semua generasi ke 1 berhasil, di antara semua generasi ke 1 yang gagal, Hasel merupakan yang paling terkenal sebab ia dikenal sebagai terlemah dari generasi ke 1.
Alasan masih banyak orang yang tertarik menjadi murid Hasel yaitu Hasel memiliki banyak kenalan serta teman yang menakutkan sebagai generasi ke 1 bahkan ia pernah sekelas bersama orang-orang yang menjadi Kaisar sekarang.
Melihat Gostaf tidak mampu berbicara lagi, Hasel juga tidak marah "Berhenti membicarakan masalah yang tidak lagi penting, sekarang kita harus membahas hal lain. Menurut surat yang didapatkan dari Yazer, Thersa yang berasal dari Laboratorium Monster mempunyai obat aneh yang bisa meningkatkan kekuatan monster lalu mengendalikan mereka. Tidak hanya itu, Laboratorium Monster berencana menyerang seluruh kekuatan di Provinsi Talper".
"Sewaktu selesai mengatakan semua itu, Yazer kehilangan kesadaran akibat kehilangan banyak darah yang mengakibatkan kita tidak bisa mendapatkan informasi lebih banyak lagi. Bagaimana pendapatmu? Kalau Laboratorium Monster benar-benar menyerang kekuatan besar Provinsi Talper, kita mungkin berada di masalah besar. Sekarang tidak ada seorangpun kultivator tingkat menengah di akademi, terlalu sulit untuk melawan Laboratorium Monster tanpa perlindungan kultivator menengah".
"Jangan khawatir", kata Gostaf percaya diri "Aku mendapatkan berita dari pusat, kepala akademi baru telah ditentukan. Ia seorang kultivator tingkat menengah yang cukup terkenal dari provinsi lain, sifatnya juga cukup baik. Selama ia tiba disini, kita tidak perlu terlalu mengkhawatirkan Laboratorium Monster lagi".
"Sekalipun musuh mengirim kultivator tingkat menengah sebelum kepala akademi baru datang, jika aku, kau dan Githa bertarung bersama, kita mampu melawan kultivator menengah tingkat awal tanpa masalah. Oleh karena itu, penyerangan Laboratorium Monster seharusnya tidak terlalu berisiko bagi Akademi Pedang Kayu".
__ADS_1
Hasel menghela nafas berat "Aku harap memang semudah itu, bagaimanapun kau tahu sendiri, Akademi kita menyimpan harta penting--".
Tidak menunggu Hasel menyelesaikan perkataannya, suara langkah kaki terdengar menuju rumah Hasel secepat mungkin.
Tiba-tiba pintu rumah Hasel langsung terbuka, sosok Githa terlihat melalui pintu yang sekarang sedang berkeringat, menunjukkan seberapa panik ia datang kesini.
Gostaf langsung berdiri sewaktu menemukan Githa yang panik "Ada apa? Apakah musuh dari Laboratorium Monster menyerang?".
Alasan Gostaf khawatir adalah ia meninggalkan rumahnya yang menjadi tempat pelatihan murid elit, orang lain mungkin tidak tahu apapun mengenai rumahnya, tapi hanya Gostaf, Hasel dan Zerten yang menjadi kepala akademi sebelumnya mengerti paling jelas tentang apa yang tersembunyi di rumah Gostaf.
Githa menggelengkan kepalanya "Bukan itu! Guru Hasel, aku ada berita penting untukmu! Anak itu! Vann benar-benar kembali ke akademi, sekarang ia berada di sebuah ruangan kelas kosong untuk menjawab pertanyaan dari guru-guru lain".
"Apa? Vann berhasil kembali?", walaupun Hasel sebelumnya bersikap sangat dingin mengenai Vann seperti mengatakan apakah Vann berhasil hidup atau tidak dari Pilar Magma, semuanya tergantung kemampuan Vann sendiri.
Tetapi sebenarnya Hasel sangat berharap Vann tetap hidup, bagaimanapun Hasel secara tidak langsung telah menganggap Vann sebagai muridnya.
"Nampaknya aku tidak perlu menemani dirimu yang sedih lagi, aku akan pergi ke rumahku lagi", kata Gostaf yang pergi. Tujuannya disini adalah menemani Hasel membuang rasa sedihnya akibat kehilangan seseorang yang ia anggap sebagai murid setelah 4 tahun tidak merekrut lagi, tapi sekarang Vann telah kembali sehingga Gostaf tidak tertarik lagi terus disini.
Melihat Gostaf yang pergi, Hasel berkata kepada Githa "Ayo pergi, Yazer sebelumnya kehilangan kesadaran lebih dulu tanpa menjelaskan semua masalah mengenai Laboratorium Monster. Tapi saat ini ada Vann, ia pasti memberikan kita penjelasan lebih jauh lagi mengenai apa yang terjadi di Labirin Magma sebelumnya".
__ADS_1