
Saat ini seorang pemuda yang memakai topeng kayu yang menutupi seluruh wajahnya kecuali mata sedang berjalan di kota bagian bawah gunung Akademi Pedang Kayu, pria tersebut memiliki sebuah pedang kayu di pinggangnya dan pakaian normal yang bisa dibeli pada banyak toko di bumi.
Pemuda tersebut tidak lain merupakan Vann, ia berencana pergi ke arena monster sehingga ada baiknya untuk menyembunyikan identitas.
Bagaimanapun Vann tidak bisa pergi ke tempat itu memakai seragam Akademi Pedang Kayu, Torti juga lanjut menceritakan kepada Vann waktu makan siang bahwa sebagian besar orang yang menantang arena monster pasti memakai topeng dan nama palsu supaya bisa menyembunyikan identitas mereka.
Di pinggiran kota, Vann akhirnya menemukan sebuah bangunan besar yang terbuat dari batu.
Bangunan tersebut memiliki tempat duduk melingkar di sekitarnya yang merupakan tempat duduk bagi penonton, lalu ada arena luas di tengah-tengah tempat duduk tersebut yang menjadi area pertarungan.
Sekarang seorang pria sedang melawan seekor harimau di arena tersebut.
Harimau hanya memiliki kekuatan Qi Gathering tingkat 1 sedangkan manusia yang menjadi lawannya berkekuatan Qi Gathering tingkat 2, walaupun begitu harimau tersebut bisa menyudutkan manusia yang lebih kuat darinya.
Melihat pertarungan tersebut dari balik topengnya, Vann yakin manusia tersebut pasti kalah sebab harimau masih terlihat sangat kuat dan ganas sedangkan manusia itu sudah mulai kelelahan yang membuat pemenangnya sudah terlihat.
Sesuai apa yang dipikirkan Vann, harimau tersebut menebas manusia di depannya memakai cakar.
Manusia itu mencoba mengangkat pedangnya agar bisa menghentikan cakar tersebut, namun ia masih terlambat selangkah akibat kelelahan yang mengakibatkan cakar harimau menebas lukanya.
"Slash".
Sosok pria yang ada di atas arena terlempar dan jatuh ke tanah, tidak lagi berada di arena. Ada sebuah luka cakar yang sangat besar di tubuhnya, hidup dan mati sama sekali tidak diketahui.
Walaupun pria tersebut hampir mati, pada penonton di sekitar sama sekali tidak menunjukkan rasa khawatir ataupun ketakutan melainkan mereka berteriak senang.
__ADS_1
"Hebat! Harimau itu sangat kuat!".
"Hahahahaha, tidak peduli berapa kali pun aku melihatnya, pertarungan berdarah seperti ini memang sangat terbaik!".
"Penjaga, cepat bawa manusia bodoh yang kalah itu pergi! Mulai lagi pertarungan berikutnya, aku tidak bisa menunggu untuk melihat pertarungan berdarah lagi".
Vann menatap semua orang di sekitar yang tertawa senang, bahkan ada orang yang menonton sambil makan tanpa merasa terganggu sedikitpun akibat kejadian berdarah tersebut.
Vann tidak merasa takut melainkan ia merasa dingin, orang-orang yang menjadi penonton disini benar-benar sudah membuang rasa kemanusiaan mereka, tidak ada sedikitpun jejak kepedulian orang-orang disini.
Para penjaga di sekitar arena segera datang lalu membawa pria yang sudah kalah tersebut, sedangkan beberapa penjaga lainnya membawa harimau yang menang dan pertarungan berikutnya akan di mulai.
Vann tidak tertarik tetap berdiri sambil terus menonton lagi, ia berjalan menuju seorang pria tua yang ada di meja depan arena ini.
Selama seseorang berencana datang ke arena sebagai penonton ataupun petarung, mereka harus mendatangi pria tua ini lebih dulu.
"Bertarung", kata Vann tanpa ragu, meskipun ia sudah melihat ketidakpedulian orang-orang disini, tapi tekad Vann menjadi lebih kuat masih belum berubah.
Pria tua itu sedikit terkejut mendengar Vann berencana bertarung, bukan menonton "Kau berencana bertarung? Baiklah, tidak ada banyak orang yang datang bertarung sekarang, jadi kau bisa mulai bertarung setelah pertandingan kali ini selesai. Sebutkan namamu dan kekuatan lawan seperti apa yang kau cari? Kau bisa melawan semua monster yang memiliki kekuatan sama atau lebih rendah darimu, namun tidak boleh lebih tinggi kecuali kau sudah memiliki tingkat kemenangan tinggi di arena monster".
"Lalu kau juga harus setuju mengenai kami tidak akan peduli terhadap hidup dan mati mu di arena, walaupun latar belakangmu dari tempat yang terkenal sekalipun".
Vann mengamati pria tua tersebut hati-hati, ia sama sekali tidak bisa merasakan kekuatannya yang menunjukkan pria tua ini jauh lebih kuat daripada Vann. Menurut Vann, kekuatan pria tua di depannya ini tidak kurang dari Hasel ataupun Githa.
"Namaku Gav, aku setuju terhadap pertarungannya, sedangkan kekuatan lawan yang aku pilih, biarkan monster Qi Gathering tingkat 4 yang muncul sehingga sama dengan kekuatan milikku", kata Vann.
__ADS_1
Pada awalnya pria tua tersebut mencatat nama dan persetujuan Vann tanpa masalah, namun mendengar monster yang akan Vann lawan, ia menghentikan gerakannya.
Pria tua itu mengamati Vann sebelum berkata "Apakah kau masih baru datang ke arena monster?".
Vann mengangguk yang membuat pria tua tersebut menggelengkan kepalanya "Seharusnya aku tidak perlu memberi kalian saran apapun sebab hidup dan mati petarung adalah masalah kalian sendiri. Tapi melihat usiamu yang masih sangat muda serta hampir sama dengan cucuku, aku merasa sedikit bersalah apabila kau mati tanpa mengetahui kebenarannya".
"Nak, jika kau belum pernah bertarung melawan monster sebelumnya, aku sarankan kau melawan monster Qi Gathering tingkat 1 atau paling tinggi tingkat 2. Kultivasi mereka memang lebih lemah darimu, tapi monster memiliki keuntungan fisik mereka seperti kulit yang sekeras besi atau cakar tajam yang bahkan bisa menebas zirah. Belum lagi mereka memiliki kemampuan bertarung yang hebat, bisa dikatakan setiap monster sudah diajari bertarung dari kecil. Kau bisa memilih mendengarkan saran ku atau tidak, pada akhirnya pilihan terakhir ada di tanganmu, bagaimana?".
Myro berpikir sebentar lalu mengangguk "Kalau begitu aku menerima saran senior, bagaimanapun aku baru datang kesini yang membuat aku masih harus banyak belajar. Senior, terima kasih sarannya".
Pria tua tersebut melambaikan tangannya "Saran ini hanya masalah kecil, kau masih harus berhati-hati walaupun monster lebih lemah darimu. Aku harap kau bisa menang, lagipula kau merupakan anak muda yang ramah, di masa depan kau pasti menjadi kekuatan penting bagi manusia selama kau bisa terus bertahan hidup".
Setelah itu Vann dibiarkan duduk di ruang tunggu sampai pertarungan sekarang yang sedang berlangsung selesai.
Pertarungan yang sedang terjadi sekarang yaitu seorang manusia dengan kekuatan Qi Gathering tingkat 7 melawan monster harimau lagi yang memiliki kekuatan Qi Gathering tingkat 5.
Meskipun manusia 2 tingkat lebih kuat dari monster, tapi pertarungan mereka masih sangat ganas.
Akhirnya manusia tersebut berhasil menang, tapi sebagai gantinya tangan kirinya patah dan ada banyak luka di seluruh tubuhnya, lebih tepatnya seluruh manusia yang menang tersebut ditutupi darah sepenuhnya.
Ketika pertandingan selesai, penjaga kembali datang untuk membersihkan mayat harimau dan membawa pemenang yang sudah kesulitan bergerak itu turun dari panggung.
Tidak lama kemudian, suara teriakan pembawa acara di atas panggung terdengar "Berikutnya adalah pertarungan seorang pendatang baru yang belum pernah bertarung disini sebelumnya, Gav yang memiliki kekuatan Qi Gathering tingkat 4!".
Tepuk tangan dan teriakan penuh semangat penonton terdengar.
__ADS_1
Vann yang sudah mengetahui keganasan para monster sama sekali tidak mundur, ia menarik nafas dan melangkah menuju panggung tanpa ragu sedikitpun.
Sejak ia memilih menjadi kultivator, ia sudah harus siap bertarung melawan monster.