
"Orang ini benar-benar beruntung, jika mereka masih hidup maka mereka pasti berakhir lebih buruk lagi", kata Vann yang sedang menatap mayat seorang pria di tanah dengan dingin.
Mayat itu tidak lain adalah milik rekan Tude. Vann sudah berjalan-jalan di Hutan Jiwa selama 40 menit, ia menemukan banyak mayat murid-murid lain di sepanjang jalan. Mungkin dari semua murid yang berangkat ke hutan, setengahnya telah mati.
Di antara mayat yang Vann lihat, 2 di antaranya merupakan rekan dari Tude yang membuat Vann tidak perlu repot-repot lagi membunuh mereka. 2 orang itu mati akibat ilusi, sedangkan Tude bersama 2 orang yang lain masih belum diketahui keadaannya.
Setelah memastikan tidak ada orang yang bertahan hidup, Vann terus melangkah maju lagi di hutan.
Tetapi bergerak sebentar, Vann langsung menghentikan langkahnya dengan kaget lalu melompat ke semak-semak di sampingnya.
Di depan mata Vann, terdapat seekor ular sepanjang 10 meter yang bergerak di lapangan terbuka pada hutan.
Ular tersebut berdiri di depan sebuah gua yang kemungkinan besar adalah tempat tinggalnya, sedangkan di sisi lain Vann menemukan perut ular itu sudah sangat besar, nampaknya ada banyak manusia yang ia makan baik mereka mati akibat ilusi atau mencoba melawan tapi dikalahkan oleh ular tersebut.
Merasakan kekuatan ular, wajah Vann berubah "Apa yang sebenarnya terjadi disini? Bukankah para panitia mengatakan semua monster disini mempunyai kekuatan Qi Gathering? Tetapi ini masih di bagian awal hutan dan aku menemukan monster ular Qi Fondation tingkat 1, semakin jauh bergerak ke arah hutan maka monster yang ditemui harusnya menjadi semakin kuat. Kalau di bagian depan para monster sekuat Qi Fondation tingkat 1, lalu sekuat apa monster di inti hutan?".
Vann bukan orang bodoh, bahkan ia sangat cerdas dibandingkan sebagian besar orang. Oleh karena itu, Vann menyadari ada keanehan pada tes ini seakan-akan seseorang mencoba menggunakan mereka sebagai pengorbanan.
Lagipula mereka hanya sosok kultivator terlemah di akademi, kehilangan 1000 dari mereka tidak terlalu berakibat fatal bagi kekuatan besar manapun.
Ketika Vann memutuskan untuk pergi, bagaimanapun kekuatan Van yang sekarang belum menjadi lawan monster ular tersebut. Sesuatu yang mengejutkan tiba-tiba terjadi, ular yang perutnya telah sangat besar akibat banyak makan jatuh dengan lemah ke tanah.
Walaupun matanya masih terbuka lebar, Vann tahu bahwa monster ular sudah tertidur. Ular sama sekali tidak bisa menutup matanya, jadi mereka tidur dengan mata terbuka.
Sebuah ide muncul di kepala Vann, ini adalah kesempatan.
Meskipun monster ular jauh lebih kuat daripada Vann, tapi sepertinya ia makan terlalu banyak hingga tertidur dan kesulitan bergerak. Selama Vann memanfaatkan waktu ini, ia mungkin bisa membunuh ular tersebut.
Setelah berpikir tentang kemungkinan menang, Vann melangkah maju mendekati ular.
Ide Vann mungkin berisiko, namun ia harus mempunyai keberanian untuk menjadi kuat secepat mungkin.
__ADS_1
...----------------...
Tanpa diketahui Vann, ada sosok pria yang tertutup bayangan di balik gua pada bagian belakang ular.
Pria tersebut menemukan Vann berusaha mendekati ular, sebuah senyuman muncul di wajahnya "Anak ini sangat berani, siapa yang berpikir ia mencoba melawan musuh yang lebih kuat darinya. Kalau begitu ayo kita lihat, apakah anak ini hanya mempunyai keberanian atau ada juga kekuatan! Bagaimanapun sebuah keberanian mengambil resiko supaya mendapatkan keuntungan tanpa memiliki kekuatan yang cukup hanya tindakan bodoh".
Seluruh orang di Hutan Jiwa, bahkan di Provinsi Talper pasti tidak akan pernah berpikir bahwa sosok ular yang menjaga bagian depan gua dimana pria mencurigakan itu berada bukanlah monster sepenuhnya melainkan kekuatan unik pria tersebut.
Monster di depan gua selalu berubah-ubah bentuk dan kekuatannya meningkat sesuai lawan yang datang, semakin kuat lawan maka ular tersebut juga menjadi lebih kuat.
Selama lawannya masih berada di kultivator tingkat menengah bagian awal, lebih tepatnya di bawah tahap Saint, kekuatan ular ini akan selalu meningkat hingga menakuti lawannya.
Sedangkan mereka yang ada di atas Saint, pria mencurigakan itu yakin kekuatan di atas Saint tidak memiliki waktu untuk dihabiskan pada hutan kecil seperti ini.
...----------------...
Vann yang berdiri tepat di depan ular bersiap menarik pedangnya, gerakan Vann sangat berhati-hati agar tidak menarik perhatian ular atau membuatnya terbangun.
Vann langsung merasakan krisis hidup dan mati di bawah tatapan ular tersebut, meskipun Vann tidak tahu apa yang akan terjadi tapi ia percaya terhadap firasat buruknya.
Oleh karena itu, Vann melompat mundur sejauh beberapa meter tanpa ragu.
Tepat di waktu Vann melompat, ular tersebut membuka mulutnya lalu menembakkan cairan beracun.
Untungnya Vann menghindar tepat waktu, jika ia terlambat sedikit, dirinya pasti terkena cairan beracun itu.
"Sssss!".
Suara mendesis terdengar, Vann menatap ke arah pohon-pohon yang terkena racun untuk menemukan mereka mulai meleleh.
Racun ular ini sangat menakutkan, pohon yang sangat besar segera hilang dengan waktu kurang dari sejam akibat racun.
__ADS_1
Van yang selesai mengambil pedangnya kembali bergegas maju menuju ular sebab ia menemukan sesuatu, ular tersebut masih tidak bergerak.
Melihat ular tersebut tetap diam di tempat, Vann tahu apa yang ia pikirkan benar.
Ular tersebut makan terlalu banyak hingga tidak bisa bergerak lagi sampai ia selesai menghilangkan sebagian makanan di perutnya, jadi monster ular hanya bisa menembakkan cairan racun dari mulutnya.
Di bawah kemampuan pengamatan Vann, ia menghindari semua racun tanpa masalah dan muncul di depan kepala ular.
Ia harus membunuh ular ini secepat mungkin, sebelum ia kembali bergerak lagi.
"Stab!".
Vann menusuk pedangnya menuju mata ular, bagian tubuh ular yang lain ditutupi oleh sisik tajam yang membuat Vann sulit memberikan luka fatal.
Oleh karena itu, bagian mata memiliki pertahan terlemah dan mudah memberikan luka fatal yang membuat Vann menargetkan mata monster ular.
"Sssss!".
Ular tersebut mendesis kesakitan, ia bergerak dari kiri ke kanan seperti menabrakkan kepalanya ke tanah supaya Vann lepas dari kepalanya.
Merasakan rasa sakit akibat kepala ular yang menabrakkan dirinya ke tanah, Vann tidak melepaskan pedangnya melainkan berteriak "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1, Gelombang Air"
Tiba-tiba kepala ular tersebut terus membesar, bahkan tubuhnya menjadi lebih besar daripada waktu ia baru selesai makan barusan.
Air berjatuhan dari tubuh ular itu, namun tubuhnya masih terus membesar oleh air hingga suara ledakan besar terdengar.
"Booooom!".
Tubuh monster ular meledak dengan keras, ada banyak sekali bagian tubuhnya seperti darah dan daging yang menyebar ke seluruh daerah di sekitar, tubuh Vann ikut berwarna merah.
Walaupun ia ditutupi darah, Vann tidak peduli dan hanya tertawa keras, ia benar-benar menang melawan monster yang jauh lebih kuat darinya yaitu tahap Qi Fondation tingkat 1. Siapapun yang mendengar cerita kemenangan Vann ini, mereka pasti sulit untuk mempercayainya sebab perbedaan kekuatan Vann sangat jauh dari monster ular barusan.
__ADS_1