
Hasel yang terus melangkah maju naik ke atas tangga mulai lanjut menjelaskan "Tesnya sama sekali tidak banyak, panitia yang ada disana harus memastikan bahwa kau benar-benar telah mencapai Qi Fondation. Selain itu, kau akan melawan monster asli yang berasal dari pilar. Panitia sudah menyiapkan monster dari pilar yang mempunyai kekuatan Qi Fondation tingkat 1, kau harus mengalahkannya untuk lulus menjadi murid elit".
"Bukankah monster dari pilar memiliki kekuatan lebih kuat daripada manusia di tingkat yang sama?", tanya Vann penasaran.
Vann pernah mendengar mengenai setiap monster memiliki kemampuan unik mereka masing-masing, seperti Minotaur yang mempunyai kulit keras seperti besi dan Elf yang bisa mengendalikan elemen jauh lebih mudah daripada manusia serta ras yang lain.
Karena itu, manusia bukan lawan monster dari pilar di tingkat yang sama. Jadi monster di tahap Qi Fondation tingkat 1 hanya bisa dikalahkan oleh manusia berkekuatan Qi Fondation tingkat 2, itu adalah informasi yang Vann pernah baca di sebuah buku sebelum datang ke Akademi Pedang Kayu.
Hasel menatap Vann sedikit sebelum terus melihat ke depan lagi "Menurutmu apa artinya murid elit? Apakah kau pikir semua orang yang mencapai Qi Fondation akan menjadi murid elit? Kalau begitu biarkan aku memberitahumu jawabannya yaitu tidak, ada banyak Qi Fondation di Akademi Pedang Kayu yang tinggal di pemukiman murid elit, padahal mereka bukan murid elit. Meskipun telah tinggal di tempat yang sama, perlakuan Akademi Pedang Kayu ke murid elit dan murid bukan elit sangat berbeda, sekalipun tingkat kultivasi mereka sama".
"Murid elit memiliki hak khusus yaitu mereka boleh mengambil tugas yang diberikan akademi, selama tugas berhasil diselesaikan maka murid elit akan menerima hadiah berupa sumber daya kultivasi sedangkan mereka juga dihukum apabila tugas gagal dilakukan. Murid elit juga menerima sumber daya Obat Fondation setiap bulannya, Obat Fondation sangat mahal dan berguna bagi kultivator tingkat Qi Fondation sehingga mendapatkan Obat Fondation setiap bulannya sangat berharga. Apakah kau mengerti? Tidak semua orang yang mencapai Qi Fondation dianggap sebagai murid elit".
"Aku akan memberimu contoh, di antara 1000 orang yang berhasil mencapai Qi Fondation pada Akademi Pedang Kayu, maka paling banyak sekitar 20 sampai 50 orang yang mampu menjadi murid elit. Saat ini daftar murid elit di Akademi Pedang Kayu kurang dari 500 orang, semuanya dianggap sebagai bakat berharga oleh pihak akademi".
Mata Vann bersinar, ia sebelumnya berpikir murid elit hanya gelar lebih lanjut dari murid normal, tidak ada perlakuan khusus yang mereka dapatkan. Namun Vann tahu ia salah, murid elit benar-benar diberikan perlakuan berbeda oleh pihak akademi dibandingkan para murid normal.
Mungkin bisa dikatakan para murid elit merupakan harapan akademi untuk menjadi kultivator hebat di masa depan, bagaimanapun murid elit adalah bakat terbaik di antara semua murid Akademi Pedang Kayu.
__ADS_1
Lalu alasan mengenai kenapa harus menjadi Qi Fondation dulu sebelum boleh mengikuti tes murid elit, itu merupakan persyaratan awal. Lagipula murid yang tidak mampu mencapai Qi Fondation membuktikan bahwa mereka tidak cocok menjadi murid elit.
"Kita sampai", kata Hasel yang selalu berjalan di depan Vann dari tadi.
Vann yang terus memikirkan mengenai murid elit kembali sadar, ia mengangkat kepalanya untuk menemukan sebuah rumah kayu yang cukup luas di depannya.
Rumah kayu ini luas tapi tidak berbentuk mewah seperti sebuah villa, melainkan rumah di depan Vann lebih mirip seperti sebuah tempat pelatihan beladiri.
Hasel langsung melangkah maju tanpa memperdulikan tatapan penasaran Vann, ia membuka pintu kayu yang tertutup sambil berteriak "Gostaf, apakah kau ada disini?".
Pria tua ini berambut putih pendek serta wajahnya terlihat berusia sekitar 70 tahun, tingginya sekitar 2 meter yang membuat Hasel di depannya kalah tinggi daripada pria tua ini.
Hasel menatap pria tua itu, lalu ia menunjuk ke Vann "Aku tidak mungkin datang untuk menemui mu, Gostaf. Aku memang tidak mempunyai murid khusus lagi, namun aku membawamu seorang murid yang mencoba mengikuti tes murid elit. Vann, Gostaf merupakan guru yang ditunjuk akademi sebagai panitia pemilihan murid elit. Meskipun ia jarang menunjukkan dirinya ke guru dan murid lain pada akademi, tapi kekuatannya tidak lebih lemah daripada aku ataupun Githa. Tidak, kekuatan Gostaf mungkin di atas kami".
Vann segera membungkuk "Guru Gostaf, aku adalah Vann Thorne! Aku baru mencapai Qi Fondation dan berencana mengikuti tes murid elit".
"Vann Thorne? Kenapa sepertinya aku pernah mendengar nama ini?", kata Gostaf sambil berpikir.
__ADS_1
Hasel menghela nafas terhadap Gostaf "Aku sudah mengatakan kepadamu agar tidak terlalu sering diam di rumah untuk berlatih, sekali-kali kau harus pergi mengikuti berita terbaru yang sedang terjadi di sekitarmu. Vann merupakan pemenang pertandingan bulanan tingkat Qi Gathering, ia yang dikenal sebagai anak tanpa bakat namun berhasil mengubah pandangan semua orang mengenai anak tanpa bakat sekalipun dapat meraih keberhasilan".
"Aku ingat! Ternyata Vann sang Naga Air, aku mendengarnya ketika mendatangi pemakaman Pemimpin Zerten kemarin. Bukankah Vann berhasil memenangkan pertandingan bulanan? aku rasa ia tidak perlu di tes lagi bukan? Bakatnya tidak perlu diragukan lagi", kata Gostaf menolak.
Hasel menggelengkan kepalanya "Tidak boleh seperti itu, pertandingan bulanan adalah pertandingan bulanan, bukan tes murid elit! Kau tidak bisa menyamakan mereka, ini bertujuan agar semua murid lain merasa Vann menjadi murid elit dengan cara yang benar-benar adil".
Hasel dan Gostaf saling menatap selama beberapa saat sebelum akhirnya Gostaf menghela nafas "Baiklah, aku kalah! Hasel, kau tetap keras kepala seperti dulu, sama sekali tidak berubah. Ayo pergi ke ruang pelatihan milikku, kita harus menguji kekuatan anak ini dulu sebelum membiarkannya melawan monster yang telah aku siapkan".
3 orang itu berjalan menuju rumah pelatihan Gostaf, sama sekali tidak ada sesuatu yang unik dari rumah tersebut dan terlihat seperti rumah pelatihan normal.
Vann dan Hasel diberitahu supaya menunggu di ruang tamu, sedangkan Gostaf pergi ke ruang belakang untuk mengambil alat tes kekuatan.
Beberapa menit kemudian, Gostaf kembali sambil membawa sebuah bola kristal di tangannya yang mirip dengan kristal pengukur bakat.
"Jatuhkan darahmu ke bola kristal, nanti bakat dan kekuatan milikmu akan ditunjukkan di bola kristal", kata Gostaf menjelaskan.
Vann mengangguk, ia membuat luka goresan kecil di jarinya sehingga setetes darah segera jatuh ke bola kristal.
__ADS_1