9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 54 : API EMAS


__ADS_3

"Kenapa aku ada disini?", kata Kaisar Api Emas dengan senyum mengejek "Tentunya untuk membersihkan pengkhianat sepertimu! Aku tidak tahu apakah kau monster bayangan yang menyamar sebagai manusia atau kau memang manusia yang bersifat seperti monster, tapi sebuah hal yang pasti! Sebagai seorang Kaisar, sudah tugasku untuk menangkap orang sepertimu!".


Melihat bahwa lawannya adalah Kaisar Api Emas, Zerten tahu ia tidak mungkin menang.


Oleh karena itu, Zerten berbalik dan mencoba melarikan diri.


Sebenarnya ia membuat para murid Qi Gathering terbunuh bukan sebab ia bekerja sama dengan monster, melainkan Zerten hanya berusaha mendapatkan Teknik Pedang 5 Elemen yang asli.


Belum lagi Zerten berpikir paling banyak ia hanya akan dihukum kehilangan beberapa bulan gaji akibat tindakannya, lagipula ia hanya menghilangkan hidup orang-orang Qi Gathering yang terlemah.


Tetapi Zerten tidak pernah berpikir aliansi akan mengirim sosok Kaisar secara langsung untuk menangkapnya, jika ia mengetahui masalah tersebut, Zerten pasti tidak berani mencoba mengirim murid-murid ini ke Hutan Jiwa.


Melihat Zerten yang mencoba melarikan diri, senyum mengejek di wajah Kaisar Api Emas menjadi semakin kuat "Apakah kau bodoh? Bagaimanapun mungkin sosok yang hanya berada di tahap Nascent Soul dapat melarikan diri dari Kaisar Martial?".


Di depan mata semua orang, tubuh Kaisar Api Emas benar-benar berubah menjadi api emas lalu terbang menuju Zerten.


Sewaktu Zerten baru berbalik untuk melarikan diri, api emas sudah mengepung dirinya.


Zerten mencoba melawan api emas di sekitarnya, namun api emas kembali membentuk Kaisar Api Emas yang berdiri di depan Zerten "Lihat, kau tidak mempunyai kesempatan apapun untuk melarikan diri".


Tanpa menunggu Zerten bersiap, Kaisar Api Emas memukul perut Zerten dengan tangan yang dilapisi oleh api emas.


"Brak!".


Zerten memuntahkan seteguk darah akibat pukulan tersebut lalu mendarat dengan keras di tanah, akhirnya sosok roda yang mempunyai 5 elemen berdiri di udara sebelum kembali menghilang, lebih tepatnya kembali ke tubuh Zerten.

__ADS_1


Roda barusan merupakan roh milik Zerten, roda 5 elemen yang mampu menghilang serta menyerang menggunakan 5 elemen ataupun membantu pemiliknya.


Karena mempunyai roh unik seperti ini, Zerten sangat cocok sebagai pengguna Teknik Pedang 5 Elemen dimana penggunanya harus belajar mengendalikan 5 elemen. Dengan bantuan roh miliknya, Zerten bisa mengendalikan 5 elemen lebih cepat.


Kaisar Api Emas membawa Zerten yang telah jatuh ke tanah, ia belum mati tapi kehilangan kesadarannya.


Setelah membawa Zerten, ia berjalan menuju Hasel dan yang lainnya "Aku akan membawa kembali kepala akademi kalian menuju markas, tidak peduli apakah ia bekerja sama dengan iblis atau tidak, semua tindakan yang ia lakukan pasti dijatuhi hukuman. Jadi kepala akademi baru mungkin datang dari aliansi, kalian harus menunggu sampai waktu itu tiba".


"Aku harus pergi sekarang, masih ada banyak pertanyaan yang harus ditanyakan kepada pengkhianat ini, terutama memastikan apakah ia merupakan manusia atau monster bayangan yang ahli menyamar".


"Bagaimana pertandingan bulanannya? Apakah harus dihentikan?", tanya Hasel.


"Kenapa harus dihentikan? biarkan pertandingan tetap berlanjut, namun kali ini kau adalah orang yang memimpin sehingga tidak akan lagi jatuh korban lain di antara para murid", kata Kaisar Api Emas yang menepuk pundak Hasel.


Tidak menunggu jawaban Hasel dan yang lainnya, Kaisar Api Emas pergi dari tempat itu sambil membawa Zerten ditangannya.


Bagi orang lain, gerakan pertarungan antara Zerten dan Kaisar Api Emas hebat, namun mereka tidak mendapatkan manfaat apapun.


Tetapi Vann berbeda, dari pertarungan barusan ia mempelajari banyak sekali pemahaman baru tentang pedang ataupun kekuatan unik seperti yang digunakan Kaisar Api Emas.


Meskipun dengan kekuatan Vann sekarang ia tidak mampu menggunakannya, namun setidaknya Vann dapat mengembangkan beberapa kekuatannya yang lain.


Terutama Teknik Pedang 5 Elemen, melihat Teknik Pedang 5 Elemen yang dipakai Zerten barusan, Vann merasa tekniknya juga bergabung lebih kuat lagi akibat mempelajari kesalahan yang ia lakukan sebelumnya dari gerakan Zerten.


Waktu Kaisar Api Emas membawa Zerten pergi, semua orang kembali sadar.

__ADS_1


Hasel menatap ke arah Githa sambil berkata "Sekarang kau tidak akan mencoba menghentikan ku lagi bukan?".


Githa tentunya tahu Hasel marah kepada dirinya akibat mencoba menghentikannya tadi ketika akan ke Hutan Jiwa, jadi Githa hanya menggelengkan kepalanya tidak peduli "Guru Hasel, aku telah mengatakan sebelumnya bahwa kau salah paham. Aku menghentikan mu sebab tugas yang diberikan kepala akademi lebih penting daripada perkataan mu, tapi sekarang Kaisar Api Emas yang mempunyai jabatan di atas kepala akademi memutuskan kau adalah pemimpin akademi dan pertandingan bulanan sampai kepala akademi baru ditunjuk oleh aliansi, karena semua itu bagaimana mungkin aku tetap menolak keputusan Kaisar?".


Hasel mengangguk, tidak ada gunanya lagi mempermasalahkan kejadian barusan yang membuat Hasel kembali mengamati 30 peserta yang masih hidup dari 1000 orang "Pertandingan kali ini selesai, kalian diberikan waktu istirahat 2 hari sebelum pertarungan terakhir dilakukan yaitu pertarungan 1 lawan 1 untuk menentukan 10 peserta terkuat. Kalian semua boleh kembali ke kota, jangan lupa datang ke arena pertandingan di Akademi Pedang Kayu 2 hari kemudian".


"Katra, Lavein dan Githa, kalian tidak boleh kembali dulu. Kita akan pergi ke Hutan Jiwa dan membawa kembali semua mayat para murid yang bisa dibawa, apabila mayatnya telah hancur maka tidak perlu membawanya".


Katra, Lavein dan Githa saling melihat sebelum setuju "Baik, ketua".


Sosok 4 orang tersebut bergegas menuju hutan.


Setelah perginya 4 panitia, beberapa peserta yang bertahan hidup memutuskan untuk kembali dan melaporkan kejadian hari ini kepada kekuatan di belakang mereka masing-masing.


Bagaimanapun Kepala Akademi Pedang Kayu baru ditangkap oleh Kaisar, meskipun mereka tidak boleh menghancurkan Akademi Pedang Kayu di bawah pengawasan Aliansi Pelindung Manusia, pasti Akademi Pedang Kayu akan melemah akibat kehilangan kepala akademi atau hancur dengan sendirinya.


Karena itu, mereka kembali dan melaporkan kejadian ini agar pemimpin akademi, sekte atau keluarga Yun mereka dapat bersiap-siap mengambil keuntungan dari melemahnya Akademi Pedang Kayu.


Vann sama sekali tidak peduli pikiran orang itu, ia hanya mengamati para peserta yang masih bertahan hidup untuk menemukan keberadaan Tude yang berdiri di antara orang-orang.


Tude mungkin yang terlemah di antara Qi Gathering tingkat 9 yang lain, namun keberuntungannya sangat bagus, ia benar-benar dapat kembali dari Hutan Jiwa hidup-hidup.


Tude sepertinya juga merasakan tatapan Vann, ia berbalik ke arah Vann sebelum wajahnya menjadi suram, kenapa anak ini sangat beruntung hingga kembali hidup-hidup sedangkan 4 rekannya mati? Tude yang sangat marah akibat kehilangan 4 rekannya memutuskan untuk menjatuhkan kemarahannya dengan cara mengalahkan Vann di pertandingan berikutnya, apalagi ia membenci Vann sebab banyak orang menganggapnya sebagai murid berbakat dari Akademi Pedang Kayu.


Melangkah maju ke depan Vann, Tude tersenyum mengejek "Nak, sepertinya kau cukup beruntung sebab kembali hidup-hidup dari Hutan Kematian, tapi sebentar lagi keberuntungan akan habis di pertandingan berikutnya! Aku akan mengalahkan mu sampai-sampai tidak berani berkultivasi lagi".

__ADS_1


Sebuah senyum dingin juga muncul di wajah Vann "Bukankah kau terlalu percaya diri? Pemenangnya belum ditentukan, 2 hari lagi kita baru akan melihat siapa sebenarnya yang lebih kuat!".


__ADS_2