
Ketika sedang berjalan menuju gedung pengajaran akademi, Vann menemukan seorang wanita yang berusia sekitar 30 tahun ikut berjalan ke arah gedung tersebut.
Wanita ini memiliki rambut kuning pendek serta aura yang cukup kuat di sekitarnya. Berdasarkan pakaian wanita tersebut, Vann tahu wanita ini merupakan kultivator.
Di Akademi Pedang Kayu, setiap orang mendapatkan token yang diletakkan pada pakaian mereka. Token berwarna putih menunjukkan mereka sebagai murid normal, token berwarna merah adalah murid elit, token berwarna hitam itu milik guru, lalu token terakhir berwarna emas yang merupakan milik kepala sekolah. Sedangkan mereka yang menjadi tukang bersih-bersih dan bukan murid, tidak ada token apapun bagi mereka.
Wanita yang kebetulan berjalan ke gedung pengajaran ini memiliki token hitam yang berarti ia merupakan seorang guru.
Nampaknya wanita itu juga menyadari keberadaan mereka sehingga ia melambaikan tangannya sambil tersenyum ramah "Foltra, apakah kau akan berangkat kerja?".
Melihat lambaian tangan wanita itu, Foltra tersenyum lebar yang menunjukkan ia sangat senang "Guru Githa, aku memang akan pergi bekerja dengan anak baru yang di bawa Guru Hasel, terima kasih atas perhatian anda".
Guru wanita bernama Githa itu masih memiliki wajah yang cantik meskipun ia berusia 30 tahun, oleh karena itu Foltra sangat bersemangat bisa disapa dirinya. Apalagi Foltra hanya seorang tukang bersih-bersih yang diperlakukan dengan dingin oleh orang-orang di akademi, ia sangat senang seorang guru yang cantik memperlakukannya sangat ramah.
"Kalau begitu kau harus semangat-- Gawat, aku sudah terlambat! Aku akan pergi dulu! Anak baru, kita akan berkenalan jika bertemu lagi nanti", kata Githa yang ikut melambaikan tangannya kepada Vann dan sosoknya bergerak cepat menuju kelas.
Foltra yang masih menatap ke arah tempat kepergian Githa seperti orang bodoh menjelaskan kepada Vann "Wanita cantik barusan adalah Guru Githa yang dianggap sebagai wanita paling cantik di seluruh Akademi Pedang Kayu, ada ratusan pria yang mengejarnya baik itu guru ataupun murid. Vann, kau harus ingat baik-baik bahwa Guru Githa berbeda dari Guru Hasel. Ia memiliki sikap yang ramah bahkan kepada orang tanpa bakat seperti kita, jadi kau bisa membicarakan masalah apapun kepadanya jika kau mengalami masalah berat".
Vann hanya mengangguk terhadap perkataan Foltra tapi tidak mendengarkan sarannya, lebih tepatnya Vann merasa curiga kepada Githa.
__ADS_1
Walaupun Githa sangat ramah yang jauh berbeda dari Hasel, Vann selalu merasa ada sesuatu yang buruk padanya.
Sedangkan Hasel yang sangat dingin, Vann merasa ia bisa dekat dengan Hasel, lebih tepatnya Vann merasa Hasel adalah orang yang baik.
Apabila orang-orang di Akademi Pedang Kayu mendengar pikiran Vann, mereka mungkin berpikir Vann sudah gila. Hasel yang dingin dan kejam dianggap baik, tapi Githa yang ramah dan selalu tersenyum dianggap jahat. Apabila Vann tidak gila, mereka tidak mengerti lagi kenapa Vann berpikir seperti itu.
20 menit kemudian, Vann bersama Foltra tiba di depan gedung akademi yang memiliki sekitar 7 lantai dan berukuran sangat luas. Bahkan menurut Foltra, ada lebih dari 10 kelas di setiap lantai yang berarti mereka harus membersihkan 70 kelas. Belum lagi masih ada sekitar 4 kantin, perpustakaan serta kamar mandi, nampaknya ada banyak sekali ruangan yang harus dibersihkan disini.
Foltra menunjuk ke arah gedung pengajaran di depannya sebelum menjelaskan "Di antara semua kelas yang ada, terdapat beberapa kelas khusus seperti kelas alkemis yang membuat obat serta ruang pelatihan dimana para murid bisa mempelajari serta mencoba teknik bertarung yang mereka pelajari. Kita akan membagi tugas sekarang, aku akan membersihkan kantin, kamar mandi, perpustakaan dan ruang latihan sedangkan kau hanya perlu membersihkan kelas yang lain. Aku pasti membantumu saat pekerjaan ku sudah selesai, lalu kau harus mengingat ini baik-baik, jangan datang ke ruang kelas kecuali kelas sudah selesai, kau hanya boleh membersihkan bagian depan kelas selama guru disana masih mengajar, apakah kau mengerti?".
"Aku mengerti!", kata Vann mengangguk, sebagai anak baru disini maka ia hanya bisa mengikuti perkataan seniornya.
Tetapi tanpa diketahui Vann, Foltra diam-diam tersenyum licik.
Sebenarnya hampir semua tempat yang bagus, Foltra mengambilnya untuk dibersihkan. Lalu ia memberikan tempat yang tidak berguna serta hanya membuang-buang tenaga untuk membersihkan kepada Vann.
Jika ia membersihkan kantin, ada kemungkinan koki disana memberinya makan sebagai bentuk penyemangat. Ia bisa menghabiskan waktu membaca buku di perpustakaan sambil membersihkan, ada banyak pengetahuan kultivator yang ia bisa pelajari di perpustakaan. Walaupun ia bukan kultivator, tidak ada salahnya belajar sekarang sebab dirinya di masa depan mungkin menjadi kultivator.
Ia membersihkan kamar mandi hanya untuk pria, kamar mandi wanita dilakukan oleh pembersih wanita. Lagipula pembersih wanita dan pria tinggal di tempat yang berbeda, jadi Vann belum tahu.
__ADS_1
Alasan Foltra memilih kamar mandi, ia bisa membersihkannya sekalian buang air kecil.
Setelah itu membersihkan ruang latihan, Foltra bisa mempelajari teknik bertarung yang digunakan murid-murid disana. Setelah ia menjadi kultivator, ia sudah mempelajari dan melihat semua teknik-teknik itu.
Kenapa Foltra tidak membersihkan kelas yang memiliki kesempatan mendengarkan penjelasan guru? Jawabannya karena tidak ada kesempatan. Setiap guru yang mulai mengajar umumnya menutup pintu mereka, kelas yang ada di gedung pengajaran ini memiliki fungsi menahan suara sehingga mereka yang berada di depan kelas sama sekali tidak bisa mendengarkan penjelasan guru yang ada di kelas selama pintu tertutup. Oleh karena itu, tidak ada gunanya membersihkan bagian depan gelas.
Untuk ruang alkimia, itu lebih tidak ada gunanya lagi sebab mereka yang bukan kultivator tidak bisa membuat obat yang membutuhkan energi kultivasi untuk membuat api yang membakar tungku ketika proses membuat obat.
Karena alasan ini, ia memberikan tugas yang paling tidak berguna serta hanya membuang-buang waktu kepada Vann.
Namun Vann tidak tahu dirinya sudah ditipu, ia mengamati peta yang ada di gedung untuk mengetahui area mana yang perlu ia bersihkan sebelum mulai bergerak.
Seperti yang dipikirkan Foltra, selama Vann membersihkan lantai 1 maka ia tidak menemukan kelas yang membuka pintunya. Semua pintu kelas tertutup sehingga Vann tidak bisa mendengar penjelasan di kelas, ia menghabiskan waktu 30 menit di lantai 1 sebelum naik ke lantai 2.
Pada awalnya Vann masih berharap di antara 70 kelas, ada paling tidak 1 kelas yang terbuka sehingga ia bisa mendengarkan pelajaran disana.
Tetapi setelah naik ke lantai 7 dan menghabiskan waktu 30 menit untuk membersihkan setiap lantai, Vann putus asa sebab ia tidak menemukan kelas manapun yang membuka pintunya.
Vann membersihkan lantai 7 yang merupakan lantai terakhir, setelah ini ia bisa makan siang sebelum mulai membersihkan lantai 1 lagi sampai malam.
__ADS_1
Setelah membuang waktu selama kurang lebih 3 jam dengan tidak berguna kecuali merasa lelah, mungkin hanya makan siang yang bisa membuat Vann senang.