9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 134 : 3 ARENA


__ADS_3

Bersamaan dengan keputusan guru topeng perak, suara teriakan dan tepuk tangan bergema di seluruh arena. Lagi-lagi semua orang dikejutkan oleh legenda Vann, sekarang Vann layaknya sebuah bintang yang terbang ke langit sangat cepat di mata semua orang.


Bahkan Tarion yang berada di peringkat 1 murid elit sekalipun, dulunya tidak berkembang secepat Vann.


Tarion yang berada di kursi penonton menggelengkan kepalanya "Kau lihat Poris? Ini yang menjadi alasan kenapa kau selalu berada di peringkat ke 2 sedangkan aku menjadi yang ke 1! Dari segi pengamatan sekalipun, kau berada jauh di bawahku, kau tidak mampu menilai kekuatan asli seseorang dan hanya menilai dari pertarungan sebentar mereka! Orang yang cerdas tidak akan menunjukkan seluruh kekuatannya di awal, melainkan terus mengulur waktu sebanyak mungkin hingga kesempatan tiba, kau tidak akan mengerti tentang apa yang aku katakan barusan!".


Wajah Poris menjadi merah seperti akan meledak, ia benar-benar marah akibat perkataan Tarion yang mengejeknya. Namun masalahnya Poris tidak dapat menolak perkataan Tarion sebab ia memang salah menilai pertandingan Vann barusan, selain itu ia memang berada di peringkat 2 sedangkan Tarion peringkat 1. Oleh karena itu, Poris cuma dapat menekan kemarahannya.


Di sisi lain, Atrea tertawa kecil yang membuat Poris semakin malu.


Vann turun dari arena dan bergegas menuju tempat duduknya lagi. Tetapi ia menyadari dirinya sekarang berada di peringkat 9 akademi sehingga Vann duduk ke kursi dengan nomor 9.


Beberapa saat kemudian, orang-orang membawa tubuh Gertias untuk diobati. Walaupun Gertias seharusnya tidak terluka berat sebab Vann tidak memakai terlalu banyak kekuatan, bagaimanapun Vann tidak berencana membunuh Gertias, namun Gertias tetap harus diberikan perawatan sebaik mungkin.


Ketika tubuh Gertias dibawa pergi, Kepala Akademi Tardi berdiri yang menarik perhatian semua orang "Aku tidak pernah berpikir pertarungan Festival Puncak akan menjadi menarik seperti ini! Benar-benar pertarungan yang hebat, baik itu murid peringkat 10 dan 9 sama-sama menunjukkan kemampuan terbaik mereka yang tidak kalah dari peringkat di atas mereka sekalipun! Untuk membuat festival semakin menarik, kenapa kita tidak mulai membagi lawannya! Kami dari pihak Akademi Pedang Kayu akan menentukan lawan secara acak, belum lagi tinggal 6 orang yang belum bertarung sehingga setiap orang dapat memiliki lawannya masing-masing. Bagaimana pendapat para guru sekalian?".


Guru-guru saling menatap sebelum mengangguk setuju, mereka telah belajar sejak awal mengenai Tardi yang tidak mendengar pendapat orang lain.


Contoh terbaik yaitu di hari Tardi baru datang ke Akademi Pedang Kayu, ia segera membuat peraturan agar murid saling bertarung. Waktu itu ada banyak guru yang tidak setuju terhadap peraturannya, tapi apa jawaban Tardi.


Ia tidak mendengarkan sedikitpun pendapat guru lain melainkan menunjukkan kekuatannya supaya semua guru setuju, jadi semua orang tahu, lebih baik menyetujui apa yang Tardi putuskan kecuali kekuatan mereka lebih kuat.

__ADS_1


Masalahnya Tardi adalah kultivator tingkat menengah, semua guru di akademi bukan lawannya.


Senyum di wajah Tardi menjadi semakin lebar sewaktu menemukan semua guru telah setuju padanya "Baiklah, kalau begitu ayo kita mulai undiannya untuk menentukan lawan masing-masing peserta!".


Sesuai perkataan Tardi, seorang guru yang merupakan bagian dari 10 bawahannya membuat sebuah kotak dengan 6 kertas yang bertuliskan 3 angka yaitu 1, 2 dan 3.


2 orang yang mendapatkan nomor 1 harus saling bertarung, begitu juga nomor 2 dan 3.


6 peserta melangkah maju saat mereka mendapatkan izin, Vann mengambil nomor di kotak dan menemukan ia menerima nomor 2.


Saat Vann berpikir untuk mencari tahu siapa lawannya, suara Atrea terdengar dari belakang "Nampaknya keberuntungan telah habis, sang Badai Gila!".


Vann berbalik dan menemukan Atrea yang menunjukkan nomornya, ia juga mengambil nomor 2 yang berarti ia menjadi lawan dari Vann di pertarungan berikutnya.


Penonton terdiam beberapa saat sebelum menjadi ribut "Poris melawan Tarion, akhirnya pertarungan 2 orang paling kuat di Akademi Pedang Kayu! Siapa yang akan berpikir mereka bertarung secepat ini!".


"Apakah sosok terkuat Akademi Pedang Kayu akan berubah? Atau Tarion berhasil mempertahankan posisinya sebagai murid paling kuat di akademi? Siapapun pemenangnya, pertarungan mereka pasti sangat menarik!".


"Vann terlalu tidak beruntung, kalau ia bertemu mereka yang berada di peringkat 7 atau 5, ia mungkin masih mempunyai kesempatan menang. Tetapi lawan berikutnya adalah Atrea, terlalu tidak beruntung".


"Berhasil sampai di peringkat 9 murid Akademi Pedang Kayu sudah sangat beruntung! Jangan lupa Vann baru kurang dari 1 tahun di akademi, selama ia berlatih disini selama beberapa tahun lagi, Vann mungkin berhasil duduk di posisi 3 besar".

__ADS_1


Sebagian besar orang yakin Vann akan kalah, bagaimanapun semua orang yang berada di posisi 3 besar Akademi Pedang Kayu mempunyai kekuatan menakutkan.


Arena tempat dimana Vann bertarung melawan Gertias segera diperbaiki, semua retakan dan tanah yang hancur ditutup kembali memakai kekuatan guru topeng perak.


Semenit kemudian, arena langsung pulih tanpa sedikitpun jejak bagian yang hancur lagi.


"Para peserta, silahkan naik ke atas panggung! Puncak dari festival telah tiba, ini waktunya menentukan siapa yang merupakan murid terkuat Akademi Pedang Kayu!", teriak guru topeng perak.


Semua, 6 peserta naik ke atas panggung membawa senjata mereka sendiri.


Vann naik menuju panggung melalui tangga seperti orang normal lainnya, sedangkan Atrea berubah menjadi puluhan burung lagi yang bergegas menuju panggung sebelum sosoknya muncul disana.


"Poris, menyerah! Kau tidak memiliki kesempatan menang dariku!", kata Tarion percaya diri.


"Kita tidak tahu sebelum mencoba! Selain itu, aku pasti menang kali ini sebab aku telah menyiapkan senjata rahasia untuk mengalahkan mu!", kata Poris yang tidak kalah percaya dirinya.


Di arena lain tempat dimana Atrea dan Vann berada, Atrea terlihat tidak peduli pada Vann "Jangan khawatir, aku tidak akan bersikap kejam kepada juniorku, aku pasti menyelesaikan pertarungan secepat mungkin dan memastikan supaya kau tidak terluka berat!".


"Nampaknya kau terlalu percaya diri, namun aku sarankan kau harus berhati-hati sebab jika kau terlalu meremehkan musuh mu, kau mungkin kalah tanpa menyadarinya", kata Vann menyiapkan senjatanya.


Kali ini bukan hanya guru topeng perak yang menjadi penengah melainkan ada 2 guru lainnya.

__ADS_1


Tardi berdiri dari kursinya sebelum berteriak ketika pertandingan telah siap di mulai "Sebagai Kepala Akademi Pedang Kayu yang sekarang, aku menyatakan bahwa pertarungan di mulai!".


__ADS_2