
"Siapa?", tanya Vann berdiri penuh rasa terkejut.
Vann tidak keberatan bekerja keras selama bertahun-tahun dengan keyakinan bahwa ia bisa menjadi kultivator suatu hari nanti, tapi apabila ada jalan yang lebih cepat maka Vann tidak akan menolak.
Bagaimanapun seiring waktu, baik itu usia Vann ataupun Luna pasti bertambah. Oleh karena itu, jika Vann terlalu lama hanya agar bisa melewati tes, Luna mungkin sudah bersama pria lain saat itu.
Melihat Vann yang bersemangat, ibunya juga tidak membuang lebih banyak waktu "Ayahmu, aku yakin pria itu bisa membantumu bergabung ke akademi kultivator tanpa masalah".
"Ayah?", kata Vann sedikit tidak percaya "Apakah ayah sebenarnya seorang kultivator yang tersembunyi?".
"Hahahahaha", mendengar perkataan Vann, ibunya tertawa keras "Bukan, bukan, kau salah paham! Ayahmu tidak bisa membuatmu bergabung menjadi kultivator, namun teman ayahmu bisa. Aku tidak tahu bagaimana ayahmu bisa mengenalnya, tapi beberapa tahun yang lalu ketika kami belum berpisah. Tiba-tiba ada banyak teman ayahmu yang datang ke rumah, padahal aku tidak mengenal seorangpun di antara para tamu".
"Aku yang curiga kebetulan mendengar percakapan mereka sedikit, nampaknya ayahmu kenal dengan sosok bernama Kaisar Milenium. Aku tidak tahu siapa Kaisar Milenium ini, tetapi mereka yang bisa mendapatkan julukan Kaisar bukan orang yang bisa diremehkan. Bukan hanya itu, teman-temannya yang lain pada hari itu pasti tidak kalah penting dari Kaisar Milenium ini", kata ibu Vann menjelaskan masa lalunya sedikit.
"Kaisar Milenium?", kata Vann penuh rasa penasaran, ia pernah mendengar nama ini dari Kaisar Api Emas dan Kaisar Tumbuhan, namun Vann tidak bisa menemukan jejak Kaisar Milenium di setiap buku sejarah kultivator. Bahkan di antara 15 Kaisar, tidak ada seorangpun yang bernama ataupun memiliki gelar Kaisar Milenium. Hal ini membuat Vann berpikir Kaisar Milenium mungkin hanya sebuah julukan dan bukan Kaisar yang sebenarnya, tapi siapa yang berpikir ibunya akan menyebut Kaisar Milenium juga hari ini "Ibu, bagaimana wajah Kaisar Milenium? Kenapa aku tidak pernah mendengar namanya di buku sejarah manapun mengenai para kultivator?".
"Vann, walaupun aku bukan kultivator dan hanya seorang pebisnis, aku masih mengerti beberapa rahasia", kata Ibu Vann tersenyum lembut "Kau adalah anakku sehingga aku tidak keberatan memberitahumu informasi yang kebetulan aku dapatkan dari rekan kerjaku yang sekarang sudah menjadi kultivator yang sedikit terkenal. Orang-orang umumnya hanya mengetahui ada 15 Kaisar di dunia, tapi sebenarnya pada Kaisar lebih banyak dari itu".
"Beberapa Kaisar lainnya disembunyikan para pemegang tahta supaya bisa menjadi senjata rahasia mereka apabila terjadi keadaan buruk, jadi tidak aneh apabila setiap pemegang tahta memiliki 1 atau 2 Kaisar yang mereka rahasiakan. Karena alasan ini, Kaisar Milenium kemungkinan besar merupakan seorang Kaisar yang dirahasiakan oleh pemegang tahta sebagai senjata tersembunyi. Sedangkan wajah Kaisar Milenium, aku lupa! Sepertinya mereka semua menghapus ingatanku tentang wajah mereka sebelum pergi, aku hanya mengingat kejadian itu tanpa mengetahui wajah mereka lagi".
Vann tidak bisa untuk tidak menjadi semakin tertarik "Kenapa ayah bisa mengenal orang-orang hebat seperti itu?".
__ADS_1
"Ayahmu beruntung! Suatu hari ayahmu menemukan orang yang terluka berbaring di pinggir jalan, ia memutuskan membawanya ke rumah lalu menyembuhkan orang tersebut. Siapa yang tahu orang yang disembuhkan ayahmu adalah sosok Kaisar di masa depan, meskipun waktu itu ia belum menjadi Kaisar. Orang itu terluka akibat dikejar monster, jika ayahmu tidak memberinya perawatan tepat waktu, ia pasti mati. Jadi orang itu merasa sangat berterima kasih, bahkan orang itu mengenalkan banyak temannya kepada ayahmu yang sekarang sudah menjadi kultivator hebat juga, aku kebetulan mengetahui ini karena pernah mendengar cerita mereka ketika datang ke rumah kita dulu", kata Ibu Vann menjelaskan.
"Ayah benar-benar beruntung!", kata Vann sambil menghela nafas. Seberapa banyak orang yang membantu orang lain di pinggir jalan serta hampir mati, tapi ternyata orang yang dibantu tersebut menjadi Kaisar di masa depan.
Vann kembali duduk sebelum menggelengkan kepalanya dengan senyum pahit "Walaupun ayah bisa membantuku, ia pasti menolak. Bagaimanapun ayah tidak setuju aku menjadi kultivator, sepertinya aku hanya bisa berlatih sampai ada Kaisar yang mengakui latihan ku".
Ibu Vann berdiri dari kursinya, mereka siap-siap pergi dari tempat ini sebab mereka sudah selesai makan siang.
Saat akan berpisah di depan tempat makan, Ibu Vann berbicara lagi "Kau mungkin benar, ayah mu tidak setuju jika kau menjadi kultivator. Tapi aku tahu sangat jelas sifat ayahmu dulu, ia sangat melindungi dirimu. Alasannya melarang mu menjadi kultivator juga untuk melindungi mu, jadi kau hanya perlu terus bekerja keras. Selama ayahmu melihat kau tidak pernah menyerah, aku yakin sifat keras kepalanya juga ikut berubah. Sampai bertemu lagi, Vann".
Vann menatap ibunya yang pergi dengan hati-hati lalu membungkuk "Terima kasih, ibu".
Melihat sikap terima kasih Vann, ibunya yang baru membuka pintu mobil terkejut.
Lalu Ibu Vann pergi memakai mobilnya sedangkan Vann berjalan kaki kembali ke rumah.
Ibunya sudah mengajak Vann supaya ia dibawa kembali ke rumah memakai mobil, tapi Vann menolak sebab ia masih harus pergi ke rumah bela diri untuk berlatih lagi hari ini.
Apa yang dikatakan ibunya benar, ia hanya perlu berlatih keras sampai ayahnya mengakui tekad yang ia miliki.
Meskipun ayahnya tidak pernah mengakuinya sebagai kultivator, suatu hari nanti seorang Kaisar mungkin mengakui kerja kerasnya dan memutuskan menerima Vann.
__ADS_1
Memikirkan semua hal tersebut, Vann lebih menentukan tekadnya bahwa ia harus bekerja keras sekuat mungkin.
...----------------...
Sekitar 4 bulan lagi sudah berlalu, tes kultivator berikutnya menjadi lebih dekat.
Seperti hari-hari sebelumnya, Vann kembali berlatih mengayunkan pedangnya di lapangan rumah.
Sekarang Vann sudah melewati ujian kelulusan dari sekolahnya, oleh karena itu ia memiliki liburan panjang untuk berlatih.
Berbeda dari 4 bulan yang lalu, gerakan Vann sekarang menjadi semakin tajam.
Bahkan otot-otot di tubuhnya menjadi lebih kuat, terlihat seperti perunggu.
Tanpa henti, Vann terus mengayunkan pedangnya hingga hari menjadi gelap.
Menyadari waktunya makan malam, Vann meletakkan kembali pedangnya ke samping dan kembali ke rumah.
Ayah Vann yang bersembunyi di kamarnya sambil menonton Vann berlatih setiap hari merasa sakit kepala.
Pada awalnya ia berpikir Vann pasti menyerah setelah berlatih tanpa hasil, tapi siapa yang berpikir Vann akan menjadi lebih gila.
__ADS_1
Saat ia sudah selesai mempelajari teknik berperang di rumah bela diri tempat ia belajar, Vann memutuskan belajar teknik tinju, tendangan serta memakai senjata lain.
Hal ini membuat ayah Vann merasa kebingungan, kenapa anak ini sangat keras kepala?