
Vann yang tidur sedikit terlambat kemarin malam harus bangun pagi-pagi sekali, bagaimanapun Vann sama sekali belum berhasil mengalahkan monster sejak kemarin.
Padahal kemarin Vann berencana langsung mengumpulkan token sebanyak mungkin dari monster yang ia bunuh, tapi siapa yang berpikir Vann tidak mengalahkan monster apapun melainkan mendapatkan Teknik Pedang 5 Elemen yang asli.
Oleh karena itu, ia harus mengumpulkan token dari monster sekarang sebab malam ini adalah waktu terakhir pertandingan.
Siapapun yang berhasil mendapatkan token paling banyak di posisi 100 besar, mereka bisa melanjutkan ke pertandingan berikutnya sedangkan mereka yang berada di bawah peringkat 100, mereka akan dianggap gagal.
Vann tidak dapat melewatkan pertandingan tahunan ini sebab mereka yang berada di posisi 10 besar akan diberikan hadiah gabungan dari 4 kekuatan besar Provinsi Talper, walaupun pertandingan bulanan akan di mulai setiap bulan, namun selama Vann menang lebih cepat maka berarti peningkatan kekuatannya juga semakin kuat.
Tanpa ragu lagi, Vann melompat menuju pepohonan di hutan dan mulai mencari monster untuk dilawan.
...----------------...
"Githa, maksudmu aku tidak boleh bergerak menuju Huta Jiwa?", tanya Hasel kepada Githa yang berdiri di depannya bersama 2 panitia yang lain.
Sebenarnya Hasel dari awal bergerak diam-diam menuju Hutan Jiwa, tapi siapa yang berpikir Githa mempunyai pendengaran dan penglihatan yang tajam hingga mampu mengenali gerakan Hasel.
Mendengar perkataan Hasel, Githa menjawab tanpa rasa takut "Kecuali kau membawa izin dari kepala akademi atau kepala 3 kekuatan besar yang lain, aku tidak akan mengizinkanmu menganggu jalannya pertandingan bulanan!".
"Apakah kalian gila? Kalian tidak melakukan apapun setelah melihat ratusan murid mati di hutan? Jangan lupa, mereka semua adalah manusia seperti kita! Di Hutan Jiwa, ada beberapa monster aneh yang bahkan kita tidak dapat melawannya secara sembarangan atau kita akan kehilangan hidup kita, bagaimana mungkin murid-murid Qi Gathering mengalahkan monster tersebut? Mereka merupakan masa depan dunia kultivator untuk melawan iblis, apabila bakat-bakat muda tersebut mati disini maka apa yang terjadi di masa depan? Tindakan kalian kali ini, Aliansi Pelindung Manusia pasti tidak akan membiarkan kalian pergi! Kemungkinan besar, mereka akan menjatuhkan kalian hukuman yang berat", teriak Hasel marah, bagaimanapun para pemegang tahta dan kaisar membuat peraturan yang sangat tegas yaitu para kultivator tidak boleh saling membunuh.
Peraturan itu menyebabkan banyak akademi tidak berani memberikan tes yang berat kepada para muridnya, apalagi hingga ratusan orang yang mati.
__ADS_1
Kecuali melawan monster, para kultivator hampir tidak pernah mati secara sembarangan seperti dibunuh manusia lain atau tes yang diberikan akademi.
2 panitia dibelakang Githa menjadi ragu akibat perkataan Hasel, lagipula mereka merasa tindakan yang dilakukan pada tes kali ini salah.
Tetapi Githa yang berada di posisi paling depan masih menggelengkan kepalanya "Aku tidak peduli, semua kesalahan ada di tangan kepala akademi jika Aliansi Pelindung Manusia menyalahkan tes ini. Sedangkan kami sebagai panitia, kami hanya melakukan tindakan sesuai yang dikatakan kepala akademi. Jangan lupa, sebagai guru akademi maka seharusnya kita mendengarkan tugas yang diberikan kepala akademi".
"Kau--", Hasel dari dulu selalu merasa sikap Githa sangat aneh.
Meskipun Githa selalu terlihat ramah kepada semua orang, Hasel merasakan sebaliknya. Setiap kali berbicara dengan Githa, ia tidak merasa seperti berbicara bersama manusia melainkan ia sedang berbicara dengan robot sebab Githa dapat menjadi sangat dingin dan tidak peduli terhadap hidup ratusan orang, berbanding terbalik dari sikap ramah yang sering ia tunjukkan waktu mengajar.
Menarik nafas, Hasel siap menarik pedangnya dan melawan Githa bersama 2 panitia yang lain supaya mampu membuka jalan ke Hutan Jiwa.
Githa tentunya melihat gerakan Hasel sehingga ia siap bertarung juga, sedangkan 2 panitia yang lain masih ragu-ragu untuk memihak siapa.
Tetapi sebelum 2 orang itu saling bertarung, suara seorang pria terdengar di samping mereka "Apa yang barusan kalian bicarakan, dapatkah kalian menceritakannya lagi kepadaku?".
Hasel, Githa dan 2 panitia terkejut sebab mereka sama sekali tidak menyadari sejak kapan pria ini mendekati mereka.
Githa menatap pria yang baru datang dengan penuh kehati-hatian sebelum bertanya "Siapa kau?".
"Kau bertanya tentang aku?", kata pria tersebut melepas topinya, ada senyuman di wajah tampannya yang menarik perhatian banyak wanita "Aku Kaisar Api Emas, Kaisar di bawah pemegang tahta ke 1. Aku disini mewakili Aliansi Pelindung Manusia terhadap kecurigaan kepada kepala Akademi Pedang Kayu, oleh karena itu aku harap kalian menceritakan semua yang terjadi sekali lagi kepadaku tanpa kebohongan apapun. Selama kalian berani berbohong, jangan salahkan aku karena membawa kalian kembali ke Aliansi Pelindung Manusia!".
"Apa? Aliansi Pelindung Manusia mengirim Kaisar secara langsung?", seluruh orang yang ada di tempat itu terkejut, lagipula sosok Kaisar hanya dibawah pemegang tahta sehingga mereka seharusnya tidak pergi untuk memeriksa masalah di akademi tingkat rendah seperti ini.
__ADS_1
"Ada beberapa masalah baru-baru ini, Ark yang merupakan pemegang pilar ke 9 bersama monster bayangan miliknya diam-diam menyamar sebagai manusia. Kalian semua pasti tahu monster bayangan memiliki kemampuan berubah bentuk sebagai manusia, akhir-akhir ini kami menemukan ada monster bayangan yang menyamar sebagai orang-orang penting di akademi atau sekte kultivator", kata Kaisar Api Emas "Walaupun belum mengetahui tujuan Ark, tapi kita harus berhati-hati terhadap gerakan pemegang pilar ke 9, kepala Akademi Pedang Kayu kalian juga dicurigai merupakan monster bayangan milik Ark".
"Jadi ceritakan lagi apa yang sedang dilakukan kepala Akademi Pedang Kayu kalian pada tes bulanan Provinsi Talper, nampaknya ia berani mengorbankan hidup ratusan murid manusia yang terlihat seperti tindakan monster!".
...----------------...
"Slash!".
Vann baru menebas monster elang angin yang berkekuatan Qi Gathering tingkat 7 sama seperti dirinya.
Setelah mengalahkan monster elang itu, ia mengambil 7 token yang ada pada tubuh elang.
Selama beberapa jam ini, Vann mengumpulkan sekitar 50 token yang cukup banyak.
Qi Gathering tingkat 1 mempunyai 1 token dan tingkat 9 memiliki 9 token, semakin kuat monster yang dilawan maka jumlah token yang didapatkan akan semakin banyak.
Memastikan bahwa elang angin yang ia kalahkan tidak mempunyai kristal monster, Vann bersiap pergi dari sini.
Ketika Vann baru akan pergi, sebuah teriakan keras terdengar tidak jauh dari Vann "Bantu aku! Siapapun, bantu aku!".
Vann segera tertarik oleh suara itu, bukan karena Vann berencana membantunya melainkan suara itu adalah milik rekan Tude.
Sebelumnya 2 rekan Tude ditemukan oleh Vann juga, namun mereka telah menjadi mayat. Nampaknya, masih ada dari mereka yang berhasil bertahan hidup dari ilusi Hutan Jiwa ini.
__ADS_1