9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 10 : BAKAT VANN


__ADS_3

Akhirnya waktu Toregas mengetes bakatnya sudah tiba setelah mereka menunggu selama 4 jam.


Toregas memegang pundak Vann yang ada di belakangnya "Ini sudah waktunya bagiku untuk mencoba, aku yakin diriku pasti bisa lulus dari tes sebab aku sudah ditakdirkan menjadi kultivator terkuat sejak aku lahir. Oleh karena itu, aku akan menunggumu juga di akademi kultivator, temanku Vann".


Panitia yang ada di meja depan Toregas memutar matanya "Berhenti menghabiskan waktu, masih ada banyak peserta yang belum menguji bakat mereka. Apabila kalian terus berbicara disini, kenapa tidak kalian kembali berbaris ke belakang lagi dulu agar tidak menganggu orang lain melakukan tes?".


Mendengarkan panggilan panitia itu, Toregas melepaskan tangannya dari pundak Vann sebelum duduk di depan meja panitia.


"Letakkan tanganmu di bola ini", kata panitia sambil menunjuk ke arah bola kristal di atas meja.


"Kau harus bersikap lebih sopan lagi karena kau sekarang sedang berdiri di depan calon pemegang tahta di masa depan. Jika kau membuatku tidak senang, kau pasti menyesali kesempatan untuk dekat dengan calon pemegang tahta seperti diriku", kata Toregas penuh percaya diri.


Panitia itu melambaikan tangannya "Aku sudah menjadi panitia tes selama 5 tahun, sudah ada banyak orang yang mengatakan sesuatu seperti perkataan mu barusan. Tapi kau tahu apa yang terjadi pada mereka? Semuanya gagal lulus! Di antara semua orang di dunia, 80% memiliki bakat tingkat 1 sedangkan 15% lagi memiliki bakat di bawah tingkat 30. Berarti, sekitar 95% peserta yang ikut tes hari ini tidak akan bisa melewati persyaratan bakat. Itu hanya perhitungan secara garis besar, ada kemungkinan bahwa jumlah peserta yang diterima hari ini lebih kecil dari 5% jumlah pendaftar".


"Kalau begitu, aku hanya perlu menjadi 5% tersebut", kata Toregas yang meletakkan tangannya di bola kristal, sebuah senyum kemenangan muncul di wajahnya.


Bola kristal itu bersinar sebentar, lalu panitia mengamati bola kristal sebelum menggelengkan kepalanya "Bakat tingkat 2, roh normal Goblin, kau gagal! Peserta berikutnya!".


"Brak!".


Toregas berdiri dipenuhi rasa tidak percaya, kursi yang ia duduki barusan ikut jatuh akibat dirinya yang berdiri terlalu tiba-tiba.

__ADS_1


Toregas melihat ke arah panitia di depannya "Apakah kau marah karena sikapku barusan sehingga kau mencoba menipuku? Biarkan aku beritahu padamu, kau tidak boleh berbohong mengenai bakat seseorang! Tidak mungkin aku memiliki bakat tingkat 2, aku adalah orang yang akan menjadi calon pemegang tahta--".


Sebelum Toregas bisa menyelesaikan kata-katanya, panitia itu menunjukkan apa yang terlihat di depan bola kristal kepadanya "Lihat baik-baik angka 2 serta gambar goblin pada kristal, hal ini sudah membuktikan kau tidak memiliki bakat menjadi kultivator, apalagi pemegang tahta! Hasil pada bola kristal tidak bisa diubah, meskipun aku mencoba menipumu sekalipun, semua panitia di tempat ini selalu berada di bawah pengamatan 2 Kaisar serta panitia utama. Apakah kau pikir kami memiliki kesempatan untuk membohongi hasil tes di bawah mata orang-orang kuat itu?".


Wajah Toregas terus berubah dari kemarahan, sedih serta kekecewaan. Tidak lama kemudian, ia menghela nafas sebelum berjalan pergi dari tempat ini. Mimpi yang sudah ia miliki dari kecil, sekarang semuanya sudah hancur.


Panitia itu menggelengkan kepalanya, ia sudah sering melihat peserta yang sangat kecewa seperti Toregas sehingga ia tidak lagi terkejut "Peserta berikutnya!".


Vann menatap ke arah Toregas yang pergi penuh rasa kecewa, ia sudah mendengar semua percakapan antara Toregas dan panitia barusan yang membuat Vann mengerti mengenai apa yang terjadi.


Menggelengkan kepalanya dan melupakan hal tersebut, Vann duduk di meja tes lalu mengulurkan tangannya menuju bola kristal.


Panitia mengamati bola kristal itu dan menggelengkan kepalanya "Bakat tingkat 1, sangat normal. Roh-- Bola air?".


Pada awalnya Vann sangat kecewa mengetahui dirinya hanya memiliki bakat tingkat 1, tapi melihat panitia yang kebingungan, Vann memiliki sedikit harapan terhadap rohnya "Apakah roh milikku cukup baik?".


Panitia kembali sadar, ia mengalihkan wajahnya ke arah Vann "Roh milikmu unik, tapi unik yang buruk. Roh Bola Air sama seperti slime, namun bedanya slime tidak memiliki unsur elemen apapun sedangkan bola air memiliki elemen air. Masalahnya baik itu slime ataupun bola elemen, mereka merupakan roh yang terlemah di tingkat normal sehingga sangat sedikit orang yang memilikinya. Bahkan di antara tingkat 1, tidak banyak orang yang memiliki roh selemah ini. Aku harus mengatakan dengan berat, kau gagal!".


Wajah Vann benar-benar membeku, siapa yang berpikir ia tidak memiliki bakat untuk berkultivasi sedikitpun. Apabila seperti ini, bagaimana ia bisa bersama dan bertemu lagi dengan Luna? Selain itu, Vann juga tertarik menjadi kultivator yang bisa melindungi banyak orang.


Meskipun sangat kecewa, Vann masih berdiri sebab ia tahu masih ada banyak lagi peserta yang menunggu tes mereka di belakang Vann.

__ADS_1


Melihat Vann yang pergi penuh rasa kecewa, panitia itu memikirkan sesuatu "Nak, selama kau bisa mendapatkan persetujuan dari Kaisar ataupun pemegang tahta, kau bisa bergabung ke akademi dan menjadi kultivator tanpa masalah".


Selama tes, Vann memiliki sikap yang baik, berbeda dari Toregas yang membuat panitia memutuskan untuk memberi saran.


Mata Vann sedikit bersinar sebelum senyum pahit muncul di wajahnya "Bagaimana aku bisa mendapatkan persetujuan Kaisar atau pemegang tahta? Selain hari ini, aku tidak pernah bertemu sosok Kaisar ataupun pemegang tahta secara langsung".


Panitia itu berkata dengan suara kecil agar hanya Vann yang bisa mendengarnya "Apabila kau akan menyerah, maka itu adalah pilihanmu. Tetapi biarkan aku menceritakan mu mengenai kejadian yang aku ketahui dulu, mungkin sekitar 2 tahun yang lalu. Ada seorang pria dengan bakat tingkat 5, ia gagal bergabung sebab bakatnya tidak cukup".


"Tapi pria itu tidak menyerah, ia terus berlatih memperkuat ototnya, mempelajari teknik pedang serta kemampuan bertarung lainnya. Setiap kali ada tes, ia akan selalu mencobanya. Sekitar 1 tahun yang lalu, seorang Kaisar menghargai kerja keras pria tersebut sehingga Kaisar menerimanya sebagai kultivator. Menurut beberapa Kaisar ataupun pemegang tahta, kerja keras tidak kalah penting dari bakat. Oleh karena itu, apabila kau menyerah maka kau bisa kembali bersekolah seperti orang normal. Namun selama kau masih memiliki semangat dan terus berlatih lalu mencoba lagi tes tanpa henti, ada kemungkinan seorang Kaisar akan menghargai kerja kerasmu".


"Meskipun aku tidak bisa memastikan bahwa kau benar-benar akan diterima nantinya oleh Kaisar, tapi tidak ada salahnya mencoba kecuali kau sudah menyerah menjadi kultivator, bukan?".


Mendengar cerita itu, Vann yang kecewa menjadi sedikit bersemangat.


Ia menatap panitia yang memberikannya saran tersebut, lalu sedikit membungkuk "Terima kasih atas sarannya, senior! Aku pasti datang lagi tahun depan".


Panitia itu mengangguk lalu mulai kembali memeriksa bakat peserta berikutnya.


Vann berjalan pergi menuju lingkaran teleportasi untuk kembali ke rumahnya.


Vann masih belum menyerah, walaupun itu berarti membutuhkan waktu bertahun-tahun, Vann berencana terus berlatih sampai ia bisa diterima sebagai kultivator.

__ADS_1


__ADS_2