
"Booooom!".
Bersamaan dengan teriakan Tardi untuk memulai pertarungan, suara ledakan langsung terdengar.
Tarion dan Poris yang berada di area sebelah Vann sudah memulai pertarungan lebih dulu, mereka langsung menggunakan kekuatan penuh mereka untuk mengalahkan lawan masing-masing.
Bukan hanya Tarion dan Poris, mereka yang berada di peringkat 5 dan 7 juga memulai pertarungan mereka.
"Karena semua orang sudah mulai, aku juga tidak akan menahan diri!", kata Atrea.
Di depan mata semua orang, sosok Atrea berubah menjadi 10 burung yang semuanya bergegas ke arah Vann dari berbagai arah.
Jika orang lain yang melawan Atrea, mereka pasti memilih gagak emas di antara 10 burung yang muncul sebab gagak emas merupakan sosok yang mengalahkan pria di peringkat 4 sebelumnya.
Tetapi Vann sama sekali tidak menargetkan gagak emas seperti yang semua orang pikirkan, melainkan ia menutup matanya dan merasakan sekitarnya.
Ketika Vann sedang menutup mata dan merasakan aliran energi sekitar memakai pendengaran serta perasa dari kulitnya, Burung Vermilion yang bersembunyi di tubuh Vann terkejut.
"Anak ini, ia benar-benar mampu merasakan energi melalui pendengarannya? Apakah ia manusia? Tidak, monster yang memiliki kemampuan pendengaran khusus sekalipun seharusnya tidak mampu merasakan energi melalui pendengaran, siapa sebenarnya anak ini?", kata Burung Vermilion ragu.
Ia berbeda dari orang atau roh lainnya di Akademi Pedang Kayu, ia telah hidup sejak lama dan melihat berbagai orang kuat.
Tetapi di antara mereka semua, tidak banyak orang yang merasakan energi melalui pendengaran.
Memang ada beberapa orang yang mampu, tapi mereka semua pasti sosok hebat di dunia kultivator atau beberapa orang yang lahir dengan kemampuan khusus untuk melihat energi atau mendengarkannya.
Kenapa Burung Vermilion sangat kagum terhadap kemampuan unik Vann? Apabila Vann dapat mendengar semua gerakan energi, maka hampir semua ilusi tidak akan menjebak Vann kecuali penggunanya cukup kuat. Bagaimanapun Vann dapat merasakan dan mendengar semua jejak ilusi, yang berarti ia seharusnya mampu merasakan melalui energi yang ia dengar antara yang palsu serta asli juga.
Vann menutup matanya dan mulai merasakan gelombang energi di sekitarnya.
__ADS_1
Meskipun 10 burung mempunyai gelombang energi yang berbeda-beda, lagipula jenis mereka berbeda, tapi ada 1 burung yang menarik perhatiannya karena energi pada burung ini terlalu besar seperti enegi manusia.
"Disana! Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1, Gelombang Air!", teriak Vann menebas ke arah aliran energi yang ia rasakan.
Ketika Vann menusuk ke arah burung merpati, semua orang terkejut, mereka tidak mengerti kenapa Vann memilih burung yang tidak menarik perhatian sedikitpun.
Tetapi sewaktu gelombang air akan mengenai burung merpati, sosok burung tersebut segera bergerak mundur dan mencoba menghindari pedang Vann.
"Slash!".
Sekalipun sudah mencoba menghindar, pedang Vann tetap berhasil melukai sayap kanannya.
Bersamaan dengan burung merpati yang terluka, sosok 9 burung lain ikut menghilang.
Burung merpati menjaga jarak dari Vann sebelum sosoknya berubah menjadi Atrea, ada luka di tangan kanan Atrea yang nampak seperti luka dari tusukan pedang Vann barusan.
"Bagaimana kau mengetahuinya?", tanya Atrea tidak percaya, Tarion yang berada di peringkat 1 sekalipun tidak dapat menyadari ilusinya secepat itu.
"Kau mungkin tidak percaya, namun aku kebetulan merasakan energi yang berbeda pada merpati tadi sehingga aku memutuskan menyerangnya", kata Vann yang tidak berencana merahasiakan apapun, lagipula meski Atrea tahu kemampuan Vann, ia tetap tidak akan menemukan cara mengalahkan Vann memakai ilusi lagi.
"Kau dapat merasakannya?", gumam Atrea ragu "Begitu rupanya, kau benar-benar mempunyai kemampuan yang menarik! Tapi ayo kita lihat, apakah kau tetap mampu mencari tahu keberadaan ku setelah ini?".
Perlahan-lahan sosok Atrea berubah menjadi burung lagi, namun jumlahnya kali ini bukan 10 melainkan ratusan burung.
Ratusan burung terbang di sekitar Vann, mereka semua adalah roh milik Atrea sehingga akan menjadi lebih sulit bagi Vann menemukan perbedaan energi mereka sebab semuanya memiliki jejak energi Atrea sebagai rohnya.
"Aku baru mengembangkan kemampuan ini! Pada awalnya aku berencana memakai kemampuan ini untuk mengalahkan Tarion, siapa yang berpikir aku harus menggunakannya untuk melawan mu! Kau boleh merasa terhormat, karena dikalahkan memakai kemampuan terbaikku!", suara Atrea bergema di sekitar tapi sangat sulit menemukan darimana suara tadi berasal karena suara Atrea barusan seperti berasal dari semua burung yang ia panggil.
Vann menatap ratusan burung yang mengepungnya sambil mencari kesempatan menyerang Vann sebelum mengangkat pedangnya "Kalau aku tidak dapat menemukan dirimu yang asli di antara semua burung, maka aku hanya perlu membunuh semuanya! Teknik Pedang 5 Elemen tahap 2, Bilah Angin!".
__ADS_1
Vann menebas ke depan, ratusan bilah angin terbentuk di sekitar Vann dan menebas burung-burung yang berputar di sekitarnya.
Setiap kali ada burung yang berusaha mendekati Vann, mereka akan dijatuhkan oleh bilah angin yang tajam.
Melihat jumlah burung di sekitar mulai berkurang, sebuah gagak emas yang lebih besar dan ganas dari roh lain terbang mendekati Vann.
Ia memanfaatkan celah dimana Vann sibuk menghadapi pengepungan burung di sekitarnya, gagak emas mengangkat cakarnya dan terbang menuju Vann, ia berusaha menusuk Vann memakai cakarnya.
"Tang!".
Vann menahan tusukan cakar gagak emas, tapi beberapa burung lain di sekitarnya berhasil menebas Vann memakai cakar mereka.
Walaupun luka di tubuh Vann tidak terlalu fatal, tapi ada banyak luka goresan yang muncul di tubuhnya.
Melihat keadaannya tidak begitu bagus, Vann mengubah gerakan serangannya "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1 Perubahan, Gelombang Naga Air!".
Sosok naga air terbentuk melalui pedang Vann, naga tersebut membuka mulutnya dan mengaum keras yang membuat seluruh arena bergetar "Graaaaa!".
Naga mulai memakan burung-burung di sekitar, gagak emas mencoba menghentikan sosok naga air tersebut, tapi naga air dengan mudah memukul gagak emas memakai ekornya hingga terlempar sejauh beberapa meter.
Saat semua orang berpikir Vann mungkin bisa menang, 2 ekor elang setinggi 10 meter muncul dari langit.
2 elang terbang cepat menuju naga air yang terus memakan burung di sekitar.
1 elang menangkap naga air memakai cakarnya sedangkan elang lainn menggigit memakai paruhnya.
Di bawah penangkapan 2 elang raksasa, naga air mencoba melawan untuk meloloskan diri.
Tetapi kekuatan 2 elang tidak lemah sedikitpun, mereka terus menahan naga air hingga gagak emas berdiri lagi dan ikut membantu.
__ADS_1
Di bawah penangkapan 2 elang dan 1 gagak emas, naga air terus ditahan hingga menghilang secara perlahan-lahan.
Setelah menghilangnya naga air, 2 elang dan 1 gagak emas menatap tajam menuju ke arah Vann.