
Horge ragu-ragu sebentar, ia menggerakkan tangannya untuk memegang Pedang Monster, tapi ia segera menarik tangannya lagi sebab ia dapat merasakan sesuatu yang menakutkan dibalik pedang ini.
Melihat keraguan Horge, mata Poris menjadi dingin.
Ia mengambil pedangnya kembali sebelum berdiri penuh kemarahan "Baiklah, karena kau tidak percaya lagi kepadaku, maka aku tidak perlu membantumu! Kau pikir aku berencana melakukan sesuatu yang buruk padamu? Padahal Pedang Monster merupakan harta yang sangat berharga, tidak mudah bagiku untuk mendapatkannya. Aku berencana menggunakan Pedang Monster bagi diriku sendiri, namun melihat kau mengalami kesulitan, aku berpikir untuk memberikannya kepadamu. Bukannya berterima kasih, kau bahkan meragukan diriku! Nampaknya membantu orang sepertimu tidak berguna, cuma membuang-buang waktu dan harta yang selama ini aku berikan! Kita akan lihat, apakah kau mampu mengalahkan Vann memakai kekuatanmu sendiri!".
Melihat Poris yang berencana pergi, Horge mengejarnya dan meraih Pedang Monster penuh rasa panik "Kak Poris, aku tidak bermaksud meragukan mu. Aku hanya sedikit merasa takut terhadap Pedang Monster, aku merasakan aura yang menakutkan berasal dari pedang ini!".
Poris tersenyum secara diam-diam, tapi ia tidak menunjukkannya kepada Horge melainkan tetap bersikap marah "Jadi bagaimana? Kau berencana menggunakannya atau tidak? Kalau kau takut, maka aku tidak perlu repot-repot memberikanmu harta yang berharga seperti Pedang Monster! Kalau bukan karena aku yang menganggap mu sebagai adikku sendiri, aku pasti tidak akan memberikan harta yang terlalu berharga layaknya Pedang Monster!".
"Aku akan menggunakannya, aku percaya Kak Poris pasti berusaha membantuku tanpa tujuan buruk apapun", kata Horge segera mengambil pedang tersebut sambil tersenyum lebar.
Poris sedikit mengangguk, kemarahan di wajahnya perlahan-lahan menghilang seakan-akan kemarahannya tadi nyata "Kau pasti tidak menyesal! Mulai besok, Vann pasti kalah sewaktu melawan mu, bahkan kau memiliki peluang untuk kembali duduk di peringkat 9 murid elit terkuat Akademi Pedang Kayu! Selama Pedang Monster membantumu, kau dapat yakin!".
"Terima kasih, Kak Poris! Aku pasti tidak mengecewakanmu dan membalas semua kebaikan yang telah kau berikan selama ini", kata Horge penuh rasa terima kasih.
Poris mengangguk ramah "Jangan khawatir, kau tidak perlu membalas kebaikanku sebab kau sudah melakukannya!".
Horge bingung terhadap perkataan terakhir Poris, namun ia tidak banyak berpikir sebab dirinya tiba-tiba merasakan aliran kekuatan dari Pedang Monster menuju ke dirinya.
Merasakan aliran kekuatan yang sangat banyak, Horge tersenyum senang. Selama ia mendapat bantuan Pedang Monster, ia pasti mampu mengalahkan Vann.
__ADS_1
...----------------...
Di puncak gunung Akademi Pedang Kayu, kepala akademi yang sekarang yaitu Tardi sedang berdiri disana bersama guru topeng perak dan seorang guru lain.
Di tengah ruangan itu, terdapat mayat seseorang berjubah hitam dan kehilangan 1 tangannya, mayat ini tidak lain adalah pembunuh yang berhasil dikalahkan guru topeng perak.
Guru yang merupakan seorang dokter di rumah sakit akademi dan orang yang merawat Yun Tian memeriksa mayat pembunuh sebelum menjelaskan "Tidak diragukan lagi, kematiannya terjadi akibat luka di jantungnya yang mempunyai aura perak, ia memang pembunuh yang dikalahkan tadi siang!".
Tardi mengangguk ia memeriksa mayat hati-hati, terutama membuka jubahnya agar dapat melihat wajah pembunuh dengan jelas.
Melihat wajah pembunuh, wajah Tardi berubah. Bukan hanya Tardi, bahkan guru topeng perak dan guru dokter tadi mempunyai wajah suram sebab setengah dari wajah pembunuh ini adalah wajah seekor monster. Meskipun mereka tidak mengetahui monster apa yang menjadi setengah dari wajahnya, namun Tardi mengambil kesimpulan mengenai asalnya yaitu pembunuh ini merupakan manusia yang mencoba memperkuat dirinya memakai monster.
"Apakah Laboratorium Monster?", kata Tardi ragu sebab di Provinsi Talper, cuma nama ini yang bisa ia pikirkan sebagai kekuatan yang berani meneliti tentang memanfaatkan kekuatan monster untuk memperkuat kultivator manusia.
Alasannya manusia yang mencoba bergabung bersama monster umumnya kehilangan sebagian besar dari hidup mereka, artinya umur mereka menjadi singkat.
Tidak berhenti sampai di situ, manusia setengah monster sering lepas kendali dan kehilangan pikiran mereka sendiri yang menyebabkan orang-orang di sekitarnya terbunuh.
Belum lagi ada kemungkinan akibat setengah monster pada tubuh mereka, manusia setengah monster dapat dikendalikan pemegang pilar yang merupakan penguasa monster.
Oleh karena itu, hampir semua penelitian memanfaatkan kekuatan monster di tubuh manusia telah dihancurkan.
__ADS_1
Kalaupun masih ada, umumnya mereka hanya kekuatan yang bersembunyi, takut menarik perhatian Kaisar atau pemegang tahta lagi.
Guru topeng perak berkata penuh keraguan "Kepala akademi, apa yang harus kita lakukan sekarang?".
Tardi berpikir sebentar "Untuk sekarang, masalah ini harus dirahasiakan. Kau cukup memberitahu guru-guru yang aku bawa, selain itu biarkan Githa, Hasel dan Gostaf supaya mereka bersiap-siap juga. Kedatangan manusia setengah monster di Akademi Pedang Kayu bukan pertanda baik, ada kemungkinan mereka menargetkan kita".
"Baik, kepala akademi!", jawab 2 guru yang berencana pergi.
Tardi tiba-tiba mengingat sesuatu dan menghentikan guru topeng perak "Tunggu dulu, bukankah ia berusaha membunuh anak bernama Vann? Kau harus memperkuat penjagaan mu terhadap Vann, kalau perlu, kau boleh mencari bantuan dari guru lain. Berdasarkan pertarungan Vann selama ini, ia membuktikan dirinya sebagai orang yang berkata. Apabila kita kehilangan Vann, itu pasti menjadi kerugian berat bagi Akademi Pedang Kayu! Lalu untuk berjaga-jaga, biarkan guru lain mengawasi Horge! Dari semua orang, kemungkinan besar ia adalah orang yang berada dibalik pembunuhan".
"Baik!", jawab guru topeng perak yang pergi bersama guru lain.
Tardi terus menatap mayat dengan wajah suram "Kali ini pusat benar-benar memberikan tugas yang sangat sulit kepadaku! Jika tugasku hanya mengembangkan Akademi Pedang Kayu, aku pasti bisa menyelesaikannya tanpa masalah. Tapi nampaknya ada masalah lain juga disini, mungkin aku harus menggunakan seluruh kemampuanku selama musuh berani menyerang!".
...----------------...
Vann yang menjadi pusat perhatian semua orang, bahkan semua murid di Akademi Pedang Kayu sibuk membicarakan dirinya bersama roh bola air yang kuat, mereka juga membicarakan pembunuhan Vann hari ini yang hampir berhasil.
Tetapi orang yang menjadi pusat pembicaraan semua orang sedang berada di rumahnya sendiri, ia menatap tumpukan harta sumber daya kultivasi yang ia menangkan hari ini dengan mata bersinar.
Vann harus mengakui, aturan baru yang dibuat Tardi memang membawa kekacauan ke Akademi Pedang Kayu, tapi aturan baru buatan Tardi juga membawa keuntungan besar bagi mereka yang terus berhasil menang melawan musuh yang ada.
__ADS_1
Di antara semua orang, Vann merupakan contoh orang-orang yang mendapatkan keuntungan paling banyak.