9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 80 : KADAL API PERAK


__ADS_3

"Kau tidak tahu kadal api perak?", kata Yazer terkejut seakan-akan melihat orang aneh "Apa yang kau lakukan selama di kelas Qi Gathering, apakah para guru tidak memberitahumu?".


Vann memutar matanya "Aku berada di kelas hanya beberapa bulan, setelah itu aku langsung naik ke tahap Qi Fondation seperti sekarang. Belum lagi aku terlambat bergabung ke kelas yang menyebabkan aku tidak mengikuti sebagian besar pelajaran di awal, jadi cepat beritahu aku tentang kadal ini".


Melihat Vann tidak mengerti apa-apa, Yazer menjelaskan "Kadal api merupakan monster kuat di tahap Qi Fondation, walaupun masih ada banyak monster yang lebih kuat tapi tidak sedikit kultivator Qi Fondation yang mati di tangan kadal api. Masalah monster juga mampu berevolusi menjadi semakin kuat seperti roh, di antara daftar evolusi yang dimiliki kadal api maka ia mampu berubah menjadi Kadal Api Perak".


"Untungnya Kadal Api Perak disini masih muda, jika telah dewasa maka Kadal Api Perak mempunyai kekuatan Qi Fondation tingkat 9 hingga Gold Core. Meskipun Kadal Api Perak di dekat kita merupakan anak-anak dengan kekuatan Qi Fondation tingkat 5, namun kekuatannya jauh lebih baik daripada Kadal Api. Lagipula ia adalah evolusi lanjutan dari Kadal Api, apakah kau mengerti? Ia dapat membunuh Laken dengan mudah barusan yang menjadi bukti kekuatan menakutkan miliknya, padahal kultivasi Laken sama seperti dirinya".


Vann mengangguk, sekarang ia mengerti bahwa Kadal Api Perak lebih kuat daripada Kadal Api.


"Tapi ini aneh!", kata Yazer yang mengamati Kadal Api Perak dari balik batu "Kenapa monster seperti itu ada di lantai ini? Seharusnya Kadal Api Perak berada di lantai ke 10 ke atas bersama keluarga mereka, mungkinkah Kadal Api Perak yang ada disini telah terpisah dari keluarganya?".


Vann ikut menatap Kadal Api Perak dari balik batu, mereka menemukan kadal itu sibuk memakan tubuh Laken tanpa henti seakan-akan ia memang sangat lapar.


Sebelum Vann bisa memutuskan langkah selanjutnya yang harus mereka lakukan, tiba-tiba perubahan mengejutkan terjadi di medan pertarungan dimana Laken terbunuh.


Sosok Thersa yang dipenuhi darah pada tubuhnya berjalan dari belakang Kadal Api Perak, ia mendekati kadal itu tanpa rasa takut sedikitpun.


Ketika Vann dan Yazer berpikir Thersa akan mati, bagaimanapun Laken bukan lawan monster kadal, apalagi Thersa yang kekuatannya di bawah Laken.


Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, Thersa memegang kepala Kadal Api Perak dengan lembut "Anak baik, kau benar-benar anak baik! Siapa yang berpikir obat dari guru bekerja sangat bagus, obat evolusi milik guru bahkan mampu mengubah kadal api langsung menjadi perak. Walaupun ada beberapa kekurangan seperti umur monster yang memakan obat berubah menjadi setahun sebelum mati, tapi setelah guru terus mengembangkannya maka tidak menutup kemungkinan untuk membuat obat tanpa kelemahan di masa depan. Laken, Parle, terima kasih atas kerja sama kalian sampai sekarang!".


Wajah Vann dan Yazer berubah, mereka bersembunyi dibalik batu lagi akibat takut ditemukan tapi sekarang mereka sangat berhati-hati sebab menyadari seberapa besar masalahnya yang baru mereka dengar barusan.

__ADS_1


Apabila yang dikatakan Thersa barusan benar bahwa ada sebuah obat yang dapat membantu monster berevolusi, meskipun obat yang digunakan membuat umur monster berkurang menjadi setahun lalu mati, tapi selama berita ini menyebar maka seluruh dunia kultivator dan para monster pasti gemetar akibat kejutan dari obat evolusi.


Saat bertarung melawan kultivator manusia, tapi lawannya terlalu kuat hingga jika terus seperti itu, monster tersebut tahu ia akan mati.


Daripada mati di tangan manusia, ia memilih memakan obat evolusi dan meningkatkan kekuatannya lalu membunuh manusia yang menjadi lawannya. Walaupun umurnya berkurang menjadi setahun, setidaknya ia berhasil membunuh lawannya yang merupakan keuntungan.


Bahkan tidak menutup kemungkinan keseimbangan kekuatan antara monster dan manusia hancur akibat keberadaan obat barusan.


Thersa yang sedang memegang kepala Kadal Api Perak lanjut berkata "Monster yang diberikan obat memang tidak melawan lagi terhadap tuan yang memberikan mereka obat evolusi, namun pengembangan harus tetap dilakukan. Sekarang obat evolusi hanya dapat digunakan bagi monster tingkat rendah di bawah Soul Wandering, tapi aku yakin dengan kerja kerasku, guru dan semua rekan-rekan di laboratorium, kami pasti berhasil membuat obat yang tidak terkalahkan suatu hari nanti--".


Thersa yang sibuk memikirkan mimpinya segera berhenti berbicara sebab Kadal Api Perak berhenti memakan tubuh Laken "Ada apa? Apakah kau tidak lapar lagi?".


Tanpa menjawab pertanyaan Thersa, Kadal Api Emas melihat menuju tempat dimana bebatuan Vann serta Yazer bersembunyi.


Wajah Vann bersama Yazer berubah, sebagai kultivator maka mereka merasakan suara langkah kaki berat dari Kadal Api Perak yang mendekati mereka memakai kecepatan penuh.


"Lari!", teriak Vann yang melompat ke depan lebih dulu.


Yazer mengikuti perkataan Vann, tapi ia tidak melompat ke depan melainkan berlari ke samping.


"Brak!".


Batu tempat dimana mereka bersembunyi barusan dihancurkan dengan mudah menggunakan kaki Kadal Api Perak, walaupun Vann dan Yazer berhasil pergi dari keadaan hidup serta mati barusan, tapi sebagai gantinya posisi keberadaan mereka diketahui sekarang.

__ADS_1


"Ternyata ada tikus-tikus yang bersembunyi di sudut! Yazer, Vann, cukup mengejutkan! Kami berpikir kalian telah mati di bawah pengepungan Golem Lava, siapa yang berpikir kalian tetap hidup sampai sekarang", kata Thersa "Tapi tidak perlu khawatir, kali ini aku pasti membuat kalian mati tanpa kegagalan sedikitpun! Bunuh mereka semua!".


Kadal Api Perak menatap tajam ke arah Vann yang paling dekat kepadanya sebelum berlari menuju Vann.


Vann yang mencoba melarikan diri mengerti bahwa Kadal Api Perak lebih cepat darinya, tidak ada gunanya bagi Vann terus melarikan diri sebab ia pasti terkejar.


Oleh karena itu, Vann berhenti berlari dan menarik pedangnya "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 2, Bilah Angin".


Perubahan terjadi sewaktu Vann menebas pedangnya, angin di sekitar berubah menjadi bilah tajam yang menebas menuju Kadal Api Perak.


"Tang!".


Pada awalnya Vann berpikir kemampuannya mampu melukai Kadal Api Perak walaupun cuma luka ringan, tapi yang mengejutkan Vann, kemampuan bilah anginnya tidak memberikan luka apapun di sisik perak milik kadal tersebut.


Vann merasa bilah anginnya barusan bukan menebas seekor monster, melainkan ia seperti menebas sebuah besi terkuat.


Sebelum Vann kembali sadar, kadal tersebut membuka matanya dan menembakkan api menuju Vann.


"Apa?", Vann sangat terkejut terhadap gerakan kadal itu, tubuhnya memang besar namun gerakan Kadal Api Perak sama sekali tidak lambat yang membuat Vann tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar.


Saat Vann berpikir ia akan terluka akibat serangan api dari kadal, suara Yazer terdengar dari samping "Teknik Pedang Badai!".


Tebasan angin yang sangat kuat langsung menebas api yang hampir mengenai Vann, api tersebut terlempar sejauh puluhan meter ke samping akibat angin yang kuat seperti badai sebelum menghilang.

__ADS_1


__ADS_2