
Di setiap lantai pada gedung pengajaran terdapat sebuah ruang ganti, jadi Vann langsung pergi menuju ruang ganti di lantai 1.
2 menit kemudian, Vann memakai pakaian sebuah baju kaos putih lengan pendek dan sebuah celana putih panjang. Pakaian seluruh murid di Akademi Pedang Kayu berwarna putih, sama seperti token yang mereka dapatkan.
Selain itu, ada lambang sebuah pedang kayu yang menebas angin di belakang pakaian tersebut yang merupakan logo dari akademi ini sendiri.
Di bagian depan kaos, terdapat tulisan "Akademi Pedang Kayu" yang memiliki ukuran cukup kecil.
Akademi Pedang Kayu bukan hanya memberikan pakaian, melainkan mereka juga memberikan sebuah senjata berupa pedang kayu.
Pedang kayu ini bukan pedang kayu normal melainkan sebuah artefak kelas 1 tingkat rendah. Meskipun kelas pedang kayu ini adalah tingkat terendah sama seperti tungku yang pernah Vann gunakan untuk membuat obat, tapi itu masih lebih baik daripada senjata normal. Setidaknya pedang kayu kelas 1 tingkat rendah bisa menghancurkan puluhan pedang kayu normal tanpa masalah.
Menyimpan pedang kayu di pinggangnya yang memiliki tempat gantungan pedang, Vann berjalan menuju peta yang ada di lantai 1.
Pada awalnya Vann hanya mengamati lokasi kelas dari peta hanya untuk membersihkan sehingga ia tidak tahu dimana lokasi Kelas Githa.
Tetapi sekarang ia adalah murid di kelas tersebut, jadi ia harus mencarinya.
Sedangkan untuk Guru Githa sendiri, Vann sudah pernah melihatnya sekitar 2 bulan yang lalu ketika ia baru bergabung di akademi. Githa adalah guru wanita cantik yang selalu tersenyum ramah pada muridnya, tapi Vann selalu merasa ada yang aneh dengan Githa walaupun ia tidak tahu apa itu. Setiap kali Vann kebetulan bertemu Githa selama 2 bulan di akademi, ia selalu menjauhinya sebab Vann merasa ada sesuatu yang aneh pada Githa.
Sekarang Vann menjadi muridnya, ia tidak bisa menghindari Githa lagi.
Di peta tersebut juga terdapat berbagai lokasi kelas serta guru yang mengajarnya, jadi Vann langsung menemukan kelas Githa yang terletak di lantai 2. Apabila itu kelas siang, kelas alkimia Githa juga terletak di lantai 4 tapi tidak terlalu dekat dari kelas Hasel.
__ADS_1
Mengetahui lokasi kelasnya, Vann berjalan ke lantai 2. Sebenarnya sejak ia menjadi murid, Vann bisa mendapatkan sarapan, makan siang serta makan malam.
Namun ia menghabiskan waktu mengganti pakaian dan mencari kelas barunya sehingga waktu kelas sudah di mulai, apabila Vann keras kepala tetap sarapan maka ia pasti terlambat.
Saat sampai di depan sebuah kelas yang pintunya tertutup, Vann mengetuk pintu dengan hati-hati.
"Tunggu sebentar!", suara seorang wanita yang lembut terdengar dari balik pintu.
"Brak!".
Pintu perlahan-lahan terbuka, menunjukkan sosok cantik Githa yang memiliki senyum ramah di wajahnya. Dibandingkan dengan Luna, Vann yakin Githa sama sekali bukan lawan. Tapi ia harus mengakui, Githa merupakan bagian dari wanita cantik. Lebih tepatnya Vann tidak merasa ada wanita cantik yang bisa bertanding melawan Luna, apakah ini kekuatan cinta atau karena Luna memang cantik?
Vann berhenti memikirkan hal tersebut dan membungkuk sopan "Guru Githa, aku adalah Vann Thorne, murid baru di kelas mulai hari ini".
Githa tiba-tiba menyadari sesuatu "Ternyata Vann, aku sudah mendapatkan pemberitahuan dari Guru Hasel tadi pagi dan kami sekelas sudah menunggumu. Aku berpikir kau akan lebih terlambat lagi, baguslah kau bisa datang lebih cepat".
Ketika ada di ruang kelas, Vann menemukan murid di kelas ini sekitar 40 orang yang 30 di antaranya adalah pria sedangkan 10 lain merupakan wanita.
Para murid pria melihat ke arah Vann penuh permusuhan, Vann mengerti bahwa para murid pria ini iri sebab Githa yang memegang tangannya untuk menarik Vann ke kelas.
Berbeda dari para murid pria, murid wanita melihat Vann penuh rasa penasaran.
Pagi ini mereka sudah mendengar tentang anak tanpa bakat yang berhasil menjadi kultivator selama 2 bulan, siapa yang berpikir anak itu akan bergabung di kelas mereka.
__ADS_1
Apa yang membuat semua orang penasaran yaitu alasan keberhasilan Vann, walaupun tanpa bakat tapi Vann bisa menjadi seorang kultivator, apakah ada rahasia dibalik semua itu?
Githa membiarkan Vann berdiri di depan kelas dan mulai berkata "Semuanya, mulai hari ini Vann akan menjadi teman baru kalian! Vann, perkenalkan dirimu ke teman-teman di kelas".
"Semuanya, namaku Vann Thorne! Kalian semua pasti tahu bahwa aku dulunya adalah tukang bersih-bersih akademi, kekuatanku sekarang yaitu Qi Gathering tingkat 2", kata Vann memperkenalkan dirinya.
Semua orang di kelas bertepuk tangan, setelah itu Githa menunjuk ke arah kursi kosong di belakang "Vann, karena kau bergabung sedikit terlambat di kelas ini, maka kau bisa duduk di belakang dulu. Mungkin beberapa bulan atau tahun lagi, ada anak yang berhasil naik menjadi murid elit atau berhenti akibat batas usia lewat sehingga kau bisa berada di tempat duduk yang lebih depan".
Vann mengangguk dan duduk di kursi paling belakang, di sisi kirinya ada seorang murid pria lain sedangkan di sisi kanan Vann hanya sebuah tembok.
Murid pria di kiri Vann langsung berkata ketika Vann baru duduk "Kau tidak keberatan aku memanggilmu Vann?".
Vann segera menghadap ke murid di kirinya ini, melalui wajah murid pria tersebut, Vann tahu kemungkinan besar murid ini sudah berusia di atas 20 tahun atau hampir 25 tahun yang cukup tua.
"Kau bisa memanggilku Vann, bagaimana aku memanggilmu?", tanya Vann hati-hati, bagaimanapun ia adalah murid baru di kelas.
"Namaku Torti Ledra, kau bisa memanggilku Torti", kata Torti mengulurkan tangannya.
Vann menangkap uluran tangan tersebut "Kalau begitu senang bertemu denganmu, Torti".
Githa yang ada di depan kelas dan baru akan mengajar tentunya menemukan tindakan Torti dan Vann, jadi ia berkata "Torti, aku tahu itu adalah sikap yang baik untuk berkenalan dengan murid baru. Tapi sekarang waktunya kelas, kalian bisa lanjut saling berteman saat waktu istirahat tiba".
Torti mengangguk, lalu ia dan Vann kembali memperhatikan Githa.
__ADS_1
Melihat semua orang, Githa mulai menjelaskan "Sesuai yang aku katakan kemarin, hari ini kita akan belajar mengenai roh. Semua orang sudah tahu setiap kultivator pasti memiliki roh dengan tingkatan yang berbeda. Pada umumnya semakin berbakat seorang kultivator maka bakat milik rohnya juga semakin kuat, hari ini aku akan memberitahu kalian cara memanggil roh yang merupakan rekan bertarung terbaik milik para kultivator!".
Mendengar tentang roh, Vann mengingat kembali bahwa ia hanya memiliki roh bola air yang merupakan bagian dari roh tingkat terbawah dibandingkan roh milik para kultivator yang lain.