
"Nampaknya tidak ada lagi siapapun yang menolak", kata Tardi tersenyum "Kalau begitu peraturan yang aku katakan sebelumnya mulai berlaku, kalian tidak perlu ragu! Meskipun musuh kalian lebih lemah daripada kalian dari kultivasi mereka, kalian boleh menantangnya juga. Tetapi jangan lupa, setiap kali kalian kalah maka semua benda dan harta kalian menjadi milik pemenang. Bahkan kalian menantang orang lain bukan karena harta juga boleh".
"Misalnya kalian dendam terhadap orang lain, jadi kalian menantangnya dan menghancurkan seluruh tubuhnya untuk balas dendam. Selama orang tersebut tidak mati, akademi tidak akan menghukum kalian! Bagaimana? Bukankah dengan peraturan ini, kalian merasakan krisis untuk menjadi kuat? Selain itu, setiap pertarungan yang berlangsung akan berada di bawah pengawasan guru. Tapi guru tidak boleh mengentikan pertarungan di tengah-tengah kecuali ada murid yang hampir mati, apakah kalian mengerti?".
Beberapa guru cuma bisa mengangguk dengan berat, apalagi yang harus mereka lakukan? Sekalipun seluruh guru di Akademi Pedang Kayu bergabung, Tardi sebagai kultivator menengah mampu mengalahkan mereka tanpa masalah.
"Aku lupa memberitahu kalian 1 masalah penting lagi", kata Tardi tiba-tiba baru mengingat sesuatu "Aku membawa 10 guru yang merupakan rekanku, mereka telah membantuku mengelola beberapa akademi sebelumnya sampai menjadi akademi terbaik sehingga kalian tidak perlu khawatir mengenai kemampuan mereka. Setiap kali ada pertarungan, mereka pasti bergerak secepat mungkin untuk menjadi penengah. Walaupun mereka tertidur, kalian tidak perlu ragu sebab 10 guru yang aku bawa sangat terlatih, mereka pasti bangun secepat mungkin".
"Aku rasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, semua orang boleh kembali ke rumah mereka masing-masing atau mungkin kalian berencana bertarung sekarang? Tidak masalah, kalian boleh bertarung!".
Kepala akademi melambaikan tangannya kepada semua murid dan guru sebelum pergi dengan senyum ramah, tidak ada seorangpun yang berpikir Tardi merupakan sosok yang dapat membuat peraturan kejam seperti itu apabila hanya menilai dari senyum ramahnya.
Tidak lama dari perginya Tardi, para guru yang lain ikut pergi.
Terutama Gostaf, ia adalah orang yang paling marah terhadap aturan Tardi.
Gostaf merupakan bagian dari guru paling lama di Akademi Pedang Kayu, oleh karena itu ia tidak akan merasa senang ketika mengetahui akademi mengalami kekacauan.
__ADS_1
Setelah semua guru pergi, para murid menjadi ribut.
Beberapa murid segera pergi juga sedangkan ada sebagian murid yang lain tetap tinggal disini, mereka sibuk membicarakan peraturan kepala akademi baru.
Torti juga berkata aneh "Menurut kalian, apa yang sebenarnya kepala akademi baru pikirkan? Apakah kalian berpendapat aturan kepala akademi baru akan berhasil? Bagaimanapun kita sering hidup damai di Akademi Pedang Kayu, tidak mungkin para murid berubah begitu cepat menjadi saling bertarung cuma karena adanya aturan baru bukan?".
"Aku rasa keadaan di akademi pasti berubah", kata Vann menggelengkan kepalanya, ia menatap tajam ke arah dimana Tardi pergi "Kita di Akademi Pedang Kayu memang selalu hidup damai, tapi itu karena ada aturan dilarang bertarung tanpa izin. Sewaktu peraturan tersebut dilepas, para murid yang telah lama saling menyimpan dendam pasti akan saling bertarung. Tidak hanya itu, kepala akademi barusan juga mengatakan semua harta dan benda orang yang kalah menjadi milik pemenang, berapa banyak orang yang akan menantang musuhnya karena kesempatan mendapatkan harta?".
"Apa yang Vann katakan benar", kata Yun Tian "Setiap orang bertujuan menjadi kuat, selama ada kesempatan, maka mereka tidak akan ragu walaupun harus mengalahkan orang lain. Lagipula tidak semua orang dapat berdiri di puncak kekuatan, kita semua harus saling bersaing sebelum mampu berdiri di puncak. Peraturan kepala akademi baru mungkin cukup kasar, tapi pada akhirnya tidak jauh berbeda dari peraturan lama Akademi Pedang Kayu yaitu mereka yang lemah akan diberhentikan, mereka yang cukup kuat namun melewati batas usia harus menjadi guru, sedangkan mereka yang sangat kuat dan berhasil menjadi kultivator tingkat menengah maka mereka boleh terus lanjut menuju puncak kultivator".
"Kau tahu cukup banyak tentang Akademi Pedang Kayu", kata Vann sedikit terkejut.
Torti adalah orang yang paling khawatir, bagaimanapun di antara Vann dan yang lainnya, ia merupakan orang paling lemah "Kalau begitu, kenapa orang seperti Tardi yang dipilih sebagai kepala akademi baru? Bukankah caranya sedikit terlalu gila dimana para murid harus saling menyerang?".
"Karena aturan yang ia buat memang gila, tapi berhasil memperkuat akademi yang dipimpinnya", kata Vann tegas "Selama ia tidak melanggar aturan dan bisa memberikan hasil yang bagus, apakah kultivator puncak akan peduli terhadap peraturannya yang sedikit gila? Tapi cara Tardi memang sedikit gila, apabila ada sedikit kesalahan seperti kematian murid, ia pasti berakhir layaknya Zerten".
Torti menghela nafas berat "Aku harap keadaan akademi kita tidak berubah secepat itu, lebih baik kalau akademi tetap berjalan normal--".
__ADS_1
Sebelum Torti menyelesaikan suaranya, teriakan datang di antara murid pada puncak gunung.
Vann dan yang lainnya melihat ke arah suara teriakan dimana 2 murid pria mulai saling bertarung, Yun Tian menggelengkan kepalanya dan berjalan pergi dari sini "Nampaknya harapanmu gagal, Torti".
"Yun Tian, kemana kau pergi?", tanya Torti khawatir sebab keadaan berubah terlalu cepat, sudah ada murid yang saling bertarung.
"Kemana lagi? Aku kembali ke rumah, daripada terus khawatir, lebih baik berlatih agar menjadi kuat", kata Yun Tian yang semakin jauh "Torti, kau juga harus berlatih. Jika kau tiba-tiba ditantang orang lain, kau mungkin dikalahkan! Lagipula di tengah pertarungan, kami tidak boleh membantumu, kau harus berhati-hati".
Setelah Yun Tian menghilang, Vann ikut melangkah pergi "Jadi aku akan pergi juga, kau harus berhati-hati, Torti".
Torti ditinggal sendirian di tempat, ia menatap 2 orang temannya yang pergi lalu orang-orang yang sedang bertarung.
Pada awalnya hanya ada 2 murid yang bertarung, tapi perlahan-lahan jumlah orang yang bertarung terus bertambah hingga menjadi lebih dari puluhan murid. Para guru ikut datang untuk mengawasi.
Pada saat peraturan dari kepala akademi Tardi baru dibuat, puluhan murid telah mulai bertarung secara gila.
Siapapun tahu, Akademi Pedang Kayu pasti mengalami perubahan.
__ADS_1
Kekacauan dan awan gelap menutupi seluruh Akademi Pedang Kayu, lalu di antara awan gelap tersebut, hanya beberapa orang murid yang ditakdirkan berhasil berdiri di puncak awan gelap dan menjadi kekuatan terbaik akademi.
Cara Tardi memang gila, tapi aturannya merupakan cara tercepat mengembangkan kekuatan dari para murid akademi.