
Vann sedikit tidak bisa berkata-kata terhadap kemarahan ayahnya yang terlalu mengejutkan, hal ini membuat Vann berdiri diam di tempatnya selama kurang lebih 30 detik.
Ketika Vann kembali sadar, ia menatap ke arah ayahnya yang sedang makan di meja dengan tegas "Ayah, biarkan aku menjadi kultivator! Aku tidak tahu kenapa ayah tidak setuju apabila aku menjadi kultivator, tapi aku pasti berusaha yang terbaik agar tidak mengecewakan ayah! Kali ini aku tidak bermain-main lagi, aku akan berlatih setiap hari agar menjadi kultivator yang bisa ayah banggakan".
"Brak!".
Tiba-tiba ayah Vann memukul meja penuh kemarahan, ia berkata penuh rasa dingin "Apakah kau tidak mendengar perkataan ayah barusan? Tidak peduli seberapa hebat kau menjadi kultivator, ayah tidak akan pernah merasa bangga. Oleh karena itu, lupakan mimpi bodoh mu! Ayah bisa memberimu izin untuk memiliki pekerjaan yang lain, bahkan ayah lebih setuju jika kau memilih tidak bekerja daripada harus menjadi kultivator".
Vann memutar matanya "Apa yang ayah katakan? Jika aku tidak bekerja, aku tidak akan bisa makan dan pada akhirnya mati kelaparan. Bagaimana mungkin hal itu lebih baik daripada menjadi kultivator?".
Ayah Vann berdiri di depan Vann lalu mengambil sebuah kartu rekening "Di kartu ini ada 50 miliar, semua uang di kartu ini ayah kumpulkan selama puluhan tahun menjadi Itubers agar kau tidak perlu khawatir lagi terhadap masa depanmu. Ayah akan terus mengumpulkan uang, jadi kau bisa hidup tanpa harus khawatir kekurangan uang ketika ayah tidak ada nanti. Jadi, jangan menjadi kultivator, kau hanya harus hidup dengan damai tanpa harus khawatir kekurangan uang!".
Vann semakin bingung pada sikap ayahnya "Ayah, kenapa kau terlihat sangat menolak kultivator? Apakah kau memiliki kebencian tertentu kepada para kultivator?".
Ayah Vann sama sekali tidak menjawab pertanyaan anaknya, ia hanya melambaikan tangannya "Semua sudah diputuskan, kau bisa menjadi apapun sekalipun itu berarti kau tidak bekerja dan hanya menghabiskan uang setiap hari. Selama kau tidak memilih menjadi kultivator, ayah akan terus mendukung mu".
Vann berusaha mengatakan sesuatu untuk membujuk ayahnya lagi, tapi ayah Vann segera berlari ke kamarnya "Baiklah, hal ini sudah diputuskan! Lupakan mimpi bodoh menjadi kultivator, lebih baik kau mengutamakan sekolahmu. Tunggu, apabila kau tidak tertarik ke sekolah lagi, kau bisa berhenti. Kau hanya perlu memberitahu ayah apa yang membuatmu tertarik kecuali kultivasi, ayah pasti menyiapkannya".
Tanpa menunggu jawaban dari Vann, ayahnya sudah menutup pintu kamar dan kembali bekerja sebagai Itubers.
Vann berdiri diam di ruang makan penuh kebingungan, ia tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada ayahnya.
__ADS_1
Ayah Vann selalu mendukung dirinya sejak berusia 5 tahun yaitu waktu mereka tinggal bersama. Tidak peduli sekolah apa yang dipilih Vann serta berapa biayanya, ayah Vann selalu setuju.
Oleh karena itu, Vann sangat bertanya-tanya alasan kenapa ia menolak.
Ketika Vann sedang memikirkan alasan ayahnya, sebuah berita di tv menarik perhatian Vann.
"Kepada mereka semua yang tertarik menjadi kultivator serta memiliki kekuatan untuk melindungi orang-orang di sekita kalian, kesempatan sudah tiba! Tes tahunan kultivator yang dibuka setiap 1 tahun 2 kali akan dibuka besok, persiapkan diri kalian, semua peserta!".
"Tidak perlu khawatir dengan biaya perjalanan ke tempat tes, semuanya dibayarkan oleh panitia. Di setiap kota yang ada di dunia, kami akan mengaktifkan lingkaran teleportasi yang bisa dipakai oleh semua peserta dan dijaga beberapa panitia. Selama kalian melawan lingkaran teleportasi tersebut, kalian semua akan di bawa menuju tempat tes. Bukan hanya itu, saat tes sudah selesai maka kalian akan dikembalikan lagi ke kota asal kalian memakai lingkaran teleportasi. Lalu hal yang paling penting, semua ini gratis, tidak membutuhkan biaya sedikitpun. Jadi, tunggu apa lagi? Jangan lewatkan kesempatan ini, kami menunggu kalian di tempat tes yang akan datang".
Setelah itu, iklan di tv berubah menjadi iklan yang lain, namun Vann sudah bisa mendengar semua iklan barusan.
Melihat ke arah pintu kamar ayahnya dengan ragu-ragu, Vann menentukan tekadnya.
Ia berencana pergi ke area tes tanpa diketahui ayahnya, Vann yakin ketika ia menjadi kultivator hebat yang bisa melindungi banyak orang, ayahnya pasti bangga serta tidak akan marah pada dirinya lagi.
Tidak peduli kebencian apa yang dimiliki ayahnya kepada kultivator, Vann yakin ia bisa meyakinkan ayahnya saat ia sudah mulai berlatih nanti.
Vann kembali ke kamarnya dan mempersiapkan barang-barang yang perlu di bawa besok.
Walaupun tes bakat ini hanya membutuhkan 1 hari sebab lingkaran teleportasi bisa membantu orang pergi ke tempat yang jauh tanpa menghabiskan banyak waktu, tapi tidak ada salahnya menyiapkan lebih banyak barang ataupun uang. Belum lagi Vann memiliki pengetahuan yang sangat sedikit tentang kultivator karena ia tidak memiliki kenalan seorang kultivator yang bisa membantu menjelaskan kepadanya, jadi Vann harus melakukan persiapan sebanyak mungkin supaya tidak melakukan kesalahan yang membuat ia harus pergi ke tes bakat lagi beberapa bulan kemudian.
__ADS_1
...----------------...
Keesokan harinya, Vann berjalan pergi dari kamarnya dan pergi ke ruang makan untuk mengambil roti.
Tetapi Vann terkejut sebab ayahnya sudah berdiri di ruang makan, ia menatap Vann dengan dingin "Kenapa kau pergi pagi-pagi seperti ini? Aku dengar karena serangan kemarin, sekolah diliburkan selama seminggu. Kau tidak akan pergi ke tempat tes bakat bukan? Ayah melihat tv kemarin bahwa tes bakat akan di mulai hari ini, apakah ayah salah?".
Vann berkeringat dingin, ia menatap ke samping sambil berkata dengan ragu-ragu "Itu--".
Vann merasa sulit untuk berbohong kepada ayahnya, bagaimanapun ayahnya benar-benar orang yang peduli kepada dirinya serta merawat Vann dengan sangat baik setelah ia tidak tinggal bersama ibunya lagi.
Ketika Vann bingung tentang apa yang harus dikatakan, hp ayah Vann tiba-tiba berbunyi.
Ayah Vann segera mengambil hpnya sebelum berkata dengan panik "Aku lupa, pagi ini aku harus melakukan siaran Itubers tentang game yang baru muncul!".
Ayah Vann berlari menuju kamarnya, tapi ia berhenti tepat di depan pintu kamarnya "Vann, kau bisa memilih pekerjaan apapun kecuali kultivator".
Setelah itu, ayah Vann kembali ke kamarnya.
Melihat ayah Vann yang sudah kembali kerja, Vann menghela nafas dan berkata penuh rasa bersalah "Maaf ayah, tapi aku harus menjadi kultivator agar memiliki kekuatan untuk melindungi orang-orang serta bersama dengan Luna. Suatu hari nanti, aku pasti menjadi kultivator yang kuat sehingga bisa membuat ayah bangga, aku juga akan melindungi ayah memakai kekuatanku sebagai kultivator nanti!".
Vann mengambil sebuah roti serta berjalan pergi dari villa ini, suatu hari nanti ia akan membuat ayahnya bangga kepada dirinya yang sudah menjadi kultivator kuat serta bisa melindungi banyak orang.
__ADS_1