
Mendengarkan teriakan Katra, hampir 1000 murid yang menunggu bergegas menuju Hutan Jiwa. Wajah mereka semua dipenuhi semangat dan harapan, setiap orang pasti berusaha yang terbaik agar bisa mendapatkan peringkat terbaik di pertandingan bulanan kali ini.
Vann yang ada di sisi lain mendengar pembicaraan Tude bersama 4 rekannya, nampaknya ia bersama semua rekannya bisa melewati tes awal tanpa masalah.
Berdasarkan apa yang Vann dengar dari pembicaraan mereka, sepertinya mereka berencana untuk memberikan Vann pelajaran lagi di Hutan Jiwa.
Tude menyalahkan Vann, berdasarkan pendapatnya, ia tidak akan dihukum apabila bukan karena Vann.
Oleh karena itu, Tude merasa dirinya perlu membalas dendam kepada Vann dan memberi anak baru pelajaran supaya tidak bertindak sombong lagi di masa depan.
Masalahnya mereka tidak bisa membunuh Vann sekarang, ada 2 panitia yang kemungkinan besar terus mengamati mereka.
Paling tidak sampai hari ke 2 dimana sebagian besar orang pasti sudah pergi jauh ke hutan, mereka bisa menyembunyikan diri mereka dari 2 panitia lalu menyerang Vann.
Selama mereka tidak membunuh Vann maka mereka tidak akan dihukum, paling banyak mereka hanya memberi Vann pelajaran hingga membuatnya takut. Kalau perlu, mereka akan membuat Vann meninggalkan Akademi Pedang Kayu akibat terlalu takut, maka itu sudah cukup.
Panitia pasti tidak menyalahkan mereka, lagipula para murid juga harus saling bertarung agar bisa merebut token lawan mereka.
Sebuah senyum diam-diam muncul di wajah Vann, ia mengatakan kepada Lifure bahwa dirinya pergi berburu sebab Vann di pertandingan kali ini berencana memburu semua rekan Tude dulu.
Sedangkan mengalahkan Tude, maka Vann berencana melawannya di arena ketika sedang ditonton oleh banyak orang dari Provinsi Talper supaya membuat Tude merasakan malu yang sangat besar akibat kekalahannya dari anak baru.
Tetapi sekarang Vann nampaknya tidak perlu repot-repot memburu mereka lagi, pada akhirnya Tude bersama rekan-rekannya akan datang sendiri mencoba melawan Vann.
Karena ia tidak perlu bertindak cepat memburu rekan Tude, Vann berjalan perlahan-lahan menuju Hutan Jiwa.
Ketika semua murid sudah bergegas menuju Hutan Jiwa, Katra menatap ke arah hutan tersebut sambil menghela nafas "Aku harap sesuatu yang buruk tidak terjadi pada tahun ini, anak-anak itu pergi penuh semangat dan harapan ke Hutan Jiwa, mereka berharap untuk menjadi pemenang. Tetapi setelah dari Hutan Jiwa, aku tidak tahu seberapa banyak dari mereka yang kembali".
__ADS_1
Lavein yang selalu bermusuhan dengan Katra, kali ini ia tidak mencari masalah lagi melainkan menggelengkan kepalanya "Tidak ada yang bisa kita lakukan mengenai masalah tersebut, pada akhirnya aturan pertandingan ini ditentukan 4 pemimpin kekuatan besar, tugas kita hanya menjalankan pertandingan sesuai yang mereka tentukan. Aku tidak tahu, sebenarnya apa yang dipikirkan kepala akademi hingga harus mengirim anak-anak ke Hutan Jiwa yang sangat berisiko".
Katra mengangguk lalu tidak berbicara lagi, sebagai guru yang mengajar sejak lama di Akademi Pedang Kayu, ia sangat mengerti alasan hutan di depan mereka diberi nama Hutan Jiwa.
...----------------...
Vann berjalan ke hutan untuk menemukan daerah di sekitarnya ditutupi oleh asap berwarna putih, hal tersebut menyebabkan Vann sama sekali tidak bisa berjalan cepat di hutan sebab asap putih menganggu penglihatannya. Apabila Vann bergerak terlalu cepat, ada kemungkinan besar ia menabrak pohon atau sesuatu yang lain.
Berjalan semakin jauh di hutan, tiba-tiba sebuah pedang terbang menuju ke arah dirinya.
Vann tentunya bisa merasakan pedang yang terlempar ke arah dirinya, jadi Vann mencoba mengambil pedang rank 2 tingkat rendah yang ia bawa.
Tetapi ketika mencoba mengambil pedangnya, Vann menemukan pedang yang seharusnya ia bawa menghilang.
Karena kejadian kehilangan pedang, Vann tidak memiliki kesempatan menghindar lagi dan ditusuk tepat di pundak, ia langsung tertanam pada pohon di sampingnya oleh pedang yang terlempar tersebut.
Namun sebelum merasa senang terlalu lama, Vann menemukan Tude bersama 4 rekannya muncul dari balik asap putih sambil berjalan mendekatinya dengan senyum dingin.
Vann terkejut, bukankah mereka tadi berencana menyerang Vann ketika berada jauh di hutan? Selain itu, bagaimana mereka dapat menemukan Vann di tengah-tengah asap putih yang menganggu penglihatan?
Sebelum Vann mengerti, Tude menarik pedangnya lalu menusuk ke arah Vann penuh rasa dendam "Mati! Semua orang yang berani melawanku, harus siap membayar harganya!".
Vann mencoba menggunakan energi pertarungan miliknya untuk melawan, tapi Vann segera menemukan energi pertarungan sama sekali tidak ada, sekarang Vann tidak jauh berbeda dari orang normal tanpa kekuatan kultivasi.
Di depan tebasan pedang Qi Gathering tingkat 9 milik Tude, orang normal bukan lawannya.
Ketika Vann berpikir ia akan mati tanpa mengetahui alasan kenapa kekuatannya hilang dan bagaimana Tude bersama rekannya dapat mengetahui keberadaan Vann di tengah asap putih, sebuah suara membangunkan Vann "Kyu!".
__ADS_1
Vann membuka matanya lagi dan menemukan ia berada di tengah-tengah hutan, sama sekali tidak ada asap putih yang mengganggu penglihatan di sekitar serta Tude yang mencoba membunuhnya.
Saat Vann bingung mengenai apa yang terjadi, ia menemukan Kyuro yang melompat-lompat di pundaknya.
Vann memegang kepala Kyuro, lalu tiba-tiba ia menyadari ada banyak sekali murid yang berbaring di sekitarnya.
Vann mencoba mendekati 1 murid sambil berkata "Apa yang terjadi--".
Ketika Vann merasakan murid itu tidak bernafas lagi, Vann tahu bahwa ia sudah mati.
Vann mencoba memakai energinya untuk merasakan keadaan murid lain, tapi hasilnya sama.
Di sekitar Vann, mungkin ada 20 murid yang mati sedangkan murid lain tidak diketahui keberadaannya, bagaimanapun hutan sangat luas.
Mengingat semua yang terjadi serta hutan asap tersebut, Vann berkeringat dingin sebab ia memikirkan sebuah kemungkinan.
Semua yang terjadi barusan adalah ilusi, karena itu tempat ini disebut sebagai Hutan Jiwa. Siapapun yang datang ke Hutan Jiwa akan membuat jiwa mereka terjebak di ilusi, apabila mereka tidak bangun tepat waktu maka mereka yang terbunuh di ilusi juga akan terbunuh secara nyata.
Vann benar-benar merasa terkejut dan beruntung akibat lepas dari jebakan ilusi yang sangat mematikan, untungnya suara Kyuro datang tepat waktu membantunya.
Melihat Kyuro yang melompat-lompat dipundaknya, Vann memegang kepala Kyuro lagi dengan lembut "Terima kasih, Kyuro!".
"Kyu", kata Kyuro terus melompat.
Berikutnya Vann berjalan jauh lebih berhati-hati di hutan ini, kekuatan Vann sekarang memang mencapai Qi Gathering tingkat 7 sehingga ia bisa bertarung melawan sebagian besar murid lain tanpa masalah.
Tapi Vann baru menyadari sebuah hal yaitu lawannya di pertandingan bulanan kali ini mungkin bukan hanya para murid, melainkan Hutan Jiwa itu sendiri dan semua monster yang ada.
__ADS_1