9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 50 : SURAT TERAKHIR


__ADS_3

Vann terus membalikkan halaman pada buku di tangannya, setiap kali ia membuka halaman baru maka mata Vann kembali bersinar.


Teknik Pedang 5 Elemen yang asli memang sangat menakutkan, setidaknya ratusan kali lebih hebat daripada Pedang 5 Elemen di Akademi Pedang Kayu.


Pedang 5 Elemen terbagi menjadi 9 tiap, pada 5 tahap awal maka penggunanya harus mengubah elemen yang mereka gunakan di setiap tahap sedangkan 4 tahap terakhir yaitu menggabungkan 5 elemen yang telah dipelajari menjadi gerakan serangan dan bertahan yang unik. Karena harus mampu mengendalikan 5 elemen itu yang membuat banyak orang menyerah, bagaimanapun sangat sulit mengendalikan 5 elemen pada suatu waktu.


Terutama elemen yang berlawanan seperti api dan air, kesulitan menggabungkan 2 elemen tersebut terlalu tinggi akibat saling berlawanan.


Namun di Teknik Pedang 5 Elemen yang asli menjelaskan cara mengurangi penggunaan energi saat menggunakan kemampuan ini yaitu ubah elemen sebelumnya menjadi elemen baru.


Pada tahap ke 1 dari Pedang 5 Elemen, Myro menggunakan elemen air dan tahap ke 2 adalah elemen angin.


Oleh karena itu, untuk mengurangi penjumlahan energi maka air pada tahap ke 1 tidak perlu dibuang, melainkan Myro harus mengubahnya menjadi angin lalu menggunakan tahap ke 2 secara langsung.


Buku ini benar-benar berharga, lagipula Teknik Pedang 5 Elemen merupakan pemberian pemegang tahta ke 5, siapapun pasti tahu seberapa kuat teknik ini sebab pemegang tahta sendiri memakainya.


Sewaktu sampai di halaman terakhir dan Vann siap menutup buku, tiba-tiba sebuah surat jatuh dari halaman terakhir buku tersebut.


Vann yang penasaran segera mengambil surat yang jatuh dan membukanya untuk membaca apa yang ada disana, walaupun suratnya sedikit berdebu tapi tulisan yang ada di atas surat masih bisa dibaca.


[Bagi siapapun yang berhasil menemukan tempat ini berarti kau merupakan penerus yang aku pilih! Aku tidak membutuhkan kau untuk menjadi seperti diriku atau melakukan sesuatu bagiku, tujuan aku menulis surat ini yaitu agar kau tidak keberatan melanjutkan Teknik Pedang 5 Elemen milikku. Seandainya aku tidak mati muda akibat penyakit, aku pasti dapat melangkah semakin jauh menjadi kultivator tingkat tinggi, tapi takdir berkata lain yang membuat aku harus mati lebih cepat daripada kultivator lainnya.


Meskipun guruku memberikan teknik Pedang 5 Elemen kepadaku, namun ia juga memberinya ke 4 murid yang lain. Jadi kami mengembangkan gaya Teknik Pedang 5 Elemen kami sendiri yang membuat teknik milik kami berbeda-beda. Apabila kau yang menemukan teknik milikku serta tidak keberatan melanjutkan Teknik Pedang 5 Elemen milikku, maka aku sangat berterima kasih. Tapi jika kau telah mempunyai teknik pedang yang lebih bagus sehingga tidak berencana mengambil Teknik Pedang 5 Elemen milikku, aku harap kau membakar buku yang ada di tanganku, jangan memberikannya kepada siapapun.


Lalu kau tidak perlu memakamkan ku di Akademi Pedang Kayu, selama kau tidak keberatan, kau dapat memakamkan ku disini.

__ADS_1


Pendiri dan Kepala Akademi Pedang Kayu,


Herith]


Membaca surat itu, Vann langsung membakarnya tanpa ragu.


Ia menatap ke arah Herith yang merupakan mayat dan sedikit membungkuk "Senior Herith, kita mungkin tidak pernah bertemu sewaktu kau hidup, tapi Vann bukan orang yang tidak tahu berterima kasih! Aku akan melanjutkan Teknik Pedang 5 Elemen milikku, selain itu aku tidak akan mengajarkannya kepada orang lain seperti yang kau katakan! Terima kasih, Senior Herith".


Tidak membuang waktu lagi, Vann membuka lubang yang cukup besar di tanah dan meletakkan tubuh Herith dengan hati-hati disana.


Setelah itu, Vann kembali menutup lubang memakai tanah dan meletakkan sebuah batu di atas makam yang bertuliskan "Herith, Pendiri Akademi Pedang Kayu".


Setelah menyelesaikan semua itu, Vann menyimpan buku Teknik 5 Pedang Kayu penuh kehati-hatian sebelum kembali naik ke atas gua lagi.


Ia tidak boleh memberitahu siapapun mengenai kejadian hari ini, selama orang-orang dari Akademi Pedang Kayu mengetahui Vann mendapatkan teknik asli dari Pedang 5 Elemen, ia pasti diburu bahkan dibunuh.


Bahkan jika akademi atau kekuatan kultivator tingkat menengah mempunyai, mereka pasti memiliki latar belakang yang kuat.


Sesaat setelah Vann meninggalkan gua, seluruh gua tiba-tiba bergetar dan batu-batu berjatuhan menutup kembali jalan ke bawah gua tempat dimana Herith dimakamkan. Sekarang, sangat sulit untuk menemukan Herith lagi.


Untungnya Vann sudah pergi dari gua, jika ia terlambat maka ada kemungkinan Vann ikut terkubur batu di gua. Meskipun ada kemungkinan, gua itu hancur akibat tindakan seseorang yang menunggu Vann pergi lebih dulu.


...----------------...


Di bagian bawah gua, sosok pria mencurigakan yang Vann lihat sebelumnya kembali muncul.

__ADS_1


Sosok mencurigakan itu menatap meja yang telah kosong dan mayatnya dimakamkan tanpa masalah, sebuah senyuman muncul di wajah sosok mencurigakan itu.


"Sekarang aku dapat pergi dari sini!", sosok mencurigakan berubah menjadi cahaya emas sebelum menghilang.


Di saat-saat terakhir, dapat dilihat sosok mencurigakan barusan memiliki wajah yang sama dengan Herith kecuali ia sedikit muda.


...----------------...


Vann menatap gua yang hancur lalu melihat kembali tempat dimana mayat monster ular berada, tapi monster ular tidak ada lagi disana.


Tidak, nampaknya apa yang Vann lawan sebelumnya bukan monster ular melainkan tes dari seseorang. Selama Vann dikalahkan monster ular, ia tidak akan mendapatkan Teknik Pedang 5 Elemen. Oleh karena itu, mayat monster ular menghilang setelah tes selesai.


Mengangkat kepalanya sambil melihat langit, sekarang sinar matahari di langit hampir menghilang dan malam sangat dekat.


Vann memutuskan mencari sebuah gua lain sebelum tinggal disana untuk malam ini, ia menghidupkan api di gua yang akan menjadi tempatnya bermalam meskipun kultivator setingkat dirinya tahan terhadap udara dingin.


Sewaktu api dihidupkan, Vann memasak daging kelinci yang kebetulan ia temukan di jalan sebelum memakannya.


Vann sering memasak daging di masa lalu menggunakan api seperti ini, lebih tepatnya ayah Vann yang mengajari kemampuan tersebut sewaktu Vann kecil. Kemungkinan besar waktu muda dulu, ayah Vann sering pergi ke tempat-tempat seperti gunung dan hutan yang membuat ia sangat ahli mengenai kemampuan bertahan hidup di alam.


Setelah selesai makan, Vann tidak segera tidur melainkan berlatih mengayunkan pedangnya sesuai Teknik Pedang 5 Elemen yang Baru.


Walaupun ia menguasai tahap 1 Teknik Pedang 5 Elemen, tapi itu tidak lengkap yang membuat Vann harus mempelajarinya lagi.


Bagi Vann, keuntungan memburu monster tidak sebesar melatih Teknik Pedang 5 Elemen untuk sekarang.

__ADS_1


Jadi Vann terus mengayunkan pedang tanpa henti selama berjam-jam sebelum pergi beristirahat.


__ADS_2