
Hasel tidak peduli kepada Vann yang terkejut, ia terus berjalan maju sambil berkata "Cepat ikuti aku, jangan melihat-lihat sekitar seperti orang bodoh".
Vann mengangguk dan mengikuti Hasel lagi, tapi matanya terus mengamati sekitar dimana ada banyak sekali murid-murid yang sedang berlatih pedang atau teknik pertarungan lainnya.
Nama Akademi Pedang Kayu sama sekali bukan tanpa alasan, akademi ini terkenal dengan teknik bertarung memakai pedang kayu mereka.
Walaupun tidak memakai pedang asli, tapi siapapun yang berani meremehkan kekuatan pedang kayu di akademi pasti menyesal.
Kemarin malam, Vann mencari informasi mengenai Akademi Pedang Kayu sebanyak mungkin, bagaimanapun ia akan menjadi murid disini.
Setelah membaca beberapa informasi yang cukup tidak jelas, Vann mengetahui di akademi ini terdapat beberapa teknik yang membuat pedang kayu menjadi tidak kalah kuat dari pedang asli.
Bahkan kepala Akademi Pedang Kayu merupakan sosok terkenal di dunia kultivasi, ia berhasil menjadi kultivator tingkat menengah dan baru berusia 50 tahun.
Setiap akademi memiliki batas umur mereka masing-masing. Sesuai yang Vann tahu, akademi tingkat rendah hanya melatih murid mereka sampai usia 40 tahun.
Jika murid tidak berhasil mencapai kultivator tingkat menengah dan usia mereka sudah lewat dari 40 tahun, mereka tidak lagi akan diberi sumber daya oleh akademi kecuali menjadi guru disini. Selain itu, mereka yang bisa menjadi guru juga harus melewati banyak sekali tes, oleh karena itu sebagian besar orang yang sudah melewati batas usia lebih memilih menjadi kultivator bebas dan mencari sumber daya tersembunyi yang mungkin bisa membuat mereka menjadi kuat.
__ADS_1
Jadi kepala Akademi Pedang Kayu yang bisa menjadi kultivator menengah pada usia 50 tahun sudah sangat hebat.
Pada awalnya Vann berpikir Hasel membawanya menuju rumah tempat ia tinggal disini, tapi Vann menemukan bahwa mereka terus berjalan sampai cukup jauh dari pemukiman di tengah gunung yang merupakan pemukiman para murid akademi.
Hasel membawa Vann menuju sebuah gudang yang terletak di sudut kota ini, ia menunjuk ke arah gudang yang terlihat sebagai tempat terbuang sebelum berkata "Mulai hari ini, kau tinggal disini".
Vann membuka mulutnya lebar-lebar penuh rasa terkejut sebab apa yang di depannya ini pasti bukan sebuah rumah bagi manusia untuk tinggal "Guru Hasel, apakah kita tidak salah tempat?".
"Salah tempat? Bagaimana kultivator sepertiku bisa melakukan kesalahan kecil seperti itu", kata Hasel dingin "Nampaknya kau masih salah paham disini, kau memang diterima pada Akademi Pedang Kayu namun orang tanpa bakat sepertimu tidak bisa menjadi murid. Paling banyak, kau bisa menjadi pembersih akademi. Selain itu, kau tidak boleh bergabung ke kelas seperti para murid yang lain, tugas kalian hanya membersihkan akademi setiap harinya dan tidak perlu belajar. Selama ada area di akademi yang tidak bersih, kalian tidak akan diberikan makanan! Aku tidak memiliki banyak waktu untuk menjelaskan semua ini kepadamu, lebih baik kau tanya rekanmu yang lain, mereka sudah tinggal disini lebih lama darimu! Setelah usiamu lewat dari 40 tahun serta menjadi pembersih akademi, kau pasti dikembalikan lagi ke kota. Apabila kau tidak bisa menahan sampai usia 40 tahun, maka kau bisa berhenti sekarang untuk menjadi kultivator".
Lalu Hasel berjalan pergi dari tempat ini dengan dingin, seakan-akan ia sudah membuang terlalu banyak waktu kepada Vann yang sama sekali tidak berharga.
Sebagai murid di akademi, Vann tidak boleh ikut kelas yang berarti ia tidak bisa belajar, selain itu akademi menugaskannya supaya membersihkan akademi setiap hari.
Vann mulai bertanya-tanya apakah ia diterima disini sebagai murid atau tukang bersih-bersih?
Saat Vann masih bingung, sosok seorang pria muncul dari gudang tersebut "Apakah kau anggota baru yang datang bersama Guru Hasel? Jangan dipikirkan, sikap Guru Hasel memang kasar seperti itu".
__ADS_1
Vann menatap sosok pria berusia sekitar 30 tahun di depannya "Namaku Vann, aku murid baru di akademi".
"Namaku Foltra, kau bisa bertanya apapun mengenai masalah bersih-bersih di akademi, lagipula aku adalah seniormu", kata Foltra tersenyum ramah "Aku sudah tinggal disini selama 10 tahun dan belum pernah diizinkan bergabung dengan kelas manapun, oleh karena itu aku masih seorang manusia normal tanpa kekuatan kultivasi. Akhir-akhir ini, tidak ada banyak orang lagi yang bergabung di kelompok bersih-bersih, jadi hanya ada kita".
"10 tahun? Sangat lama!", kata Vann terkejut.
Foltra tersenyum pahit "Sebagian besar orang pasti sudah menyerah, orang yang paling lama selain diriku hanya bisa bertahan disini selama 5 tahun. Setelah mengetahui tidak ada kesempatan menjadi kultivator, mereka menerima kenyataan mengenai bakat mereka dan kembali ke kota tempat mereka tinggal dulu. Sedangkan aku, aku mungkin hanya orang bodoh yang terus berharap suatu saat mimpiku menjadi kultivator akan terjadi, karena alasan ini aku terus menunggu".
Wajah Vann menjadi semakin berat akibat perkataan Foltra, sepertinya masih tidak mudah menjadi kultivator meskipun ia sudah tiba di akademi.
Foltra tentunya menemukan wajah berat Myro, jadi ia melambaikan tangannya secepat mungkin "Jangan putus asa secepat itu, pada akhirnya masih ada tukang bersih-bersih yang berhasil menjadi kultivator sekitar 7 tahun yang lalu. Padahal ia juniorku, namun ia berhasil meningkatkan kekuatannya dan diterima sebagai murid. Dari 20 orang yang pernah diterima disini, hanya ia yang berhasil menjadi kultivator! Mungkin berikutnya adalah giliran mu!".
Vann tersenyum, ia tahu Foltra hanya berusaha membuat dirinya tidak putus asa "Aku tahu, terima kasih Senior Foltra! Sejak aku datang kesini, aku pasti tidak menyerah dengan mudah! Bagaimanapun, ada orang yang harus aku temui di puncak para kultivator".
"Semangat yang bagus!", kata Foltra melempar sebuah sapu kepada Vann "Kau tidak perlu terlalu formal, cukup panggil aku Foltra! Ayo pergi, tugas kita menyapu di mulai dari pagi sampai istirahat makan siang. Selama istirahat makan siang, kita diberi istirahat 1 jam sebelum menyapu lagi hingga malam hari yaitu waktunya makan malam! Kita tidak perlu membersihkan rumah-rumah para murid, tugas kita hanya membersihkan ruang belajar Akademi Pedang Kayu! Aku akan membawamu ke sana".
Foltra berjalan maju lebih dulu sedangkan Vann langsung mengikutinya sambil membawa sapu yang dilempar barusan setelah meletakkan tas yang ia bawa dari rumah ke gudang.
__ADS_1
Meskipun perjalanannya ke Akademi Pedang Kayu tidak sesuai harapan dan Vann hanya menjadi pembersih, tapi Vann tidak menyerah.
Ia yakin, suatu kesempatan pasti datang agar dirinya bisa menjadi kultivator dan diterima sebagai murid akademi.