
Ketika semua murid yang ada di kelas mulai memikirkan tentang roh mereka, Githa lanjut menjelaskan "Roh memiliki kekuatan khusus mereka sendiri, beberapa roh memiliki kekuatan elemen ataupun hanya serangan fisik. Bukan hanya itu, ada roh yang memiliki kekuatan elemen serta fisik secara bersamaan. Pada hari ini, kita tidak akan membahas mengenai para roh tapi tujuan utama kita yaitu memanggil roh kalian masing-masing. Setiap kultivator paling tidak memiliki 1 roh, ada beberapa kultivator yang memiliki 2 roh atau lebih. Tapi kalian tidak perlu memanggil semua roh kalian sekarang, kalian hanya perlu memanggil 1 roh terlebih dulu. Aku akan memulai lebih dulu, kalian semua perhatian caraku memanggil roh".
Setelah itu Githa mengulurkan tangan kanannya ke depan, energi yang kuat segera berkumpul di tangan kanannya.
Perlahan-lahan sosok seekor burung elang yang bertengger di tangan kanan Githa muncul, burung elang tersebut memiliki bulu berwarna perak serta elemen angin yang kuat.
Murid-murid di kelas langsung memakai energi pertarungan mereka untuk melindungi diri sebab kemunculan elang tersebut membuat sebuah tornado kecil di kelas, jika mereka tidak berhati-hati maka tornado itu bisa melukai mereka.
Vann juga membuat perlindungan di seluruh tubuhnya sehingga tornado kecil tidak bisa melukainya, namun Vann sama sekali tidak memperdulikan tornado tersebut, seluruh perhatian yang ia miliki sudah jatuh pada burung elang perak tersebut.
Bagaimanapun Vann tidak bisa melupakan waktu dimana ia melihat roh paling awal, yaitu ketika Luna memanggil 2 serigala miliknya.
Walaupun Githa tidak bisa memanggil roh secepat Luna, tapi melihat pemanggilan roh secara langsung lagi tentunya membuat Vann kagum dan bersemangat.
Tidak hanya Vann, seluruh orang di kelas ikut bersemangat. Semua orang yang datang ke akademi pasti bermimpi menjadi kultivator hebat dan memanggil roh mereka sendiri, hari ini mereka memiliki kesempatan memanggil roh yang membuat mereka sangat senang.
Tornado kecil di ruang kelas mulai menghilang, burung elang perak di tangan Githa membuka paruhnya dan memberikan teriakan keras yang membuat beberapa perisai milik murid retak.
"Krak!".
Wajah beberapa murid berubah saat menemukan perisai mereka retak hanya karena teriakan burung elang, sebelum perisai mereka hancur, Githa menggerakkan tangan kirinya supaya memegang kepala elang dengan lembut "Cukup, mereka bukan musuh, mereka adalah murid ku sehingga kau bisa berhenti menyerang!".
__ADS_1
Burung elang kembali menutup mulutnya, ia menatap para murid di kelas penuh rasa tidak peduli. Di mata para roh, hanya tuan mereka yang penting.
Melihat burung elang sudah diam, semua murid di kelas menghela nafas sambil membuang rasa khawatir mereka. Jika burung elang terus berteriak, beberapa murid di kelas pasti tidak bisa menahannya lagi dan akan terluka.
Vann ikut membuang kekhawatirannya, meskipun perisai energi Vann tidak retak barusan, tapi ia bisa merasakan tekanan yang kuat dari teriakan elang.
Githa menunjukkan elang perak di tangannya ke depan mata semua murid "Ini adalah roh milikku, Elang Angin tingkat Sangat Langka. Mungkin tingkatan roh milikku tidak terlalu tinggi, namun elang angin adalah tipe roh yang bisa terbang juga sehingga banyak orang lebih menghargainya daripada roh Sangat Langka yang lain. Baiklah, masalah roh milikku sudah selesai, sekarang waktunya kalian mencoba roh milik kalian! Siapapun yang tidak bisa memanggil roh mereka hari ini, mereka tidak akan mendapatkan makan siang".
"Apa?", seluruh kelas berteriak tidak setuju ketika mendengar mereka harus bisa memanggil roh hari ini juga. Apalagi sampai tidak mendapatkan makan siang jika gagal, mereka merasa tidak mungkin bisa memanggil roh hanya dengan waktu sehari.
Tetapi Githa tidak terpengaruh terhadap ketidaksetujuan pada muridnya "Aku sudah memutuskan! Daripada kalian terus mengeluh, kenapa tidak langsung mencoba belajar secepat mungkin! Semakin banyak waktu yang kalian buang, semakin besar kemungkinan kalian tidak mendapatkan makan siang".
Mengetahui bahwa Githa tidak akan mengubah keputusannya, para murid hanya bisa mencoba memanggil roh mereka.
Vann mengikuti saran Githa, ia menutup matanya sambil membayangkan bentuk bola air.
Walaupun Vann belum pernah melihat bagaimana bentuk roh bola air sebenarnya, tapi panitia yang memberikan Myro tes pernah berkata bahwa roh bola air memiliki bentuk seperti slime, lebih tepatnya slime yang terbentuk dari air.
Oleh karena itu, Vann memikirkan bentuk sebuah bola yang terbuat dari air.
Tanpa disadari Vann, energi berkumpul dengan cepat di tangannya.
__ADS_1
Hal itu tentunya menarik perhatian seluruh murid dan Githa yang ada di kelas, padahal Vann baru bergabung di kelas ini dan mencoba memanggil roh sekali, tapi ia sudah berhasil. Meskipun mereka pernah mendengar Vann hanya memiliki roh tingkat paling rendah, tapi bisa mempelajari pemanggilan roh secepat ini sudah membuktikan kecerdasan milik Vann.
"Sekarang aku mengerti kenapa anak ini bisa menjadi kultivator, sedangkan puluhan orang lain yang menjadi tukang bersih-bersih sebelumnya gagal", kata Githa yang mengamati Vann sambil tersenyum.
Sebagai seorang guru dan kultivator selama puluhan tahun, Githa tentunya sudah mempelajari banyak hal di dunia kultivator.
Tidak semua kultivator adalah orang yang memiliki bakat kultivasi besar, bahkan ada beberapa orang yang dulunya memiliki bakat kultivasi kecil bisa menjadi kultivator hebat.
Kenapa mereka bisa berhasil? Tes kultivator hanya mengetes bakat dan kecepatan kultivasi seseorang serta roh yang mereka miliki, namun hal itu tidak bisa menilai kecerdasan, keberuntungan dan tekad kerja keras orang lain.
Pada akhirnya bakat memang penting untuk menjadi kultivator hebat, tapi faktor yang lain tidak kalah penting. Vann yang bisa memanggil roh hanya dengan sekali coba sudah membuktikan, Vann memiliki kecerdasan yang menakutkan.
Apabila semua orang tahu Vann bisa mempelajari membuat Obat Qi memakai kayu bakar sekitar 2 bulan, mereka pasti menganggap kecerdasan Vann sebagai monster.
Perlahan-lahan energi di tangan Vann berubah menjadi kumpulan air, air tersebut berkumpul di sekitar tangan Vann sebelum membentuk sebuah bola.
Ketika Vann membuka matanya lagi, ia menemukan sebuah bola air yang terletak di atas meja miliknya.
Roh ini memang seperti slime yang berbentuk bola, tapi seluruh tubuhnya terbuat dari air.
Vann yang penasaran mencoba menyentuh bola air tersebut, saat menyentuhnya maka Vann merasa tangannya sedang berada di kolam air.
__ADS_1
Seluruh tubuh roh bola air itu sedikit bergetar waktu Vann menyentuhnya, lalu ia melompat ke atas tangan Vann tanpa membuat daerah sekitarnya basah.
Menatap wajah bola air yang tidak memiliki mata ataupun mulut, Vann merasa roh bola air merasa sangat senang bertemu dirinya, walaupun ia tidak bisa mendengarkan perkataan roh bola air sedikitpun.