9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 29 : KEANEHAN


__ADS_3

"Mempelajari cara membuat obat yang lain ya?", pikir Vann sambil mengambil bahan-bahan membuat obat yang gagal dari kelas alkimia tadi siang.


Meskipun Vann sudah menjadi kultivator, Hasel tetap membiarkan ruang kelas alkimia terbuka pada malam hari sehingga Vann masih bisa terus belajar seperti sebelumnya.


Bukan hanya itu, Vann juga sudah melihat rumahnya setelah kembali dari sekolah barusan.


Rumah Vann tidak berbeda dari rumah murid lain yaitu sebuah rumah kayu yang memiliki 1 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur dan sebuah kamar mandi.


Sedangkan apabila seorang murid berencana pergi latihan, ada lapangan yang terletak di antara pemukiman para murid sehingga tidak perlu berlatih di rumah.


Secara kebetulan Torti yang duduk di samping Vann saat berada di kelas, rumahnya juga terletak di samping Vann.


Jadi mereka saling berbicara dan mengenal lebih banyak lagi sebelum kembali ke rumah masing-masing.


Vann bertanya kepada Torti yang sudah tinggal di Akademi Pedang Kayu mengenai kenapa ia belum pernah melihat murid elit di kelas.


Menurut perkataan Torti, kelas murid elit berada di atas gunung lagi, tempat tinggal mereka juga berada disana sehingga sangat sulit bagi para murid normal bertemu murid elit kecuali para murid elit sedang turun gunung untuk melakukan tugas atau kembali ke rumah keluarga mereka untuk liburan.


Setelah berpisah dari Torti, Vann memutuskan tidak terus tinggal di rumahnya melainkan tetap membuat Obat Qi seperti yang ia lakukan sebelum-sebelumnya.


Walaupun Hasel berkata bahwa Obat Qi tidak akan efektif lagi pada Vann jika terlalu sering digunakan, Vann berpikir untuk menerima saran Hasel yang lain yaitu membuka toko obat. Pada awalnya Vann mungkin hanya menjual Obat Qi, tapi Vann percaya toko obat miliknya bisa menjadi yang terbaik di Kota bawah gunung Akademi Pedang Kayu beberapa tahun kemudian.


Oleh karena itu, ia harus terus membuat obat setiap hari memakai bahan gagal agar tidak perlu menggunakan modal yang banyak untuk membeli bahan Obat Qi.


Bahan obat Vann berasal dari akademi yang berarti modal tokonya adalah tidak ada, semua hasil penjualan merupakan keuntungan.

__ADS_1


Vann tersenyum sambil kembali ke kelas tempat ia membuat obat dan membawa kembali bahan-bahan yang gagal tersebut.


Sekarang merupakan malam hari yang membuat seluruh gedung sekolah menjadi diam, tidak ada yang menganggu Vann membuat obat.


Ketika Vann siap menyalakan api memakai energi pertarungan miliknya, tanpa memakai kayu bakar lagi.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Vann, kenapa tidak memanggil Kyuro agar menemaninya membuat obat.


Meskipun Vann sudah sering membuat obat sendirian, namun tidak ada salahnya apabila ada yang menemani.


Memanggil Kyuro, sosok bola air muncul di sebuah meja dekat kuali Vann.


Bola air tersebut menatap ke sekitarnya dengan bingung "Kyu?".


Saat ia menemukan keberadaan Vann, Kyuro melompat-lompat penuh rasa senang "Kyu! Kyu!".


Tidak peduli bagaimana Vann bertanya, Kyuro hanya melompat-lompat di sekitar meja.


Vann menggelengkan kepalanya dan tidak memperdulikan masalah ini lagi, ia harus menyelesaikan pekerjaan membuat obat hari ini secepat mungkin supaya bisa kembali ke rumah lalu beristirahat.


Sejam kemudian, Vann kembali berhasil membuat 2 Obat Qi berwarna emas.


Membuka tutup kuali, Vann tidak lagi terkejut terhadap keberhasilan membuat Obat Qi kali ini. Lebih tepatnya Vann sudah cukup ahli membuat Obat Qi hingga menjadi percaya diri menenai keberhasilannya membuat obat.


Menyimpan 2 Obat Qi itu di kantong, Vann sekarang memiliki 4 Obat Qi yang 2 lainnya berasal dari kelas tadi siang.

__ADS_1


Saat Vann berencana mengambil bahan lain untuk mulai membuat obat lagi, wajahnya membeku.


Mulut dan mata Vann terbuka lebar-lebar penuh rasa tidak percaya seakan-akan ia sedang melihat hantu.


Di depan mata Vann sekarang, Kyuro sedang memakan bahan obat yang gagal tersebut.


Di tengah-tengah tubuh bola air Kyuro, terdapat Rumput Roh Ringan dan Bunga Salju yang sudah berwarna hitam. 2 tanaman tersebut merupakan bahan membuat Obat Qi, mereka berwarna hitam akibat para murid gagal membuat obat sehingga bahan obat berubah menjadi hitam sebab terbakar oleh suhu yang terlalu tinggi.


Masalah yang membuat Vann terkejut sama sekali bukan itu, bagaimanapun Vann tidak akan marah hanya karena Kyuro memakan beberapa bahan obat yang gagal. Sekarang Vann dan Kyuro adalah tuan serta roh, mereka merupakan rekan yang saling membantu di masa depan sehingga Vann pasti tidak akan ragu memberi Kyuro makanan obat gagal selama hal itu tidak berisiko terhadap kesehatannya.


Namun yang membuat Vann terkejut sekarang yaitu ada tumpukan bahan obat di samping Kyuro.


Berbeda dari bahan obat lainnya yang sudah berubah menjadi warna hitam akibat gagal, di samping Kyuro terdapat 2 jenis bahan obat berupa sebuah bunga berwarna putih yang terlihat seperti salju, bahan yang lain adalah sebuah rumput berwarna hijau yang memiliki beberapa cahaya perak di sekitarnya.


Vann tidak bisa melupakan 2 bahan tersebut sebab ia baru menggunakannya pada kelas tadi siang, 2 bahan itu tidak lain adalah Rumput Roh Ringan dan Bunga Salju yang masih baru atau belum gagal digunakan.


Sekarang ada puluhan bahan tersebut bertumpuk di samping Kyuro, bukan bahan obat gagal melainkan bahan obat baru sehingga 1 Rumput Roh Ringan dan 1 Bunga Salju sudah lebih dari cukup untuk membuat Obat Qi jika tidak terjadi kesalahan di proses pembuatannya.


Ketika Vann masih penasaran darimana tumpukan bahan itu berasal, Vann menemukan Kyuro tiba-tiba membuang bahan gagal yang sudah ia makan.


Melihat bahan gagal yang Kyuro buang, mata Vann kembali terkejut sebab Kyuro seharusnya memakan bahan yang gagal, tapi apa yang barusan Kyuro lempar adalah bahan baru yang belum pernah gagal dibuat menjadi obat.


Hal ini segera membuat Vann memiliki sebuah kemungkinan yang menjadi alasan dibalik semua keanehan yang terjadi.


Vann mengambil Kyuro yang baru sudah makan sambil berkata dengan mulut bergetar "Kyuro, apakah kau bisa mengubah bahan tanaman obat gagal menjadi bahan tanaman obat yang baru? Tidak, apakah ketika kau memakan tanaman obat yang sudah hancur akibat kegagalan proses membuat obat maka tanaman obat tersebut bisa menjadi baru lagi?".

__ADS_1


Sekarang Vann tidak bisa menyembunyikan kepanikan miliknya lagi, apabila Kyuro benar-benar memiliki kemampuan tersebut, Vann bisa memiliki bahan-bahan obat tanpa masalah.


Kyuro yang melihat wajah panik Vann hanya bisa menggerakkan kepalanya ke samping penuh rasa bingung "Kyu?".


__ADS_2