9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 14 : AKHIRNYA MENYERAH


__ADS_3

Tapi tidak peduli seberapa bekerja keras Vann, ayahnya memutuskan untuk tidak membantu sedikitpun.


Mereka masih hidup seperti sebelumnya yaitu makan siang bersama apabila Vann kembali ke rumah pada siang hari, sedangkan pada malam hari maka mereka selalu makan bersama.


Bagaimanapun ayah Vann tidak memiliki pekerjaan apapun pada malam hari, begitu juga Vann. Jadi mereka bisa meluangkan waktu mereka untuk makan bersama sambil berbicara mengenai hal-hal yang terjadi hari ini, pada waktu malam ini Vann dan ayahnya merupakan saat yang paling dekat.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Vann berdiri dan mulai membersihkan alat makan yang sudah mereka gunakan.


Karena ayahnya sudah selalu bekerja keras setiap harinya mengumpulkan uang untuk biaya sekolah, makan serta kebutuhan sehari-hari Vann, hal ini membuat Vann memutuskan agar ia yang menyelesaikan semua pekerjaan sehari-hari seperti menyapu ataupun membersihkan alat makan yang baru digunakan.


Makan malam sudah selesai sehingga ayah Vann berdiri dan berencana kembali ke kamarnya, tapi sebelum membuka pintu kamar, ayah Vann kembali bertanya "Apakah kau belum menyerah? Sebentar lagi kau akan lulus dari sekolah, kau bisa mencari perusahaan atau pergi ke universitas terkenal. Tidak perlu khawatir, ayah pasti bisa memberimu biaya yang cukup sampai kau lulus kuliah".


"Ayah, aku sudah memutuskan menjadi kultivator! Saat sekolahku sudah selesai, aku akan memusatkan semua waktu ku untuk berlatih supaya hasilnya menjadi semakin baik", kata Vann sambil terus membersihkan mangkuk yang ada di tangannya.


"Sangat keras kepala", kata ayah Vann yang kembali ke kamarnya, hanya meninggalkan Vann tetap di ruang makan.


Setiap malam hari, ayah Vann sama sekali tidak perlu melakukan pekerjaan apapun lagi yang membuat ia langsung tertidur.


Sekitar jam 2 pagi, ayah Vann membuka matanya dan berdiri dari tempat tidur.


Ia berjalan ke depan kamar Vann lalu membuka pintunya dimana ia menemukan Vann yang sedang tertidur di meja belajar.


Selama seharian, Vann sibuk berlatih bela diri dan mengayunkan pedang hingga malam hari. Belum lagi anak ini masih tetap mencoba belajar pada malam hari sampai dirinya tidur di atas meja belajar, ayah Vann sedikit tidak bisa berkata-kata.


Ia mengangkat tubuh Vann yang tertidur di meja belajar lalu meletakkannya di tempat tidur dengan hati-hati.


Setelah memastikan bahwa tindakan yang ia lakukan tidak membangunkan Vann, ayahnya menghela nafas dan membuang rasa khawatirnya.

__ADS_1


Beberapa hari ini, Vann terus tertidur di meja belajar sehingga ayah Vann selalu bangun untuk memindahkan Vann kembali ke tempat tidur.


Saat ayah Vann berencana pergi kembali ke kamarnya dan kembali tidur, ia menemukan wajah tidur Vann hari ini lebih berat dari sebelumnya.


Melihat semua itu, wajah ayah Vann menjadi suram. Vann terlalu kelelahan, jika terus seperti ini, ada kemungkinan Vann jatuh sakit.


Apa yang lebih buruk yaitu Vann mungkin menerima luka fatal akibat bekerja terlalu keras, hal ini membuat ayah Vann semakin berat memikirkan jika hal itu benar-benar terjadi.


Terus mengamati wajah Vann yang terlihat sangat kelelahan, ayah Vann menutup matanya.


...----------------...


Ketika ayah Vann membuka matanya lagi, ia menemukan seorang anak laki-laki yang sangat mirip dengan Vann waktu berusia 5 tahun.


Tetapi mereka sekarang berada di sebuah gunung yang sangat tinggi, pada usia 5 tahun Vann masih bersama ibunya, jadi anak di depannya sekarang seharusnya bukan Vann.


Ayah Vann mengulurkan tangannya dan memegang kepala anak tersebut dengan lembut "Kau benar, Vann pasti bisa menjadi lebih kuat dari ayah. Sampai waktu itu tiba, ayah pasti melindungi mu!".


...----------------...


Berbeda dari gunung sebelumnya, ayah Vann kali ini membuka matanya untuk melihat bahwa ia berada di tengah kota-kota yang hancur.


Ada banyak sekali mayat di sekitarnya, tapi ayah Vann tidak peduli terhadap semua itu dan terus melangkah maju "Vann! Dimana kau, Vann?".


Ketika ia pergi ke pusat kota, seluruh tubuh ayah Vann membeku sebab ia menemukan seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun di pusat kota.


Pemuda itu memiliki rambut merah pendek serta wajah yang mirip seperti Vann dan anak berusia 5 tahun sebelumnya, kecuali pria ini sedikit lebih tua.

__ADS_1


Apa yang membuat ayah Vann membeku yaitu ada 4 tombak yang menusuk tubuh pemuda itu. Bahkan di antara 4 tombak itu, ada tombak yang menusuk jantungnya. Tidak peduli seberapa kuat seseorang, selama jantung mereka hancur maka itu berarti kematian.


"Vann! Bertahanlah! Ayah akan menyembuhkan mu!", ayah Vann berlari ke arah pemuda itu penuh rasa panik, ia berusaha menyembuhkan pemuda itu, tapi tidak peduli seberapa keras Ayah Vann mencoba maka luka pemuda itu tidak memiliki tanda-tanda sembuh sedikitpun.


Luka di tubuh pemuda itu sudah terlalu fatal, ia tidak bisa menyembuhkannya lagi.


Pemuda itu membuka matanya perlahan-lahan, tubuhnya sudah sangat lemah tetapi ia masih tersenyum dan berkata dengan suara gemetar "Ayah, akhirnya kita menang! Dengan ini, semuanya sudah berakhir! Perang, kesedihan, dan kehancuran, semuanya sudah berakhir. Aku harap, ayah bisa membawa dunia menjadi semakin baik! Sebuah dunia yang damai tanpa perang--".


Pemuda itu memuntahkan seteguk darah lagi, tubuhnya menjadi semakin lemah daripada sebelumnya.


"Jangan bicara lagi, ayah pasti menyembuhkan mu", kata ayah Vann panik.


"Ayah, jangan membuang-buang energi mu. Aku sudah tahu, dengan luka ini, tidak ada kesepakatan bagiku untuk terus hidup. Ayah, jangan menangis seperti itu, bukankah ayah adalah orang terkuat di dunia--", sebelum bisa menyelesaikan kata-katanya, pemuda itu sudah menutup matanya dan mati.


Melihat pemuda itu sudah tidak ada lagi, ayah Vann memeluk pemuda itu dengan sedih "Ayah sama sekali bukan orang terkuat di dunia, bahkan ayah tidak bisa melindungi keluarga ayah sendiri! Bagaimana mungkin ayah bisa menjadi sosok terkuat di dunia?".


...----------------...


Ayah Vann membuka matanya lagi untuk melihat wajah lelah Vann yang berbaring di tempat tidurnya.


Setelah berpikir sebentar, ayah Vann menghela nafas berat "Ayah akhirnya menyerah, kau menang! Dasar, kenapa kau sangat keras kepala seperti ini!".


Ayah Vann pergi dari kamar tersebut, ia sudah memutuskan bahwa besok pagi dirinya harus menemui seseorang.


Dengan kekuatan ayah Vann sekarang, ia tidak bisa membawa Vann yang tidak memiliki bakat menjadi kultivator. Lebih tepatnya, ayah Vann lebih memilih mencari bantuan orang tersebut.


Selama orang itu membantu Vann, jalan Vann menjadi mengembangkan kekuatannya pasti lebih mudah.

__ADS_1


Setidaknya, orang itu merupakan kultivator terkuat yang paling bisa dipercaya ayah Vann saat ini.


__ADS_2