9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 118 : TANTANGAN HORGE


__ADS_3

Sebelum aturan baru Tardi tiba, kultivasi Vann memang terus berkembang tapi cukup lambat. Namun sejak Tardi memimpin akademi, kekuatan Vann terus berkembang setiap harinya.


Kalau bukan karena aturan baru tersebut, Vann mungkin belum berhasil mencapai tahap Gold Core seperti sekarang melainkan masih berada di Qi Fondation.


Oleh karena itu, walaupun Vann merasa aturan yang dibuat Tardi terlalu membuat kacau akademi, tapi Vann juga merasa aturannya sangat menguntungkan.


Hari ini Vann mendapatkan banyak obat dari musuh yang ia lawan, meskipun sebagian besar obat bukan sesuatu yang berguna bagi peningkatan kultivasi Vann saat ini.


Lalu ia menerima tombak perak yang merupakan artefak kelas 2 tingkat menengah yang cukup langka di Akademi Pedang Kayu, setidaknya tidak banyak murid akademi yang memiliki artefak setinggi ini. Namun Vann bukan pengguna tombak, ia mungkin tidak cocok memakai tombak perak yang telah didapatkannya.


Selain itu, ada 2 Obat Emas yang berhasil ia terima sebagai hadiah kemenangan.


Tanpa membuang waktu lagi, Vann duduk di ruang tamu dan memakan Obat Emas yang dimilikinya sedangkan Kyuro dibiarkan tidur pada kursi di samping Vann.


Kyuro telah tertidur selama beberapa jam sejak ia memakan panah emas yang hampir membunuh Vann, ia mungkin makan terlalu banyak sampai-sampai membutuhkan waktu tidur lebih banyak lagi.


Bagaimanapun ia memakan artefak rank 2 tingkat tinggi, harta yang cukup langka bagi murid di Akademi Pedang Kayu.


Sebenarnya Vann masih merasa sedikit khawatir akibat pembunuhannya tadi siang, tapi Vann juga tahu bahwa tidak ada gunanya untuk terus khawatir.


Tidak peduli seberapa banyak Vann khawatir, cara terbaik untuk memperbesar peluang hidupnya adalah dengan meningkatkan kekuatannya. Semakin kuat Vann maka ia tidak perlu khawatir lagi terhadap orang-orang yang mencoba membunuhnya, oleh karena itu Vann berhenti khawatir dan memusatkan perhatiannya di peningkatan kekuatan.


Obat Emas yang Vann makan berubah menjadi aliran energi besar dan segera bergegas menuju inti kultivasi miliknya, Vann terus mengolah serta memperkuat inti kultivasi nya sebelum bersiap meningkatkan kekuatan yang ia miliki.


...----------------...

__ADS_1


Keesokan paginya, energi yang kuat di rumah Vann perlahan-lahan mulai menghilang.


Vann membuka matanya dan merasakan kekuatan yang ada di tubuhnya sebelum tersenyum, ia benar-benar berhasil menjadi Gold Core tingkat 2.


Dengan kekuatan saat ini, Vann mempunyai kepercayaan diri untuk menang sekalipun ia melawan Horge.


Saat Vann berencana berdiri, ia merasakan ada sesuatu di atas kepalanya yang membuat Vann tidak bisa untuk tidak menggerakkan tangannya dan menangkap sesuatu yang ada di kepalanya.


"Kyu!".


Melihat sosok yang ada di atas kepala Vann merupakan Kyuro, Vann sedikit tersenyum "Kyuro, terima kasih atas bantuan mu kemarin! Kalau kau tidak bergerak tepat waktu, aku mungkin mati".


"Kyu!", Kyuro terlihat senang sewaktu Vann memberikannya penghargaan, ia melompat-lompat di tangan Vann yang menunjukkan seberapa senang dirinya.


Vann berencana membiarkan Kyuro kembali dulu selagi ia bersiap-siap pergi, walaupun Vann telah mengalahkan semua pengikut Horge, tapi ia mungkin dapat menemukan orang lain yang mencoba menantang dirinya.


Tetapi Vann yang baru akan berdiri menemukan sesuatu yang aneh pada Kyuro "Tunggu, apakah tubuhmu membesar?".


Vann baru menyadari sepertinya Kyuro bertambah besar. Meskipun perubahan ukuran Kyuro terlalu kecil hingga Vann kesulitan menyadarinya, namun sebagai tuan Kyuro, Vann masih menyadari perbedaannya.


"Kyu?", Kyuro hanya menjawab Vann dengan bingung, ia mungkin tidak mengerti maksud perkataan Vann.


Menggelengkan kepalanya, Vann berkata "Apakah kau terlalu banyak makan yang membuat ukuran tubuhmu bertambah? Aku rasa tidak masalah, bagaimanapun kau juga tidak terlihat terganggu".


Vann membiarkan Kyuro kembali menjadi bentuk rohnya, lalu ia bersiap-siap dan mengganti seragamnya menjadi seragam murid elit Akademi Pedang Kayu.

__ADS_1


Ketika baru membuka pintu rumah, Vann terkejut sebab ada banyak sekali orang di sekitar rumahnya.


Orang-orang ini langsung melihat ke arah Vann yang baru muncul sebelum berteriak "Akhirnya Vann datang, pertarungan terakhir akan ditentukan!".


"Apakah menurutmu begitu? Pendapatku, Horge datang kesini bukan untuk melawan Vann melainkan menghentikan pertarungan mereka, Horge baru menyadari seberapa menakutkannya kekuatan Vann, ia mungkin menyesal telah menantang Vann".


"Kau benar, bagaimanapun Vann terlalu kuat. Meskipun ia belum tentu mengalahkan Horge, tapi di masa depan, Vann pasti menjadi orang-orang terkuat pada Akademi Pedang Kayu. Daripada bermusuhan bersama orang seperti itu, lebih baik berteman dengannya, aku rasa Horge datang kesini untuk berdamai. Kalau ia berencana bertarung bersama Vann, bukankah ia harus menunggu sebulan lagi sesuai apa yang ia katakan di awal?".


Vann yang bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi disini mulai sedikit menyadari sewaktu menemukan Horge di antara kerumunan orang.


Nampaknya alasan semua orang berkumpul disini adalah karena Horge yang tiba-tiba mendatangi rumah Vann.


Semua orang tahu Horge dan Vann saling bermusuhan, mereka akan bertarung sebulan lagi.


Tetapi belum waktunya sebulan, Horge memutuskan datang ke rumah Vann yang membuat banyak orang bingung, apa sebenarnya tujuan Horge.


Horge melangkah maju ke arah Vann sambil tersenyum percaya diri "Vann, nampaknya kau cukup kuat sekarang. Pada awalnya aku berencana melawan mu sebulan lagi karena waktu itu kau sangat lemah dan bukan lawan ku, namun sekarang berbeda. Kau cukup kuat hingga mampu bersaing melawan ku! Oleh karena itu, daripada harus membuang waktu menunggu sebulan kemudian, kenapa kita tidak menyelesaikan pertarungan kita hari ini? Tapi kalau kau takut dan berencana tetap menunggu sebulan kemudian, aku juga tidak keberatan selama kau tidak melarikan diri".


Vann diam-diam tersenyum, ternyata itu tujuan Horge datang kesini, ia takut memberi Vann semakin banyak waktu berkembang.


Belum lagi kalimat terakhir Horge dikatakan untuk membuat Vann tidak bisa menolak. Apabila Vann menolak, beberapa orang mungkin menganggapnya sebagai penakut seperti apa yang Horge katakan. Lagipula semua orang setuju terhadap perkataan Horge, kekuatannya sekarang setara dengan Horge.


Walaupun orang-orang mengejek Horge yang memutuskan menantang Vann hari ini bukan sebulan kemudian, tapi di sisi lain mereka menganggap apa yang Horge katakan tidak salah.


Melihat senyum percaya diri Horge seakan-akan Vann telah berada di jebakannya tanpa kesempatan menolak, Vann mengejek kebodohan Horge karena masih menganggap ia dapat mengalahkan Vann.

__ADS_1


Horge sama sekali tidak tahu, kekuatan Vann yang sekarang mampu mengalahkan dirinya.


__ADS_2