
Vann tidak langsung kembali ke kelas melainkan ia pergi ke rumahnya dulu, bagaimanapun Vann bukan lagi murid normal sehingga tidak masalah baginya untuk terlambat.
Apalagi Vann bukan tanpa alasan untuk kembali ke rumahnya, ia mempunyai masalah penting yang harus dilakukan sebelum pergi ke kelas.
5 menit setelah kembali dari rumah, Vann pergi lagi dari rumahnya namun kali ini pakaian Vann berubah.
Vann sebelumnya menggunakan pakaian dan token berwarna putih lalu sebuah pedang kayu di pinggangnya yang membuat semua orang tahu Vann adalah murid normal.
Tetapi sekarang Vann memakai pakaian berwarna merah dan celana panjang yang sedikit hitam, tidak merah sepenuhnya.
Token berwarna merah dengan tulisan "Elit" di pakaian Vann bersinar akibat cahaya matahari, sekarang Vann telah menunjukkan diri sepenuhnya mengenai ia yang berhasil menjadi murid elit.
Bagaimanapun murid elit harus membawa token berwarna merah yang diberikan akademi sebagai bukti, jadi tidak ada salahnya bagi Vann untuk langsung memakainya.
Setelah ia selesai berganti pakaian, Vann pergi ke kelasnya tanpa ragu.
Di sepanjang jalan, tidak ada siapapun lagi sebab semua orang telah pergi ke kelasnya. Jika ada murid yang belum pergi ke kelas, mereka pasti berencana tidak belajar ke kelas hari ini sebab waktunya sudah sangat terlambat, sebentar lagi waktu makan siang akan di mulai.
Ketika sampai di bangunan yang menjadi lokasi kumpulan kelas, Vann secara kebetulan bertemu Foltra yang sibuk membersihkan lantai.
__ADS_1
Walaupun ia sangat terpukul karena Vann yang baru bergabung menjadi kultivator sedangkan ia tetap gagal, tetapi hal itu juga menjadi dorongan semangat bagi Foltra.
Vann berhasil melakukannya yang berarti ia juga mempunyai kesempatan, jadi Foltra sekarang semakin rajin melakukan tugasnya membersihkan seluruh bangunan sebab belum ada anak baru lagi yang membantunya.
Namun Foltra yang melihat Vann sangat terkejut sampai-sampai menjatuhkan alat bersih-bersih di tangannya.
Ia menatap Vann dengan mulut terbuka lebar, bahkan ia memegang matanya berkali-kali seperti memastikan apakah yang ia lihat sekarang hanya mimpi atau bukan.
Menyadari bahwa semuanya bukan mimpi, Foltra berteriak kaget "Tidak mungkin! Vann, kau benar-benar menjadi murid elit? Padahal kau belum setahun di akademi menjadi kultivator yang sebenarnya, bagaimana mungkin?".
"Sedikit keberuntungan", kata Vann yang bersiap pergi ke kelas Githa, bagaimanapun tujuan Vann kesini yaitu memberitahu orang-orang di kelasnya mengenai ia yang mungkin tidak akan datang ke kelas lagi akibat sudah menjadi murid elit.
Tanpa menunggu jawaban Foltra, Vann segera pergi. Menurut Vann saran yang ia berikan lebih dari cukup, apakah Foltra mendengarkan sarannya atau tidak maka itu semua tergantung Foltra sendiri.
Foltra yang masih bingung mengenai Vann menjadi murid elit kembali sadar, ia menatap Vann yang mulai menjauh sebelum membungkuk "Terima kasih, Tuan Vann".
Sekarang Vann berada di depan kelasnya, ia mengetuk pintu sampai Githa mengizinkannya membuka pintu kelas tersebut.
Tidak perlu melihat siapa yang mengetuk pintu, Githa tahu itu adalah Vann sebab cuma Vann yang belum datang ke kelas "Vann, aku tahu kau sangat berbakat sampai-sampai memenangkan pertandingan bulanan. Kau juga ahli membuat Obat Qi, kau mungkin merasa tidak perlu datang ke kelas lagi. Tetapi sebagai murid, paling tidak kau tetap harus hadir--".
__ADS_1
Sebelum menyelesaikan perkataannya, Githa membeku. Ia mengamati Vann yang baru datang dari atas ke bawah lalu berteriak tidak percaya "Vann, kau menjadi murid elit? Tunggu, apakah kau berhasil mencapai Qi Fondation? Sangat hebat! Meskipun kau mendapatkan Obat Fondation, seharusnya kekuatanmu tidak meningkat secepat ini!".
Mendengar perkataan Githa, seluruh orang di kelas terkejut. Mereka menatap Vann dengan kagum, hormat hingga iri, banyak orang mulai membicarakan hal tersebut di kelas.
Vann mengangguk terhadap pertanyaan Guru Githa "Aku benar-benar berhasil menjadi murid elit, oleh karena itu aku datang kesini untuk melapor sebab aku tidak datang ke kelas ini lagi".
Githa tersenyum lembut "Kau benar, kau tidak perlu datang lagi kesini karena murid elit mulai belajar sendiri melalui pertarungan yang sebenarnya atau pergi melawan monster secara langsung. Namun kau tetap bisa datang menemui ku apabila memiliki pertanyaan, bagaimanapun aku masih seorang guru sehingga aku dapat membantumu mengatasi beberapa masalah yang tidak kau ketahui".
"Aku mengerti, Guru Githa! Terima kasih!", kata Vann membungkuk hormat, bagaimanapun Githa telah memberinya banyak pengetahuan selama berada di kelas.
"Vann, kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau berhasil menjadi murid elit?", teriak Yun Tian yang berlari menuju Vann "Aku pasti mengejar mu, kau harus menunggu aku!".
"Aku tahu, aku yakin sebentar lagi kau juga menjadi murid elit! Kekuatanmu sudah mencapai Qi Gathering tingkat 9, beberapa hari atau minggu lagi kau pasti mencapai Qi Fondation. Saat itu, kita pasti berada di tingkat yang sama lagi", kata Vann tersenyum.
"Vann, kau harus berhati-hati!", kata Torti yang berjalan mendekat "Aku bukan orang berbakat seperti kau atau Yun Tian, oleh karena itu masih butuh waktu lama bagiku mencapai Qi Fondation".
"Jangan khawatir, kita tetap bisa bertemu meskipun tempat tinggal sedikit berbeda. Selain itu, aku yakin kau pasti dapat mencapai Qi Fondation juga", kata Vann menatap seluruh orang di kelas, ia tidak tertarik menganggu pelajaran lebih lama lagi "Semuanya, terima kasih atas bantuan kalian selama beberapa bulan di kelas ini. Kalau begitu, aku pergi dulu".
Vann berbalik dan meninggalkan kelas, sekarang ia akan memulai perjalannya sebagai murid elit tahap Qi Fondation di Akademi Pedang Kayu.
__ADS_1
Bukan hanya itu, dengan menjadi murid elit maka berarti Vann juga sudah harus memulai jalannya melawan monster yang sebenarnya dari pilar tersebut.