9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 91 : BERTEMU SEMUA ORANG LAGI


__ADS_3

Hasel tidak tinggal lebih lama lagi, ia memberitahu Vann bahwa ia memiliki urusan lain sebelum bergegas pergi menuju rumahnya.


Vann juga tidak menghentikan Hasel sebab ia tahu bahwa Hasel pasti sibuk, bagaimanapun mereka mengetahui Laboratorium Monster yang telah hilang mungkin mencoba kembali dan menghancurkan 4 kekuatan besar di Provinsi Talper.


Oleh karena itu, Hasel harus melakukan beberapa persiapan serta memberitahu para petinggi 3 kekuatan besar yang lain.


Vann juga berjalan ke arah rumahnya, sekarang ia berada di dasar gunung Akademi Pedang Kayu, Vann harus naik ke atas melalui tangga untuk sampai ke rumahnya.


Vann sebenarnya bisa menggunakan sayap Burung Vermilion untuk terbang menuju rumahnya yang dapat mengurangi waktu perjalanan Vann, tapi seperti yang ia katakan sebelumnya, memakai sayap Vermilion terlalu menarik perhatian.


Karena semua alasan barusan, Vann memutuskan berjalan kaki.


Sepanjang jalan, Vann menemukan beberapa murid normal dari Akademi Pedang Kayu.


Tetapi saat menemukan Vann, wajah semua murid sama yaitu mereka terkejut seperti melihat hantu.


Bahkan beberapa orang memegang mata mereka sambil berpikir mata mereka salah lihat, Vann tidak memperdulikan semua tindakan orang-orang ini.


Sewaktu sampai di pemukiman murid normal, Vann kebetulan bertemu Yun Tian dan Torti yang sedang berkumpul di depan rumah Vann dulu dengan wajah sedih.


Mereka melihat rumah Vann sambil berbicara yang membuat mereka tidak menyadari kedatangan Vann, nampaknya Torti sedang menceritakan masa lalu Vann di rumah tersebut.


"Apa yang kalian bicarakan?", tanya Vann.


Wajah Torti dan Yun Tian membeku, mereka menatap Vann yang ada di depan mereka penuh rasa tidak percaya.

__ADS_1


"Vann, kau tidak mati?", tanya Torti aneh.


Vann memutar matanya terhadap pertanyaan Torti "Jika aku mati, siapa yang sedang berdiri di depan kalian sekarang? Apakah hantu?".


Yun Tian hanya terkejut sebentar sebelum tersenyum, ia berkata penuh percaya diri "Bukankah aku sudah mengatakannya Torti? Orang yang berhasil mengalahkan Yun Tian pasti tidak akan mati semudah itu. Belum lagi Vann adalah teman yang aku akui, Pilar Magma kecil tidak akan membunuhnya!".


Torti mengangguk "Kau benar, aku sangat terkejut mendengar kematian Vann dari pihak akademi. Pada awalnya aku tidak percaya, tapi ternyata murid elit Yazer yang pergi bersamamu merupakan orang yang melaporkan kejadian kematian mu. Jadi, aku sangat terkejut dan berpikir itu nyata".


Mereka berbicara sebentar lagi sebelum Vann menyadari sesuatu "Yun Tian, apakah kau berhasil naik menjadi Qi Fondation tingkat 1?".


Melihat Vann menyadari perubahannya, Yun Tian tertawa bangga "Bukankah aku sudah bilang bahwa aku akan mengejar dirimu? Sekarang kita mempunyai kekuatan yang sama, di pertandingan bulanan berikutnya, kita dapat bersaing lagi! Tunggu, kenapa aku tidak bisa merasakan kekuatan milikmu, Vann? Apakah ada masalah dengan kultivasi mu?".


"Masalah?", tanya Vann tersenyum sebab ia tahu kenapa Yun Tian tidak mampu merasakan kultivasi nya yaitu kekuatan Vann berada jauh di atasnya "Tidak ada masalah, di keadaan hidup dan mati pada Pilar Magma, aku kebetulan menemukan beberapa harta yang sanga berguna!".


Tiba-tiba ledakan energi yang kuat muncul di sekita Vann, lebih tepatnya ia memakai energi kultivasi nya untuk menunjukkan perkembangannya kepada Torti dan Yun Tian.


Merasakan kekuatan menakutkan dari Vann, Yun Tian dan Torti membuka mata mereka lebar-lebar, mereka tidak percaya terhadap kekuatan yang dimiliki Vann.


Torti sama sekali tidak mengetahui kekuatan pasti Vann karena ia belum mencapai Qi Fondation, tapi dari kekuatan menakutkan di sekitar tubuhnya, Torti yakin Vann yang sekarang lebih kuat daripada Yun Tian.


Di sisi lain, Yun Tian merasakan kekuatan Vann sangat jelas yang membuat ia berteriak "Qi Fondation tingkat 5! Padahal baru beberapa hari yang lalu, kau menjadi Qi Fondation tingkat 1! Vann, apakah kau monster? Apakah bakat mu itu asli? Bagaimana mungkin bakat bernilai 1 sehebat ini!".


Vann menarik energinya lagi sebelum berkata "Aku cuma sedikit beruntung menemukan beberapa harta dan berhasil meningkatkan kultivasi milikku! Baiklah, aku harus kembali ke rumahku dulu sekarang. Yun Tian, nampaknya kita belum bisa bertanding seimbang bulan ini, kecuali kau berhasil mencapai Qi Fondation tingkat 5 juga".


Ketika Vann akan pergi, Yun Tian berbalik dan berteriak penuh semangat "Vann, aku pasti akan mengejar mu lagi! Kalau kau berhasil mencapai Qi Fondation tingkat 5, maka yang harus aku lakukan yaitu mencapai tingkat yang sama sepertimu juga! Aku pasti tidak akan menyerah!".

__ADS_1


Melihat Yun Tian yang keras kepala, Vann sama sekali tidak marah melainkan tersenyum "Kalau begitu aku akan menunggumu, begitu juga kau, Torti!".


Setelah itu Vann pergi ke rumahnya, ia senang terhadap Yun Tian yang tidak mudah menyerah.


Bagaimanapun Vann juga orang yang seperti itu, meskipun orang-orang menganggapnya sebagai murid tanpa bakat, ia tidak menyerah sedikitpun yang membuatnya berhasil mencapai tingkatnya sekarang.


Yun Tian tidak membuang waktu lagi, ia memberitahu Torti dan pergi berlatih lagi.


Sebelumnya Yun Tian berpikir kekuatannya sama dengan Vann lagi, siapa yang berpikir Vann berada jauh di depannya.


Karena hal tersebut, Yun Tian berencana berlatih keras lagi sampai dirinya mencapai tingkat yang sama seperti Vann, ada api tekad di matanya.


Menatap Vann dan Yun Tian yang pergi, Torti sedikit tidak bisa berkata-kata "Kalian sangat hebat, tidak mudah menyerah dan selalu bersemangat untuk berkembang. Setidaknya Yun Tian memang berbakat, tapi pada akhirnya hanya mengandalkan bakat sama sekali tidak cukup membuat seorang kultivator menjadi kuat, kerja keras Yun Tian ikut berpengaruh besar. Sedangkan Vann di sisi lain merupakan alasan Yun Tian supaya terus bekerja semakin keras, aku iri terhadap semangat kalian. Dibandingkan kalian, aku cuma--".


Torti mengangkat kepalanya melihat langit sambil tersenyum pahit, tidak ada yang tahu apa yang sedang ia pikirkan.


...----------------...


Vann tiba di rumahnya untuk menemukan Lifure yang sibuk menghitung kristal kultivasi tingkat rendah yang bertumpuk-tumpuk di atas meja, ia melihat sedikit Vann yang datang "Tuan, kau akhirnya kembali".


Setelah berbicara sebentar, Lifure sibuk menghitung kristal kultivasi tingkat rendah lagi.


"Lifure, apakah kau tidak khawatir apabila aku menghilang dan dianggap mati? Sepertinya kau terus menghitung uang tanpa terpengaruh sedikitpun", kata Vann bingung, apakah Lifure memang sedingin ini.


"Aku tidak perlu khawatir sebab dari awal aku tahu tuan masih hidup", kata Lifure tidak peduli.

__ADS_1


"Darimana kau tahu?", tanya Vann penasaran.


"Apakah tuan lupa?", kata Lifure menunjukkan lambang kontrak budak yang ada di tangannya "Selama kontrak di antara kita berlaku, aku mengetahui apakah tuan hidup atau mati. Bagaimanapun jika tuan mati, sebagai budak, aku juga akan mati".


__ADS_2