9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 110 : DENGARKAN


__ADS_3

"Apakah Vann sudah gila karena tidak mempunyai kesempatan menang dari Gordou?", itu adalah apa yang dipikirkan semua penonton sekarang, mereka merasa Vann putus asa dan memilih cara gila untuk melawan Gordou sebab mengetahui bahwa dirinya tidak mempunyai kesempatan menang apapun.


Senyum di wajah Horge menjadi semakin lebat, ia berkata dipikirannya penuh percaya diri "Anak bernama Vann itu berakhir, ia dikalahkan tanpa membuat diriku sendiri harus repot-repot mengalahkannya! Bagus, aku tidak perlu membuang-buang energi untuk melawan anak itu".


Gordou yang tidak pernah meremehkan Vann sedikitpun sejak awal merasa bingung terhadap gerakan Vann, tapi Gordou mempunyai perasaan buruk yaitu selama ia menggerakkan rohnya untuk menghentikan atau menyerang Vann yang menutup mata maka ia pasti kalah.


Masalahnya apabila Gordou tidak menggerakkan rohnya, ia pasti langsung dikalahkan oleh Vann sebab dirinya tidak bisa bergerak sedikitpun.


Walaupun merasakan firasat buruk, Gordou hanya dapat menggertakkan giginya dan membiarkan rohnya menyerang Vann.


Roh Gordou yang bersembunyi di samping memakai kemampuan tidak terlihatnya bergegas menuju Vann sambil mengangkat tinjunya, Gordou berencana menggunakan kekuatan penuh roh miliknya agar pertarungan berakhir secepat mungkin.


Vann sama sekali tidak merasakan tinju roh Gordou yang mendekati dirinya, tapi sewaktu menutup mata, Vann tiba-tiba mengingat ayahnya yang telah cukup lama tidak bertemu.


Saat itu mereka baru selesai menonton pertunjukan sulap, Vann baru berusia 10 tahun.


Mereka berjalan menuju rumah mereka, ayah Vann berbicara sambil terus berjalan "Vann, apakah pertunjukan sulapnya menarik?".


"Sangat menarik!", kata Vann penuh semangat "Ia mampu menghilang dari kotak atau memanggil hewan dari topi, bukankah para pesulap tidak kalah dari kultivator? Mereka mempunyai kemampuan unik yang hebat!".


"Tidak, sulap berbeda dari kultivator dimana kultivator memakai energi agar menghasilkan kekuatan yang besar", kata ayah Vann menjelaskan "Sedangkan pesulap, mereka memanfaatkan celah melalui penglihatan seseorang supaya tindakan mereka terlihat layaknya sihir. Mereka memakai berbagai cara yang bertujuan agar kita tidak mengetahui kebenaran dari sulap mereka, mungkin bisa disebut sebagai tipuan mata".


"Ayah, apakah suatu hari nanti aku bisa melihat kebenaran dari sulap yang mereka lakukan", tanya Vann.


"Tentu bisa!", kata ayah Vann tanpa keraguan sedikitpun "Kau tidak perlu memakai penglihatan untuk mengungkap kebenaran mereka, melainkan kau bisa memakai cara lain seperti pendengaran atau pikiranmu! Selama kau cukup ahli, kau pasti dapat mengungkap kebenarannya!".


Vann kembali sadar dari ingatan masa lalunya, meskipun ia sedang menutup mata sekarang tapi Vann mampu mendengar semua suara di sekitarnya dengan jelas, bahkan lebih jelas daripada sewaktu ia membuka mata.

__ADS_1


Di antara suara yang ia dengar, ada suara penonton yang berbicara mengenai seberapa gila dirinya atau Horge yang menonton secara diam-diam.


Namun apa yang menarik perhatian Vann bukan suara-suara itu, melainkan suara langkah kaki berat yang mendekat ke arah dirinya dengan sangat cepat, lalu ada suara gerakan tangan yang seperti sedang meninju.


Vann yakin, ia membuka matanya sebelum berteriak "Disana, Kyuro! Tahan serangannya!".


Tiba-tiba sosok Kyuro yang merupakan roh bola air Vann muncul, setelah itu pada waktu yang sama, tinju roh raksasa milik Gordou mengenai Kyuro.


"Brak!".


Sosok raksasa terlihat lagi sebab Kyuro menahan tangannya, raksasa berusaha sebaik mungkin melepas Kyuro yang terus berada di tangannya, tapi tidak peduli seberapa keras raksasa maka tangannya tidak pernah lepas dari Kyuro.


Ini adalah rencana Vann, ia tidak berencana melawan langsung melawan raksasa sebab sekalipun Vann berhasil mengalahkan raksasa, ia belum dianggap menang karena musuh sebenarnya adalah Gordou yang merupakan tuan dari raksasa.


Oleh karena itu, Vann berencana dari awal untuk menggunakan Kyuro dan menahan roh raksasa.


Sekalipun Kyuro sebagai roh terlemah tidak mampu menahan roh raksasa tanpa kepala terlalu lama, tapi paling tidak Kyuro bisa menahannya selama 10 detik.


Tanpa membuang waktu lagi, Vann melewati pertarungan raksasa melawan Kyuro dan menebas menuju Gordou "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 2, Bilah Angin".


Ratusan bilah angin terbentuk di sekitar pedang Vann, setiap kali ia menebas, puluhan bilah angin yang tajam bergegas menuju Gordou dan menebas ke arah dirinya.


"Slash!".


Semakin banyak luka di tubuh Gordou, pada awalnya cuma ada 1 luka tebasan tapi sekarang ada puluhan hingga ratusan tebasan yang membuat seluruh tubuh Gordou dipenuhi darah.


Ia barusan berusaha menarik kembali roh raksasa agar tidak memperdulikan roh bola air melainkan membantunya menahan Vann.

__ADS_1


Namun Gordou tahu bahwa sekarang terlambat, dengan luka sebanyak itu, Gordou terus merasa dirinya melemah dan jatuh ke tanah.


"Brak!".


Seluruh area menjadi diam, mereka menatap Gordou yang berbaring di tanah penuh rasa tidak percaya dan Vann yang berdiri di depannya.


Dari semua orang yang datang menonton, mereka tidak pernah berpikir sosok Qi Fondation benar-benar dapat mengalahkan Gold Core.


Sekalipun Qi Fondation tingkat 9, mereka belum bisa mengalahkan Gold Core tingkat 1, apalagi Vann baru mencapai tingkat 8.


Tiba-tiba seorang penonton bertepuk tangan, murid di sekitarnya mulai mengikuti sebelum seluruh penonton bertepuk tangan atau berteriak kepada Vann kecuali Horge yang tetap bersembunyi dengan wajah suram.


Guru topeng perak berjalan mendekati Gordou yang kehilangan kesadaran, ia memeriksa keadaannya sebelum berkata "Ia hanya terluka dan kehilangan darah, tidak ada masalah pada hidupnya".


Sosok roh raksasa tanpa kepala menghilang, bagaimanapun ketika tuan mereka kehilangan kesadaran atau mati, roh ikut menghilang.


Guru topeng perak membiarkan guru lain yang membawa Gordou sebelum berteriak ", Pemenangnya adalah Vann, sesuai aturan akademi, semua harta milik Gordou jatuh ke tangan Vann. Baik harta kultivasi, senjata, rumah ataupun bangunan latihan, semuanya jatuh ke tangan Vann!".


Tepuk tangan di sekitar menjadi semakin keras sedangkan beberapa orang lainnya iri sebab Vann mendapatkan harta seorang Gold Core.


Sebagai sosok Gold Core, mereka mendapatkan sumber daya yang lebih banyak daripada murid elit lain oleh akademi.


Tetapi harta Gordou harus jatuh ke tangan Vann, ia pasti memperoleh keuntungan besar.


Vann tidak segera mencari harta yang ia dapatkan dulu, lagipula Gordou masih belum sadar.


Sekarang apa yang membuat Vann lebih tertarik adalah sosok 2 orang yang berusaha pergi dari tempat ini "Horge, kau repot-repot datang kesini untuk melihat kemenangan ku, kenapa kau berencana pergi begitu cepat? Kenapa tidak disini lebih lama lagi?".

__ADS_1


Semua orang menatap ke arah dimana Vann berbicara penuh rasa kaget, mereka tidak percaya Horge ikut datang menonton pertarungan ini.


Wajah Horge menjadi suram, ia tidak dapat melarikan diri akibat perkataan Vann barusan yang membuat perhatian semua orang jatuh kepada dirinya.


__ADS_2