9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 67 : QI FONDATION


__ADS_3

Pada pagi hari di Akademi Pedang Kayu, walaupun pihak akademi baru melaksanakan pemakaman kepala akademi sebelumnya, Zerten kemarin tetapi pada murid sudah harus kembali ke kelas lagi sekarang.


Akademi Pedang Kayu hanya sebuah akademi kecil tanpa kultivator tingkat menengah kecuali Zerten, oleh karena itu Aliansi Pelindung Manusia yang akan memilih kepala akademi berikutnya.


Ada sebuah persyaratan untuk menjadi kepala akademi kultivasi tingkat rendah yaitu memiliki kekuatan kultivator tingkat menengah. Jadi meskipun Hasel atau Githa mendapatkan banyak dukungan dari para guru ataupun murid, mereka tetap tidak bisa menjadi kepala akademi tanpa kekuatan kultivator tingkat menengah.


Karena alasan tersebut, pihak Akademi Pedang Kayu menyerahkan keputusan pemilihan kepala akademi baru kepada Aliansi Pelindung Manusia.


Kenapa harus ada kultivator tingkat menengah untuk menjadi kepala akademi? Jawabannya yaitu akademi dan sekte merupakan sarana yang digunakan para pemegang tahta untuk melawan monster, di sisi lain monster juga sangat membenci akademi dan berbagai sekte yang selalu mencoba melawan mereka.


Jadi para monster selalu mencoba menyerang akademi atau sekte selama ada kesempatan, jika sebuah akademi tingkat rendah tidak dilindungi oleh seorangpun kultivator tingkat menengah, monster pasti memanfaatkan kesempatan untuk menghancurkan akademi itu.


Apalagi setiap akademi atau sekte mempunyai sumber daya, artefak senjata dan buku teknik bertarung, monster juga dapat menggunakan semua itu sehingga mereka senang menyerang akademi atau sekte kultivator manusia supaya mendapatkan hartanya.


Vann perlahan-lahan membuka matanya dan berdiri dari tempat tidur. Dengan kekuatan Vann yang sekarang, pemilihan kepala akademi sama sekali tidak ada hubungannya dengan Vann. Bagaimanapun orang yang paling terpengaruh oleh kepala akademi baru adalah guru-guru dan petinggi akademi, sedangkan mereka para murid, pada umumnya mereka tidak akan terpengaruh sedikitpun.


Ketika baru meletakkan kakinya di tanah, Vann menemukan kakinya sedang menginjak kristal kultivasi yang telah kosong, energi kultivasi di kristal tersebut tidak ada lagi.


Vann menyadari di sekitar tempat tidurnya sekarang terdapat puluhan kristal kultivasi tingkat rendah yang kosong, ini semua berasal dari Vann yang menyerap serta meningkatkan kekuatannya kemarin.


Menggelengkan kepalanya, Vann mulai membersihkan kristal kultivasi kosong yang tersebar di atas lantai atau tempat tidurnya.


Setelah membersihkan kristal kultivasi, Vann memakai baju akademi dan bersiap untuk berangkat.


Sebenarnya Vann tidak berencana pergi ke kelas, melainkan ia harus melaporkan perubahannya kemarin kepada pihak akademi.

__ADS_1


Vann menggenggam tinjunya sambil tersenyum, kekuatan yang kuat berkumpul di tinju Vann.


Saat Vann bersiap mencoba kekuatan barunya dengan memukul tembok, Vann menghentikan gerakannya sebab ia takut tinjunya merusak tembok rumah.


Berpikir sebentar, Vann menarik kembali aura di sekitar tinjunya. Apabila ia berencana mengetes seberapa besar kekuatannya berkembang, Vann berpikir untuk mencobanya di ruang latihan akademi nanti.


Berjalan pergi dari kamarnya, Vann menemukan Lifure yang sibuk mengumpulkan Obat Qi.


"Tuan, pagi", kata Lifure yang menyapa Vann lalu menutup tasnya yang dipenuhi Obat Qi.


"Apakah kau berencana pergi? Kemana kau akan pergi sepagi ini?", tanya Vann penasaran, bagaimanapun Lifure sebelumnya selalu tertidur ketika pagi hari.


Mendengar pertanyaan Vann, Lifure memutar matanya "Tuan, apakah anda lupa? Toko obat anda akan dibuka hari ini, aku harus pergi sekarang sebelum toko dibuka!".


"Kerja bagus, terima kasih atas kerja kerasmu. Aturannya tetap sama, sebagian dari keuntungan toko akan dijadikan sebagai gaji untukmu. Bukan hanya itu, kau boleh memakai sebagian dari hasil toko untuk mengembangkan toko obat tersebut", kata Vann.


Lifure mengangguk setuju "Aku mengerti, tuan! Kau tidak perlu berterima kasih, bagaimanapun aku memang harus membantumu mengelola toko. Apalagi, aku senang membuat obat kultivasi ataupun mengelola toko daripada hanya duduk diam disini".


Setelah berbicara sebentar lagi, Vann dan Lifure pergi menuju tujuan mereka masing-masing.


Lifure berencana turun gunung dan pergi ke kota, toko mereka berada di kota bawah gunung tersebut.


Sedangkan Vann akan naik ke pemukiman gunung bagian atas. Menurut apa yang Vann ketahui, pemukiman di atas adalah untuk para murid elit sedangkan pemukiman yang berada di atas murid elit yaitu milik para guru.


Vann berencana melaporkan perkembangan kultivasi miliknya, oleh karena itu ia kemungkinan besar harus melaporkannya kepada para guru.

__ADS_1


Namun saat Vann baru berencana naik ke atas, sebuah suara pria terdengar "Vann, apa yang kau lakukan disini? Sebentar lagi kelas akan di mulai, jika kau tidak bergegas maka kau akan terlambat".


Vann berbalik untuk menemukan Hasel yang sepertinya berencana pergi ke kelas juga untuk mengajar, wajah Hasel masih dingin seperti waktu paling awal Vann bertemu dengannya.


Tanpa menunggu Vann menjelaskan, Hasel langsung menyadari sesuatu "Kau berhasil mencapai Qi Fondation? Walaupun kau mendapatkan Obat Fondation, siapa yang berpikir kekuatanmu meningkatkan hanya dengan waktu beberapa hari. Tidak, kau berubah dari Qi Gathering tingkat 1 ke Qi Fondation selama waktu sekitar sebulan. Padahal kau seharusnya memiliki bakat tingkat 1, aku sekarang mulai meragukan apakah tes bakat milikmu sebelumnya sudah benar".


Vann tidak terkejut jika Hasel mengetahui ia telah mencapai Qi Fondation, lebih tepatnya Vann berhasil sejak kemarin malam.


Sebagai kekuatan Soul Wandering, Hasel tentunya dapat melihat kultivasi Qi Fondation milik Vann tanpa masalah.


"Guru Hasel, aku berencana melaporkan peningkatan kekuatanku. Lagipula mereka yang mencapai Qi Fondation akan dianggap sebagai murid elit bukan? Oleh karena itu, aku tidak pergi ke kelas melainkan menuju pemukiman para guru. Sebelumnya Torti pernah memberitahuku, seorang murid yang berencana menjadi murid elit harus melaporkannya kepada guru di pemukiman atas. Setelah berhasil melewati tes yang diberikan, aku baru dianggap sebagai murid elit dari Akademi Pedang Kayu", kata Vann.


"Kau benar, aku rasa tidak ada masalah sedikit datang terlambat ke kelas hari ini, aku akan membawamu ke atas", kata Hasel melambaikan tangannya yang menunjukkan Vann bisa mengikuti dirinya untuk mengikuti tes murid elit.


Vann sedikit terkejut, ia tidak menyangka Hasel meluangkan waktunya membantu Vann menuju ke pemukiman para guru.


Vann mengikuti Hasel secepat mungkin, mereka mulai naik ke atas gunung melalui tangga yang ada.


Ketika sedang berada di tengah jalan, Vann bertanya penuh rasa penasaran "Guru Hasel, apakah aku boleh mengetahui tentang tes menjadi murid elit?".


"Apakah Torti tidak memberitahumu?", tanya Hasel.


"Tidak, Torti tidak mengetahui masalah tes tersebut sebab ia belum pernah mengikutinya", kata Vann menjelaskan.


Hasel mengangguk "Tes menjadi murid elit sama sekali bukan rahasia, jadi tidak masalah bagiku memberitahumu mengenai apa yang harus dilakukan pada tes agar dapat lulus".

__ADS_1


__ADS_2