
Di kantin pada Akademi Pedang Kayu, 5 orang sedang duduk bersama sambil memakan makan siang yang mereka dapatkan dari kantin.
5 orang ini, semuanya adalah murid baru dari Akademi Pedang Kayu, oleh karena itu pertarungan antara murid akademi untuk memperebutkan harta sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka.
Bagaimanapun sebagai murid baru yang bergabung ke akademi kurang dari seminggu yang lalu, mereka adalah yang terlemah di akademi.
Apalagi mereka bergabung ke akademi ketika Tardi sudah menjabat sebagai kepala Akademi Pedang Kayu yang menunjukkan seberapa baru mereka menjadi murid disini.
Ketika sedang makan, seseorang dari 5 orang itu angkat bicara "Apakah kalian telah mendengar kabar Sang Badai Gila yang muncul 4 hari lalu?".
Murid lain langsung menghentikan gerakan makannya dan berbicara "Tentunya aku sudah mendengarnya, siapapun yang belum tahu berita tersebut pasti mereka bukan berasal dari Akademi Pedang Kayu! Walaupun ada banyak sekali pertarungan di antara para murid akademi, tapi tidak ada 1 pun pertarungan besar seperti yang dilakukan Sang Badai Gila, ia terus menantang musuh baru setiap harinya!".
"Kau tidak mengetahui beritanya dengan baik, Sang Badai Gila lebih gila daripada apa yang kau katakan!" tiba-tiba seorang murid wanita yang ada di samping 5 orang itu ikut berbicara "Sebenarnya ia telah menantang puluhan kelompok kultivator terkenal di Akademi Pedang Kayu! Bukan hanya itu, Sang Badai Gila menantang musuhnya paling tidak setiap 4 jam sekali kecuali pada malam hari. Bahkan aku mendengar guru yang memakai topeng perak terus mengikutinya sebab ia tahu, Sang Badai Gila pasti akan bertarung lagi setiap kali ia berhasil menyelesaikan pertarungannya! Aku mendengar ada lebih dari 500 orang yang telah kalah di tangannya, sosok pria hebat seperti apa yang bisa melakukan semua itu? Jika aku mampu bertemu dengannya, aku pasti sangat senang".
"Kalian mungkin tidak tahu, tapi aku kenal sedikit mengenai sosok Sang Badai Gila ini!", kata seorang murid penuh kebanggaan di antara 5 temannya.
"Bagaimana kau mengetahui informasi sepenting itu? Padahal banyak senior yang merahasiakan identitas asli Sang Badai Berdarah?", kata rekannya penuh rasa penasaran.
Melihat semua orang kaget, murid yang berbicara tadi menjadi bangga "Aku memiliki seorang kakak yang berada di akademi lebih awal dariku, ia pernah bertemu secara langsung dengan Sang Badai Gila yang membuat ia mengetahuinya. Alasan para senior merahasiakan Sang Badai Gila yaitu banyak murid tingkat atas yang merasa malu sebab Sang Badai Gila merupakan junior yang kurang lebih beberapa bulan bergabung ke Akademi Pedang Kayu! Walaupun Sang Badai Gila tetap senior kita karena ia bergabung duluan, tapi ia masih seorang junior baru di Akademi Pedang Kayu".
__ADS_1
"Masalahnya ia berhasil mengalahkan banyak senior yang berada di akademi selama bertahun-tahun hingga puluhan tahun, oleh karena itu banyak senior yang merahasiakan masalah tersebut. Sang Badai Gila bernama Vann Trone, anak berbakat yang berhasil menjadi Qi Fondation dengan waktu kurang dari setengah tahun".
"Apa?", rekan di sekitarnya terkejut.
Bagaimanapun mereka mengetahui seberapa sulit menjadi Qi Fondation, banyak orang yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum berhasil menjadi Qi Fondation. Bahkan murid nomor 1 di Akademi Pedang Kayu membutuhkan waktu 1 tahun sebelum menjadi Qi Fondation, apakah berarti kalau Vann diberikan waktu, ia dapat melebihi murid paling kuat di akademi?
Pria barusan lanjut bercerita mengenai informasi yang ia dapatkan dari kakaknya "Kalian sama sekali tidak tahu bukan, alasan Vann menantang banyak orang sampai dijuluki sebagai Sang Badai Gila adalah untuk temannya, ia berusaha membalas dendam kepada Senior Horge di peringkat 10 murid terkuat akademi yang melukai temannya. Apakah kalian menyadari, semua murid yang ditantang Vann pasti merupakan pengikut Senior Horge".
"Setelah kau memberitahu masalah itu, aku baru menyadarinya! Sang Badai Gila tidak menyerang orang secara sembarangan, melainkan ia melawan semua orang yang berada di pihak Horge!", kata murid pria lain mengangguk "Tapi aku rasa Vann ini tidak akan bertahan lama! Tidak peduli seberapa kuat Qi Fondation, lawannya adalah Gold Core! Belum lagi Senior Horge bukan Gold Core sembarangan, melainkan ia berada di peringkat 10 besar Akademi Pedang Kayu! Aku tidak tahu seberapa lama lagi Vann mampu melompat-lompat seperti badut!".
"Walaupun begitu, harus diakui Vann memang mampu membuat sejarah di akademi!", kata seorang murid lain penuh rasa kagum "Ia menantang ratusan orang sendirian untuk temannya, jika aku mempunyai teman seperti Vann, aku pasti merasa senang!".
Para murid pria saling menatap lalu menggelengkan kepalanya, menurut mereka apa yang dikatakan murid wanita sama seperti ilusi.
Ia yakin Vann akan menang bukan melalui pengamatan secara nyata, melainkan hanya karena ia mengagumi Vann yang membuat penilaiannya menjadi tidak seimbang.
...----------------...
Di sisi lain, terdapat sebuah bangunan besar pada pemukiman murid elit.
__ADS_1
Di bangunan tersebut, puluhan orang sedang berlatih ilmu pedang, tinju atau cara bertarung lainnya.
Beberapa dari mereka saling bertarung agar bisa mempelajari gerakan mereka melalui pertarungan sebenarnya.
Tetapi keadaan latihan damai tersebut segera terganggu sebab seseorang tiba-tiba membuka pintu bangunan tempat berlatih "Semuanya buruk! Ada masalah besar yang mendekati kita!".
Melihat anggota kelompoknya yang panik, ketua kelompok berjalan mendekatinya "Ada apa? Kenapa kau seperti sedang melihat hantu? Jangan khawatir, siapa yang berani menganggu mu? Sebagai anggota dari kelompok, anggota lain dan aku sebagai ketua akan melindungi mu!".
Pemuda tersebut menggelengkan kepalanya, ia menarik nafas agar rasa lelahnya akibat berlarian penuh rasa panik barusan menghilang sebelum berteriak "Ketua, Vann mendekat ke arah sini! Sang Badai Gila datang!".
Wajah ketua dan anggota lain berubah menjadi putih seperti kertas seakan-akan mereka melihat hantu.
Benar, sosok Vann di akademi sudah seperti hantu di mata para pengikut Horge.
"Semuanya lari, ayo pergi sebelum orang gila itu datang!", teriak ketua panik, tidak ada lagi sikap tegas seorang ketua.
Para anggota yang lain mengangguk, mereka sama sekali tidak peduli untuk membersihkan barang di ruang latihan melainkan berlari menuju pintu untuk melarikan diri sebelum Vann datang.
Tetapi tiba-tiba kepala Vann muncul dari pintu yang membuat orang-orang ketakutan "Kemana kalian akan pergi?".
__ADS_1