9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 125 : PERGERAKAN LABORATORIUM MONSTER


__ADS_3

Pilar Magma, sejak kedatangan Vann terakhir kali kesini, tidak ada perubahan apapun yang terjadi di Pilar Magma.


Para kultivator juga kembali berkumpul disini setelah melarikan diri akibat gempa bumi yang terjadi pada Pilar Magma beberapa waktu yang lalu. Pada awalnya mereka berpikir sesuatu yang besar terjadi seperti pertarungan penguasa Pilar Magma melawan kultivator hebat sampai-sampai menyebabkan gempa.


Tetapi setelah tidak ada tanggapan apapun dari Pilar Magma sampai sekarang, mereka mulai menganggapnya sebagai gempa bumi normal.


Oleh karena itu, banyak orang kembali menuju Pilar Magma dan tinggal disana baik untuk melawan monster ataupun berjualan.


Di hari yang damai, pemimpin Pilar Magma, Gordaf berada di lantai paling atas Pilar Magma sambil menatap sebuah dokumen yang ada di tangannya.


Gordaf sekarang sedang duduk di tengah-tengah kolam magma sehingga ia harus melindungi dokumen di tangannya memakai energi agar tidak terbakar.


Membaca dokumen sebentar, wajah Gordaf menjadi suram "Tardi menjadi kepala Akademi Pedang Kayu terbaru? Sangat merepotkan! Kekuatan pria itu tidak berada di bawahku sedikitpun, selama aku tidak berhati-hati, Tardi mampu membunuhku. Masalahnya aku harus pergi ke Akademi Pedang Kayu, lebih tepatnya aku harus membunuh anak itu dan mengambil artefak Darah Vermilion yang ia ambil. Apakah aku harus menunggu sampai anak itu pergi dari akademi sebelum membunuhnya? Tetapi kalau anak itu sama sekali tidak meninggalkan akademi sampai tuan tiba kesini, aku pasti mati".


Ketika Gordaf sedang memikirkan rencana terbaik membunuh Vann lalu mengambil Darah Vermilion lagi, sesuatu yang aneh terjadi di labirinnya.


Gordaf membakar dokumen yang ada di tangannya dan menatap ke arah pintu ruangan penuh rasa dingin.


Perlahan-lahan pintu ruangan lantai atas Pilar Magma terbuka, sosok seorang pria yang tidak lain adalah manusia berjalan mendekati Gordaf.

__ADS_1


"Diryas, aku tidak pernah berpikir kau berani datang kesini? Apakah kau tidak takut orang-orang menemukan dirimu? Bagaimanapun kau adalah orang yang berhasil melarikan diri dari Laboratorium Monster, selama mereka menemukanmu, kau pasti mati!", kata Gordaf tersenyum mengejek.


Sosok manusia yang datang adalah Diryas, guru Laboratorium Monster di masa lalu yang berhasil melarikan diri dari pembunuh 4 kekuatan besar Provinsi Talper.


Ia duduk di pinggir kolam magma "Gordaf, aku datang kesini untuk bekerja sama denganmu!".


"Kau berencana bekerja sama denganku?", kata Gordaf aneh.


Sebuah aura yang kuat muncul di seluruh tubuh Gordaf, aura itu segera menekan Diryas yang baru datang.


Suara Gordaf tidak lagi mengejek atau bercanda melainkan berubah menjadi dingin "Manusia bodoh, apakah kau gila? Seorang kultivator tingkat rendah seperti dirimu berani mengajakku bekerja sama, apakah kau pikir aku akan setuju? Jangankan membantuku, keberadaan mu cuma membuat aku repot. Lebih baik kau pergi sekarang juga, aku tidak membunuhmu karena kau merupakan musuh banyak manusia. Namun bukan berarti kita adalah teman, selama kau membicarakan sesuatu yang tidak perlu lagi, aku tidak ragu membunuh 1 orang manusia tambahan seperti dirimu!".


Meskipun aura Gordaf menekan dirinya, Diryas sama sekali tidak panik "Apakah kau yakin untuk membunuhku? Aku memang tidak sekuat dirimu, tapi apabila aku bersama seluruh anggota Laboratorium Monster bergerak bersama, kami mungkin membantumu mengatasi Akademi Pedang Kayu! Bukankah kau kehilangan roh penting, Darah Vermilion? Kita bisa saling bekerja sama menyerang Akademi Pedang Kayu".


"Aku tidak tahu dimana kau menyembunyikan Darah Vermilion, bagaimana aku bisa membuat anak itu mendapatkannya?", kata Diryas memutar matanya "Ada seekor Bayangan yang memberitahuku, kemungkinan besar ia memberitahuku agar kita dapat saling bekerja sama melawan Akademi Pedang Kayu".


"Bayangan?", kata Gordaf "Kenapa mereka selalu senang ikut di urusan orang lain? Baiklah, sekalipun kita akan bekerja sama, kenapa kau harus menyerang Akademi Pedang Kayu? Bukankah lebih baik menghancurkan Keluarga Yun dulu yang merupakan kekuatan terkuat? Lagipula bukan cuma Akademi Pedang Kayu yang menghancurkan Laboratorium Monster kalian di masa lalu".


"Tapi harta Laboratorium Monster disegel pada Akademi Pedang Kayu, Seruling 1000 monster!", kata Diryas mengingat kebencian masa lalunya "Kepala Akademi Pedang Kayu beberapa tahun yang lalu mengambil Seruling 1000 monster yang menjadi harta berharga kami lalu menyegelnya di akademi agar kami tidak memiliki kesempatan mengambilnya lagi. Oleh karena itu, aku harus mendapatkan seruling itu lagi! Selama aku mempunyai seruling itu, walaupun harus mengorbankan hidupku, aku mempunyai kesempatan menghancurkan 4 kekuatan besar Provinsi Talper".

__ADS_1


"Seruling 1000 Monster yang merupakan artefak kelas 5 tingkat rendah? Siapa yang berpikir benda itu disembunyikan pada Akademi Pedang Kayu! Tapi aku tidak tertarik mengambilnya sebab Seruling 1000 Monster terlalu unik, ia bisa memanggil banyak monster kuat selama digunakan, sebagai gantinya maka hidup pengguna seruling akan hilang. Semakin kuat penggunanya, maka semakin kuat juga monster yang dipanggil", kata Gordaf menggelengkan kepalanya "Kau terlalu gila, kau memilih mati supaya berhasil membalas dendam, aku tidak mengerti apa yang kau pikirkan".


"Kau tidak perlu tahu apa yang aku pikirkan, cukup jawab apakah kau setuju atau tidak bekerja sama dengan kami? Tugasmu hanya melawan Tardi, semua petinggi akademi yang lain, kami akan melawannya!", kata Diryas tegas.


"Kalian sangat percaya diri? Tardi memiliki 10 guru kuat di bawanya, belum lagi ada Hasel dan Gostaf disana! Laboratorium Monster kalian sama sekali bukan lawan", kata Gordaf tidak percaya.


Diryas tetap tegas "Kau mungkin benar, kekuatan normal kami bukan lawan mereka. Tetapi kami membawa 1000 Pedang Monster terbaru pada penyerangan kali ini. Apakah menurutmu, 1000 Pedang Monster belum cukup?".


Gordaf terkejut sampai-sampai ia berdiri dari kolam magma "Kau tidak menipuku bukan?".


"Kalau aku berani menipumu, aku pasti mati! Aku tidak sebodoh itu untuk mati di tangan orang yang berkemungkinan menjadi rekanku melawan Akademi Pedang Kayu", kata Diryas menggelengkan kepalanya "Jadi bagaimana jawabanmu? Setuju atau menolak?".


"Tentunya aku setuju bekerja sama dengan kalian!", kata Gordaf senang "Aku akhirnya mempunyai kesempatan mendapatkan Darah Vermilion lagi! Tunggu aku, nak! Aku akan membunuhmu lalu mengambil Darah Vermilion kembali!".


Melihat Gordaf setuju membantu, Diryas ikut tersenyum senang. Ia telah hidup bersembunyi dari 4 kekuatan besar di Provinsi Talper selama bertahun-tahun, tanpa kesempatan membalas dendam sedikitpun.


Bahkan ia selalu gagal menjadi kultivator tingkat menengah, ia hampir menyerah membalas dendam.


Namun di bawah tekad kuat milik Diryas dan mengingat teman-temannya dari Laboratorium Monster yang terbunuh dengan kejam di masa lalu, Diryas menguatkan tekad balas dendamnya lagi.

__ADS_1


Walaupun kekuatannya bukan lawan 4 kekuatan besar Provinsi Talper, setidaknya ia bisa membuat rencana yang mengalahkan mereka.


Saat ini, ia berhasil membuat rencana bersama Gordaf dimana ia yakin dapat menang.


__ADS_2