9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 49 : PEDANG 5 ELEMEN YANG ASLI


__ADS_3

Melihat Vann yang menang, sosok di gua tersebut sedikit terkejut, alasan yang membuatnya paling terkejut yaitu Vann menggunakan teknik Pedang 5 Elemen tidak lengkap untuk mengalahkan monster ular miliknya.


Sosok mencurigakan itu sama sekali tidak marah terhadap Vann yang membunuh monster ular miliknya, melainkan ia tersenyum penuh semangat "Akhirnya ketemu! Aku berpikir tidak akan menemukan sosok yang tepat untuk melanjutkan kemampuanku, ternyata aku salah! Akhirnya orang yang bisa melanjutkan teknik milik guru dan diubah lagi olehku tiba!".


...----------------...


Vann yang baru selesai mengalahkan monster ular segera membersihkan darah yang ada di seluruh tubuhnya, darah itu benar-benar memenuhi tubuh Vann sehingga ia harus membersihkannya dulu.


Setelah membersihkan sebentar, Vann berencana mengambil beberapa benda penting dari mayat ular sebelum pergi mencari kolam untuk membersihkan tubuhnya.


Setiap anggota tubuh monster umumnya penting, daging monster dapat dimakan yang sangat berguna bagi para kultivator, aura pada daging monster mampu membuat para kultivator menjadi lebih sehat.


Selain itu, ada kulit hewan yang digunakan membuat baju besi, taring ular barusan dimanfaatkan membuat belati atau racun pada taringnya untuk membuat obat beracun.


Bagian paling berguna adalah kristal monster, walaupun tidak semua monster mempunyai kristal pada tubuh mereka.


Berbeda dari kristal kultivasi, kristal monster tidak bisa langsung diserap. Selama seorang manusia berani menyerapnya tanpa pengolahan apapun, ada kemungkinan besar ia akan mati akibat energi monster pada kristal.


Oleh karena itu, kristal monster tidak dipakai untuk diserap melainkan digunakan membuat senjata yang terkenal dengan sebutan artefak.


Hampir semua artefak dibuat oleh bahan utama kristal monster, namun masih ada beberapa artefak unik tidak dibuat memakai kristal monster melainkan harta unik yang lain.


Ketika Vann berencana mencari apakah monster ular di depannya mempunyai inti monster, ia tiba-tiba merasakan ada seseorang di dekatnya.


"Siapa disana?", teriak Vann yang kembali menarik pedangnya, ia menatap ke arah gua dan menemukan seorang pria yang ditutupi kegelapan berdiri disana sambil mengamati dirinya.


Pria tersebut semakin terkejut sewaktu Vann mengetahui keberadaannya, tapi wajah terkejutnya diganti senyuman lagi.

__ADS_1


Tanpa menunggu Vann, pria itu berbalik dan melompat lebih jauh menuju gua yang gelap di belakang mayat ular.


Vann ragu-ragu sebentar antara apakah harus mengambil mayat ular atau mengejar pria mencurigakan barusan.


Setelah berpikir sebentar, Vann memutuskan mengikuti pria tersebut bergerak menuju gua. Sebenarnya alasan Vann memilih mengikuti pria mencurigakan di gua adalah ia penasaran kenapa pria barusan bisa berada di sarang monster ular, sebenarnya apa yang ada dibalik gua ini?


Lalu yang menjadi alasan terbesar Myro mengikutinya adalah Myro dapat merasakan bahwa pria barusan mempelajari Teknik Pedang 5 Elemen juga, mungkin karena Vann dan pria tadi sama-sama menggunakan Teknik Pedang 5 Elemen maka mereka dapat saling mendeteksi keberadaan masing-masing.


Masalahnya Vann merasakan teknik Pedang 5 Elemen pria tadi jauh lebih kuat dari Vann, karena itu Vann memutuskan mengikutinya agar mengetahui siapa sebenarnya identitas pria tadi serta apabila Vann beruntung, ia mungkin berkesempatan mempelajari teknik Pedang 5 Elemen baru yang semakin kuat.


Pada awalnya Vann berpikir gua ini hanya sebuah gua kecil, tapi ketika Vann semakin jauh di gua maka ia menyadari dirinya melakukan kesalahan besar, gua ini sangat besar dan ada jalan panjang menuju ke bawah tanah.


Vann sama sekali tidak melihat akhir dari jalan gelap ke bawah tanah di gua ini, tapi ia menemukan pria mencurigakan tersebut terus turun ke bawah tanah melewati jalan ini yang membuat Vann langsung mengikutinya.


10 menit, 20 menit, Vann terus berjalan ke bawah tanah namun tidak melihat akhirnya sedikitpun. Bahkan Vann mulai sedikit curiga, apakah jalan bawah tanah ini akan terus turun sampai ke inti planet?


Akhirnya 30 menit kemudian, saat Vann semakin ragu serta berpikir untuk kembali ke atas gua, jalan panjang ke bawah tanah berakhir.


Sekarang di depan mata Vann, sebuah ruangan besar yang sangat gelap merupakan bagian paling akhir dari jalan gua ini.


Meskipun ruangan dimana Vann berada sekarang sangat gelap, apalagi tidak ada lampu atau sumber cahaya apapun sehingga seseorang sulit melihat sekitar. Sebagai Qi Gathering tingkat 7, Vann masih dapat mengamati sedikit keadaan di sekitarnya.


Ruangan tempat Vann berada sekarang benar-benar kosong kecuali sebuah meja batu yang ada pada tengah-tengah ruangan.


Vann berjalan menuju meja batu, lagipula tidak ada apapun lagi disini.


Ketika berada di depan meja batu, Vann membeku sebab ia menemukan sosok seorang pria yang duduk di kursi belakang meja batu.

__ADS_1


Pria yang duduk itu berusia sekitar 70 tahun dengan rambut putih panjang serta tubuh yang berotot, ia terlihat sangat kuat.


Pada awalnya Vann berpikir pria tua ini sedang tertidur, namun Vann menyadari bahwa pria tua itu sama sekali tidak tidur melainkan ia telah mati.


Memeriksa pakaian pria tua tersebut, wajah Vann semakin berubah karena pria tua di depannya memakai pakaian Akademi Pedang Kayu.


Pada pakaian pria tua itu, ada sebuah token berwarna emas yang menunjukkan ia merupakan kepala Akademi Pedang Kayu, setidaknya di masa lalu.


Ragu-ragu, Vann merasa pria tua ini sedikit mirip dengan sosok mencurigakan yang ia lihat barusan setelah mengalahkan monster ular.


Namun Vann segera menggelengkan kepalanya, pria tua di depan Vann seharusnya sudah mati bertahun-tahun yang lalu, bagaimana mungkin ia masih melihat Vann mengalahkan monster ular beberapa menit yang lalu?


Saat Vann bingung apakah harus membawa mayat pria tua di depannya kembali ke akademi atau tidak, bagaimanapun pria tua ini adalah kepala akademi di masa lalu sehingga tidak ada salahnya ia dimakamkan ke tanah Akademi Pedang Kayu.


Di tengah kebingungan, Vann menyadari mayat tersebut sebenarnya sedang memegang sebuah buku yang ada di atas meja.


Vann mencoba mengambil buku itu dan membersihkan debu yang ada di atas buku, nampaknya tempat ini memang telah ditinggalkan selama bertahun-tahun hingga buku di tangan Vann berdebu.


Ketika debu selesai dibersihkan, judul buku akhirnya terlihat lagi.


Membaca judul buku, Vann segera bergumam aneh "Teknik Pedang 5 Elemen? Kenapa kepala akademi sebelumnya memang buku Teknik Pedang 5 Elemen seperti sebuah harta berharga? Padahal, ada banyak buku teknik Pedang 5 Elemen di Akademi Pedang Kayu!".


Vann yang bingung membuka buku Teknik Pedang 5 Elemen lalu mulai membacanya.


Tidak lama kemudian, sebuah senyuman muncul di wajah Vann, keraguan yang ia miliki sebelumnya menghilang sebab Vann sekarang mengerti kenapa kepala akademi sebelumnya menganggap buku Pedang 5 Elemen di tangannya sangat berharga.


Berdasarkan sebagian yang Vann baca, Teknik Pedang 5 Elemen pada buku ini lebih kuat daripada yang ada di Akademi Pedang Kayu.

__ADS_1


Bahkan Vann merasa, Teknik Pedang 5 Elemen yang ada pada buku ini merupakan teknik yang asli. Sedangkan Teknik Pedang 5 Elemen yang ada di akademi, Vann yakin kemungkinan besar itu hanya teknik yang tidak lengkap.


__ADS_2