
Ketika Vann naik ke atas panggung arena, Tude sudah berdiri di sisi lain panggung sambil menatap Vann dengan senyum dingin.
Nampaknya ia sudah bisa membayangkan bagaimana Vann akan berakhir di tangannya. Meskipun tidak boleh saling membunuh, tapi di tengah pertarungan sering terjadi beberapa masalah seperti tulang yang patah. Bagaimanapun para kultivator saling bertarung sehingga tidak terhindarkan beberapa orang mendapatkan luka berat, oleh karena itu selama ia membuat beberapa tulang Vann patah maka dirinya tidak akan dihukum.
Githa yang menjadi penengah melihat kiri dan kanan sebelum tersenyum pahit, kenapa 2 murid yang sama-sama dari Akademi Pedang Kayu harus bertemu di awal.
Lagipula tidak peduli siapapun yang menang di pertandingan ini, berarti 1 murid Akademi Pedang Kayu kalah. Jadi tidak peduli siapa pemenangnya, Akademi Pedang Kayu pasti mengalami kerugian akibat kehilangan 1 peserta.
Menarik nafasnya, Githa kembali berteriak "Pertandingan di mulai!".
Baik itu Vann ataupun Tude tidak saling menyerang setelah perkataan Githa barusan, mereka saling menatap selama beberapa saat sebelum mengambil senjata masing-masing.
Melihat senjata Tude, Vann terkejut "Kau menggunakan tinju besi? Apakah kau benar-benar dari Akademi Pedang Kayu? Aku rasa kau salah memilih akademi".
Mendengar perkataan mengejek Vann, Tude tidak peduli "Sebentar lagi kau akan menyadari, seberapa besar kebodohanmu yang telah mengejek senjataku! Bagaimanapun pendiri Akademi Pedang Kayu adalah orang bodoh! Tidak peduli seberapa keras seseorang berpikir, kayu tidak akan lebih kuat daripada besi, tapi kenapa ia tetap menggunakan pedang kayu? Jika bukan karena tidak ada akademi lain yang menerimaku, aku pasti tidak akan pergi ke akademi lemah ini".
Semua orang dari Akademi Pedang Kayu marah sekaligus malu akibat perkataan Tude, bagaimanapun Tude berasal dari Akademi Pedang Kayu namun ia mengejek akademi sendiri lemah yang membuat mereka malu.
Seorang murid berdiri penuh kemarahan "Tude, apakah kau tidak malu? Sebagai murid dari Akademi Pedang Kayu, kau mengejek akademi yang telah memberikan sumber daya dan pengetahuan untuk melatih mu?".
"Apa? Aku hanya berbicara kebenaran", kata Tude tidak peduli "Orang bodoh mana yang berpikir kayu mampu mengalahkan besi, aku rasa pendiri Akademi Pedang Kayu bahkan tidak lulus sekolah dasar. Ya, aku tidak peduli! Bagiku akademi hanya tempat tinggal sementara, selama itu membuatku menjadi semakin kuat maka aku tidak keberatan".
Vann menatap Tude dengan dingin sebab ia mendapatkan warisan kemampuan dari Herith, pendiri Akademi Pedang Kayu. Meskipun Herith tidak mengajari Vann secara langsung, Vann mewarisi ilmunya yang membuat Vann menghormati Herith sebagai seorang senior. Tetapi Tude disini mengejek senior yang mengajarinya teknik Pedang 5 Elemen, Vann menjadi marah.
Vann mengangkat pedangnya sambil berkata "Buka matamu dan lihat baik-baik! Hari ini, aku akan menunjukkan bagaimana sebuah kayu dapat mengalahkan besi!".
"Pikiran bodoh", kata Tude yang melangkah maju.
Sosok Tude sangat cepat, ia dapat bertahan dari Hutan Ilusi yang menunjukkan Tude mempunyai beberapa kemampuan.
__ADS_1
Tiba-tiba Tude muncul di depan Vann dan langsung memukulnya memakai tinju besi, menurutnya Vann yang hanya berkekuatan Qi Gathering tingkat 4 sama sekali bukan lawan kekuatannya, ia tidak tahu bahwa kekuatan Vann sudah meningkat banyak selama waktu ini.
"Tang!".
Vann menebas pedang kayunya yang bertabrakan dengan tinju besi Tude.
Merasakan kekuatan Vann, Tude berkata penuh rasa terkejut serta tidak percaya "Kau-- Bagaimana mungkin kau berhasil menjadi Qi Gathering tingkat 8? Hal itu sama sekali tidak mungkin!".
"Itu semua mungkin", kata Vann yang menggerakkan pedangnya ke bawah "Bukankah buktinya ada di depan matamu sendiri?".
"Brak!".
Sebelum Tude mampu menyadarinya, pedang kayu Vann memukul perut Tude dengan keras dan melemparkannya sejauh beberapa meter.
Tude yang merasa malu akibat dipukul Vann yang merupakan anak baru segera bergegas lagi penuh kemarahan, ia berteriak "Jangan sombong hanya karena kekuatanmu meningkat dengan cepat, pada akhirnya kau masih bukan lawan ku!".
"Tang!".
Beberapa penonton yang sibuk membicarakan Yun Tian langsung tertarik akibat pertarungan Vann melawan Tude, lagipula Vann hanya Qi Gathering tingkat 8 yang bisa melawan tingkat 9.
"Siapa anak yang melawan Tude itu? Aku belum pernah melihatnya!".
"Tidak ada kau belum pernah bertemu dengannya, anak itu baru kurang dari 4 bulan berada di Akademi Pedang Kayu".
"Benarkah? 4 bulan sudah menjadi Qi Gathering tingkat 8? Anak ini sangat berbakat!".
"Vann memang berbakat, tapi kultivasi nya di bawah Tude, aku tidak tahu kenapa Tude belum mengalahkan anak baru ini? Bukankah ia telah belajar di akademi selama puluhan tahun? Kenapa melawan anak baru yang belum 1 tahun menjadi kultivator sekalipun ia tidak dapat mengalahkannya?".
Wajah Tude yang sedang bertarung melawan Vann menjadi merah akibat malu dan marah, semua penonton yang ada di arena sedang membicarakan dan mengejek dirinya yang perlu waktu lama melawan anak baru.
__ADS_1
"Brak!".
Vann memukul mundur Tude memakai pedangnya yang membuat Tude harus melompat lagi sejauh puluhan meter, senyum mengejek kembali muncul di wajah Vann "Apakah kau tidak mendengar perkataan para penonton di sekitar? Kau bahkan kesulitan melawan anak baru, aku tidak tahu apakah kau masih tidak malu berada di Provinsi Talper setelah berita kesulitan mu hari ini menyebar?".
"Kau-- Aku akan membunuhmu!", teriak Tude penuh kemarahan.
Ia bergegas menuju Vann secepat mungkin, lalu ia melompat sambil memukul sekuat tenaga menuju Vann "Tinju Penghancur Gunung!".
Tekanan yang kuat muncul dari tinju Tude, bahkan para penonton langsung menjadi diam sebab tekanan dari tinju Tude terlalu kuat.
Githa sebagai penengah berkata dengan suram "Anak ini, ia melawan anak baru memakai kekuatan penuhnya, apakah ia berusaha membunuh anak baru? Aku harus menghentikannya--".
Sebelum Githa dapat bertindak, Vann mengambil gerakan duluan.
Ia tidak takut terhadap tinju Tude. Bukan hanya itu, Vann melompat menuju ke arah Tude yang siap meninjunya.
"Teknik Pedang 5 Elemen tahap 1, Gelombang Air", air berkumpul di sekitar Vann membentuk gelombang raksasa di antara pedangnya.
Vann mengangkat pedang yang dilapisi gelombang air lalu bertabrakan dengan tinju besi Tude.
"Booooom!".
Ledakan yang keras terdengar akibat tabrakan tersebut, arena di sekitar mulai bergetar akibat tabrakan 2 kekuatan tersebut.
Pada awalnya Tude berpikir ia mampu mengalahkan teknik pedang Vann, namun Tude tiba-tiba merasakan tinjunya mulai dipukul mundur.
Meskipun sedikit tidak percaya tinjunya kalah dari pedang air anak baru, Tude harus menerima kenyataan ini.
Mata Tude menjadi merah, ia tidak boleh kalah sebab selama dirinya kalah dari anak baru, seluruh Provinsi Talper pasti mengejek dirinya.
__ADS_1
Tude yang bertekad menang segera mengambil sebuah obat dari kantong pakaiannya dan memakan obat tersebut tanpa dilihat siapapun, lebih tepatnya air dari pedang Vann dan pukulan tinju Tude menutupi gerakan Tude yang memakan obat dari para penonton.
Vann yang menghalangi serangan Tude tentunya melihat gerakan tersebut, mata Vann menjadi tajam sebab memakan obat yang dapat memperkuat diri sendiri di tengah pertandingan melanggar peraturan yang ada.