
Vann tersenyum pahit, sekarang ia mengerti kenapa Atrea dijuluki ratu burung. Ia harus mengakui penggunaan ratusan burung, 3 elang raksasa dan 1 gagak emas milik Atrea cukup menakutkan. Setidaknya dari semua orang yang Vann lawan, kecuali penguasa pilar magma, ia belum pernah menemukan sosok menakutkan seperti Atrea.
Sekarang ia merasa semua burung di sekitar menatap dirinya seperti mangsa, bahkan naga air yang merupakan teknik terkuat Vann juga dikalahkan oleh Atrea.
Padahal teknik naga air milik Vann merupakan apa yang ia pelajari dari kepala akademi sebelumnya melawan Kaisar Api Emas, walaupun belum sama, namun kekuatannya tidak boleh diremehkan. Atrea mampu melawan naga air yang menunjukkan seberapa menakutkan roh miliknya.
Penonton yang dari tadi mengamati semua yang terjadi tidak bisa untuk tidak terkejut "Hebat! Seperti yang diharapkan dari Ratu Burung, Nona Atrea!".
"Akhirnya aku melihat 3 roh burung terbaik Nona Atrea lagi! 2 elang langit dan gagak emas, kalau bukan karena keberadaan Tarion, Nona Atrea pasti menjadi yang terbaik di akademi".
"Apa yang kau katakan? Meskipun tidak ada Tarion, bukankah Poris tetap bisa mengalahkan Nona Atrea?".
"Apakah kau masih baru di Akademi Pedang Kayu? Semua orang tahu Poris dan Nona Atrea belum pernah bertarung secara langsung! Nona Atrea tidak beruntung dan harus menghadapi Tarion lebih awal yang membuat dirinya kalah sebelum melawan Poris".
Tardi yang sedang berada di tempat duduk penonton tersenyum "Benar-benar menarik, Akademi Pedang Kayu kita setidaknya tidak kekurangan bakat sedikitpun, aku mungkin akan berhasil naik jabatan selama semua bakat ini berkembang!".
Suara Atrea bergema lagi di sekitar Vann "Aku harus mengakui, kau sangat kuat! Aku rasa bakat mu tidak kalah dari Tarion, mungkin melebihinya. Tetapi kau mempunyai kekurangan besar yaitu waktu, apabila kau berlatih setahun atau 2 tahun lebih lama lagi, kau pasti menang! Walaupun begitu, aku tidak boleh membiarkanmu menang sebab aku harus mendapatkan peringkat terkuat Akademi Pedang Kayu. Oleh karena itu, aku hanya bisa mengalahkan mu sekarang!".
2 elang dan gagak emas kembali mengepakkan sayapnya serta terbang menuju Vann bersama ratusan burung, ia berencana mengakhiri pertarungan ini secepat mungkin.
Vann tidak berencana menyerah, ia berpikir untuk terus menggunakan naga air hingga Atrea kelelahan. Meskipun kemungkinannya tidak besar, tapi Vann mungkin berhasil membuat Atrea lelah duluan sebelum mengalahkannya.
__ADS_1
Sebenarnya Vann dapat menang tanpa masalah kalau ia memakai kekuatan Burung Vermilion, masalahnya Vann tidak berencana memakai kekuatan itu kecuali keadaan tertentu yang sangat berisiko. Bagaimanapun Darah Burung Vermilion merupakan roh senjata tingkat suci, jika digunakan sebagai serangan kejutan, Vann mungkin bisa membalikkan keadaan di tengah krisis hidup dan mati.
Ketika Vann berencana memakai kekuatan naga air lagi, suara Burung Vermilion terdengar "Nak, kenapa kau tidak memakai tahap ke 3 dari Teknik Pedang 5 Elemen milikmu? Bukankah tahap ke 3 merupakan elemen api? Semua burung wanita bernama Atrea memang kuat, tapi seharusnya kelemahan mereka sama yaitu api! Dibandingkan air, roh burung Atrea seharusnya mendapatkan luka lebih besar apabila terkena api. Karena kau tidak berencana menggunakan ku, maka kau hanya bisa memilih Teknik Pedang 5 Elemen tahap ke 3 bukan?".
Mendengar saran Burung Vermilion, Vann sedikit ragu-ragu sebelum berkata dipikirannya "Aku tidak dapat menggunakan Teknik Pedang 5 Elemen tahap ke 3, aku sudah berlatih berkali-kali namun selalu berakhir gagal. Padahal aku mengerti cara menggunakan teknik ini, tapi sewaktu aku memakai tahap ke 3, api yang seharusnya terbentuk di sekitar pedang tidak muncul! Oleh karena itu, aku tidak pernah memakai tahap ke 3".
"Tunggu dulu!", kata Burung Vermilion memikirkan sesuatu "Apakah waktu itu kau memakai tahap ke 3 sebelum aku menjadi roh mu?".
"Benar, apakah ada masalah?", tanya Vann.
"Tidak aneh, roh milikmu merupakan bola air yang berlawanan dari elemen api. Keberadaan roh juga mempengaruhi tuannya, mereka yang mempunyai roh air menjadi dekat dan mudah memakai elemen air. Namun hal sebaliknya ikut berlaku, mereka tidak terlalu cocok terhadap elemen api yang menjadi lawan dari air. Bukan hanya itu, setiap kali mereka mencoba mempelajari kemampuan atau teknik elemen api, pasti terjadi ketidakcocokan yang membuatnya lebih sulit dipelajari", Burung Vermilion menjelaskan "Tapi bukankah kau sekarang memilikiku sebagai roh mu? Kenapa tidak mencobanya lagi? Keberadaan ku disini pasti menutupi kelemahan mu yang tidak cocok terhadap elemen api!".
Menarik nafasnya, jejak api terlihat dari mata Vann "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 3, Badai Api!".
Vann melangkah maju dan menebas pedangnya ke arah ratusan burung yang mendekatinya, jejak api mulai bermunculan pada pedang Vann.
Awalnya jejak api yang terdapat pada pedang Vann cuma kumpulan api kecil, tapi api di pedang Vann terus semakin besar hingga Vann menebas pedangnya menuju musuh.
"Booooom!".
Ledakan api yang keras terdengar, arena tempat dimana Vann bertarung melawan Atrea ditutupi oleh api.
__ADS_1
Burung-burung yang ada di arena mulai terbakar, 2 elang dan gagak emas raksasa sekalipun ikut terpengaruh akibat api.
Banyak penonton yang berada di arena berkeringat akibat suhu arena berubah menjadi panas, padahal jarak penonton cukup jauh dari panggung arena dimana pertarungan berlangsung, tapi panas dari api pada arena Vann tetap mereka rasakan sehingga mereka sedikit bertanya-tanya seberapa panas kalau mereka berdiri di arena yang sama pada Vann.
Di tengah terbakar api, 2 elang dan gagak emas menemukan api pada tubuh mereka sama sekali tidak bisa dipadamkan melainkan api terus menjadi semakin kuat.
Menyadari semua itu, mata 3 burung menjadi tajam.
Walaupun tubuh terbakar api, mereka berusaha membunuh Vann lebih dulu agar Atrea tetap dianggap pemenangnya.
Melihat 3 burung yang mendekat, Vann tidak duduk diam melainkan mengganti serangannya lagi "Teknik Pedang 5 Elemen tahap 2, Bilah Angin!".
"Slash!".
Ratusan bilah angin terbang dari pedang Vann dan menebas 3 burung, setiap kali bilah angin melewati api maka mereka tidak membuat api padam melainkan api terus semakin kuat.
Di bawah kekuatan api dan tebasan bilah angin, 3 burung jatuh sebelum mencapai Vann, mereka berbaring di tanah sekitar 5 meter dari Vann. Apabila mereka berhasil terbang sejauh 5 meter lagi, mungkin Atrea adalah pemenangnya.
Melihat 3 burung yang jatuh, Vann tidak berhenti melainkan bergegas maju dan mengarahkan pedangnya menuju gagak emas "Aku harap kau menyerah, tidak perlu mempersulit pertarungan lagi bukan?".
Sosok Atrea benar-benar muncul dari balik gagak emas, ia menatap Vann sebelum tersenyum pahit "Aku mengaku kalah, kau benar-benar lebih kuat dariku!".
__ADS_1