9 TAHTA

9 TAHTA
BAB 79 : PERUBAHAN KADAL API


__ADS_3

Di bagian depan Pilar Magma, 2 penjaga yang memeriksa Vann serta rekan-rekannya sedang pergi makan siang.


Seoang penjaga tidak bisa untuk tidak bertanya kepada senior yang memperingatkan Vann barusan "Senior, kenapa kau memberitahu orang tadi untuk berhati-hati? Apakah ada masalah dengan kelompok yang ia ikuti? Bukankah Kelompok Laken telah bertahun-tahun pergi ke Pilar Magma dan mereka belum pernah mengalami kejadian apapun? Bukan hanya itu, setiap anggota mereka selalu kembali hidup-hidup, paling banyak hanya ada beberapa orang yang terluka".


Menatap juniornya, sang senior menggelengkan kepala "Kau masih baru disini sehingga kau mungkin tidak tahu, tapi aku telah menjaga pintu Pilar Magma selama 20 tahun. Kelompok Laken sama sekali tidak memiliki masalah apapun, lebih tepatnya hanya 1 orang yang bermasalah di antara mereka. Tetapi kami tidak mempunyai bukti apapun dan orang tersebut belum pernah membuat masalah, jadi tidak ada yang menangkapnya".


"1 orang yang bermasalah? Siapa? Apakah Yazer? Aku dengar ia merupakan orang yang paling baru bergabung kecuali 1 anak baru tadi", kata juniornya penasaran.


"Kau bodoh, dilihat bagaimanapun Yazer itu baik! Terlalu baik hingga mudah dimanfaatkan oleh orang jahat!", kata seniornya menghela nafas "Orang yang aku maksud adalah Theresa, tidak ada banyak murid yang mengetahui identitasnya namun hampir semua guru dan pengajar yang ada di 4 kekuatan besar Provinsi Talper tahu bahwa wanita itu berasal dari Laboratorium Monster! Jika bukan karena Guru Githa yang melindunginya dengan mengatakan jangan menilai seseorang dari masa lalu mereka, melainkan mereka harus diberi kesempatan untuk berubah, tidak ada akademi manapun yang akan menerima wanita itu".


"Apa? Laboratorium Monster?", teriak juniornya penuh rasa tidak percaya sebab ia mengetahui seberapa bermasalah nama tersebut.


Di provinsi lain, mereka mungkin tidak mengenal atau takut terhadap nama Laboratorium Monster. Tetapi berbeda dengan mereka yang ada di Provinsi Talper sebab nama barusan pernah hampir menggetarkan seluruh Provinsi Talper, lebih tepatnya membawa 1 provinsi hampir menuju kehancuran.


...----------------...


Vann bersama Yazer segera naik ke atas gunung berapi dimana puncak gunung merupakan wilayah tempat kadal api tinggal. Sebagai kekuatan terkuat di sekitar gunung berapi pada lantai ini, tidak aneh jika kadal api berada di lokasi paling puncak.


Walaupun begitu, sebenarnya Vann sekarang masih berada di lapisan paling dasar dari Pilar Magma.


Menurut kultivator yang pernah melewati lantai terjauh di Pilar Api, ia berhasil mencapai lantai ke 50 tapi Pilar Api sama sekali belum selesai, ia belum bertemu penguasa pilar yang membuatnya mundur akibat kekurangan makanan.


Melalui hasil pengalaman kultivator tersebut, semua orang mengetahui 10 lantai paling paling awal dari Pilar Api hanya sebuah lantai dasar dibandingkan seluruh pilar yang mempunyai 50 atau bahkan ratusan lantai.

__ADS_1


Bersama dengan Yazer, Vann selalu menghindari monster yang mereka temui sepanjang jalan.


Mereka memang sanggup melawan monster yang ada, tapi kerugiannya yang mereka terima akan terlalu besar yaitu merasa lelah sebelum bertemu kadal api atau terluka.


Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menghindari para monster seperti yang mereka lakukan di kolam lava.


Ketika Vann dan Yazer telah semakin mendekati puncak gunung, mereka mendengar suara pertarungan yang membuat Vann berkata "Berhati-hati, jangan sampai membuat suara apapun yang dapat menarik perhatian musuh. Lagipula kemungkinan besar Laken dan yang lainnya sedang bertarung melawan kadal api, mereka tidak bisa kembali dengan tangan kosong karena itu dianggap sebagai kegagalan dan akan menerima hukuman dari akademi".


Yazer mengangguk, mereka naik ke puncak secara perlahan-lahan dan tidak menimbulkan suara apapun.


Saat sampai ke puncak gunung, mereka bersembunyi dibalik batu dan melihat apa yang sedang terjadi di tengah suara pertarungan yang berisik di puncak gunung tersebut.


Waktu mereka baru berusaha melihat, sebuah ledakan yang keras terjadi.


"Booooom!".


Ketika Myro dan Yazer mencoba mengamati lagi mengenai apa yang terjadi, seluruh area pertarungan barusan ditutupi oleh asap ledakan yang membuat mereka tidak mampu melihat apapun.


"Apa yang terjadi?", kata Yazer menatap dari balik bebatuan tempat dimana mereka bersembunyi.


"Yazer, jangan berbicara terlalu besar atau musuh mungkin mengetahui keberadaan kita! Walaupun kita tidak tahu apakah ledakan barusan terjadi akibat serangan musuh atau orang lain, tapi tidak ada salahnya untuk berhati-hati. Lagipula setiap orang di pilar dapat mati kapanpun", kata Vann mengingatkan memakai suara kecil agar tidak ada orang lain yang mendengar mereka.


Yazer mengangguk dan ikut berbicara dengan suara kecil "Aku mengerti, temanku--".

__ADS_1


Sebelum Yazer menyelesaikan perkataannya, teriakan terdengar dari ledakan asap barusan "Tidak, jangan mendekat! Aku tidak boleh mati disini! Aku seharusnya menjadi kultivator hebat di akademi, aku harus tetap hidup--".


Vann dan Yazer kembali melihat dari balik bebatuan lagi, mereka menemukan Laken yang melarikan diri dari balik asap ledakan.


Laken yang sebelumnya terlihat sangat kuat sekarang dipenuhi luka, bahkan sebagian besar dari pakaiannya hancur yang menunjukkan seberapa sulit pertarungan yang ia lewati, bagaimanapun Laken merupakan sosok Qi Fondation tingkat 5 yang terkuat di tim mereka.


Di tangan Laken terdapat sebuah pedang besi yang telah patah, mata Vann menjadi tajam sewaktu mengamati pedang besi Laken sebab pedang itu merupakan artefak tingkat 1 kelas rendah. Walaupun melawan artefak tingkat 2 sekalipun, artefak tingkat 1 tidak akan sampai patah seperti itu, paling banyak hanya kalah dari artefak tingkat 2.


Vann segera memikirkan kemungkinan yaitu lawan Laken sangat kuat dan menggunakan sesuatu yang setingkat dengan artefak kelas 3 agar mampu mematahkan pedang milik Laken.


Akhirnya kebenaran terungkap, asap di belakang Laken menghilang dan sosok kadal dengan sisik berwarna perak muncul di belakangnya.


Kadal perak melihat tajam ke arah Laken seperti sedang mengamati mangsanya, lalu ia bergegas menuju Laken tanpa ragu.


"Krak!".


Kadal perak yang berlari langsung memakan kepala Laken, ia memiliki tubuh setinggi 2 meter sehingga kadal perak tidak perlu melompat untuk memakannya.


Tubuh Laken jatuh lemah ke tanah, ia yang telah kehilangan kepala tidak mampu terus bertahan hidup dan langsung mati di tempat.


Kadal perak raksasa memakan kepala Laken penuh rasa senang sebelum mulai memakan tubuhnya.


"Kadal Api Perak? Bagaimana mungkin? Monster sekuat itu seharusnya tidak ada disini!", kata Yazer penuh rasa tidak percaya, untungnya Yazer menahan suaranya yang membuat kadal perak tidak menyadari mereka.

__ADS_1


"Apa itu Kadal Api Perak?", tanya Vann yang kembali ke belakang batu, ia tahu masalah kali ini pasti sangat merepotkan.


Kadal Api terkenal sebagai monster kuat, sekarang namanya ditambah kata perak, Vann yakin penambahan nama itu bukan tanpa alasan melainkan karena Kadal Api Perak lebih kuat daripada Kadal Api normal.


__ADS_2